Kepergok?

Kimy menggeleng. “Maaf, Mas. Aku gak bisa. Aku ... aku belum siap.”

“Apa yang kamu cemaskan, Sayang? Kamu ragu sama mas? Kamu masih gak yakin? Kamu masih berpikir mas bisa aja ninggalin kamu gitu aja? Hm? Kimy, mas sayang kamu. Mas gak sebrengsek itu, Kim. Apa pun yang akan terjadi, mas pasti tanggung jawab.”

“Em, aahh aku tau, Mas. Aku percaya sama Mas. Cuma ... memang aku belum siap aja. Aku hanya ingin moment itu terjadi setelah kita menikah, Mas.”

Aditya terdiam sejenak. Bagaimanapun, ia tak bisa memaksa Kimy atau bisa-bisa yang ada nanti Kimy jadi kesal lagi padanya. Sang CEO memutuskan untuk lebih bersabar menahan dirinya. Lagi pula, meski menggunakan pengaman, ia masih bisa menikmati malamnya dengan Kimy.

“Baiklah, Sayang. Terserah kamu. Mas gak akan paksa kamu. Mas akan pake.”

Kimy tersenyum karena Aditya masih mau mengerti dirinya.

Setelah mengenakan pengamannya, Aditya memulai aksi liarnya untuk memanaskan malam mereka. Dikecupnya leher Kimy penuh hasrat. Pria itu ingin memancing Kimy agar mulai mengeluarkan desahan seksinya. Ia pun meninggalkan tanda cintanya di leher mulus Kimy.

Kimy mulai mendesah menikmati perlakuan Aditya. Aditya mulai menjelajahi sekujur tubuh Kimy, menciuminya dengan balutan nafsu. Kimy yang sudah mulai terangsang hanya bisa meremas sprei ranjangnya sembari menahan desahannya keluar lebih dahsyat.

“Sayang...”

“Emmhh, ehh sshhh, Mas.”

“Desahkan nama mas, Sayang. Keluarkan. Gak perlu ditahan.”

“Aahhh, iyaahh Mas Dityaaa aaahh, Mas.”

“Kimy, kamu sangat menggoda. Buat mas puas malem ini, Sayang.”

Desahan mereka saling bersahutan. Tubuh Kimy pun mulai berkeringat walau AC di kamar apartemennya masih menyala normal. Benar saja, Aditya sama sekali tak melepaskan Kimy. Malam ini, ia ingin menikmati tubuh Kimy lebih lama. Memanjakan gairahnya berjam-jam. Kimy harus tahan dengan nafsu liar sang CEO.

“Aaahh Mas, cukup!”

“Mas belum ngerasa cukup, Sayang. Hmm. Kita baru bercinta sebentar, kan? Mas masih pengin lebih lama, aaahhh, Kimy.”

Aditya terus mencumbui tubuh Kimy tanpa henti. Ciumannya pun kembali membungkam bibir Kimy. Sudah berkali-kali mereka mencapai puncak dan melakukan pelepasan bersama. Namun, Aditya masih ingin lagi dan lagi. Entah ia kuat sampai berapa ronde lagi. Apa ia benar-benar ingin bercinta sampai pagi? Itu tentu amat melelahkan bagi Kimy.

***

Malam panas mereka dua hari yang lalu masih terbayang di benak Kimy hingga kini. Ia tak menyangka hubungannya dengan Aditya sudah sejauh ini. Model itu pun mulai berpikir ke depan. Apakah Aditya serius dengan ucapannya? Apakah pria itu mampu memegang janji untuk selalu di sisinya? Bagaimanapun, ada secuil kekhawatiran yang menyembul di hati kecil Kimy, sebab kebersamaan yang terhitung sejak perkenalan mereka masih begitu singkat. Kimy bahkan belum paham betul bagaimana karakter Aditya.

Seperti biasa, Kimy kembali menyibukkan diri di lokasi pemotretan yang berbeda. Kali ini, ia harus melakukan beberapa sesi foto untuk brand fashion baru. Sayang, Aditya tak bisa mengunjunginya seperti kala itu. Meski begitu, Kimy tetap semangat menjalani rutinitasnya, sebab job yang ia ambil juga bagian dari hobinya. Ia selalu senang dengan pekerjaannya, tak pernah menganggap itu sebagai beban.

