Dara itu wanita yang tidak mau di intervensi oleh orang lain, tapi kali ini dia mengangguk menyanggupi syarat dari Zyan yang ia tidak yakin apa yang Zyan inginkan juga ia inginkan. Dengan harap-harap cemas, Dara menatap serius Zyan menunggu penjelasan laki-laki itu.
Zyan melakukan hal yang sama, dia memutar tubuhnya, balas menatap mata Dara. "Siap dengar jawaban panjang aku?" lirihnya yang terdengar begitu lembut.
Dara mengangguk kecil tanpa mengalihkan matanya dari Zyan sedikitpun.
"Aku tidak akan mengulangi penjelasan ini, jadi kamu harus simak baik-baik penjelasan aku." Karena saking groginya, Zyan tidak bisa jika harus menjelaskan ulang.
Satu detik
Dua detik
Tiga detik
"Kamu lama, Zyan." Protes Dara tidak sabaran dengan wajah jengkel.
Zyan terkekeh. "Sabar donk, jadi kamu yang nggak sabaran sih," godanya gemas.
Dara menghela nafas jengah. "Bisa dipercepat, Pak Zyan. Waktu anda lima detik jika tidak-"
"Aku masih cinta sama kamu, Dara. Too much."
Dara diam begitu mendengar jawaban yang benar-benar ia mau dan itu mampu melumpuhkan seluruh persendian tubuhnya sehingga tak ada satupun yang sanggup ia gerakkan termasuk bibirnya yang cerewet.
"Aku berharap kamu mampu membalas perasaan yang sama, sesuai permintaan ku diawal. Aku ingin kamu menjawab sesuai dengan keinginan ku."
"Jawaban apa?" pancing Dara denganperasaan gugup. Tapi percayalah ia menyesal bertanya seperti itu sampai-sampai ia menggigit bibirnya kuat-kuat takut kalau Zyan berubah pikiran.
"Kenapa nanya lagi? Kan aku udah bilang nggak ada penjelasan ulang." Zyan menarik gemas hidung wanita yang menguasai hatinya sampai tak ada satu wanita manapun yang bisa menyelinap masuk.
"Zyan kamu rese," Dara memukul dada laki-laki itu. "Emang kalau aku jawab iya kamu bakal cinta banget sama aku, soalnya aku suka dibucinin. Dan kalau indah di bucinin aku bakal lebih bucin."
"Hahahaha" Zyan terbahak sambil menahan pergelangan tangan Dara. "Aku bakal bucin sebucin-bucinya sama kamu, kalau kamu ratu bucin, maka aku akan menyebut diriku sendiri raja bucin."
Wajah Dara berubah merah padam, tidak menyangka Zyan akan mengatakan demikian.
"So? Kita pacaran nih sekarang?" tanya Dara memastikan.
"Hem, bukan cuma pacaran, tapi kamu selalu menjadi yang spesial dalam hidup ku. Dari dulu, dan asal kamu tahu, setelah dulu kamu minta putus aku gak pernah dekat sama wanita manapun, sebisa mungkin aku menjaga hati ini hanya untuk kamu."
Wajah Dara semakin memerah, hati wanita mana yang tidak berbunga-bunga mendengar pengakuan dari laki-laki spek idaman semua wanita, Zyan juga terlihat begitu tulus mengatakanya. "Beneran kamu gak pernah pacaran sama perempuan lain selain aku?"
Zyan menggeleng. "Kamu nanya? Apa mau mastiin?" Zyan semakin menggoda, tahu sekali apa yang dimaksud Dara, tapi harus hati-hati menjawabnya karena akan menimbulkan keributan.
"Yaudah, gak usah dijawab. Berarti gak serius.
"Hahahaha ...." Zyan kembali terbahak, Dara selalu menggemaskan dimatanya. "Kalau ada cctv dalam tubuh aku, bakal aku tunjukin sama kamu apa aja yang aku lakuin selama ini, kemana aku pergi, ngapain aja, sama siapa aja, pasti akan ke record, dan akak aku tunjukin ke kamu bukti-biktinya.
Dara mesem-mesem, percaya seratus persen apa yang dikatakan Zyan, dan yang membuatnya bahagia, tidak ada saingan masa lalu dalam hubungannya dengan Zyan, dijamin hatinya tenang. Masalah Kiar? Akh, bertahun-tahun Zyan bisa menjaga hatinya, Kiara hanyalah butiran debu yang tak akan memengaruhi hati Zyan.
"Tapi aku sering gonta-ganti cowok, kamu nggak masalah?" Dara tidak mau egois, dia harus jujur.
"Nggak masalah, karena kamu nggak pernah genit, pegangan tangan, ataupun ciuman."
Mata Dara melotot. "Kok kamu bisa tahu? Kamu mata-matain aku selama ini?"
Zyan mengangguk. "Kamu pikir aku menjadi investor di Tiara Medika karena hal lain?"
Bola mata Dara semakin membesar seperti ingin keluar. "Zyan, jangan bilang juga kalau-"
"Iya, semua karena kamu," jawab Zyan begitu mantap tanpa ada keraguan sedikitpun.
Sumpah, bibir Dara sudah terasa pegal menahan senyum saking bahagianya dia saat ini.
"Boleh anterin aku pulang sekarang nggak? Aku ada pekerjaan yang harus aku kerjakan."
"Mendadak begini? Nggak mau jalan-jalan dulu sebagai perayaan hari jadi kita."
"Hehehe, lain kali aja. Eh tapi boleh minta yang tadi gak? Yang tadi nggak berasa."
"Yang mana?"
Meski malu-malu, Dara tetap memonyongkan bibirnya memberi kode.
Zyan tersenyum, lantas menarik kepala Dara untuk memenuhi permintaan pujaan hatinya.
Cup.
Di bibir? NO! Cukup di kening Zyan melakukanya meski mendapatkan protes keras dari Dara.
"Kamu nggak asik. Tampilan aja gagah sama macho, tapi cupu. Masa cium bibir nggak berani."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
Hamda Bakkas
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
2024-09-02
0
SakhaNya
Alhamdulillah nih Zyan cowok langka ... jaga hati sama fisiknya dari cewek lain karena masih cinta sama Dara😍🤩 ...untung banget y g nurun sifat Om Maha yang suka nyosor walaupun belum ada hubungan 🤫 🙏
2024-03-23
0
Muhammad Dimas Prasetyo
akhir nya kesampean ungkapkan rasa cinta..awas dara jangan oleng ya habis ditembak.
2024-03-23
0