Kau Membuatku Malas Pergi

Sedari tadi, Aditya tak benar-benar pergi ke toilet. Ia bersembunyi di antara etalase baju di sisi lain sembari mengawasi pergerakan Sasa dan Naya. Setelah melihat istri dan anaknya pergi ke arah keluar mall, Aditya kembali menemui Kimy yang telah menantinya sejak tadi. Pria itu merasa beruntung hari ini tak jadi sampai kepergok alias ketahuan dan menghancurkan segalanya hanya dalam hitungan detik saja.

“Kim, maaf kalo nunggu lama, ya.”

“Eh, Mas. Hm, gapapa, kok. Udah ke toiletnya?”

“Udah.”

“Eh, iya, Mas. Tadi, waktu Mas ke toilet, aku sempet lihat putri kliennya Mas yang Mas bilang udah kenal cukup deket itu, yang ada di foto itu, dia ada di mall ini juga.”

“Ah, i-iya, kah?”

“Iya. Tadi aku beneran lihat. Kayaknya dia lagi belanja sama mamanya. Mamanya cantik.”

“Pasti tetep cantikan kamu lah, Sayang.”

“Mas udah kenal sama mamanya juga?”

“Em, udah. Pernah ketemu juga waktu itu. Tapi, gak sesering ketemu sama putrinya.”

“O gitu. Tadi tuh aku mau coba sapa mereka, eh merekanya udah keburu pergi.”

“Syukurlah,” batin Aditya.

Aditya bahkan tak ingin jika mereka bertiga bisa saling kenal. Untung saja Kimy tak berhasil menemui mereka.

“Ya udah lah, Kim. Mungkin mereka buru-buru juga.”

“Hm, iya kali, ya. Ya udah, deh.”

“Oke, sekarang apa? Masih mau belanja yang lain?”

“No. Aku udah selesai belanja, Mas.”

“Ya udah, mas anter pulang sekarang?”

“Iya, yuk!”

Aditya merangkul pinggang Kimy dari samping, seraya mereka berjalan beriringan keluar mall.

Mobil Aditya pun tiba di tempat parkir apartemen.

“Makasih, Mas.”

“Sama-sama, Cantik. Biar mas bantu bawain belanjaan kamu sampe ke dalem apartemen, ya.”

“Eh, gak usah, Mas. Aku bisa sendiri. Mas langsung balik ke kantor aja.”

“Gapapa, Kim. Itu berat, loh. Biar mas aja yang bawain, ya.”

Seperti biasa, sulit bagi Kimy untuk menolak tawaran sang CEO yang walaupun dengan nada halus, tetapi terkesan memaksa.

Mereka sampai di dalam apartemen Kimy. Aditya meletakkan seluruh belanjaan Kimy di atas meja dekat sofa.

“Mas, thank you so much. Udah nemenin aku, dibelanjain, bahkan sampe dibawain belanjaannya ke sini. Makasih banyak Mas Ditya.”

“Iya, Sayang. Mas juga seneng, kok, hari ini bisa nemenin kamu belanja,” sahut Aditya sambil mengelus pipi Kimy dengan jemarinya.

“Oke, sekarang Mas bisa balik ke kantor. Udah hampir sore, loh, Mas.”

“Hmm. Sebenernya mas masih pengin nemenin kamu.” Kedua tangan Aditya meraih kedua tangan Kimy lantas digenggamnya erat.

“Mas... udah sana, ke kantor. Kerjaan Mas nungguin tuh.”

Perlahan, Aditya memiringkan kepalanya. Bibirnya lantas berusaha meraih bibir Kimy. Mulailah ia mengecup bibir Kimy dengan berhasrat. Kimy yang berusaha menghentikan ciuman Aditya tak bisa mengimbangi kekuatan sang CEO. Akhirnya, sesekali gadis itu ikut membalas pagutan bibir Aditya.

Aditya menyandarkan tubuh Kimy tepat di dinding apartemen, menahannya di sana, sembari melanjutkan ciuman panasnya.

“Kim, sssttt! Sebentar, Sayang,” ucap Aditya di sela ciumannya.

Aditya tak menghentikannya sampai di sana. Ia terus saja asyik mencumbu gadisnya. Begitu keduanya hampir kehabisan napas, pria itu baru melepaskan pagutan bibirnya. Namun, ia masih setia menempelkan wajahnya dengan wajah Kimy.

“Aahh, Mas. Ke kantor, gih.”