Saat break istirahat, Kimy bersantai di ruang tunggu ditemani Ice. Biasanya, mereka selalu menyempatkan waktu untuk merumpi. Itu sebabnya waktu istirahat Kimy tak pernah sepi meski tanpa Aditya. Kali ini, Ice justru punya kabar terkini untuk Kimy.

“Pacar kamu mana, Say? Gak mampir ke sini?” tanya Ice.

“Mungkin Mas Ditya lagi banyak kerjaan di kantor. Aku juga belum sempet telepon dia, sih. Takut ganggu juga, Ce.”

“Kim, Ice mau kasih tau sesuatu, deh. Tadi pagi, Ice gak sengaja lihat Om Aditya-kamu itu. Dia ada di salah satu internasional school, bahkan, dia gandeng anak kecil ke dalem sekolah itu.”

“Hah? Yang bener kamu, Ce? Ngapain juga Mas Ditya di sana? Dan, anak itu—

“Ice gak salah lihat, Kim. Tadi Ice kebetulan lewat di depan sekolah itu terus ngobrol bentar sama temen Ice di sana. Jadi, Ice cukup bisa pastiin kalo itu beneran pacar Kim. Nih, kalo Kim gak percaya. Ice sempet ambil fotonya, kok.”

Ice lantas menunjukkan ponselnya pada Kimy. Benar saja, orang yang dimaksud Ice memang Aditya. Terlihat begitu jelas dalam potret itu. Kimy makin bertanya-tanya. Mulai terselip pikiran yang tidak-tidak.

“Tuh, Ice gak asal ngomong, kan?”

“Em, iya, Ce. Ini memang Mas Ditya. Tapi ... dia ngapain ada di sana? Terus, gadis kecil ini siapa? Ini jelas bukan putrinya, Mas Ditya belum menikah. Dia masih sendiri.”

“Gak mungkin dia culik anak orang, kan, Kim?”

“Astaga, Ice. Aku lagi bingung malah Ice bercanda gitu.”

“Loh, gak bercanda, Kim. Ice tuh juga penasaran. Kalo memang ini bukan anaknya, terus anak siapa, dong? Mereka bahkan kelihatan akrab banget, loh, tadi.”

Kimy masih berusaha berpikir positif. Aditya tak mungkin berbuat macam-macam di belakangnya. Ia pasti akan menceritakan detailnya pada Kimy nanti. Ya, Kimy akan menanyakan hal ini langsung pada Aditya ketika mereka bertemu nanti.

“Nanti coba kutanyain langsung ke dia aja, deh, Ce. Biar jelas. Aku juga gak mau nebak-nebak.”

“Hm, Kim yakin Om Aditya itu gak bakal bohongin Kimy?”

“Ice... aku percaya Mas Ditya, kok.”

“Masalahnya, Kim. Kamu tau, kan, laki-laki jaman sekarang itu sulit dipercaya. Buat memperlancar modusnya, mereka bisa pake strategi apa pun, berbuat apa pun. Jangan gampang percaya, Kim. Apalagi, Kim kenal dia belum lama juga, kan?”

“Nah, loh, Ice jangan lupa, Ice sendiri juga cowok, loh. Berarti aku juga harus hati-hati sama Ice, dong?”

“Eh, ya, buat Ice, itu pengecualian, Kim. Kita kan udah bestie banget. Emang Ice mau modus apa sama Kim?”

“Hm, dasar curang! Udah, ah, aku gak mau pusingin itu dulu. Nanti tinggal tanya langsung aja, beres.”

“Ice cuma gak mau Kim disakitin sama sembarang cowok. Ice hanya saranin aja, Kim harus cari tau lebih banyak tentang pacar Kim itu. Kalo perlu sampe ke bibit-bebet-bobotnya. Interogasi aja si Omnya, Kim. Kalo dia susah jelasin ke kamu dan kayak ada yang mencurigakan dari pengakuannya, patut diwaspadai. Jangan sampe dia sembunyiin sesuatu dari Kim yang malah nantinya jadi bumerang sendiri buat Kim.”

