Perhatian Versi Zyan

Berbeda dengan Dara yang sangat terkejut dengan kemunculanya, Zyan malah terlihat santai saja. Eits, jangan ada yang menghayal Zyan keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit dipinggang ya. Tidak! Zyan masih berpakaian lengkap karena dia hanya membasuh wajahnya saja. Laki-laki itu berjalan menuju kabinet didekat pintu kamar mandi, mengambil handuk untuk mengeringkan wajahnya tanpa menoleh pada Dara sama sekali.

Melihat Zyan yang nampak tak perduli dengan keberadaanya, Dara memasang posisi was-was mengawasi laki-laki itu dari atas hingga bawah apa dia hanya berhalusinasi atau yang dilihatnya saat ini adalah makhluk halus yang sedang cosplay menjadi Zyan, tapi telapak kakinya napak pada lantai. Dara melompat dari tempat tidur berlari menyeret tasnya menuju pintu sambil bergumam dan mengangkat kedua belah tanganya.

"Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa takhudzuhuu sinatuw walaa naum, la huu maa fis samaawaati wa maa fil ardh ..."

Dara membaca sampai berulang-ulang tapi sosok itu tetap ada membuat Dara mempercepat rapalan bacaanya agar makhluk itu cepat hilang, namun alih-alih pergi, makhluk mirip Zyan itu merebahkan tubuhnya telentang dan melemparkan senyum padanya.

"Damnn. Ini kamu Zyan beneran?" Bibir yang tadi sibuk membaca ayat pengusir setan itu berganti umpatan saat menyadari jika itu adalah Zyan.

"Hahahaha," tawa Zyan pecah melihat tingkah lucu Dara. "Kamu pikir aku setan? Sampai dibacain ayat kursi?" Zyan geleng-geleng kepala. "Kalau ini beneran setan, nana yang lebih ganteng, yang asli atau yang setan?"

"Nggak lucu ya. Ini beneran kamu apa bukan?" Pekik Dara. Tidak berbohong, kali ini Dara memang takut sungguhan, lihat saja wajah putih itu berubah pucat pasi dengan jantung yang berdetak cepat. "Kenapa kamu bisa ada disini? Ini kamar pesanan ku." Kalau manusia sungguhan pasti tidak akan bisa menembus tembok atau tahu kamar yang dipesanya. Sungguh logikanya sebagai seorang dokter sangat dipertanyakan.

Karena tidak kuat dengan tawanya yang meledak melihat wajah tegang Dara, Zyan akhirnya memperlihatkan layar ponselya. "Aku sedang menunggu teman kencan buta ku. Apa kamu perempuan itu?"

Hah? Apa? Dia ikut kencan buta?

Dara diam, mulai menetralkan detak jantungnya dan wajah pucatnya berangsur berubah merah lagi. Tapi apa benar Zyan melakukan kencan buta?

"Ehem." Dara berdehem menegakkan tubuhnya. "Maaf ya Mr Zyan. Saya bukan nggak selaku itu sampai harus banting stir ikut kencan buta-kencan buta seperti itu. But whatever, i don't care dengan apapun yang kamu lakuin. Enjoy the date, pakai saja kamar ini sepuasnya karena saya tidak butuh kamar ini. Ini bonus untuk Anda," ujarnya membalikkan badan sial membuka pintu namun Zyan yang nampaknya memiliki kekuatan petir itu bisa dengan cepat tanganya menahan daun pintu agar Dara tidak pergi.

"Teman kencan ku membatalkan pertemuan ini, jadi kamu harus temenin aku disini." Zyan yang berdiri dibelakang Dara meletakkan ponselnya didepan wajah gadis itu.

Dara membalikkan badan, melipat tangan didada.

"Tiba-tiba ada dikamar aku, bilang ada kencan buta, dan tiba-tiba tidak jadi. Apa Mr.Zyan ini tidak sedang berbohong? Atau akan bilang ini hanya kebetulan?" Dara menaikkan alisnya.

"Dan kamu pikir aku menguntit?" Balas Zyan.

Dara mengangkat bahu. "Siapa yang tahu?"

"Terus kamu sendiri? Kemana teman kencan buta kamu?" tanya Zyan balik mengedarkan pandanganya mencari keberadaan laki-laki yang akan menjadi kencan buta Dara. Dara tidak menjawab. "Jangan bilang dia juga tidak jadi datang?" cecar Zyan menaikkan alisnya membuat Dara merasa diintimidasi.

"Ahhh nggak tahu." Dara melayangkan tanganya depan wajah. "Aku mau pulang aja." Tidak ingin Zyan tahu jika dia hanya berbohong, Dara berbalik hendak keluar namun Zyan sigap menahanya dan mengungkung tubuh kecil gadis itu dengan tatapan mengintimidasi.

"Kenapa janjian kencan buta harus di hotel?" tanya Zyan dengan suara yang terdengar berat dan rendah.

"Terserah akulah. Kalau kencan buta kan bisa ketemu lagi apa enggak. Jadi kalaupun terjadi apa-apa nggak masalah, orang nggak saling kenal ini," jawab Dara menantang.

Tuk.

Zyan menyentil kening wanita yang bicara asal itu. "Kamu tuh mikir nggak apa yang kamu omongin? Masa seoarang dokter ngomong begitu."

Dara melipat bibirnya. "Kamu juga? Kenapa janjian di hotel?" sahutnya tidak mau kalah. "Malah masuk kamar aku kayak nggak mampu bayar aja."

Zyan menegakkan tubuhnya, membebaskan Dara dari kungkungan tubuhnya.

"Kamu percaya?" tanyanya. Dara menunduk tidak menjawab, menghindari tatapan mata Zyan yang mengungkungnya laki-laki itu seolah Zyan hanya melepaskan tubuhnya tapi tidak dengan matanya. "Kamu pikir aku disini untuk kencan buta konyol seperti itu?"

"Terus untuk apa kalau bukan kencan buta juga?"

"Au ah." Zyan kesal Dara tidak mengerti maksudnya, ia kembali kedalam untuk mengambil jas yang ada di lemari.

"Kamu mau kemana, Zyan?" tanya Dara menyusul Zyan dari belakang keluar dari kamar itu tanpa mengatakan apapun.

"Ihhh ngeselin banget sih? Udah nongol tiba-tiba, pergi juga nggak pamit. Kayak jailangkung aja." gerutu Dara menatap mobil mewah Zyan yang menjauh.

* * *

"Jadi gitu, Ai. Aneh banget kan?" Dara langsung menceritakan itu pada Aira. "Aku sih bukan nggak ngerti maksud dia ya, cuma pura-pura polos aja pengen tau dia masih ada perasaan sama aku apa enggak? Biar nggak dianggap kegeeran juga sama dia, tapi ujung-ujungnya aku kayak di php-in, bikin kesel tahu nggak."

"Udah ada tanda-tanda lampu hijau sih? Kamu pancing-pancing aja terus," ujar Aira memberikan tanggapanya atas cerita Dara. "Eh Ra, lo pasti kaget kalau gue kasih tahu sekarang gue pakai apa?"

"Apa?"

"Jilbab."

Benar saja Dara kaget. "Serius? Demi apa?"

"Gue pengen kelihatan alim, kalem kayak si Lyla. Biar mister misterius gue kepincut sama gue. Soalnya dia baik banget sama si Lyla itu karena si Lyla pake pakaian tertutup."

Dara menghela nafas, agak miris juga dengan kisah percintaan sepupunya yang masih jalan ditempat dan sepertinya lebih sulit dari dia menaklukkan Zyan. "Lo make itu untuk selamanya apa cuma buat nyari perhatian dia doank?"

"Lihat kedepannya aja deh, ini juga gue ngambil punya Lyla. Hihihi."

"Gokil juga Lo ya, Ai. Demi--"

"Emppphhhh--"

"Ai, Ai. Lo masih ada disana kan?" tanya Dara khawatir karena ia merasa terjadi sesuatu dengan sepupunya itu dan mendengar suara langkah orang lain. "Aiiiii, Lo masih ada disana kan?" Tapi tetap tidak ada sahutan dari Aira. "Aii, Lo jangan becandain gue ya. Awas ya, Lo udah bikin gue khawatir tapi Lo cuma ngeprank gue doank. Pulang nanti Gue botakin kepala Lo atas bawah ya," ancamnya. Tapi percuma, Dara tidak mendengar apa-apa lagi.

Terpopuler

Comments

Niken Dwi Handayani

Niken Dwi Handayani

Aira itu anaknya siapa sich?

2024-08-24

1

Almiraaa Nasution

Almiraaa Nasution

Ini Aira kenapa?

