Pohon kembar

...🔥🔥🔥🔥...

Setelah hampir 2 jam berjalan, akhirnya Agus sampai juga di Tempat ia dulu pernah ia singgahi dengan kedua sahabatnya. Tempat di mana kejadian Hilangnya Barata bermula, Agus yang memang berniat untuk datang ke tempat itu lagi tidak mau menyia-nyiakan kesempatan dan memulai membangun tenda serta api unggun untuk menghangatkan tubuhnya. Maklum saja, ini daerah pegunungan yang jika malam pasti suasananya akan semakin dingin.

Agus mulai membuka bekalnya yang ia bawa untuk persediaan makannya selama berada di tempat itu. Sesekali Agus menengok ke sisi kanan dan kiri guna memastikan apakah ada kemunculan seseorang seperti yang di ceritakan Barata tempo hari."Mana, Kok belum muncul juga kunti nya? Apa jangan-jangan Barata hanya bohong saja dengan mengarang cerita itu?" Gumam Agus dengan nada kesal."Awas saja jika Barata membohongi ku, gak bakalan ada ampun. Apalagi diam-diam aku sudah mengajukan surat pengunduran diriku! Jika sampai ini tidak berhasil, maka Barata harus tanggung jawab."Imbuh Yono menggerutu.

Cit__cit___cit

Tiba-tiba saja terdengar suara anak ayam yang nampak samar di telinga Agus saat itu. "Eh ada ayam, Tapi kok aneh ya? Bukanya kalau malam ayam pada tidur ya?"Batin Agus penuh tanda tanya. Namun tetap saja Agus berusaha mencari di mana asal suara anak ayam itu, dengan sangat waspada Agus menyisir daerah sekitar pohon randu yang ada di sebelah tendanya."Loh kok berhenti suaranya? Ck. Masak iya aku salah dengar sih tadi? Ya Allah ada-ada saja. Hiiii kok aku jadi merinding begini!" Ucap Agus sembari menggosok Tengkuknya yang terasa dingin. Lalu dengan terburu-buru Agus berusaha lari menuju ke arah tendanya, Namun sial tidak dapat di hindari. Tiba-tiba saja Agus terjatuh tersungkur karena jalanan yang licin sehabis hujan.

Tubuh Agus tergelincir dan tanpa sengaja Keningnya terbentur batu.

Buk

Seketika itu pula Agus tak sadarkan diri dengan darah yang mengalir dari keningnya yang terluka.

Srek srek

Langkah kaki seseorang nampak mendekat ke arah Agus yang sudah tergeletak di bawah pohon beringin yang di apit oleh dua pohon randu. Perempuan itu nampak berjongkok mengecek keadaan Agus dengan menempelkan tangannya di leher Agus. Bibirnya nampak tersungging ke atas mana kala selesai mengecek keadaan Agus yang entah bagaimana nasibnya. Dengan segera wanita itu menarik tubuh Agus ke arah belakang pohon beringin yang menjadi cikal bakal masuknya ke dimensi lain.

Keesokan harinya. Nampak Agus yang baru terbangun dari tidur panjangnya, entah sudah berapa hari kalau di lihat dari dunia manusia? karena Agus saat ini tengah berada di dimensi lain. Tepatnya di dunia gaib, tempat yang berisi beberapa jenis kuntilanak dengan berbagai sifat, jenis dan kasta.

Brak

Tiba-tiba saja Agus bangkit dari tidurnya seraya langsung berdiri. Ia nampak kebingungan dan mulai mengerjab mengamati di mana dirinya saat ini berdiri."Lo Lo Lo, ini di mana?"Gumam Agus dengan expresi bingung.

Cklek

Nampak Pintu di buka dan muncullah wanita muda dengan paras yang sangat cantik. namun anehnya ia mengenakan baju bak jubah berbahan satin yang berkilau bagai Sutra yang berwarna merah menyala. Wanita itu nampak tersenyum dan terus berjalan mendekat ke arah Agus yang nampak termenung di tempatnya.

Setelah jarak antara keduanya semakin dekat, agaknya Agus baru sadar jika mereka tidak saling mengenal. Agus berusaha menghindari tatapan wanita yang nampak begitu mencekam di matanya. Tiba-tiba saja wanita itu menyentuh pundak agus seraya memutari tubuhnya."Aku tau Tujuanmu datang ke tempat ini Pria muda, jadi apa kamu sudah tau apa syaratnya?"Ucap Wanita muda yang sudah menyelamatkan Agus DNA membawanya ke tempat itu.

