MAN FROM THE ABYSS

MAN FROM THE ABYSS

Eps 1:Awal tujuan & Perjalanan

Sebagian orang menganggap bahwa kematian adalah awal dari kehidupan yang sebenarnya, namun terkadang juga kematian dapat membawakan kita ke sudut dunia yang berbeda itu berlaku untuk seseorang yang di hakimi oleh Tuhan.

Ada dua alasan kemana seseorang akan di bawa ketika akhir hayat mereka telah tiba,

pertama mereka akan di hakimi atas dosa-dosa yang mereka perbuat di dunia yang pada dasarnya mereka jatuh tidak jauh dari surga maupun neraka. Dan yang kedua mereka secara mutlak akan di hapus dari semua waktu, keberadaan, serta

dapat di anggap orang tersebut sejak awal tidak pernah terlahirkan, pilihan ini terjadi ketika seseorang telah melakukan perbuatan yang benar-benar tidak terampuni ketika semasanya hidup.

Kejadian serupa terjadi kepada seorang pria yang bernama Izaya, ketika akhir hidupnya telah tiba ia secara sadar melihat berbagai sudut pandang lain dari dunia. Dari banyaknya semesta yang tersusun hingga kekosongan yang menjadi latar belakangnya.

Namun pengelihatan tersebut hanya berlaku untuk sesaat ketika ia melihat suatu sosok yang menyinari semesta di balik kekosongan, seolah kedatangan dari keberadaan tersebut adalah penghakiman yang datang untuk menghakimi Izaya.

Sosok tersebut semakin mendekati Izaya dan mulai menampakan diri. Akan tetapi kehadirannya juga berdampak pada tubuh Izaya yang secara perlahan mulai terhapus sejalan dengan kehadiran sosok tersebut yang semakin mendekat.

"Kau.. Perlu di hukum.. Manusia."

Ketika suatu perkataan keluar dari sosok tersebut, secara sadar Izaya benar-benar telah terhapus dan menghilang.

Hingga kesadarannya kembali di tempat yang berbeda.

Tak lama kemudian, Izaya mulai kembali membuka matanya dengan rasa kebingungan atas apa yang baru saja ia alami.

"Aku... Aku hidup?"

Hal pertama yang Izaya perhatikan adalah kondisi tubuhnya sendiri, dan secara terkejut ia baru menyadari bahwa tubuhnya benar-benar telah berubah derastis dari kehidupan sebelumnya.

"Tempat apa ini?"

Rasa terkejutnya masih terus berlanjut saat ia melihat apa yang ia pijaki sekarang adalah dunia yang berbeda. Dimana Izaya seolah berada di atas semua realita.

"Yo selamat datang."

Sejalan dengan arah ke depan terdengar suara wanita memanggil Izaya, ya itu tampak seorang Dewi yang sedang duduk di tahtanya.

Kali ini Izaya tidak lagi terkejut dengan kehadiran yang berada di depannya, karena setelah apa yang ia alami sebelumnya itu sudah tidak akan membuatnya heran.

"Biar kutebak, kau pasti seorang Dewi."

Izaya mulai membuka obrolan dengan sosok di hadapannya yang berpenampilan seorang wanita memakai atribut zirah perak dengan rambut pirang yang panjang.

"Tepat sekali, sepertinya kau tampak tidak terkejut lagi dengan apa yang baru saja terjadi kepadamu. Akan kuperkenalkan diriku, namaku Chornelia salah satu dewi yang memegang hukum semesta."

Dewi tersebut tampak antusias dalam mengenalkan diri.

"Begitu ya, kupikira ku tidak perlu mengenalkan diriku karena kuyakin kau mampu melakukan apapun terhadapku, termasuk situasi saat ini, yang membuatku bertanya... Kenapa aku tidak jatuh ke neraka?"

"Ini lucu sekali, jadi kau telah menyadari dosamu ya, dan alasan kenapa kau bisa sampai kemari adalah karena pilihanku.

Kau terpilih untuk melayani setiap perintahku."

"Apa maksudmu?"

Mendengarnya membuat Izaya merasa kesal, karena baginya hal yang paling ia benci adalah di manfaatkan meski Dewa sekalipun.

"Sepertinya kau tampak tidak menyukainya ya, biar kuperjelas, alasan kenapa kau kemari adalah karena dosamu yang tidak bisa di terima oleh Dewa manapun. Kau memiliki dosa yang harus di perhitungkan."

"Tidak di terima?"

Di saat yang sama Chornelia tersenyum sinis ketika Izaya mengatakan hal yang membuatnya bingung.

"Bodoh, kau telah melalukan kejahatan dengan 500 kasus pembunuhan yang meliputi berbagai aksi kejahatan seperti pemerkosaan, penyiksaan, bahkan melibatkan anak-anak, itulah satu-satunya hal yang tidak bisa termaafkan oleh dirimu.

Namun kau cukup beruntung bila berada di bawah perintahku. Alasan kenapa kau tidak jatuh ke neraka adalah karena keputusanku."

"Jadi maksudmu... Semua itu adalah berkatmu?"

Dan hal yang sama terjadi, untuk sekali lagi Dewi Chronelia tampak menahan gelak tawanya saat mendengar perkataan dari Izaya.

"Ya, di saat dewa lain tidak menerima keberadaanmu, dengan sedikit pertolonganku kau di berikan kesempatan, bukankah itu sedikit terkesan romantis."

"Langsung saja, jadi apakah kau memiliki alasan khusus kenapa kau menerimaku?"

"Oh kupikir kau akan tetap kepada keputusanmu untuk tidak melakukan setiap perintahku."

"Itu tergantung hasilnya. Terlebih lagi aku di berikan kesempatan seperti ini tentu saja aku tidak akan menyiakannya."

Izaya mulai tampak tertarik dengan semua yang Dewa Chornelia katakan.

"Baiklah. Alasan khusus ya hmm... Yah mungkin ada, namun alasan utamaku adalah untuk menghukum dirimu."

"Hukum kah? Ya itu wajar sih, jadi pada akhirnya itu sama saja aku akan jatuh ke neraka. Ya baiklah akan ku jalani apapun hukuman itu."

"Bwahahahaha...!!"

Dewi Chornelia melepaskan tawanya sepuas mungkin dan membuat Izaya menjadi bingung. Tawa tersebut seolah bukan di tunjukan sebagai hiburan melainkan hasrat lain yang ia miliki.

"Hahh.. kau memang pria yang menarik, sudah kubilang bukan, kau orang yang beruntung bisa berada di tanganku. Karena jika saja aku tidak menerimamu, kau akan merasakan hukuman yang membuatmu tidak akan pernah berarti lagi di kehidupan manapun. Dan hukuman yang akan kuberikan ini tidak terlepas dari perintahku."

"Jika aku menolak?"

Untuk sesaat suasana menjadi serius di saat situasi yang tidak berpihak padanya Izaya justru mengatakan hal yang tidak seharusnya.

"Menolak? Kau tidak akan pernah bisa melakukan hal itu, karena sejatinya kau sekarang adalah bonekaku."

"Baiklah satu hal lagi, apakah itu akan membuatku tetap menjadi diriku sendiri?"

"Ya.. Yaaaa..!! Hukuman yang akan kuberikan ini di baliknya juga ada alasan khususku. Jadi kau tidak perlu khawatir soal tujuanmu. Aku akan bertanya sekali lagi apakah kau bersedia berada di sampingku? Atau justru menentangku."

Mendengar tawaran tersebut membuat Izaya merasa tertarik hingga membuat raut wajahnya penuh rasa percaya diri.

"Asal aku bisa menjadi diriku sendiri, dunia manapun akan kuhadapi. Tentu dengan senang hati dan rasa tidak sabar aku menerimanya."

Pemikiran mereka berdua benar-benar terlihat sejalan, wajah yang mereka tunjukan seolah memiliki tujuan yang sama.

"Bagus.. Aku menyukainya. Baiklah akan ku jelaskan bagaimana kehidupanmu berikutnya. Pertama aku akan mengirimu ke suatu dunia tempat kami berada, ya dunia para Dewa. Dunia tersebut bisa kau sebut sebagai dunia sihir dimana segala kemungkinan bisa terjadi. Dan hukuman yang aku maksud adalah aku ingin kau membunuh Dewa jahat yang mempengaruhi dunia tersebut termasuk raja iblis dan rasnya."

"Itu terdengar tidak adil, namun aku cukup tertarik, terutama soal dunia sihir ini."

"Ya aku yakin kau akan menyukainya, namun tidak semua sesuai keinginanmu. Asal kau tau dunia tersebut berbeda jauh dengan dunia asalmu, kecil besar bahkan otoritas semua itu di tentukan oleh kekuatan dan kecerdasan. Bisa di katakan orang yang mempunyai bakat bisa saja jauh melampaui ekspetasi."

Izaya menaruh tanganya di dagunya sambil berpikir.

"Kalau begitu bagaimana cara menentukan kekuatan tersebut? Jika aku memasuki dunia tersebut akankah aku memiliki peluang untuk mendapatkan sejenis kekuatan?"

"Pada dasarnya iya, dan itu di tentukan oleh sistem dunia tersebut, namun kau adalah pengecualian. Anggap saja itu adalah bagian dari hukumanmu, tapi tenang saja kau bisa dapatkan kekuatanmu sendiri dengan cara berkembang."

"Ya tidak masalah selagi aku bisa berpikir dengan caraku sendiri. Dan aku memiliki beberapa pertanyaan, apakah dunia itu di penuhi dengan keberadaan Dewa?"

"Tidak-Tidak, keberadaan Dewa di sana hanyalah otoritas yang artinya ada hierarki sistem yang menempatkan otoritas tersebut. Dan setiap wilayah pasti memiliki pemimpin kau bisa menyebutnya sebagai Dewa."

