Pla**k!!!.
"Aaahhh..."
Satu tamparan berhasil mendarat di pipi Abian. Berani - beraninya lelaki itu mencium bibir Hira tanpa permisi.
"Lo mukul gue?" Abian melotot tak percaya.
"Iya kenapa? Dasar tukang mesum! Gak sudi gue di cium sama lo. Ish!!!" Hira mengusap bibirnya kasar, membersihkan bekas - bekas najis pada bibirnya yang seksi itu.
"Lo kira gue sudi nyium lo? Lo gak inget, itu tadi lo yang minta?"
"What??" Hira tergelak kesal tak percaya. "Apa lo bilang, gue yang minta?? Dari mana ceritanya? Lo kira gue gak waras sampai minta lo cium, ha?"
"Emang lo lagi gak waraskan, lo juga tiba - tiba duduk dipangkuan gue." Sungguh Abian ini playing victim sekali.
"Heh! Yang narik tangan gue tadi siapa?"
"Gue."
"Kan? Lo sendiri tahu!"
"Tapi lo yang milih buat duduk dipangguan gue Hira Yasmin."
"Dan itu gara - gara lo narik tangan gue Abian Iskandar. Kalau lo gak narik tangan gue, gue juga gak bakalan jatuh dipangkuan lo!"
"Lo jangan playing victim deh Hir. Harusnya kalau udah tahu gitu, harusnya lo cepet - cepet pindah. Tapi tadi lo malah menikmati banget duduk dipangkuan gue. Gue tahu sih, paha gue ini emang pangku ebel banget, mangkannya lo betah." Ucap Abian dengan nada mengejeknya.
"Wah ..." Hira mendecak. Sungguh sebuah kepercayaan diri yang mungkin hanya dimiliki oleh manusia tak tahu malu saja. "Ternyata sekarang lo narsis juga ya? Gak sadar diri banget lo sekarang jadi orang."
Abian terkekeh mendengar sindiran Hira. Rasa sakit akibat tamparan Hira juga mendadak hilang karna serunya menggoda Hira.
"Gak bisa. Gue udah gak bisa!" Hira tiba- tiba memekik. "Gue udah gak bisa nikah sama lo. Lo terlalu gila buat gue nikahin dan gue juga masih dendam sama lo. Jadi lebih baik kita akhiri disini." Seru Hira yang dalam sekejab mampu menghilangkan senyum diwajah Abian.
"Sayangnya lo udah gak punya pilihan. Lo gak bisa menolak pernikahan ini." Saut Abian tegas.
"Kenapa gak bisa? semua itu terserah gue. Jangan karna sekarang gue jatuh miskin dan semua harta keluarga gue ada ditangan lo, terus lo beranggapan gue udah ada di bawah kaki lo ya."
"Yap, itu lo tahu." Saut Abian jumawa.
Hila tergelak."Dan lo kira karna itu semua gue gak punya pilihan?" Hira menatap tajam Abian. "Lo salah, meskipun gue udah jatuh miskin, tapi gue masih bisa hidup tanpa lo!"
"Dan lo kira gue bakalan biarin lo hidup tanpa gue?" Abian membalas tatapan Hira dengan sedikit meremehkan. "Itu tidak akan terjadi, Hira Yasmin. Selamanya lo akan ada dibawah kekuasaan gue."
Hira meremas ujung dressnya. Rasa kesal dan bencinya sudah sampai ubun - ubun. "Silahkan, karna gue gak akan biarin lo ganggu hidup gue."
"Oke, coba aja kalau lo bisa. Kalau memang lo mau lepas dari gue. Bayar dulu hutang - hutang bokap lo itu."
"Pasti gue bayar, pasti gue lunasin, emang berapa sih utang bokap gue? Lo kira gue gak bisa bayar, ha?"
"Oke, jadi kapan kira - kira mau lo bayar?"
"Secepatnya."
"Secepatnya itu kapan? Gue butuh tanggal tepatnya."
"Yang pasti secepatnya!"
"Tanggal pastinya Hira Yasmin." Abian menekan intonasi suaranya.
"Ish!!" Hira mendengus kesal, sambil sedikit berpikir. "Setahun!"
Abian tergelak, bisa - bisanya wanita ini bilang setahun. "Ya mana bisa setahun? Enak di lo dong kalau selama itu. Bisa - bisa lo malah kabur lagi nanti." Ucap Abian meremehkan. "Gak bisa, gue maunya sebelum tanggal pernikahan kita,lo udah harus ngelunasi semua hutang - hutang bokap lo."