“Emmhh, hahh, Sayang. Ke kamar sebentar, yuk. Bentar aja sebelum mas pergi. Ayo, Sayang.” Sepertinya Aditya masih saja bernafsu ingin menikmati yang lebih dari Kimy.

“Em, gak, Mas. Mas ke kantor aja. Nanti kan bisa.”

Kimy lantas agak mendorong dada Aditya agar pria itu lebih berjarak darinya. Sang CEO pasrah karena Kimy tak mau ia meninggalkan pekerjaannya. Gadis itu tetap menyuruhnya kembali ke kantor. Namun, hal itu tak menyurutkan niat Aditya untuk bercinta. Ia akan menagih jatahnya malam nanti.

“Ah, baiklah. Nanti malem, ya. Mas tunggu.”

“Astaga, Mas. Udah, gih, sana pergi!”

Setelah melayangkan kecupan di pipi kanan dan kiri Kimy secara bergantian, Aditya meninggalkan apartemen kekasihnya.

***

Sangat larut, di luar dari ekspektasinya, Aditya baru bisa kembali menemui Kimy hampir tengah malam. Setelah menyelesaikan pekerjaannya di kantor, pria itu ingin pulang sebentar ke rumahnya dengan niatan hanya mandi dan berganti pakaian. Namun, ia justru harus bertahan lebih lama di sana sebab putri kecilnya—Naya menginginkan papanya tetap menemaninya. Baik untuk makan malam, maupun untuk membuat projek tugas sekolahnya malam itu. Aditya jadi harus menahan kegelisahannya ingin segera berjumpa Kimy dan menagih utang tadi siang.

Hampir pukul setengah satu dini hari, Aditya baru sampai di apartemen Kimy. Sudah pasti gadisnya sekarang sedang terlelap. Untungnya, ia tak perlu menunggu sampai Kimy membukakan pintu untuknya. Aditya bisa langsung masuk sebab beberapa hari lalu Kimy sudah memberitahu password pintu apartemennya pada Aditya. Pikirnya karena Aditya sering ke sana, Kimy tak mau Aditya menunggu lama di luar seandainya ia sedang tak ada di dalam apartemen atau justru tengah sibuk dengan hal lain di belakang, entah di kamar, di dapur, atau di toilet, hingga tak sempat membukakan pintu.

Sang CEO langsung menuju kamar kekasihnya tanpa pikir lagi. Di sana, ia melihat Kimy sudah terlelap di atas ranjangnya. Namun, posisi Kimy sekarang justru makin menggoda Aditya. Pasalnya, Kimy berbaring menyamping dengan kaki jenjang dan paha mulus yang terekspos. Ia mengenakan lingerie tipis berwarna merah yang masih bisa memperlihatkan seksinya setiap lekuk tubuhnya.

Aditya melepaskan jas dan sepatunya. Ia lantas ikut naik ke ranjang. Diraihnya tubuh Kimy dan dirangkulnya dari belakang. Setelah ia bisa mendekap erat tubuh seksi itu, bibirnya mulai menelusuri leher mulus Kimy. Diciuminya sampai tidur Kimy pun akhirnya terusik.

“Aahhh,” desah Kimy.

“Emmmhh, Sayang. Mas lagi pengin. Ayo kita bercinta sebentar, ya.”

Kimy masih setengah mengantuk. Ia akhirnya menyadari kedatangan Aditya.

“Em, Mas Ditya. Ini jam berapa? Kenapa Mas ke sini di jam segini?”

“Mas gak bisa nunggu lebih lama lagi, Sayang. Mas gak akan bisa tidur sebelum hasrat mas sama kamu terpenuhi. Ayo, Kim.” Aditya kembali melayangkan ciuman bertubi-tubi.

“Aku ngantuk, Mas. Kupikir tadi Mas Ditya gak jadi ke sini.”

“Mas tau ini terlalu malem. Tadi mas ada urusan lain dulu. Sekarang, biarin mas lanjutin sesuai janji kita tadi siang, ya.”

Aditya terus mengelus sekujur tubuh Kimy, berusaha memancing hasrat Kimy juga agar menginginkan bercinta dengannya juga. Kini Kimy berbaring telentang. Sepertinya ia tak tega menolak keinginan Aditya malam ini. Merasa dapat persetujuan dari sang model, Aditya mulai melucuti kemeja dan celananya. Setelah tubuhnya terpampang polos, tanpa basa-basi ia langsung menindih tubuh Kimy di bawahnya sembari memagutkan bibir mereka berdua. Nafsu yang begitu membara. Gairah yang tak tertahankan.

