Aditya terus mengecup leher Kimy, sembari sesekali menghirup dalam-dalam aroma tubuh Kimy yang begitu memabukkan.
Mendengar desahan merdu Kimy, Aditya justru makin penasaran. Perlahan, ia menggiring tubuh Kimy berbaring di atas ranjang. Ia menindih Kimy dengan tubuh kekarnya. Langsung saja kembali dilumatnya bibir Kimy yang amat menggoda.
Kimy mencoba menikmati permainan Aditya di bibirnya. Ciuman itu semakin agresif dan menuntut. Hampir kehabisan napas, Aditya beralih ke leher Kimy lagi. Memancing desahan yang amat disukainya.
Kimy sedikit mendorong tubuh Aditya, memintanya agar menjauh.
Mendapat tanda penolakan dari Kimy, Aditya menatap dalam wajah gadis itu. Masih dengan posisi yang sama, ia berada di atas Kimy. Tangan Aditya mulai mengusap puncak kepala hingga pipi sang model.
“Kenapa, Sayang? Kita bisa bersenang-senang malam ini, kan?”
“Em, tapi Mas, aku—
“Kenapa? Apa yang kamu cemaskan, Kim?”
“Untuk lebih dari ini, ini ... pertama kalinya buat aku, Mas.”
“Really?”
Kimy mengangguk pelan.
Aditya mengecup kening kekasihnya dengan mesra.
“Sayang, mas menginginkan kamu malam ini. Kamu jangan cemas. Mas gak akan nyakitin kamu. Kita bisa nikmati ini perlahan.”
Aditya meyakinkan Kimy agar bersedia melanjutkan permainan mereka. Kimy tak lagi bisa menahan keinginan Aditya.
“Tenanglah, Sayang.” Aditya menciumi seluruh bagian wajah Kimy dengan lembut.
Kimy pun memejamkan mata, mencoba menikmati perlakuan dan tiap sentuhan Aditya. Dengan raut penuh gairah, Aditya kembali menyentuh bibir Kimy dengan bibirnya, sedang tangannya mulai perlahan melucuti dress yang menutupi tubuh mulus sang kekasih.
***
Aditya tak mau memaksa Kimy kali ini. Tangannya kembali menggenggam erat jemari Kimy, seraya melayangkan kecupan lembut di wajah Kimy.
“Baiklah, Sayang. Mas gak akan paksa kamu. Untuk malam ini, cukup. I love you, Kim.”
Satu kecupan panjang di bibir Kimy mengakhiri pergulatan penuh hasrat antara mereka berdua. Aditya menarik selimut dan mendekap tubuh polos Kimy dari belakang.
“Kim, makasih untuk malam indah ini.” Aditya lantas mengecup bagian punggung dan bahu Kimy yang tak tertutup selimut.
“Mas—
“Mas sayang kamu, Kim. Mas cinta kamu.”
“Emm, Mas gak pulang?”
“Malam ini, biarin mas di sini, ya. Mas mau tidur sama kamu. Ini pertama kali mas bercinta dengan kamu dan jujur ... mas ketagihan. Mas mau kamu jadi milik mas seutuhnya, Kim, cuma milik mas.”
“Aku juga sayang sama Mas.”
“Jangan pernah tinggalin mas, apa pun yang terjadi, Kim. Kamu bisa janji sama mas, kan?”
“Ya. Aku janji.”
“Mas gak bisa tanpa kamu. I love you so much. Tidurlah, Kim. Kamu pasti lelah. Good night, honey.”
Kimy pun tertidur dalam dekapan Aditya.
***
Sinar matahari pagi menyelinap masuk lewat jendela apartemen Kimy. Kimy terbangun. Tubuhnya masih tak bisa bergerak leluasa karena dekapan tubuh dan tangan kekar Aditya. Kimy menoleh, menatap wajah Aditya yang masih terpejam. Ia tersenyum. Kimy memberikan satu kecupan di bibir Aditya hingga si pemilik bibir pun terbangun.
“Emmhh, hai Sayang. Kamu udah bangun,” seru Aditya masih setengah mengantuk.
“Ini udah pagi, Mas. Mas juga harus ke kantor, kan? Nanti Mas telat.”
“Em, Sayang ....” Satu kecupan mendarat di pipi Kimy. “Gak masalah kalo hari ini mas telat ke kantor, kok. Mas masih ingin bersama kamu.” Aditya justru mengeratkan pelukannya.
“Hmm, Mas?”
“Sepuluh menit lagi, Sayang. Biarkan seperti ini, sepuluh menit aja. Kasih mas waktu sebentar lagi.”
“Mas Ditya—
“Hussstt. I love you more, Kimy.”
“Hm, okey.”
“Kamu ada pemotretan hari ini?”
“Ada. Nanti, agak siang.”
“Biar mas anter kamu, ya.”
“Gak usah Mas. Mas harus ke kantor, kan. Aku bisa bawa mobil sendiri, kok. Udah biasa.”
“Mulai sekarang biarin kekasih kamu ini yang anterin kamu ke manapun. Ya! Gak ada tapi-tapi.”
“Duh, terserah Mas aja deh kalo gitu.”
“Nah, gitu dong. Em, mau sekalian mandi bareng gak?”
“Hah? No. Mas mandi di rumah aja. Jangan di sini!”
“Ha-ha-ha. Oke, kali ini mas gak maksa. Tapi, lain kali, kamu harus mau, ya.”
“NO!”
***
Aditya sudah berada di kantor. Sembari membereskan pekerjaannya, ia masih membayangkan malam panasnya bersama Kimy kemarin. Perasaan nyaman yang sebelumnya tak pernah ia dapatkan. Ia pun meraih ponselnya dan memandangi foto gadisnya di galeri ponselnya.
“Sayang, mas gak bisa kehilangan kamu. Kamu harus benar-benar jadi milik mas.”
Ia pun teringat akan sesuatu yang masih mengganjal di hatinya.
“Kim, andai kamu tau yang sebenernya, apa yang selama ini gak mas kasih tau ke kamu, apa kamu akan benci mas dan ninggalin mas? Mas gak bermaksud mau ngecewain kamu, Sayang,” gumam Aditya.
Aditya menyimpan rahasia besar yang sampai sekarang tak berani ia katakan pada Kimy.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments