8. Sama - sama tahu

"Kenapa lo Rob?" Adam berbicara.

"Gue lagi gak habis pikir."

"Gak habis pikir kenapa?"

"Si Bian."

"Oh ..." Adam manggut - manggut.

"Oh? lo udah tahu?" Roby pun langsung melayangkan tatapannya pada Adam.

"Tahu apa? soal yang mau nikah sama Hira?"

Roby langsung mengangguk kencang.

"Ya tahulah."

"Ck!" Jelas Roby langsung mendecak kesal. Merasa tersingkirkan dari lingkaran pertemanan mereka.

"Gue tahu dari binik gue, bukan dari si Bian by the way." Adam langsung meralat sebelum Roby semakin kesal padanya.

Oh iya, Adam ini adalah suami dari Mila. Jadi kalau gosip seputar Hira, atau segala sesuatu yang berkaitan tentang Hira. Jelasnya Adam akan tahu dan tidak mungkin ketinggalan.

"Tadi si Bian cerita ke gue, kalau katanya dia mau nikah sama Hira." Roby mulai bercerita.

"Oh yang itu, gue udah tahu. Binik gue cerita."

"Tapi, lo tahu apa niatnya dia nikahin si Hira?"

"Emang apa? Emang dia punya niat lain gitu? bukannya karna emang dasarnya si Bian gak bisa ngelepasin Hira?"

"Salah. Bukan karna itu. Tapi katanya niatnya mau balas dendam."

"Heh? balas dendam? maksud lo?" Adam mengernyit heran.

"Ya balas dendam. Katanya karna Hira suka ngeliatin dia pakai pandangan mata jijik jadi tuh orang gak terima."

"Heh?? oh ya terus?"

"Terus katanya mau bikin Hira dibawah kendalinya. Karna gara - gara Hira, sampai sekarang orang - orang masih aja jadiin dia ikon lelaki tidak setia dan tukang selingkuh."

"Wah...?"

"Mangkannya sekarang dia mutusin buat nikahin si Hira. Karna dengan begitu katanya orang - orang bakalan berpikir kalau selama ini mereka salah, buktinya Hira mau nerima dia balik."

"Ckckck! nyampe sana juga tuh otaknya si Bian." Adam menggeleng tak percaya.

"Tapi, gue penasaran, tadi itu si Bian bilang katanya dia ngejebak Hira buat nikah sama dia. Gue penasaran gimana caranya dia jebak si Hira sampai akhirnya tuh orang mau nikah sama Bian?"

"Lo lupa, kemarin si Bian udah nyelametin perusahaan bokapnya si Hira." Adam nyeletuk.

"Astaga iya." Roby menepuk jidatnya. "Pantesan tuh anak ngotot banget buat beli tuh perusahaan yang udah kolaps padahalkan udah pasti gak bisa diselametin lagi. Ckckck, Kenapa gue malah gak kepikiran." Roby pun jadi merasa tertipu juga.

"Ya lo tahulah, kalau bukan dari sana, mana mau si Hira. Lo tahu kan sebenci apa tuh cewek ke Bian."

Roby pun setuju dengan perkataan Adam.

"Tapi Rob, asal lo tahu Hira itu gak sebodoh itu."

Mendengar ucapan Adam itu, Roby mengernyit.

"Hira, juga udah nyiapin rencana." Bisik Adam kemudian tapi juga tak terdengar pelan juga.

"Maksudnya?" Roby semakin mengernyit tak mengerti.

"Kata binik gue. Rencananya Hira mau morotin abis si Bian sampai jatuh miskin."

"Hah???" Roby pastinya terkejut.

"Habis itu setelah Bian jatuh miskin, dia mau ninggalin si Bian. Katanya biar Bian tahu rasa karna udah berani - beraninya dulu hianatin dia." Ungkap Adam.

Roby masih tercengang dan mencoba memahami situasi yang terjadi. "Jadi, sekarang ini situasinya berarti satu sama? mereka sama - sama mau balas dendam gitu?"

"Yap, kayaknya gitu. Dan sekarang lo tahu fokusnya si Hira mau ngapain?"

"Emang mau ngapain?"

"Buat Bian jatuh cinta lagi sama dia, sampai dia bertekuk lutut ke dia."

"What the hell!!" Roby langsung memekik tak percaya. "Eh, asal lo tahu itu tadi si Bian juga bilang gitu ke gue." Ungkap Roby juga.

