Pacaran Ngapain Aja?

Dara meneguk ludah melihat banyaknya belanjaan berharga fantastis disebelahnya yang dibelikan Marsha tadi setelah memesan makanan. Ya, setelah tadi satu jam lebih mereka berkeliling mall, mereka makan di sebuah restoran. Dara sering menemani mami papinya belanja, tapi tidak pernah menghabiskan uang sampai miliaran hanya untuk membeli tas, pakaian, dan sepatu. Yang dibeli keluarganya masih dibatas wajar, tapi bersama Marsha, diluar nalar perkiraan Dara.

"Nanti lain kali kita skin care bareng ya Suuay, Mommy udah lama nggak spa sama perawatan wajah," ujar Marsha mengalihkan pandangan Dara padanya.

"Okey Mom, atur saja waktunya" jawab Dara tak ingin menyia-nyiakan kesempatan dekat dengan ibu dari laki-laki yang pernah menjadi mantan pacarnya sewaktu SMA dulu. "Oh ya Mom, betewe Suuay itu apa sih artinya?" Setelah sejak tadi menahan untuk tidak bertanya, akhirnya Dara memberanikan juga untuk bertanya.

Marsha tertawa. "Itu panggilan cantik dari bahasa Thailand," jawab Marsha. "Mommy tuh sekarang suka liat drama-drama Thailand, jadi Suuay itu sebutan cantik untuk para idol sana, ya gitulah kira-kira."

Dara mengerjapkan matanya dua kali, tidak menyangka seorang Marsha suka menonton tayangan asmara seperti itu. Paham dengan apa yang Dara pikirkan, Marsha pun menjelaskan. "Kaget ya Mommy suka nonton drama kayak gitu?" Dara tersenyum tipis sebagai tanggapanya. "Ya, yang namanya manusia pasti membutuhkan hiburan di sela kesibukan mereka. Sama kayak Mommy, meski Mommy sibuk, Mommy butuh hiburan untuk mencairkan otak Mommy yang kaku karena mikir setiap waktu." Jelas Marsha lagi mempraktekan dengan memijit pelipisnya.

Dara mengangguk-angguk, begitu kagum dengan karakter Marsha yang unik, mandiri, dan pekerja keras.

"Hai, Dara?" Dara menoleh pada seorang laki-laki yang menegurnya. Mata Dara terbelalak begitu melihat laki-laki tersebut. Laki-laki itu, entah merupakan mantan pacarnya yang keberapa dan entah berapa lama juga mereka berpacaran.

Dara melirik pada Marsha yang menatapnya dan laki-laki itu bergantian.

"Hei, Ethan." Balasa Dara menyapa. "Mom, ini Ethan. Teman lama Dara." Dara memperkenalkan Ethan pada Marsha.

"Lebih tepatnya mantan pacar sih, Tan," ujar Ethan mempertegas hubungannya pada Marsha.

Marsha menganggukkan kepalanya kecil saja membuat darah Dara serasa turun sampai ke dasar lantai melihat reaksi Marsha yang santai tapi memiliki makna dalam, dan itu tidak bisa Dara baca maknanya apa? Setelah tadi dia masuk ke ruangan Zyan tidak sopan, sekarang bertambah lagi image minus yang diperlihatkan pada Marsha.

Eh, wait, wait! Kenapa Dara jadi panikan seperti ini? Biasanya dia tak pernah peduli tanggapan orang lain terhadap dirinya, mau mereka mengenalnya buruk atau tidak. Tapi pada Marsha kenapa dia jadi panikan begini?

"Hem, sudah mantan kan?" cetus Marsha. "Saya calon ibu mertuanya Dara," ujarnya lagi tak kalah mengejutkan Dara dan Ethan. "Nih putra ku, ca-lon suami Dara," ucap Marsha penuh penekanan diakhir kalimatnya dan menatap pada Zyan yang baru muncul dari eskalator.

Ethan meneguk ludah melihat penampilan Zyan, bukan hanya tampan dua kali lipat diatasnya, melihat dari pakaian yang dikenakan Zyan dari atas sampai bawah dari merek terkenal, dia sudah menilai jika Zyan bukanlah dari kalangan biasa saja.

"Hai sayang, kamu nyusul." Marsha berdiri menyambut putranya. "Takut ya Dara-nya di lirik cowok lain." Zyan mendengar itu Zyan langsung melirik pada Ethan, orang asing yang tidak ia kenal sama sekali, kemudian melirik Dara yang hanya diam.

"Kalau begitu aku duluan, Ra. See you next time," pamit Ethan tanpa mau menyapa dan berkenalan terlebih dahulu dengan Zyan.

"Untung kamu sudah putus sama dia, Suuay. Attitudnya is very bad," celetuk Marsha tak terima anaknya diabaikan oleh rivalnya dalam mendapatkan Dara.

Zyan tak memusingkan itu, dia mengambil duduk disamping Dara dan memesan makanan.

"Iri deh lihat kalian ngedate berdua begini. Mommy dulu nggak pernah ngerasain yanb namanya pacaran normal begini," desah Marsha mengerucutkan bibirnya memasuki sesi curhat dengan calon menantu.

Dara melirik pada Zyan yang juga sedang meliriknya sambil menaikkan sebelah alisnya. Dara tahu maksud dari lirikan Zyan, jika dia yang harus meluruskan pada Marsha yang mulai nyaman denganya. Marsha sudah berani menceritakan sedikit masa mudanya, itu tandanya wanita itu mulai cocok denganya dan Dara mulai jadi tidak nyaman sendiri dengan drama yang dia mulai.

Dara menggigit bibirnya, tidak bisa membayangkan jika Marsha tahu dia hanya mengaku-ngaku saja alias halu pacaran dengan Zyan. Meski begitu untuk Dara tak mau obrolan malam ini menjadi garing jika tidak ditanggapi.

"Kok bisa, Mom? Apa karena Mommy terlalu sibuk kerja dari dulu?" tanya Dara.

"Hem," Marsha membuang udara lewat lubang hidung. Berat untuk menjawab pertanyaan Dara. "Panjang kalau mau diceritakan bagaimana Mommy dan Daddy," jawab Marsha tersipu malu sendiri jika harus menceritakan masa mudanya dulu.

* * *

Marsha berdiri didepan Dara dan Zyan saat didalam lift sambil sibuk pada notebooknya. Dibelakangnya, Dara dan Zyan saling diam sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Disaat yang sama, pintu lift terbuka menampakkan wajah Ethan berdiri disana untuk masuk. Dengan gerakan lembut dan pelan, Zyan menarik pinggang Dara untuk lebih merapat padanya yang kontan membuat Dara mengulum senyum dan menunduk untuk melihat tangan Zyan yang melingkar di pinggangnya.

"Ethan, jadi masuk nggak? Sini," tegur Dara karena Ethan hanya diam saja, dan Dara menantang Zyan dengan melepaskan tangan laki-laki itu dari pinggangnya.

Meski tadi sempat ragu untuk masuk karena malas untuk melihat kemesraan asmara orang lain, tapi melihat Dara yang melepaskan tangan Zyan, Ethan akhirnya ikut bergabung juga.

Setelah berpisah dengan Marsha dari mall itu, Zyan mengantar Dara pulang. Ditengah jalan laki-laki itu tiba-tiba menghentikan mobilnya.

"Kapan terakhir pacaran sama yang tadi?" tanya Zyan tiba-tiba dengan pandangan lurus kedepan.

Dara menoleh bingung "Hem?"

"Masih ada hati? Sampe harus jaga perasaannya?" Barulah Zyan memutar lehernya menatap Dara.

Dara yang baru mengerti pertanyaan Zyan mengulum senyum. "Em, itu. Ya nggak enak aja sih mesra-mesraan depan umum. Apalagi kan sebenarnya kita nggak ada hubungan apa-apa."

Zyan melonggarkan dasinya yang membuatnya terasa panas. "Selama pacaran kalian sering ngelakuin apa?"

Dara mendelik, pertanyaan macam apa ini?

"Apa kalian pernah berciuman? Pelukan? Atau apa?" ujar Zyan menjelaskan maksud pertanyaanya mengunci netra Dara menuntut jawaban.

"Aku pacaran sama dia waktu udah kuliah sih. Dia kakak senior di kampus aku, ya kalau udah kuliah berarti pacaran ala dewasa lah," sahut Dara menantang.

"Pacaran dewasa itu seperti ini?" Zyan menarik tengkuk Dara, menempelkan bibirnya pada bibir gadis itu.

Terpopuler

Comments

Dia Amalia

Dia Amalia

kena jebakan Batman ne dedek zyan☺️☺️☺️

2024-09-02

0

L i l y ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈💦

L i l y ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈💦

😂😂😂 Akhirnya Zyan kepanasan juga liat kelakuan Dara.

2024-03-20

1

Walid Cing

Walid Cing

lanjut banyak banyak ya thooooooorrr🥰🥰🥰🥰

2024-03-20

1

lihat semua
Episodes
1 Bendera Perang
2 Pengganggu
3 Menjadi Alien
4 Malam Mingguan
5 Direstui Calon Mertua
6 Calon Mertu Tantrum
7 Posesif Dokter
8 Sakit Dikit, Nggak Ngaruh
9 Boleh Minta Reward?
10 Hati Panas Terbakar
11 Salting Brutal
12 Tidak Yakin
13 Flash Sale Girl.
14 Perhatian Versi Zyan
15 Image Buruk Lagi?
16 Sunshine, Sunligh, Suuay
17 Pacaran Ngapain Aja?
18 Gimana?
19 Sah
20 Di Roasting Camer
21 Kencan Gagal
22 Gagal Lagi?
23 Menyalurkan Nafsu
24 Cemburu
25 Nekat
26 Mendung Tanpo Udan
27 Rencana Berlibur
28 Akting
29 Kejutan
30 Boleh Minta Anak Dari Aku
31 Syarat Biar Gak Ngambek
32 Ngedate Ala Pasangan Bucin
33 Cemburu Akut
34 Fitnah
35 Kamu Jahat Zyan
36 Tidak Boleh Kalah
37 Curhatan Hati Para Anak
38 Terima Kasih, Pi.
39 Jangan Lakuin Ini Lagi, Aku Aja
40 Adu Mekanik, Siapa Takut?
41 Kado Untuk Papi
42 Umur Dewasa, Kelakuan Anak Kecil
43 Resiko Punya Pacar Cantik
44 Rencana Merayu
45 Impas
46 Boleh Kan?
47 Hati Daniel Sebenarnya
48 Hanya Masalah Sepele
49 Terlalu Naif
50 Menyesal
51 Melapas Masa Lajang
52 Pancingan
53 Support Sistem
54 Menjadi Dingin
55 The Fourth Day
56 Tilang
57 Kucing Garong
58 Sosok Makhluk Asing
59 Danish Danuarta
60 Tempe Orek Dan Tempe Goreng
61 Penasaran
62 Garis Dua
63 SOS (Sedih Orang Senang)
64 Jantung Pisang
65 Racun Pak Gundul
66 Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
67 Nyaris Sempurna
68 Si Kanebo Kering
69 Bruno Yang Baik Hati
70 Geregetan
71 Kepergok
72 Sebuah Kenyataan
73 Merasa Kehilangan
74 Museum Date
Episodes

Updated 74 Episodes

1
Bendera Perang
2
Pengganggu
3
Menjadi Alien
4
Malam Mingguan
5
Direstui Calon Mertua
6
Calon Mertu Tantrum
7
Posesif Dokter
8
Sakit Dikit, Nggak Ngaruh
9
Boleh Minta Reward?
10
Hati Panas Terbakar
11
Salting Brutal
12
Tidak Yakin
13
Flash Sale Girl.
14
Perhatian Versi Zyan
15
Image Buruk Lagi?
16
Sunshine, Sunligh, Suuay
17
Pacaran Ngapain Aja?
18
Gimana?
19
Sah
20
Di Roasting Camer
21
Kencan Gagal
22
Gagal Lagi?
23
Menyalurkan Nafsu
24
Cemburu
25
Nekat
26
Mendung Tanpo Udan
27
Rencana Berlibur
28
Akting
29
Kejutan
30
Boleh Minta Anak Dari Aku
31
Syarat Biar Gak Ngambek
32
Ngedate Ala Pasangan Bucin
33
Cemburu Akut
34
Fitnah
35
Kamu Jahat Zyan
36
Tidak Boleh Kalah
37
Curhatan Hati Para Anak
38
Terima Kasih, Pi.
39
Jangan Lakuin Ini Lagi, Aku Aja
40
Adu Mekanik, Siapa Takut?
41
Kado Untuk Papi
42
Umur Dewasa, Kelakuan Anak Kecil
43
Resiko Punya Pacar Cantik
44
Rencana Merayu
45
Impas
46
Boleh Kan?
47
Hati Daniel Sebenarnya
48
Hanya Masalah Sepele
49
Terlalu Naif
50
Menyesal
51
Melapas Masa Lajang
52
Pancingan
53
Support Sistem
54
Menjadi Dingin
55
The Fourth Day
56
Tilang
57
Kucing Garong
58
Sosok Makhluk Asing
59
Danish Danuarta
60
Tempe Orek Dan Tempe Goreng
61
Penasaran
62
Garis Dua
63
SOS (Sedih Orang Senang)
64
Jantung Pisang
65
Racun Pak Gundul
66
Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
67
Nyaris Sempurna
68
Si Kanebo Kering
69
Bruno Yang Baik Hati
70
Geregetan
71
Kepergok
72
Sebuah Kenyataan
73
Merasa Kehilangan
74
Museum Date

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!