Fira Memberitahu Raya

Besoknya, Alvin kembali memberanikan diri untuk melewati kedai milik Fira. Namun, yang dilihatnya adalah Fira sedang dikecup keningnya oleh Farhan. Mungkin karena Farhan hendak berangkat kerja.

Tidak ada wajah tertekan disana, yang ada adalah binar mata bahagia.

"Kenapa, kenapa kamu tersenyum pada lelaki yang bahkan tidak kamu cintai Fira ..." gumam Alvin menggenggam tangannya.

Saat melihat Farhan hendak menaiki sepeda motornya. Alvin langsung tancap gas, agar tidak terlihat lelaki yang dinilainya brengsek itu.

Raya langsung mengunjungi kedai milik Raya, setelah melihat Farhan berangkat kerja. Karena kebetulan, Farhan melewati jalan depan rumahnya.

Saat Raya sampai, disana terlihat Asma sedang melayani pembeli. Tidak terlihat Fira dimanapun.

Raya langsung menggunakan kesempatan kala Asma sibuk. Dia sudah menduga, jika Fira pasti berada di dalam rumahnya.

Benar saja, baru Raya memasuki ruang tamu. Terdengar suara nyanyian Fira dari arah dapur.

"Apa maksudmu menggoda Bang Alvin?" tanya Raya tanpa basa-basi.

"Raya, ada apa?" tanya Fira tanpa menghentikan aktivitasnya mencuci piring.

"Kenapa kamu menggoda Bang Alvin hah?" pekik Raya mengulang pertanyaan yang sama.

"Tolong bilang sama suamimu, jangan ganggu aku. Aku udah bahagia tanpa dia. Dia hanya masa lalu yang aku sesalkan." ujar Fira tidak menjawab pertanyaan Raya.

"Jangan gr Fira. Dia bahkan enggan memikirkan mu." ungkap Raya. "Kamu yang selalu menggodanya dengan senyuman centilmu. Aku tahu, kamu gak rela Bang Alvin menikahiku. Apalagi saat melihat aku dan dia bahagia. Walaupun aku tidak bekerja seperti kamu." papar Raya.

"Aku katakan padamu ya Raya. Aku tidak menggoda suamimu. Dia yang datang padaku. Bahkan dia pernah ingin memperkosaku, sampai-sampai aku harus menikahi Bang Farhan. Tanyakan pada Ayahmu, dia lebih tahu bagaimana sikap suamimu itu." tekan Fira jengah, karena Raya selalu menyalahkannya.

"Apa maksudmu?" tanya Raya.

"Pulang lah, Raya. Aku gak ada waktu untuk melayanimu." usir Fira secara halus.

"Katakan apa maksudmu hah?" Raya menjambak rambut Fira.

"Lepaskan Raya," perintah Fira mencoba melepaskan tangan Raya dari rambutnya.

"Jelaskan dulu, apa maksudmu?" tekan Raya dengan dada naik turun.

"Ibu, Ibu tolong ..." teriak Fira, kemudian Fira langsung menjambak balik rambut Raya.

Asma yang mendengar suara teriakan Fira langsung berlari kedalam dengan tergopoh-gopoh. Tentu saja, disusul oleh beberapa Ibu-ibu yang kebetulan masih memilih barang di kedai miliknya.

"Ya Allah, Ya Rahman ... Apa yang kalian lakukan, hentikan!" teriak Asma.

Raya dan Fira langsung melepaskan jambakan masing-masing, kala mendengar suara teriakan dari Asma.

"Apa yang kamu lakukan Fira, kenapa kamu menjambak Raya?" tanya Asma.

Asma memang selalu kerap menyalahkan Fira, kala Fira dan Raya berulah.

"Bu, dia yang menjambak ku duluan." bela Fira.

"Tapi, kamu menggoda Bang Alvin." sentak Raya.

"Aku tidak menggoda dia, aku bahkan tidak selera menatap wajah bejatnya." sahut Fira.

"Fira ..." Asma menegur anaknya.

"Biarkan Bu, biarkan dia tahu semuanya. Aku lelah Bu, aku lelah. Bahkan hampir tiap malam aku dihantui oleh rasa takutku akibat perbuatan suaminya. Bahkan sekarang, aku tidak bisa lagi tidur, jika lampu dimatikan. Aku takut Bu, bayangan dimana suaminya hendak melecehkan ku selalu terbanyang. Bayangan dimana suaminya memaksa mencumbuku selalu terbayang. Bahkan dimana kemarin dia masuk ke kedai, dan kembali memeluk tubuhku. Aku hampir gila Bu, aku hampir gila Raya, aku hampir gila akibat perbuatan bejat suamimu." jelas Fira, bahkan tidak peduli dengan Ibu-ibu yang terkejut mendengar penjelasan dari Fira.

"Gak, gak mungkin. Kamu pasti fitnah kan? Aku tahu, kamu masih mencintai Bang Alvin, makanya tega memfitnahnya. Tega kamu Fira. Tega." sentak Raya pergi hendak meninggalkan rumah Fira.

Namun, ucapan Fira membuat langkahnya terhenti.

"Benarkah? Bukannya tiga hari setelah kamu nikah, kamu belum juga disentuh oleh dia? Bahkan dia rela menceraikanmu agar bisa kembali padaku." ungkap Fira membuat Raya langsung pergi dengan cepat.

Asma hanya bisa mengelus dada kala melihat perilaku Raya. Namun, dia kembali memeluk anaknya, untuk menenangkan Fira.

"Jadi, yang kemarin aku lihat benaran Alvin suami Fira? Dia terlihat keluar dari kedai dengan memengang pipinya. Aku sih gak curiga apa-apa, karena aku sempat melihat Farhan juga berada disana." ujar tetangga depan rumah Fira.

"Ibu-ibu, aku mohon, yang kalian dengar cukup sampai disini. Jangan lagi kalian kasih tahu sama lainnya. Karena bagaimanapun, Raya keponakan ku. Aku juga gak mau dia menanggung malu." pinta Asma dengan wajah memelas.

"Ih enakan sih Raya dong, kalo yang Fira katakan itu kebenarannya." sahut Ibu yang bernama Siti, rumahnya tepat disamping rumah Fira, hanya pagar sebagai pembatasnya.

"Iya, lagian kamu jangan baik-baik amat Asma. Apa belum cukup, selama ini Marni selalu merendahkan mu?" ujar tetangga depan rumah Fira.

"Jangan Bu, kami ini keluarga, sudah seharusnya kami saling menjaga aib." bela Asma membuat keduanya bungkam.

Raya pulang dengan wajah memerah. Dia teringat pada ucapan Fira. Bahkan wajah terkejut orang disana terekam jelas diingatan Raya.

Raya mondar mandir menunggu Ayahnya pulang, kebetulan Ibunya lagi pergi bersama dengan Bu Sumini.

Hampir tengah hari Danu baru kembali dari sekolah. Dia melihat wajah Raya seperti orang kesal.

"Aku mau tanya sesuatu, benarkah Bang Alvin hendak memperkosa Fira? Dan Ayah tahu itu?" beruntun Raya kala Danu sudah duduk disampingnya.

"Siapa yang katakan itu padamu?" tanya Danu.

"Jawab saja pertanyaanku Ayah, jangan balik bertanya padaku." sentak Raya tak sabar menunggu jawaban Ayahnya.

"Ayah gak tahu," sahut Danu meninggalkan Raya yang masih duduk di teras.

"Ayah, tunggu. Jawab pertanyaanku Ayah." teriak Raya.

"Tanyakan itu pada suamimu." ujar Danu memasuki kamarnya.

Raya langsung menghubungi Alvin. Namun, berapa kali pun, dia menelpon, Alvi. tidak menjawab sama sekali. Karena dia sedang sibuk bercengkrama dengan teman-temannya.

"Gak, ini gak mungkin. Fira masih mengada-ada, dia pasti sengaja memanas-manasi aku. Ya, dia pasti cemburu kala melihat kami baik-baik aja." ujar Raya mengsugesti diri sendiri.

"Tapi, bagaimana Fira tahu, jika aku gagal malam pertama, bahkan sampai setelah tiga hari kami nikah." gumam Raya kembali mengingat ucapan Fira.

"Awas kamu Fira, akan aku buat kamu menderita, karena telah mencoba-coba mengganggu hubungan kami." tekan Raya mondar mandir.

Di kamar, Danu kembali menarik rambutnya frustasi. Akhirnya, yang ditutupi ketahuan juga.

Danu sedikit kecewa, karena bisa menebak jika yang memberitahu Raya pasti lah, Fira. Dia amat sangat kecewa dengan keputusan yang Fira ambil.

Setelah mengantikan pakaiannya, Danu langsung kembali keluar untuk menemui Fira. Beruntung, tidak ada Raya disana. Karena Raya sedang berada di kamarnya.

