Sesi Gairah Liar Lanjutan

Seorang pegawai baru saja keluar dari ruangan Aditya setelah dipersilakan masuk dan menyerahkan sebuah dokumen untuk ditandatangani sang CEO. Pegawai itulah tersangka yang memaksa permainan penuh hasrat antara Aditya dan Kimy harus terhenti.

Tak berapa lama, seorang OB pun mengantar makanan pesanan Aditya untuk Kimy. Pas di waktu jam makan siang tiba. Aditya langsung mengajak Kimy makan bersama.

Suasana makan siang di ruangan kantor yang begitu hangat dan menyenangkan. Aditya sangat menikmati lezatnya masakan Kimy, juga kebersamaan dengannya. Kimy sesekali dibuat tersenyum geli dengan candaan Aditya. Kadang, mereka juga saling menyuapi. Hingga tak terasa makanan keduanya tandas.

“Makasih buat makanannya, Mas,” ungkap Kimy.

“Makasih juga buat lezatnya masakan kamu, Sayang. Mas jadi ketagihan sama masakan kamu. Mas seneng bisa makan siang bareng kamu hari ini meski di kantor.”

“Ya udah, kalo gitu aku pulang sekarang, ya.”

“Why? Kenapa harus buru-buru? Gak mau nemenin mas dulu di sini?” seru Aditya sembari mengusap lembut pipi Kimy.

“Em, aku pengin istirahat di apartemen. Mending Mas lanjutin kerjaan Mas aja. Kalo aku di sini, pasti Mas gak fokus ke kerjaan Mas.”

“Mau gimana lagi? Kamu terlalu menarik. Kamu selalu bisa alihin fokus mas, Sayang.”

“Nah, makanya. Oke, aku pulang, ya.”

“Hm, baiklah. Biar mas anter kamu dulu, yuk.”

“Eh, ngapain? Aku bawa mobil.”

“Sama mas aja. Mobil kamu biar dianter nanti.”

“Gak perlu ribet, Mas. Udah, aku sendiri aja, ya. Mas gak usah cemas.”

“Are you sure?”

“Ya.”

“Up to you. Kamu hati-hati. Kalo udah sampe apartemen, kabarin mas, ya.”

“Oke.”

Aditya mengantar Kimy keluar dari ruangannya setelah memberi kecupan di bibir Kimy dan membisikkan pesan.

“Nanti mas ke tempat kamu. Kita lanjutin yang sempet terhenti tadi.”

***

Malam harinya, sesuai janji, Aditya menyambangi apartemen Kimy setelah jam makan malam. Pria itu pun habis makan malam di luar. Ia sama sekali belum pulang ke rumah seusai dari kantor, bahkan untuk sekadar menyapa putrinya. Aditya memilih langsung ke apartemen Kimy. Mungkin, kali ini ia pun akan menginap lagi di sana.

Kimy menyambut kedatangan Aditya dengan senyum manisnya.

“Mas belum balik ke rumah, ya? Bahkan belum ganti baju.” Kimy berasumsi begitu melihat Aditya masih mengenakan setelan yang sama seperti saat Kimy berkunjung tadi siang.

“Ya. Sehabis dari kantor tadi, mas makan malem di luar, terus langsung ke sini. Udah kangen sama kamu, plus udah gak sabar lanjutin yang tadi siang.”

“Oh My God! Mas...”

Setelah berbincang sebentar sembari Aditya menghabiskan kopi spesial buatan Kimy, Aditya langsung melancarkan niatnya. Ia mulai membelai sekujur tubuh Kimy, menciumi wajahnya, dan membaringkan sang kekasih di sofa.

Mulai dengan aksinya, sebab ia sudah begitu tak sabaran, tak mampu menahan nafsunya. Aditya membuka kancing pakaian Kimy perlahan, hingga belahan dada Kimy yang indah terlihat jelas walau belum sepenuhnya semua kancing terbuka sampai bawah.

“Kamu bahkan gak pake bra, Sayang? Sengaja mau godain mas, ya?”

“Aahh, sshh... gak, Mas. Aku memang lagi gak pengin pake aja.”

“Hmm, ssshh, ini sangat indah.”

Setelah bermain di bagian dada, sang CEO menatap Kimy dengan tatapan smirk-nya. Matanya lantas beralih ke bagian bawah tubuh Kimy. Menelusuri paha mulus Kimy dengan mata dan jemarinya.

Mereka masih menikmati permainan mereka sampai tiba-tiba ponsel Kimy menginterupsi.

“Aaahhh, ssshh wait, Mas, aku harus angkat telepon dulu, aashh.” Kimy bergerak meraih ponselnya di meja dekat sofa.

“Emmh, siapa yang telepon malem-malem, Kim?”

“Ini Ice, Mas. Mungkin mau ngomongin soal kerjaan besok.”

“Oke, angkat aja, Sayang.”

Masih dengan posisi berbaring di sofa, Kimy bicara dengan Ice lewat telepon. Aditya tak bisa menunggu sampai Kimy selesai bertelepon. Kimy terpaksa bicara sembari menahan desah nikmatnya.

Saking tak tahan, desah Kimy pun lolos hingga Ice bisa mendengarnya.

“Aaahh, sshhh Mas... sebentar—

“Hm, Kim, kamu di apartemen lagi sama Om tampan itu, ya?” tanya Ice.

“Ha? E ehh—

“Ice telepon di saat gak tepat, nih. Duh, maaf, ya, jadi gangguin kalian. Ya udah, sisanya lanjut besok di lokasi aja, ya, Say. Lanjutin aja sama Om-nya dulu. Selamat bersenang-senang, Kim. Bye.”

Ice akhirnya menutup panggilannya.

“Mas, nih, gak bisa tunggu sebentar? Tadi Ice sampe tau loh kalo aku sama Mas di sini lagi—

“Salah sendiri dia telepon di saat gak tepat, Sayang.” Guratan nafsu makin terlihat jelas di mata Aditya. Suaranya yang mulai berat pun menunjukkan, Aditya menginginkan yang lebih panas dari ini.

“Kimy, Sayang, kita lanjut di kamar, ya. Biar lebih leluasa.” Aditya membopong Kimy yang pakaiannya sudah setengah terbuka, menuju ke kamar.

Pria itu menurunkan gadisnya di ranjang dengan perlahan. Sebelum kembali menyentuh Kimy, Aditya melucuti seluruh pakaiannya sendiri hingga ia pun dalam keadaan telanjang hanya menyisakan celana dalam yang masih dipakainya. Sang CEO mulai menindih kekasihnya, meluapkan gairah yang menyelimutinya sejak tadi.

Kimy terpejam sambil bergerak-gerak mengikuti alur belaian Aditya. Desahan mereka saling beradu. Melantunkan nama satu sama lain.

“Kimy... Kim, aaahhh.”

“Mas Dityaaa, ah ahh.”

“I love you, Kim. I love you so much.”

Aditya menelanjangi Kimy sampai tak tersisa sehelai kain pun yang menutupi tubuhnya. Ia bisa menikmati tubuh polos Kimy dengan lebih leluasa. Malam ini, percintaan mereka lebih liar. Kimy pun mulai menikmati aktivitas bercintanya dengan sang CEO.

“You wanna try it? Mas akan main pelan.”

Aditya sudah mengenakan pengamannya. Ia makin menggila karena rasanya begitu nikmat. Desahan Aditya kini tak kalah frustrasi dengan desahan Kimy sedari tadi.

Mereka bergoyang makin liar. Malam yang panas di antara mereka semakin panjang. Keduanya terus mendorong, meremas, mendesah. Bibir mereka yang terlalu candu untuk berpagut, terus saling mencumbu. Sesekali mereka mengubah posisi bercintanya. Kadang Kimy yang di atas, kadang mereka dalam posisi duduk. Mau seperti apa pun posisinya, Aditya tetap bisa merasakan kenikmatan luar biasa. Apalagi karena ia sudah satu step lebih maju dalam keintiman mereka. Kimy sudah mau melakukan penyatuan walau masih ada sekat, Aditya masih harus mengenakan pengaman dalam bercinta.

Berkali-kali mereka telah mencapai klimaks bersama. Karena orgasmenya yang berulang kali, Kimy pun mulai lemas. Aditya yang tak ingin Kimy lebih lelah pun memutuskan untuk menyudahi kegiatan bercinta kali ini.

Aditya menarik selimut sampai ke atas menutupi tubuh atas Kimy. Ia lantas mendekap Kimy, mengecup singkat keningnya.

“Lelah, ya?”

Kimy mengangguk.

“Oke, istirahatlah, Sayang. Makasih buat malam indah ini. Mas cinta kamu, Sayang. Sekarang bobok, yah.”

“Mas, Mas Ditya gak akan ninggalin aku, kan? Kita ... udah sejauh ini.”

