Episode 10

"Bercandaan mu gak lucu." cibir Miranti.

"Kenapa pulang?" tanya Alan.

Farhan menghela napas. "Aku sudah menikah Ma, dan itu baru terjadi semalam." ungkap Farhan.

Alan dan Miranti langsung tertawa dengan keras, bahkan sampai Alan dibuat batuk.

"Aku sudah nikah, dan Kak Santi, jadi saksinya." teriak Farhan, berharap orang tuanya berhenti tertawa.

"Ja-jadi, beneran?" tanya Miranti ragu.

Akhirnya Farhan pun menceritakan semuanya pada orang tuanya, tak ada yang ditutupi bahkan sedikit pun.

"Dan aku harap, kalian jangan muncul dulu, aku tidak ingin dia tahu, kalau aku anak dari kalian. Bukan apa, aku hanya ingin melihat dia, apakah cocok jadi istriku, ataupun tidak. Karena untuk langsung menceraikannya aku sedikit ragu, sebab Kak Santi selalu memuji kebaikannya." jelas Farhan.

"Tapi, Mama juga ingin mengenali mantu Mama." rengek Miranti pada suaminya Alan.

"Farhan ..."

"Baiklah, baiklah, tapi kalian datanglah, sebagai tamu undangan, saat resepsi kami nanti."

"Hei ,,, itu jahat sekali." ujar Miranti menjewer telinga Farhan. Sedangkan Alan menjulurkan lidah tanda mengejek Farhan.

"Ayolah, Ma, Pa. Ku mohon."

"Baiklah, baiklah, biarkan Farhan menentukan hidupnya sendiri sayang. Bukan kah, kamu juga tidak senang, saat dulu, orang tuamu mengatur tentang jalan hidupmu?" papar Alan, langsung mendapatkan cubitan di pinggangnya.

"Baiklah." lirih Miranti pasrah.

Farhan langsung menghubungi Santi, guna mengatakan untuk segera meminta perlengkapan surat-surat pada Fira. Itu semua dilakukan agar mereka bisa segera menikah secara resmi.

Dan Farhan juga mengatakan pada Santi, agar jangan memberitahu apapun tentang keluarganya pada Fira. Biarkan nanti itu urusannya.

Fira yang dihubungi Santi pun, akhirnya mempersiapkan apa yang dimintai oleh KUA setempat. Dia berencana akan menikah di KUA saja. Tanpa mengadakan acara resepsi. Karena uang yang dimilikinya tidak cukup. Berbeda dengan Alvin, mereka sudah pernah menabung uang untuk keperluan nikah nanti. Walaupun sekarang, uangnya diambil oleh Alvin sendiri.

"Semoga, dia jodoh yang Allah siapkan untukmu nak!" seru Asma mengelus rambut Fira.

"Aku belum siap Bu. Andai pun bisa. Aku ingin membatalkan semuanya." isak Fira.

"Nak, dia telah mengorbankan dirinya, untuk menolong mu. Dan Ibu sendiri tidak keberatan jika dia yang menjadi suamimu. Dengan mau menolong mu saja, itu sudah membuktikan kalo dia orang baik. Padahal, sebelumnya kamu dan dia terlibat, perdebatan kecil kan?" papar Asma menatap mata anaknya, yang terus mengalirkan air mata.

"Semoga dengan derita yang kamu rasakan sekarang, bisa kamu nikmati kebahagian yang tiada bandingannya." harap Asma, mendoakan Fira.

Di tempat lain, Raya mendatangi rumah mertuanya. Dia di perintahkan oleh Alvin, agar kesana. Itu semua Alvin lakukan supaya Raya bisa bertanya tentangnya, dan kapan pergi keluar kota, tepatnya.

"Mama sudah makan?" tanya Raya, meletakkan buah yang dibawanya tadi.

"Sudah nak." sahut Ratih.

"Mama tahu gak? Bang Alvin masih belum bisa melupakan Fira, dan itu melukai hatiku." adu Raya.

"Nak, kalian baru nikah. Dan gak baik, mengumbar-umbar masalah rumah tangga. Lagipula, Fira itu pacar Alvin, mereka baru saja putus." ujar Ratih, padahal dia tidak suka jika Raya menjelek-jelekan Fira.

"Tapi, aku istrinya Ma, dan sudah seharusnya Bang Alvin melupakan Fira." rajuk Raya.

"Sabar lah, coba kamu perbaiki ataupun rayu lah, Alvin, agar bisa cepat melupakan Fira." nasihat Ratih.

"Baiklah Ma." sahut Raya kecewa, padahal dia ingin jika Ratih membelanya dan menjelek-jelekan Fira.