"A__apa maksudmu?" Ucap Agus yang tidak paham dengan apa yang di ucapkan Sang wanita asing itu.

"Cih, lucu sekali. Bukanya kau datang kemari untuk mendapatkan harta kekayaan dan ingin memperoleh jabatan yang bagus? Jika iya maka aku akan membantumu mewujudkannya. Tentu saja dengan syarat."Ucap Wanita jelmaan kuntilanak yang bernama Nala.b

Glek

Agus nampan kaget, namun hatinya sangat senang kala mengetahui jika wanita itu bisa membantunya mencapai apa yang selama ini menjadi angan-angannya."Ba__bagaimana anda bisa tau?" Tanya Agus dengan terbata.

"CK. Tentu saja aku tau, bahkan setiap malam kau membayangkan harta yang melimpah saja aku tau. Jadi jangan main-main denganku wahai manusia Jika kau memang serius maka kau pasti bisa memenuhi syarat dariku!" Ucap Wanita jelmaan itu."Aku bukan lah adikku yang bodoh itu, ia menikahi manusia hanya bermodalkan cinta. Jika kau ingin menikahiku maka kau harus bisa memenuhi syarat yang aku ajukan untukmu. Jadi bagaimana, apa kau sudah siap?" Ucap Nala pada akhirnya.

"Siap."Jawab Agus tanpa pikir panjang.

Nala tersenyum puas mana kala mudah sekali membuat seorang Agus tunduk akan perintahnya. "Baiklah jika begitu, ingat Gus. Jika kau berani melanggar aturanku maka kau harus bersedia berkorban nyawa. Apa kau sanggup?"

"Sanggup." Jawab Agus yang benar-benar sudah perduli dengan yang lain. Intinya yang iya inginkan hanyalah harta yang melimpah dan bisa membungkam mulut semua orang yang sudah menghinanya dulu. "Memangnya apa syaratnya?" Imbuh Agus dengan hati-hati agar tidak menyinggung perasaan calon pengantinnya.

"Kamu tidak boleh menikahi wanita lain selain aku!"Ucap Nala yang nyatanya adalah kakak kandung dari Asti. Si anak buangan yang selalu membuat ulah hingga sang ayah terus menghukumnya sampai sekarang. Nala lebih cantik dari pada Asti, namun Nala lebih banyak berulah di banding Asti sang adik.

"Apa?" Ucap Agus dengan melotot tajam. bagaimana bisa ia tidak menikah jika hubungannya dengan sang kekasih tinggal beberapa hari lagi sebelum menikah?" Batin Agus bimbang

"Tidak ada waktu berfikir tuan, jika kau masih ragu maka datanglah kemari di saat hatimu sudah mantap akan menjalankan pesugihan!" Ucap Nala sebagai kuntilanak merah.

Deg

Agus merasa sangat bimbang kali ini, ia takut sekali kehilangan pekerjaan. Tapi ia lebih takut lagi jika jatuh miskin dan tidak bisa memenuhi kebutuhan putranya. " Ya janji." Ucapan Yo k singkat.

" Baiklah Nala, memangnya kamu ingin mengajukan syarat apa?" Ucap Yono dengan ragu.

"selain tidak boleh menikah dengan bangsa manusia. Kau hanya boleh menikah sekali seumur hidup denganku saja. Maka aku akan menjamin jika hidupmu akan berkecukupan walau kau tidak bekerja. Bagaimana?" Ucap Nala.

"Ta__tapi apakah itu tidak terlalu berlebihan. Aku hanya takut akan tergoda dengan wanita dari golongan manusia. Kau tau dengan jelas jika aku ini dari golongan manusia bukan jis seperti mu!