"Heh? Oh ya???"

Adam dan Roby saling berpandangan tak percaya. Tapi sedetik kemudian keduanya malah tergelak bersamaan.

"Kayaknya emang mereka berdua itu jodoh deh bro. Bisa - bisanya punya rencana yang sama."

"Gue rasa juga gitu."

"Berarti kalau gitu, kita gak perlu khawatir lagi sama mereka berdua. Kita tinggal liat aja, siapa kira - kira yang menang dalam pertempuran ini."

"Yap, atau bisa - bisa mereka jadinya malah saling cinta lagi."

Roby dan Adam kembali cekikikan.

"Mau taruhan?" Roby tersenyum jail.

"Saham Bianis corp sama liburan ke lombok kalau lo mau?" Adam langsung menyebutkan apa yang dia mau tanpa tedeng aling - aling.

"Deal." Dan langsung di setujui Roby tanpa berpikir ulang.

"Lo pilih siapa diantara mereka? siapa menurut lo yang bakalan jatuh cinta lebih dulu?" Tanya Roby lagi.

"Gue pegang Hira." Saut Adam mantap. Karna Adam tahu bagaimana gilanya Hira kalau sudah bertekad.

"Oke, kalau gitu gue pegang Bian." Begitu juga Roby yang tampak yakin pada Bian.

Keduanya kemudian bersalaman sebagai tanda persetujuan taruhan itu.

Abian tergelak tak percaya. Jelas dia jadi kesal dibuatnya. Pasalnya tanpa Adam dan Roby sadari, ternyata sedari tadi pemuda itu sudah mendengar semua pembicaraan mereka. Mulai dari Hira yang ternyata hanya berniat mempermainkannya hingga dirinya dijafikan bahan taruhan oleh kedua sahabatnya.

Abian bersendekap menyandarkan tubuhnya yang tinggi ketembok yang tak jauh dari mereka. Kali ini Abian tidak boleh tinggal diam. Dia juga harus segera menyusun rencana. Jangan sampai Hira berhasil menjalankan rencananya. Dan juga jangan sampai kedua cecunguk itu menikmati hasil taruhannya juga.

Puas mengumpat dibaik temboknya, dengan segala sumpah serapanya. Abian kini berjalan menghampiri Roby dan Adam. Bersikap seperti biasa. Seperti tidak ada sesuatu hal yang terjadi.

"Lah ... nih dia nih orangnya, ck! lama banget sih lo datangnya? perasaan udah dari sore tadi lo keluar kantor. Kenapa baru nyampe sini malem?" Roby nyeletuk begitu melihat tampang Abian.

"Ada banyak urusan, lo kira gue itu elo yang begitu keluar dari kantor langsung ilang itu sibuknya?" Abian mendengus kesal.

"Cih! mentang - mentang si paling bos." Roby menggerutu.

"Lo mau minum apa? hari ini berbagai jenis kopi kebetulan sold out." Adam menyela.

"Air putih tapi tolong kasih yang banyak banget es batunya." Saut Abian yang seakan hendak menelan Roby dan Adam hidup - hidup.

***

"Hir, kok gak masuk?" Mila mengernyit heran melihat Hira yang sepertinya cukup lama berdiri disisi tembok dekat pintu masuk kafe. Apa lagi wanita itu mendapati wajah Hira yang berubah kesal.

"Lo kenapa?"

"Gak apa - apa. Cuma nungguin lo aja."

"Lah ngapain nungguin gue? di dalem kan ada suami gue."

"Iya tapi ada makhluk tak diundang lainnya juga." Jawab Hira dengan nada malas.

Meskipun sedikit bingung, Mila memilih untuk tak bertanya lagi. Barulah saat pintu cafenya dibuka, dia langsung paham. Ternyata didalam sana selain suaminya dan Roby ada juga Abian.

"Yang ..." Mila memekik memanggil sang suami sambil berjalan mendekat. Dan suaranya itu secara otomatis membuat ketiga lelaki itu menoleh padanya. Dan juga pada Hira yang berjalan dibelakangnya.

"Hey..." Adam, juga langsung menghampiri sang istri.

Adam sedikit tertegun melihat kedatangan Hira hari ini. Dan secara otomatis pemuda itu langsung mengumpat dalam hatinya. Ini dia sang wanita, yang punya pikiran mau menghancurkannya.