"Ya itu sudah cukup kupahami, lalu... Apa alasan khususmu?"

Setelah itu Chronelia menegakan diri dari tahtanya lalu berjalan menghampiri Izaya yang berada di hadapannya. Dengan rasa senang ia perlahan mendekatkan wajahnya sendiri ke arah telinga Izaya.

"Ahh aku ingin setiap peranmu berakhir sebagai Villain hingga semua orang termasuk Dewa menjadikanmu sebagai ancaman. Dan jangan lupa soal hukumanmu."

Setelah Chronelia membisikan hal tersebut kepada Izaya, ia berjalan menghampiri tahtanya kembali dengan rasa bahagia yang tampak di wajahnya.

"Yah aku tidak tau apa tujuanmu ingin melakukan semua itu, namun yang jelas...

Bagiku ini bukan hanya sekedar hukuman namun kau telah memberiku kesempatan untuk merasakan hiburan sekali lagi."

Hal yang sama di rasakan juga oleh Izaya.

"Aku semakin menyukaimu, sebelum aku mengirimu ada hal yang harus kuberitahu. Saat kau tiba di sana, kau akan menyandang namaku."

"Namamu? Bukankah itu akan menjadi pusat perhatian. Bahwa aku telah menyandang nama seorang Dewi."

"Kau tidak perlu khawatir, keberadaanku sangat jauh dari dunia tersebut sehingga tidak ada makhluk yang dapat  mengetahuiku. Kau bisa beranggapan bahwa diriku adalah konsep itu sendiri."

"Begitu ya, aku telah menduga bahwa kau memiliki jalanmu sendiri, karena kau memiliki otoritas yang tinggi jadi kupikir kau mampu bertindak semaumu. Di samping itu kenapa kau mengubah diriku yang sebenarnya?"

Ketika Izaya memperhatikan keseluruhan tubuhnya sendiri ia menyadari semua penampilan yang menggambarkan kepribadiannya telah di ubah, dari rambut hitam menjadi lebih pekat serta kondisi fisik yang terlihat awet muda dengan pakaian satu set kasual biasa.

"Hee.. Padahal aku berusaha untuk membuatmu terlihat tampan dan sedikit muda. Ya mau tidak mau kau harus mengakuinya. Baiklah langsung saja kukirim. Izaya... Berjalanlah dengan pelan-pelan kepadaku."

Mendengar perintah tersebut Izaya dengan segera berjalan menghampiri Chronelia yang sedang duduk berada di tahtanya.

Saat Izaya selangkah dekat dengan Chronelia... Suatu cahaya tiba-tiba datang dan menariknya.

Lalu tanpa di sadari Izaya telah berada di dunia yang berbeda.

***

Di dunia tersebut hal yang pertama Izaya pandang adalah rumput-rumput yang subur serta bukit-bukit yang di penuhi tumbuhan. Sekilas Izaya berpikir pemandangan ini tidak jauh berbeda dari pedesaan di dunia sebelumnya.

Namun di samping itu Izaya juga merasakan sesuatu yang berbeda dari dalam tubuhnya seperti fisiknya telah meningkat serta ia dapat merasakan adanya energi mengalir dalam dirinya.

"Cobalah kau gunakan energi sihirmu untuk menciptakan cermin."

Terdengar suara bisikan dari Chronelia di dalam pikiran Izaya, dan ia baru menyadari bahwa saat ini Chronelia sedang tidak bersamanya.

"Oh."

Izaya mengulurkan tangannya ke depan hingga secara langsung tercipta sebuah cermin.

"Begitu ya, kau memang istimewah Izaya, tidak kusangka kau mampu melakukannya secepat ini. Atau mungkin itu adalah bakatmu, aku tarik ucapanku tentang kau yang tidak dapat menggunakan sihir tanpa berkembang sendiri. Dan sekarang lihatlah dirimu ke cermin tersebut."

Izaya bercemin sesuai perintah Chronelia dan ia menyadari bahwa mata kirinya telah tergantikan oleh mata lain.

"Mata apa ini? Berwarna kuning?"

"Ya aku telah memberikanmu mata kiriku sebagai hadiah karena keputusanmu yang bijak dalam berhubungan denganku. Gunakanlah mata itu di saat kau benar-benar membutuhkannya. Dan mulai saat ini aku akan putus kontak denganmu, jadi putuskanlah sendiri bagaimana kau mengawali perjalananmu dan tentunya jangan lupa dengan tujuan yang sebelumnya kau buat. Atau kau akan menyesalinya, baiklah sampai jumpa semoga kau dapat membuatku terhibur di setiap ceritamu."

Dan setelahnya Izaya tidak dapat lagi mendengar suara Chronelia dari dalam pikirannya.

"Villain kah? Bodoh, tentu saja setiap peranku akan berakhir menjadi penjahat. Dan sekarang... Darimana ya aku memulainya, sungguh membuatku tidak sabar."

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!