“No. Gak akan pernah. Justru mas lebih takut kamu yang bakal ninggalin mas, Kim.”

Ya, ketakutan Aditya selama ini karena kebohongannya.

Episodes
1 Debaran dalam Pertemuan
2 Lelaki Idaman
3 Bercinta Pertama Kali
4 Pembantu?
5 Pernikahan Pertama
6 Malam Panas Nan Menggila
7 Ice
8 Love Language
9 Cemburumu, Manis Bagiku
10 Ruangan Kantor Penuh Hasrat
11 Sesi Gairah Liar Lanjutan
12 Dilema, Kimy atau Naya?
13 Takut Kimy Kesal
14 Mengerjai Mas Ditya
15 Kepergok?
16 Tak Diakui
17 Menemani Gadisnya Belanja
18 Kau Membuatku Malas Pergi
19 Rencana Perayaan
20 Headline Berita
21 Ternyata Aku Selingkuhannya!
22 Tak Siap Jadi Pelakor
23 Mabuk dan Menginginkannya
24 Tak Mudah
25 Perhatian dari Suami Orang
26 Kamu Ingin Mas Tiada?
27 Bersama Lagi, Bercinta Lagi
28 Selingkuhan Takut Diselingkuhi
29 Jangan Sebut Ini Perselingkuhan, Sayang!
30 Aura Berbeda
31 Kekhawatiran Bestie Kimy
32 Memasak Makan Malam Bersama
33 Dipaksa Berhenti
34 Menemani Putri Kesayangannya
35 Ketika Istri Mendadak Perhatian
36 Kunjungan Kantor Sekali Lagi
37 Gosip di Kantor
38 Kencan Romantis
39 Romantis? Erotis? Atau Keduanya?
40 Perhatian Aditya untuk Sang Istri
41 Teased Him
42 Ketika Istri Mulai Jatuh Cinta
43 Hukuman di Atas Ranjang
44 Berjumpa Lelaki Lain
45 Sentuhan Tak Disengaja
46 Albert Gerak Cepat
47 Kimy Butuh Lelaki Cadangan?
48 Menjeda Nikmat Bermesraan
49 Ingin Bercumbu Mesra
50 She is Mine!
51 She Loves Me? I Don't Care!
52 Merasa Panas
53 Diantar Pulang Pria Lain
54 Kimy Balas Dendam?
55 Mood Bercinta
56 Obrolan Dua Pria Dewasa di Club
57 Fantasi Liar Albert
58 Teman Ngobrol, Haruskah Dia?
59 Pemandangan Manis Membakar
60 Cara CEO Meluluhkan Kekasihnya
61 Ingin Merebut Takhta?
62 Menghadapi Tanya Istri
63 First Night in Paris
64 Mas Ditya Kenapa?
65 Prioritas
66 Jangan Bandingkan Mas Ditya dengan Al!
67 Kekasih Siaga
68 Antara Papa Adit dan Mas Ditya
69 Cemas Tak Terbendung
70 Jangan Sampai Berpaling, Sayang!
71 Ulang Tahun Mas Ditya
72 Siapa Bisa Mengerti?
73 Sebuah Permintaan
74 Mari Berpisah!
75 Tawaran Setelah Ketahuan
76 One Night with Al
77 Mengubah Keputusan
78 Baku Hantam
79 Empat Mata Bicara Affair Mereka
80 Ketika Selingkuhan Bertemu Istri Sah
81 Tak Semudah Itu, Mas!
82 Peringatan Tegas
83 Nasib Karier Kimy
84 Jangan Ada Sesal dan Ragu!
85 Kontrak Kerja untuk Kimy
86 Mengambil Tawaran
87 Hendak Dikenalkan
88 Jalan-Jalan Bertiga
89 Jangan Sampai Direbut Juga!
90 Mengambil Hati
91 Menanti Kabar
92 Tentang Sasa dan Aditya
93 Tunggulah Sebulan Lagi!
94 Happy Birthday Kimy!
95 Nikmatilah Selagi Bisa!
96 Suami Mbak Butuh Saya
97 Saat Selingkuhan Datang ke Rumah
98 Teror
99 Insiden
100 Hilang Satu Penghalang?
101 Selepas Kepergian
102 Kamu Berubah, Mas!
103 Kepergok Mertua
104 Ada Saja Penghalang Kita
105 Kimy Menghilang, Apa Dia Datang?
106 Mas, Selingkuhanmu Lelah!
107 Jangan Pergi, Ayo Menikah!
108 After Wedding
109 Suamiku Psikopat?