Episodes
1 Debaran dalam Pertemuan
2 Lelaki Idaman
3 Bercinta Pertama Kali
4 Pembantu?
5 Pernikahan Pertama
6 Malam Panas Nan Menggila
7 Ice
8 Love Language
9 Cemburumu, Manis Bagiku
10 Ruangan Kantor Penuh Hasrat
11 Sesi Gairah Liar Lanjutan
12 Dilema, Kimy atau Naya?
13 Takut Kimy Kesal
14 Mengerjai Mas Ditya
15 Kepergok?
16 Tak Diakui
17 Menemani Gadisnya Belanja
18 Kau Membuatku Malas Pergi
19 Rencana Perayaan
20 Headline Berita
21 Ternyata Aku Selingkuhannya!
22 Tak Siap Jadi Pelakor
23 Mabuk dan Menginginkannya
24 Tak Mudah
25 Perhatian dari Suami Orang
26 Kamu Ingin Mas Tiada?
27 Bersama Lagi, Bercinta Lagi
28 Selingkuhan Takut Diselingkuhi
29 Jangan Sebut Ini Perselingkuhan, Sayang!
30 Aura Berbeda
31 Kekhawatiran Bestie Kimy
32 Memasak Makan Malam Bersama
33 Dipaksa Berhenti
34 Menemani Putri Kesayangannya
35 Ketika Istri Mendadak Perhatian
36 Kunjungan Kantor Sekali Lagi
37 Gosip di Kantor
38 Kencan Romantis
39 Romantis? Erotis? Atau Keduanya?
40 Perhatian Aditya untuk Sang Istri
41 Teased Him
42 Ketika Istri Mulai Jatuh Cinta
43 Hukuman di Atas Ranjang
44 Berjumpa Lelaki Lain
45 Sentuhan Tak Disengaja
46 Albert Gerak Cepat
47 Kimy Butuh Lelaki Cadangan?
48 Menjeda Nikmat Bermesraan
49 Ingin Bercumbu Mesra
50 She is Mine!
51 She Loves Me? I Don't Care!
52 Merasa Panas
53 Diantar Pulang Pria Lain
54 Kimy Balas Dendam?
55 Mood Bercinta
56 Obrolan Dua Pria Dewasa di Club
57 Fantasi Liar Albert
58 Teman Ngobrol, Haruskah Dia?
59 Pemandangan Manis Membakar
60 Cara CEO Meluluhkan Kekasihnya
61 Ingin Merebut Takhta?
62 Menghadapi Tanya Istri
63 First Night in Paris
64 Mas Ditya Kenapa?
65 Prioritas
66 Jangan Bandingkan Mas Ditya dengan Al!
67 Kekasih Siaga
68 Antara Papa Adit dan Mas Ditya
69 Cemas Tak Terbendung
70 Jangan Sampai Berpaling, Sayang!
71 Ulang Tahun Mas Ditya
72 Siapa Bisa Mengerti?
73 Sebuah Permintaan
74 Mari Berpisah!
75 Tawaran Setelah Ketahuan
76 One Night with Al
77 Mengubah Keputusan
78 Baku Hantam
79 Empat Mata Bicara Affair Mereka
80 Ketika Selingkuhan Bertemu Istri Sah
81 Tak Semudah Itu, Mas!
82 Peringatan Tegas
83 Nasib Karier Kimy
84 Jangan Ada Sesal dan Ragu!
85 Kontrak Kerja untuk Kimy
86 Mengambil Tawaran
87 Hendak Dikenalkan
88 Jalan-Jalan Bertiga
89 Jangan Sampai Direbut Juga!
90 Mengambil Hati
91 Menanti Kabar
92 Tentang Sasa dan Aditya
93 Tunggulah Sebulan Lagi!
94 Happy Birthday Kimy!
95 Nikmatilah Selagi Bisa!
96 Suami Mbak Butuh Saya
97 Saat Selingkuhan Datang ke Rumah
98 Teror
99 Insiden
100 Hilang Satu Penghalang?
101 Selepas Kepergian
102 Kamu Berubah, Mas!
103 Kepergok Mertua
104 Ada Saja Penghalang Kita
105 Kimy Menghilang, Apa Dia Datang?
106 Mas, Selingkuhanmu Lelah!
107 Jangan Pergi, Ayo Menikah!
108 After Wedding
109 Suamiku Psikopat?
110 Choose The Ending
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Debaran dalam Pertemuan