Deg

Episodes
1 Awal mula Legenda Kuntilanak Merah
2 Legenda kuntilanak merah
3 Pencarian
4 Pencarian 2
5 Penjaga
6 Asti Prameswari
7 Pernikahan dengan Jin
8 Bertemu kembali
9 Sosok penjaga Yono
10 Penjelasan perihal kodam
11 Naik jabatan
12 Iri
13 Ingin mengungkapkan kebenaran
14 Sekalinya setan tetaplah setan
15 Tipuan
16 Pohon kembar
17 Perjanjian
18 Kepergian adik Agus secara mendadak
19 Korban pertama
20 Mencari titik terang
21 Chapter 21
22 Menikah lagi
23 Gangguan
24 Awal gangguan
25 Kerasukan
26 Ancaman
27 Tumbal
28 Cekcok
29 Kecelakaan
30 Korban ke 2
31 Battle
32 Kecurigaan Ustadz Hanif
33 Mencari pertolongan
34 Jiwa yang tertawan
35 Nunik jadi Kuntilanak
36 Bisikan Lirih
37 Kasihan Nunik
38 Siapa Nala?
39 Ku ambil hakKu
40 Ku ambil hakku
41 Menantu yang baik
42 Kepulangan dedek bayi
43 Kemunculan Kuntilanak merah di pemakaman
44 Ayu pulang benarkah?
45 Ayu atau asti
46 Air Darah
47 Kemunculan Ayu
48 Teror di mulai
49 Keresahan warga
50 Emosi
51 Keresahan warga mengenai kemunculan Kuntilanak merah
52 Keresahan Warga part 2
53 Teror Asti
54 Poling
55 Gentayangan
56 Menghantui warga
57 Dendam Barata
58 Kelainan Jiwa
59 Hutang nyawa di bayar dengan nyawa pula
60 Firasat
61 Menutut balas
62 Asti Menutut Balas
63 Hari Mencekam
64 Teror pocong
65 23 Tahun kemudian
66 Bertemu kembali
67 Tuntutan dendam Nala
68 Teror di mulai
69 tanah kelahiran
70 Pulang ke rumah
71 Sidang pertama
72 Kemunculan Kuntilanak merah
73 Mulainya teror
74 Kejanggalan
75 Gagal
76 Menuntut Tumbal nyawa
77 Gangguan 1
78 Tumbal
79 Rombongan
80 Perlawanan
81 pemgusiran
82 Pulang
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Awal mula Legenda Kuntilanak Merah
2
Legenda kuntilanak merah
3
Pencarian
4
Pencarian 2
5
Penjaga
6
Asti Prameswari
7
Pernikahan dengan Jin
8
Bertemu kembali
9
Sosok penjaga Yono
10
Penjelasan perihal kodam
11
Naik jabatan
12
Iri
13
Ingin mengungkapkan kebenaran
14
Sekalinya setan tetaplah setan
15
Tipuan
16
Pohon kembar
17
Perjanjian
18
Kepergian adik Agus secara mendadak
19
Korban pertama
20
Mencari titik terang
21
Chapter 21
22
Menikah lagi
23
Gangguan
24
Awal gangguan
25
Kerasukan
26
Ancaman
27
Tumbal
28
Cekcok
29
Kecelakaan
30
Korban ke 2
31
Battle
32
Kecurigaan Ustadz Hanif
33
Mencari pertolongan
34
Jiwa yang tertawan
35
Nunik jadi Kuntilanak
36
Bisikan Lirih
37
Kasihan Nunik
38
Siapa Nala?
39
Ku ambil hakKu
40
Ku ambil hakku
41
Menantu yang baik
42
Kepulangan dedek bayi
43
Kemunculan Kuntilanak merah di pemakaman
44
Ayu pulang benarkah?
45
Ayu atau asti
46
Air Darah
47
Kemunculan Ayu
48
Teror di mulai
49
Keresahan warga
50
Emosi
51
Keresahan warga mengenai kemunculan Kuntilanak merah
52
Keresahan Warga part 2
53
Teror Asti
54
Poling
55
Gentayangan
56
Menghantui warga
57
Dendam Barata
58
Kelainan Jiwa
59
Hutang nyawa di bayar dengan nyawa pula
60
Firasat
61
Menutut balas
62
Asti Menutut Balas
63
Hari Mencekam
64
Teror pocong
65
23 Tahun kemudian
66
Bertemu kembali
67
Tuntutan dendam Nala
68
Teror di mulai
69
tanah kelahiran
70
Pulang ke rumah
71
Sidang pertama
72
Kemunculan Kuntilanak merah
73
Mulainya teror
74
Kejanggalan
75
Gagal
76
Menuntut Tumbal nyawa
77
Gangguan 1
78
Tumbal
79
Rombongan
80
Perlawanan
81
pemgusiran
82
Pulang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!