110 Choose The Ending
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Debaran dalam Pertemuan
2
Lelaki Idaman
3
Bercinta Pertama Kali
4
Pembantu?
5
Pernikahan Pertama
6
Malam Panas Nan Menggila
7
Ice
8
Love Language
9
Cemburumu, Manis Bagiku
10
Ruangan Kantor Penuh Hasrat
11
Sesi Gairah Liar Lanjutan
12
Dilema, Kimy atau Naya?
13
Takut Kimy Kesal
14
Mengerjai Mas Ditya
15
Kepergok?
16
Tak Diakui
17
Menemani Gadisnya Belanja
18
Kau Membuatku Malas Pergi
19
Rencana Perayaan
20
Headline Berita
21
Ternyata Aku Selingkuhannya!
22
Tak Siap Jadi Pelakor
23
Mabuk dan Menginginkannya
24
Tak Mudah
25
Perhatian dari Suami Orang
26
Kamu Ingin Mas Tiada?
27
Bersama Lagi, Bercinta Lagi
28
Selingkuhan Takut Diselingkuhi
29
Jangan Sebut Ini Perselingkuhan, Sayang!
30
Aura Berbeda
31
Kekhawatiran Bestie Kimy
32
Memasak Makan Malam Bersama
33
Dipaksa Berhenti
34
Menemani Putri Kesayangannya
35
Ketika Istri Mendadak Perhatian
36
Kunjungan Kantor Sekali Lagi
37
Gosip di Kantor
38
Kencan Romantis
39
Romantis? Erotis? Atau Keduanya?
40
Perhatian Aditya untuk Sang Istri
41
Teased Him
42
Ketika Istri Mulai Jatuh Cinta
43
Hukuman di Atas Ranjang
44
Berjumpa Lelaki Lain
45
Sentuhan Tak Disengaja
46
Albert Gerak Cepat
47
Kimy Butuh Lelaki Cadangan?
48
Menjeda Nikmat Bermesraan
49
Ingin Bercumbu Mesra
50
She is Mine!
51
She Loves Me? I Don't Care!
52
Merasa Panas
53
Diantar Pulang Pria Lain
54
Kimy Balas Dendam?
55
Mood Bercinta
56
Obrolan Dua Pria Dewasa di Club
57
Fantasi Liar Albert
58
Teman Ngobrol, Haruskah Dia?
59
Pemandangan Manis Membakar
60
Cara CEO Meluluhkan Kekasihnya
61
Ingin Merebut Takhta?
62
Menghadapi Tanya Istri
63
First Night in Paris
64
Mas Ditya Kenapa?
65
Prioritas
66
Jangan Bandingkan Mas Ditya dengan Al!
67
Kekasih Siaga
68
Antara Papa Adit dan Mas Ditya
69
Cemas Tak Terbendung
70
Jangan Sampai Berpaling, Sayang!
71
Ulang Tahun Mas Ditya
72
Siapa Bisa Mengerti?
73
Sebuah Permintaan
74
Mari Berpisah!
75
Tawaran Setelah Ketahuan
76
One Night with Al
77
Mengubah Keputusan
78
Baku Hantam
79
Empat Mata Bicara Affair Mereka
80
Ketika Selingkuhan Bertemu Istri Sah
81
Tak Semudah Itu, Mas!
82
Peringatan Tegas
83
Nasib Karier Kimy
84
Jangan Ada Sesal dan Ragu!
85
Kontrak Kerja untuk Kimy
86
Mengambil Tawaran
87
Hendak Dikenalkan
88
Jalan-Jalan Bertiga
89
Jangan Sampai Direbut Juga!
90
Mengambil Hati
91
Menanti Kabar
92
Tentang Sasa dan Aditya
93
Tunggulah Sebulan Lagi!
94
Happy Birthday Kimy!
95
Nikmatilah Selagi Bisa!
96
Suami Mbak Butuh Saya
97
Saat Selingkuhan Datang ke Rumah
98
Teror
99
Insiden
100
Hilang Satu Penghalang?
101
Selepas Kepergian
102
Kamu Berubah, Mas!
103
Kepergok Mertua
104
Ada Saja Penghalang Kita
105
Kimy Menghilang, Apa Dia Datang?
106
Mas, Selingkuhanmu Lelah!
107
Jangan Pergi, Ayo Menikah!
108
After Wedding
109
Suamiku Psikopat?
110
Choose The Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!