Terpopuler

Comments

Khairul Azam

Khairul Azam

ini bukan menjaga aib atau apa ya buk asma tp orang seperti itu harus dijelaskan, kalao tidak diri anda sendiri yg dipandang jelek sama orang, jgn naif lah

2024-11-23

1

Kamiem sag

Kamiem sag

makanya Danu... nasehatiitu anakmu yg manja yg gak makek otak dlm tindakannya

2025-01-30

0

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

dasar danu taunya nyalahin orang...padahal dia sendiri yg biadap

2025-02-07

0

lihat semua
Episodes
1 Acara lamaran Raya
2 Kenapa Bu?
3 Episode 3
4 Minta penjelasan, Paman Danu
5 Datang Ke Resepsi
6 Episode 6
7 Kejadian Tidak Terduga
8 Menikah Siri
9 Sudah Menikah
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Buka Isi Amplop
14 Sedikit Melawan
15 Kedai Milik Fira
16 Episode 16
17 Fira Memberitahu Raya
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Membeli rumah
21 Kepergok Oleh Asma
22 Salah Sangka
23 Mencari Tahu
24 Episode 24
25 Pemecatan Hendra
26 Raya Pingsan
27 Saling Mengungkapkan Perasaan
28 Episode 28
29 Rumah Orang Tua Farhan
30 Diterima Dengan Baik
31 Dukungan Dari Marni
32 Sedikit Kecewa
33 Bertemu Ratih
34 Episode 34
35 Mau Meninggalkan Ku
36 Alvin Tahu Semuanya
37 Rumah baru
38 Acara Resepsi
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Ancaman Farhan
42 Fira Hamil
43 Episode 43
44 Raya Hendak Melahirkan
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Rencana Raya
49 Alvin Mulai Cinta
50 Masuk Rumah Sakit
51 Episode 51
52 Gagal
53 Fira Pendarahan
54 Bayi Laki-laki
55 Alvin, Mengikuti Salsa
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Marni Dan Sumini Tak Tahu Malu
60 Episode 60
61 Merubah Penampilan
62 Episode 62
63 Marni pingsan
64 Danu, Bertemu Masa Lalu
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Ke Hotel
69 Fira Marah
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Rahasia Raya
74 Alasan Menghilangnya Darwis
75 Karma Danu
76 Kedatangan Farhan dan Fira
77 Menjual Tanah
78 Maaf
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Mengulang Hal Yang Sama
82 Marni Tahu
83 Episode 82
84 Permintaan Maaf
85 Pembalasan Wulan
86 Episode 85
87 Bunuh diri
88 Isi Surat Wulan
89 Penjelasan Sumini
90 Pemecatan Danu
91 Hadiah Dari Farhan
92 Pengumuman!
93 Pengumuman Novel Baru
94 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Acara lamaran Raya
2
Kenapa Bu?
3
Episode 3
4
Minta penjelasan, Paman Danu
5
Datang Ke Resepsi
6
Episode 6
7
Kejadian Tidak Terduga
8
Menikah Siri
9
Sudah Menikah
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Buka Isi Amplop
14
Sedikit Melawan
15
Kedai Milik Fira
16
Episode 16
17
Fira Memberitahu Raya
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Membeli rumah
21
Kepergok Oleh Asma
22
Salah Sangka
23
Mencari Tahu
24
Episode 24
25
Pemecatan Hendra
26
Raya Pingsan
27
Saling Mengungkapkan Perasaan
28
Episode 28
29
Rumah Orang Tua Farhan
30
Diterima Dengan Baik
31
Dukungan Dari Marni
32
Sedikit Kecewa
33
Bertemu Ratih
34
Episode 34
35
Mau Meninggalkan Ku
36
Alvin Tahu Semuanya
37
Rumah baru
38
Acara Resepsi
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Ancaman Farhan
42
Fira Hamil
43
Episode 43
44
Raya Hendak Melahirkan
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Rencana Raya
49
Alvin Mulai Cinta
50
Masuk Rumah Sakit
51
Episode 51
52
Gagal
53
Fira Pendarahan
54
Bayi Laki-laki
55
Alvin, Mengikuti Salsa
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Marni Dan Sumini Tak Tahu Malu
60
Episode 60
61
Merubah Penampilan
62
Episode 62
63
Marni pingsan
64
Danu, Bertemu Masa Lalu
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Ke Hotel
69
Fira Marah
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Rahasia Raya
74
Alasan Menghilangnya Darwis
75
Karma Danu
76
Kedatangan Farhan dan Fira
77
Menjual Tanah
78
Maaf
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Mengulang Hal Yang Sama
82
Marni Tahu
83
Episode 82
84
Permintaan Maaf
85
Pembalasan Wulan
86
Episode 85
87
Bunuh diri
88
Isi Surat Wulan
89
Penjelasan Sumini
90
Pemecatan Danu
91
Hadiah Dari Farhan
92
Pengumuman!
93
Pengumuman Novel Baru
94
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!