Raya kembali melihat ponselnya, tidak ada yang ingin dibicarakan lagi dengan mertuanya itu, karena mertuanya dianggap tidak mengasikan.

Hampir satu jam Raya disana, terdengar suara bel berbunyi, pertanda ada tamu.

"Ma, kayaknya ada tamu. Coba Mama buka." perintah Raya, dan Ratih hanya menarik napas, karena sedikit tidak menyukai sikap Raya.

Ratih langsung menuju ke pintu depan, untuk memeriksa siapa tamu yang datang sore-sore hari begini. Saat pintu di buka, terlihat suaminya dan Alvin berdiri di sana. Hendra langsung masuk, tanpa basa-basi pada Ratih, sedangkan Alvin, memeluk Mamanya sekilas.

"Ada Raya di dalam nak." seru Alvin.

"Iya, aku tahu Ma, aku yang menyuruhnya kesini. Hitung-hitung memberinya kejutan, karena aku gak jadi balik esok hari." sahut Alvin.

"Kamu bahagia?" tanya Ratih menahan lengan Alvin.

"Apaan sih Ma." cetus Alvin menarik lengannya.

"Mama hanya bertanya nak!" seru Ratih.

"Aku bahagia Ma, apalagi mendapatkan istri yang cantik dan montok seperti Raya." ujar Alvin, karena tidak sengaja melihat bayangan Raya di pantulan dari jendela.

Ratih hanya bisa mengelus lembut lengan anaknya. Sedangkan Raya berbunga-bunga mendengar ucapan yang keluar dari mulut suaminya itu.

Alvin dan Ratih pun, kembali melangkah menuju ruang keluarga. Namun, langsung dihadang oleh Raya. Melihat itu, Ratih meninggalkan pasangan muda tersebut.

"Makasih ya Bang." seru Raya memeluk tubuh Alvin.

Walaupun agar risih, Alvin membalas pelukan Raya. "Untuk apa?" tanya Alvin pura-pura gak tahu.

Tetapi Raya, malah semakin mempererat pelukannya, tidak menjawab pertanyaan Alvin.

"Katanya, Abang balik besok." rajuk Raya mengapit lengan Alvin.

"Tapi kamu senangkan, Abang balik lebih awal?" tanya Alvin mengacak rambut Raya. Itu semua dilakukan agar Raya merasa senang.

"Senang banget," sahut Raya.

"Kita langsung pulang ya, kita pakai mobil yah. Karena banyak oleh-oleh yang Abang belikan untuk kamu, juga Ibu dan Ayah."

"Baiklah, aku ambil tas, dan pamit sama Mama, Ayah dulu."

Alvin pun mengikuti langkah Raya. Mereka sama-sama pamit pada orang tua Alvin.

Sebelumnya, Alvin diperingatkan oleh Ayahnya, agar mencoba untuk menerima Raya. Apalagi, Hendra tahu, jika Fira dan Farhan sudah menikah. Itupun diketahuinya karena dia mempunyai kenalan disana.

Dan yang mereka semua ketahui, jika Farhan adalah orang miskin yang tidak punya apa-apa. Terbukti dari sepeda motor yang dikendarainya, juga penampilan Farhan. Apalagi, Farhan, memohon-mohon agar jangan membakar motor bututnya.

Saat mengetahui jika Farhan lebih miskin darinya. Alvin langsung merasa bahagia. Setidaknya Fira mendapatkan lelaki yang berada jauh dibawahnya.

Alvin dan Raya pun sampai di rumah. Disana terlihat Danu sedang duduk bersama Marni di teras rumahnya.

Danu langsung menatap datar ke arah Alvin, dan itu berhasil membuat Alvin kelimpungan dan salah tingkah.

"Kalian masuk lah terlebih dahulu, ada yang ingin Ayah bicarakan sama Alvin." perintah Danu langsung membuat Marni dan Raya mengernyitkan dahinya.

"Ada apa Ayah?" tanya Raya cemas.

"Ayah ingin mengajarnya tentang bagaimana cara menjaga hubungan suami istri agar selalu bahagia." bohong Danu, langsung merubah raut wajahnya, dari datar tersenyum pada Raya.

"Oo kirain ada apa. Baiklah, ayo masuk nak!" ajak Marni pada Raya.

"Apa yang kamu lakukan pada Fira, saat malam kemarin Alvin?" tanya Danu datar, setelah memastikan anak istrinya masuk kedalam.

Alvin langsung menelan saliva nya.

Terpopuler

Comments

Kamiem sag

Kamiem sag

nikmati kau menantu bejatmu itu Danu

2025-01-30

1

Evy

Evy

paman Danu masih peduli sama Fira..