"Ck! Oke." Meskipun tak yakin Hira menjawab.
"Oke, lo udah tahukan berapa jumlahnya?"
"Berapa emangnya?"
"Satu. Satu setengah triliyun."
"Oke, 1,5T" Hira mengangguk.
"What? What?????" Hira mendadak oleng. Itu uang 1,5T itu berapa banyak nolnya?
Abian tertawa puas melihat ekspresi kaget Hira. Gadis itu pasti tidak mengira kalau jumlahnya sebanyak itu.
"1,5T??? Lo gila? kenapa bisa segitu banyaknya? Jangan - jangan lo sengaja ya naikin jumlah hutangnya???"
"Mana ada begitu. Lo kira gue renternir." Abian tak terima.
"Ya gimana bisa hutang papa segitu banyaknya? Kalau gak emang dengan sengaja lo naikin hutang papa? Lo kira gue bakalan percaya? Apa lagi katanya semua asetnya papa udah lo ambil semua. Jadi ini semua gak masuk akal."
"Lo kira bisnis papa lo cuma bisnis abal - abal yang perputaran uangnya cuma sejuta dua juta sebulan? Kalau cuma segitu, apa kira - kira lo bisa hidup mewah selama ini? Permasalahan di perusahaan papa lo itu komplikated. Mulai dari karyawan, bahan baku, proses produksi sampai terget pemasaran semuanya hancur. Menejemennya semuanya berantakan. Jadi gak salah kalau akhirnya papa lo bisa sampai rugi besar." Jelas Abian yang berusaha dicerna dengan baik oleh Hira.
"Asal lo tahu, nilai hutang 1,5T itu juga karna gue berbaik hati sama papa lo. Itu aslinya 2T lebih kalau sama bunganya. Jadi karna itu, sekarang semua keputusan ada ditangan lo. Kalau lo mau lepas dari gue, silahkan lo lunasi hutang lo sebelum tanggal pernikahan. Tapi kalau lo gak bisa ngelunasi hutang - hutang itu, ya lo tetep harus nikah sama gue. Toh, apa salahnya menikah sama gue? Gue tampan, gue juga kaya raya dan yang terpenting semua hutang - hutang keluarga lo bisa lunas." Seru Abian jumawa membuat Hira muak yang mendengar.
"Oh iya, satu lagi." Abian melangkah mendekat. "Meskipun lo lagi berusaha ngelunasi hutang ke gue. Jangan sampai nantinya lo jual tubuh lo ke orang lain atau bahkan lo jual organ - organ lo. Karna nanti gue pengennya, gue yang ngelakuin itu semua." Abian tersenyum smirk.
Hira langsung mendengus kesal. "Dasar psikopat!!"
"Psikopat special for you." Abian tersenyum mengejek. "Jaga diri baik - baik. Jangan sampai tubuh ini lecet. Karna dia udah jadi hak milik gue." Abian membelai lembut rambut Hira.
"Ish!!!" Dan Hira langsung menepis tangan itu kasar sambil menatapnya tajam. "Jangan sentuh - sentuh!"
Hira dan Abian sudah kembali kedalam. Wajah stres Hira begitu kentara sejak dia dari taman belakang. Sementara Abian, tampak lebih bersemangat.
"Sayang, gimana besok kamu bisa kan fitting baju?" Bu Lina tiba - bertanya.
"Hah? Apa ma?"
"Besok kita fitting baju pengantin. Ini mama udah bikin janji temu sama butiknya."
"Oh, iya ma, iya." Hira mengangguk - angguk seperti orang bodoh. Dan itu semua ternyata tidak luput dari perhatian Rega.
Rega mendekat pada sang kakak lalu membisikkan sesuatu.
"Mas, lo apain Mbak Hira? Kenapa mendadak kayak orang linglung gitu?"
"Gue cium."
"Hehh???" Rega menatap tak percaya sang kakak. "Seriusan?" Dan Abian malah tersenyum smirk. Mendadak Rega jadi merinding sendiri. Kakaknya ini memang sudah gila rupanya.
"Gila. Bener - bener gila. Udah main cium - cium aja. Gak kasian apa sama itu calon binik langsung cengong gitu mukanya."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Indah MB
Lucu kalau ngebayangin ekspresi Rega dengar Bian nyium Hira sampe linglung 🤣🤣
GET MARRIED WITH UNCLE ARKHAN, mampir
2024-08-09
0