“Ssshh, Sayang.”

“Aaahhh, emmhh Mas...”

“Temenin mas sampe mas puas malem ini, Sayang. I miss you, Sexy.”

Episodes
1 Debaran dalam Pertemuan
2 Lelaki Idaman
3 Bercinta Pertama Kali
4 Pembantu?
5 Pernikahan Pertama
6 Malam Panas Nan Menggila
7 Ice
8 Love Language
9 Cemburumu, Manis Bagiku
10 Ruangan Kantor Penuh Hasrat
11 Sesi Gairah Liar Lanjutan
12 Dilema, Kimy atau Naya?
13 Takut Kimy Kesal
14 Mengerjai Mas Ditya
15 Kepergok?
16 Tak Diakui
17 Menemani Gadisnya Belanja
18 Kau Membuatku Malas Pergi
19 Rencana Perayaan
20 Headline Berita
21 Ternyata Aku Selingkuhannya!
22 Tak Siap Jadi Pelakor
23 Mabuk dan Menginginkannya
24 Tak Mudah
25 Perhatian dari Suami Orang
26 Kamu Ingin Mas Tiada?
27 Bersama Lagi, Bercinta Lagi
28 Selingkuhan Takut Diselingkuhi
29 Jangan Sebut Ini Perselingkuhan, Sayang!
30 Aura Berbeda
31 Kekhawatiran Bestie Kimy
32 Memasak Makan Malam Bersama
33 Dipaksa Berhenti
34 Menemani Putri Kesayangannya
35 Ketika Istri Mendadak Perhatian
36 Kunjungan Kantor Sekali Lagi
37 Gosip di Kantor
38 Kencan Romantis
39 Romantis? Erotis? Atau Keduanya?
40 Perhatian Aditya untuk Sang Istri
41 Teased Him
42 Ketika Istri Mulai Jatuh Cinta
43 Hukuman di Atas Ranjang
44 Berjumpa Lelaki Lain
45 Sentuhan Tak Disengaja
46 Albert Gerak Cepat
47 Kimy Butuh Lelaki Cadangan?
48 Menjeda Nikmat Bermesraan
49 Ingin Bercumbu Mesra
50 She is Mine!
51 She Loves Me? I Don't Care!
52 Merasa Panas
53 Diantar Pulang Pria Lain
54 Kimy Balas Dendam?
55 Mood Bercinta
56 Obrolan Dua Pria Dewasa di Club
57 Fantasi Liar Albert
58 Teman Ngobrol, Haruskah Dia?
59 Pemandangan Manis Membakar
60 Cara CEO Meluluhkan Kekasihnya
61 Ingin Merebut Takhta?
62 Menghadapi Tanya Istri
63 First Night in Paris
64 Mas Ditya Kenapa?
65 Prioritas
66 Jangan Bandingkan Mas Ditya dengan Al!
67 Kekasih Siaga
68 Antara Papa Adit dan Mas Ditya
69 Cemas Tak Terbendung
70 Jangan Sampai Berpaling, Sayang!
71 Ulang Tahun Mas Ditya
72 Siapa Bisa Mengerti?
73 Sebuah Permintaan
74 Mari Berpisah!
75 Tawaran Setelah Ketahuan
76 One Night with Al
77 Mengubah Keputusan
78 Baku Hantam
79 Empat Mata Bicara Affair Mereka
80 Ketika Selingkuhan Bertemu Istri Sah
81 Tak Semudah Itu, Mas!
82 Peringatan Tegas
83 Nasib Karier Kimy
84 Jangan Ada Sesal dan Ragu!
85 Kontrak Kerja untuk Kimy
86 Mengambil Tawaran
87 Hendak Dikenalkan
88 Jalan-Jalan Bertiga
89 Jangan Sampai Direbut Juga!
90 Mengambil Hati
91 Menanti Kabar
92 Tentang Sasa dan Aditya
93 Tunggulah Sebulan Lagi!
94 Happy Birthday Kimy!
95 Nikmatilah Selagi Bisa!
96 Suami Mbak Butuh Saya
97 Saat Selingkuhan Datang ke Rumah
98 Teror
99 Insiden
100 Hilang Satu Penghalang?
101 Selepas Kepergian
102 Kamu Berubah, Mas!
103 Kepergok Mertua
104 Ada Saja Penghalang Kita
105 Kimy Menghilang, Apa Dia Datang?
106 Mas, Selingkuhanmu Lelah!
107 Jangan Pergi, Ayo Menikah!
108 After Wedding
109 Suamiku Psikopat?
110 Choose The Ending