2024-11-29

0

Heny

Heny

Smg farhan sayang dan cinta sm fira

2024-11-19

0

lihat semua
Episodes
1 Acara lamaran Raya
2 Kenapa Bu?
3 Episode 3
4 Minta penjelasan, Paman Danu
5 Datang Ke Resepsi
6 Episode 6
7 Kejadian Tidak Terduga
8 Menikah Siri
9 Sudah Menikah
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Buka Isi Amplop
14 Sedikit Melawan
15 Kedai Milik Fira
16 Episode 16
17 Fira Memberitahu Raya
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Membeli rumah
21 Kepergok Oleh Asma
22 Salah Sangka
23 Mencari Tahu
24 Episode 24
25 Pemecatan Hendra
26 Raya Pingsan
27 Saling Mengungkapkan Perasaan
28 Episode 28
29 Rumah Orang Tua Farhan
30 Diterima Dengan Baik
31 Dukungan Dari Marni
32 Sedikit Kecewa
33 Bertemu Ratih
34 Episode 34
35 Mau Meninggalkan Ku
36 Alvin Tahu Semuanya
37 Rumah baru
38 Acara Resepsi
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Ancaman Farhan
42 Fira Hamil
43 Episode 43
44 Raya Hendak Melahirkan
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Rencana Raya
49 Alvin Mulai Cinta
50 Masuk Rumah Sakit
51 Episode 51
52 Gagal
53 Fira Pendarahan
54 Bayi Laki-laki
55 Alvin, Mengikuti Salsa
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Marni Dan Sumini Tak Tahu Malu
60 Episode 60
61 Merubah Penampilan
62 Episode 62
63 Marni pingsan
64 Danu, Bertemu Masa Lalu
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Ke Hotel
69 Fira Marah
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Rahasia Raya
74 Alasan Menghilangnya Darwis
75 Karma Danu
76 Kedatangan Farhan dan Fira
77 Menjual Tanah
78 Maaf
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Mengulang Hal Yang Sama
82 Marni Tahu
83 Episode 82
84 Permintaan Maaf
85 Pembalasan Wulan
86 Episode 85
87 Bunuh diri
88 Isi Surat Wulan
89 Penjelasan Sumini
90 Pemecatan Danu
91 Hadiah Dari Farhan
92 Pengumuman!
93 Pengumuman Novel Baru
94 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Acara lamaran Raya
2
Kenapa Bu?
3
Episode 3
4
Minta penjelasan, Paman Danu
5
Datang Ke Resepsi
6
Episode 6
7
Kejadian Tidak Terduga
8
Menikah Siri
9
Sudah Menikah
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Buka Isi Amplop
14
Sedikit Melawan
15
Kedai Milik Fira
16
Episode 16
17
Fira Memberitahu Raya
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Membeli rumah
21
Kepergok Oleh Asma
22
Salah Sangka
23
Mencari Tahu
24
Episode 24
25
Pemecatan Hendra
26
Raya Pingsan
27
Saling Mengungkapkan Perasaan
28
Episode 28
29
Rumah Orang Tua Farhan
30
Diterima Dengan Baik
31
Dukungan Dari Marni
32
Sedikit Kecewa
33
Bertemu Ratih
34
Episode 34
35
Mau Meninggalkan Ku
36
Alvin Tahu Semuanya
37
Rumah baru
38
Acara Resepsi
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Ancaman Farhan
42
Fira Hamil
43
Episode 43
44
Raya Hendak Melahirkan
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Rencana Raya
49
Alvin Mulai Cinta
50
Masuk Rumah Sakit
51
Episode 51
52
Gagal
53
Fira Pendarahan
54
Bayi Laki-laki
55
Alvin, Mengikuti Salsa
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Marni Dan Sumini Tak Tahu Malu
60
Episode 60
61
Merubah Penampilan
62
Episode 62
63
Marni pingsan
64
Danu, Bertemu Masa Lalu
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Ke Hotel
69
Fira Marah
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Rahasia Raya
74
Alasan Menghilangnya Darwis
75
Karma Danu
76
Kedatangan Farhan dan Fira
77
Menjual Tanah
78
Maaf
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Mengulang Hal Yang Sama
82
Marni Tahu
83
Episode 82
84
Permintaan Maaf
85
Pembalasan Wulan
86
Episode 85
87
Bunuh diri
88
Isi Surat Wulan
89
Penjelasan Sumini
90
Pemecatan Danu
91
Hadiah Dari Farhan
92
Pengumuman!
93
Pengumuman Novel Baru
94
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!