Tapi lain dihati lain dibibir. Adam tampak langsung tersenyum dan menghampiri Hira.

"Kok kamu gak bilang kalau mau kesini?" Ucapnya kemudian.

Episodes
1 1. Kabar terdasyat
2 2. Pertemuan keluarga
3 3. Abian Si Psikopat
4 4. Pikiran gila
5 5. Jalankan misi
6 6. Pokoknya aneh
7 7. Lomba balas dendam
8 8. Sama - sama tahu
9 9. Raja dan ratu drama
10 10. Kenangan masa lalu
11 11. Tentang trauma
12 12. Rasa sakit
13 13. Abian Tahu
14 14. Keputusan yang berat
15 15. Rindu?
16 16. Curiga
17 17. Separuh jiwa yang hilang
18 18. Peliknya sebuah permasalahan
19 19. Kebohongan berlapis
20 20. Firasat
21 21. Ayo sembuh
22 22. Ini adalah cinta
23 23. Ayo bangkit
24 24. You look so beautiful in red
25 25. Oke, deal!
26 26. Harus bisa berdamai dengan perasaan
27 27. Perfect in white
28 28. Sedikit percikan masa lalu
29 29. Hari terakhir masa single
30 30. Coba lebih pengertian lagi
31 31. Rasa haru
32 32. Janji suci?
33 33. Hari pertama pernikahan
34 34. Apakah ini tanda Hira sembuh?
35 35. Permintaan maaf
36 36. Udah ingin cerai
37 37. Sesuatu yang tak terduga
38 38. Kekhawatiran
39 39. Diluar BMKG
40 40. Singapura
41 41. Rencana tantrum
42 42. Tantrum
43 43. Jatuh cinta lagi
44 44. hipnotis lagi
45 45. Teriakan pagi hari
46 46. Tantrum kedua
47 47. Sesuatu yang tak terduga
48 48. Rasya is back
49 49. Siap balas dendam
50 50. Saling ancam
51 51. lupakan kecanggungan dan gengsi
52 52. Beraksi
53 53. Tidak sadar
54 54. Frustasi dengan perasaan
55 55. Hira sudah sembuh
56 56. Masih cinta?
57 57. Hari baru dimulai
58 58. Tiba - tiba ruwet
Episodes

Updated 58 Episodes

1
1. Kabar terdasyat
2
2. Pertemuan keluarga
3
3. Abian Si Psikopat
4
4. Pikiran gila
5
5. Jalankan misi
6
6. Pokoknya aneh
7
7. Lomba balas dendam
8
8. Sama - sama tahu
9
9. Raja dan ratu drama
10
10. Kenangan masa lalu
11
11. Tentang trauma
12
12. Rasa sakit
13
13. Abian Tahu
14
14. Keputusan yang berat
15
15. Rindu?
16
16. Curiga
17
17. Separuh jiwa yang hilang
18
18. Peliknya sebuah permasalahan
19
19. Kebohongan berlapis
20
20. Firasat
21
21. Ayo sembuh
22
22. Ini adalah cinta
23
23. Ayo bangkit
24
24. You look so beautiful in red
25
25. Oke, deal!
26
26. Harus bisa berdamai dengan perasaan
27
27. Perfect in white
28
28. Sedikit percikan masa lalu
29
29. Hari terakhir masa single
30
30. Coba lebih pengertian lagi
31
31. Rasa haru
32
32. Janji suci?
33
33. Hari pertama pernikahan
34
34. Apakah ini tanda Hira sembuh?
35
35. Permintaan maaf
36
36. Udah ingin cerai
37
37. Sesuatu yang tak terduga
38
38. Kekhawatiran
39
39. Diluar BMKG
40
40. Singapura
41
41. Rencana tantrum
42
42. Tantrum
43
43. Jatuh cinta lagi
44
44. hipnotis lagi
45
45. Teriakan pagi hari
46
46. Tantrum kedua
47
47. Sesuatu yang tak terduga
48
48. Rasya is back
49
49. Siap balas dendam
50
50. Saling ancam
51
51. lupakan kecanggungan dan gengsi
52
52. Beraksi
53
53. Tidak sadar
54
54. Frustasi dengan perasaan
55
55. Hira sudah sembuh
56
56. Masih cinta?
57
57. Hari baru dimulai
58
58. Tiba - tiba ruwet

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!