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Debaran dalam Pertemuan
2
Lelaki Idaman
3
Bercinta Pertama Kali
4
Pembantu?
5
Pernikahan Pertama
6
Malam Panas Nan Menggila
7
Ice
8
Love Language
9
Cemburumu, Manis Bagiku
10
Ruangan Kantor Penuh Hasrat
11
Sesi Gairah Liar Lanjutan
12
Dilema, Kimy atau Naya?
13
Takut Kimy Kesal
14
Mengerjai Mas Ditya
15
Kepergok?
16
Tak Diakui
17
Menemani Gadisnya Belanja
18
Kau Membuatku Malas Pergi
19
Rencana Perayaan
20
Headline Berita
21
Ternyata Aku Selingkuhannya!
22
Tak Siap Jadi Pelakor
23
Mabuk dan Menginginkannya
24
Tak Mudah
25
Perhatian dari Suami Orang
26
Kamu Ingin Mas Tiada?
27
Bersama Lagi, Bercinta Lagi
28
Selingkuhan Takut Diselingkuhi
29
Jangan Sebut Ini Perselingkuhan, Sayang!
30
Aura Berbeda
31
Kekhawatiran Bestie Kimy
32
Memasak Makan Malam Bersama
33
Dipaksa Berhenti
34
Menemani Putri Kesayangannya
35
Ketika Istri Mendadak Perhatian
36
Kunjungan Kantor Sekali Lagi
37
Gosip di Kantor
38
Kencan Romantis
39
Romantis? Erotis? Atau Keduanya?
40
Perhatian Aditya untuk Sang Istri
41
Teased Him
42
Ketika Istri Mulai Jatuh Cinta
43
Hukuman di Atas Ranjang
44
Berjumpa Lelaki Lain
45
Sentuhan Tak Disengaja
46
Albert Gerak Cepat
47
Kimy Butuh Lelaki Cadangan?
48
Menjeda Nikmat Bermesraan
49
Ingin Bercumbu Mesra
50
She is Mine!
51
She Loves Me? I Don't Care!
52
Merasa Panas
53
Diantar Pulang Pria Lain
54
Kimy Balas Dendam?
55
Mood Bercinta
56
Obrolan Dua Pria Dewasa di Club
57
Fantasi Liar Albert
58
Teman Ngobrol, Haruskah Dia?
59
Pemandangan Manis Membakar
60
Cara CEO Meluluhkan Kekasihnya
61
Ingin Merebut Takhta?
62
Menghadapi Tanya Istri
63
First Night in Paris
64
Mas Ditya Kenapa?
65
Prioritas
66
Jangan Bandingkan Mas Ditya dengan Al!
67
Kekasih Siaga
68
Antara Papa Adit dan Mas Ditya
69
Cemas Tak Terbendung
70
Jangan Sampai Berpaling, Sayang!
71
Ulang Tahun Mas Ditya
72
Siapa Bisa Mengerti?
73
Sebuah Permintaan
74
Mari Berpisah!
75
Tawaran Setelah Ketahuan
76
One Night with Al
77
Mengubah Keputusan
78
Baku Hantam
79
Empat Mata Bicara Affair Mereka
80
Ketika Selingkuhan Bertemu Istri Sah
81
Tak Semudah Itu, Mas!
82
Peringatan Tegas
83
Nasib Karier Kimy
84
Jangan Ada Sesal dan Ragu!
85
Kontrak Kerja untuk Kimy
86
Mengambil Tawaran
87
Hendak Dikenalkan
88
Jalan-Jalan Bertiga
89
Jangan Sampai Direbut Juga!
90
Mengambil Hati
91
Menanti Kabar
92
Tentang Sasa dan Aditya
93
Tunggulah Sebulan Lagi!
94
Happy Birthday Kimy!
95
Nikmatilah Selagi Bisa!
96
Suami Mbak Butuh Saya
97
Saat Selingkuhan Datang ke Rumah
98
Teror
99
Insiden
100
Hilang Satu Penghalang?
101
Selepas Kepergian
102
Kamu Berubah, Mas!
103
Kepergok Mertua
104
Ada Saja Penghalang Kita
105
Kimy Menghilang, Apa Dia Datang?
106
Mas, Selingkuhanmu Lelah!
107
Jangan Pergi, Ayo Menikah!
108
After Wedding
109
Suamiku Psikopat?
110
Choose The Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!