2024-03-16

2

Rachmawati 8281

Rachmawati 8281

waduh .... Ai kenapa tuh, jangan" diculik lagi, Zyan bilang aja c kalau masih cinta ...
lanjoot kak

2024-03-15

5

lihat semua
Episodes
1 Bendera Perang
2 Pengganggu
3 Menjadi Alien
4 Malam Mingguan
5 Direstui Calon Mertua
6 Calon Mertu Tantrum
7 Posesif Dokter
8 Sakit Dikit, Nggak Ngaruh
9 Boleh Minta Reward?
10 Hati Panas Terbakar
11 Salting Brutal
12 Tidak Yakin
13 Flash Sale Girl.
14 Perhatian Versi Zyan
15 Image Buruk Lagi?
16 Sunshine, Sunligh, Suuay
17 Pacaran Ngapain Aja?
18 Gimana?
19 Sah
20 Di Roasting Camer
21 Kencan Gagal
22 Gagal Lagi?
23 Menyalurkan Nafsu
24 Cemburu
25 Nekat
26 Mendung Tanpo Udan
27 Rencana Berlibur
28 Akting
29 Kejutan
30 Boleh Minta Anak Dari Aku
31 Syarat Biar Gak Ngambek
32 Ngedate Ala Pasangan Bucin
33 Cemburu Akut
34 Fitnah
35 Kamu Jahat Zyan
36 Tidak Boleh Kalah
37 Curhatan Hati Para Anak
38 Terima Kasih, Pi.
39 Jangan Lakuin Ini Lagi, Aku Aja
40 Adu Mekanik, Siapa Takut?
41 Kado Untuk Papi
42 Umur Dewasa, Kelakuan Anak Kecil
43 Resiko Punya Pacar Cantik
44 Rencana Merayu
45 Impas
46 Boleh Kan?
47 Hati Daniel Sebenarnya
48 Hanya Masalah Sepele
49 Terlalu Naif
50 Menyesal
51 Melapas Masa Lajang
52 Pancingan
53 Support Sistem
54 Menjadi Dingin
55 The Fourth Day
56 Tilang
57 Kucing Garong
58 Sosok Makhluk Asing
59 Danish Danuarta
60 Tempe Orek Dan Tempe Goreng
61 Penasaran
62 Garis Dua
63 SOS (Sedih Orang Senang)
64 Jantung Pisang
65 Racun Pak Gundul
66 Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
67 Nyaris Sempurna
68 Si Kanebo Kering
69 Bruno Yang Baik Hati
70 Geregetan
71 Kepergok
72 Sebuah Kenyataan
73 Merasa Kehilangan
74 Museum Date
Episodes

Updated 74 Episodes

1
Bendera Perang
2
Pengganggu
3
Menjadi Alien
4
Malam Mingguan
5
Direstui Calon Mertua
6
Calon Mertu Tantrum
7
Posesif Dokter
8
Sakit Dikit, Nggak Ngaruh
9
Boleh Minta Reward?
10
Hati Panas Terbakar
11
Salting Brutal
12
Tidak Yakin
13
Flash Sale Girl.
14
Perhatian Versi Zyan
15
Image Buruk Lagi?
16
Sunshine, Sunligh, Suuay
17
Pacaran Ngapain Aja?
18
Gimana?
19
Sah
20
Di Roasting Camer
21
Kencan Gagal
22
Gagal Lagi?
23
Menyalurkan Nafsu
24
Cemburu
25
Nekat
26
Mendung Tanpo Udan
27
Rencana Berlibur
28
Akting
29
Kejutan
30
Boleh Minta Anak Dari Aku
31
Syarat Biar Gak Ngambek
32
Ngedate Ala Pasangan Bucin
33
Cemburu Akut
34
Fitnah
35
Kamu Jahat Zyan
36
Tidak Boleh Kalah
37
Curhatan Hati Para Anak
38
Terima Kasih, Pi.
39
Jangan Lakuin Ini Lagi, Aku Aja
40
Adu Mekanik, Siapa Takut?
41
Kado Untuk Papi
42
Umur Dewasa, Kelakuan Anak Kecil
43
Resiko Punya Pacar Cantik
44
Rencana Merayu
45
Impas
46
Boleh Kan?
47
Hati Daniel Sebenarnya
48
Hanya Masalah Sepele
49
Terlalu Naif
50
Menyesal
51
Melapas Masa Lajang
52
Pancingan
53
Support Sistem
54
Menjadi Dingin
55
The Fourth Day
56
Tilang
57
Kucing Garong
58
Sosok Makhluk Asing
59
Danish Danuarta
60
Tempe Orek Dan Tempe Goreng
61
Penasaran
62
Garis Dua
63
SOS (Sedih Orang Senang)
64
Jantung Pisang
65
Racun Pak Gundul
66
Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
67
Nyaris Sempurna
68
Si Kanebo Kering
69
Bruno Yang Baik Hati
70
Geregetan
71
Kepergok
72
Sebuah Kenyataan
73
Merasa Kehilangan
74
Museum Date

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!