2
Lelaki Idaman
3
Bercinta Pertama Kali
4
Pembantu?
5
Pernikahan Pertama
6
Malam Panas Nan Menggila
7
Ice
8
Love Language
9
Cemburumu, Manis Bagiku
10
Ruangan Kantor Penuh Hasrat
11
Sesi Gairah Liar Lanjutan
12
Dilema, Kimy atau Naya?
13
Takut Kimy Kesal
14
Mengerjai Mas Ditya
15
Kepergok?
16
Tak Diakui
17
Menemani Gadisnya Belanja
18
Kau Membuatku Malas Pergi
19
Rencana Perayaan
20
Headline Berita
21
Ternyata Aku Selingkuhannya!
22
Tak Siap Jadi Pelakor
23
Mabuk dan Menginginkannya
24
Tak Mudah
25
Perhatian dari Suami Orang
26
Kamu Ingin Mas Tiada?
27
Bersama Lagi, Bercinta Lagi
28
Selingkuhan Takut Diselingkuhi
29
Jangan Sebut Ini Perselingkuhan, Sayang!
30
Aura Berbeda
31
Kekhawatiran Bestie Kimy
32
Memasak Makan Malam Bersama
33
Dipaksa Berhenti
34
Menemani Putri Kesayangannya
35
Ketika Istri Mendadak Perhatian
36
Kunjungan Kantor Sekali Lagi
37
Gosip di Kantor
38
Kencan Romantis
39
Romantis? Erotis? Atau Keduanya?
40
Perhatian Aditya untuk Sang Istri
41
Teased Him
42
Ketika Istri Mulai Jatuh Cinta
43
Hukuman di Atas Ranjang
44
Berjumpa Lelaki Lain
45
Sentuhan Tak Disengaja
46
Albert Gerak Cepat
47
Kimy Butuh Lelaki Cadangan?
48
Menjeda Nikmat Bermesraan
49
Ingin Bercumbu Mesra
50
She is Mine!
51
She Loves Me? I Don't Care!
52
Merasa Panas
53
Diantar Pulang Pria Lain
54
Kimy Balas Dendam?
55
Mood Bercinta
56
Obrolan Dua Pria Dewasa di Club
57
Fantasi Liar Albert
58
Teman Ngobrol, Haruskah Dia?
59
Pemandangan Manis Membakar
60
Cara CEO Meluluhkan Kekasihnya
61
Ingin Merebut Takhta?
62
Menghadapi Tanya Istri
63
First Night in Paris
64
Mas Ditya Kenapa?
65
Prioritas
66
Jangan Bandingkan Mas Ditya dengan Al!
67
Kekasih Siaga
68
Antara Papa Adit dan Mas Ditya
69
Cemas Tak Terbendung
70
Jangan Sampai Berpaling, Sayang!
71
Ulang Tahun Mas Ditya
72
Siapa Bisa Mengerti?
73
Sebuah Permintaan
74
Mari Berpisah!
75
Tawaran Setelah Ketahuan
76
One Night with Al
77
Mengubah Keputusan
78
Baku Hantam
79
Empat Mata Bicara Affair Mereka
80
Ketika Selingkuhan Bertemu Istri Sah
81
Tak Semudah Itu, Mas!
82
Peringatan Tegas
83
Nasib Karier Kimy
84
Jangan Ada Sesal dan Ragu!
85
Kontrak Kerja untuk Kimy
86
Mengambil Tawaran
87
Hendak Dikenalkan
88
Jalan-Jalan Bertiga
89
Jangan Sampai Direbut Juga!
90
Mengambil Hati
91
Menanti Kabar
92
Tentang Sasa dan Aditya
93
Tunggulah Sebulan Lagi!
94
Happy Birthday Kimy!
95
Nikmatilah Selagi Bisa!
96
Suami Mbak Butuh Saya
97
Saat Selingkuhan Datang ke Rumah
98
Teror
99
Insiden
100
Hilang Satu Penghalang?
101
Selepas Kepergian
102
Kamu Berubah, Mas!
103
Kepergok Mertua
104
Ada Saja Penghalang Kita
105
Kimy Menghilang, Apa Dia Datang?
106
Mas, Selingkuhanmu Lelah!
107
Jangan Pergi, Ayo Menikah!
108
After Wedding
109
Suamiku Psikopat?
110
Choose The Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!