Penjaga

"Pantas saja apa mas?"Tanya Yono penuh penasaran.

"Hahhhh."Mas Rahmat menghela nafasnya dengan sangat panjang karena merasa malas membahas masalah ini! namun melihat expresi wajah penasaran dari tamunya itu membuat Mas Rahmat mau tidak mau harus membongkar juga Penyakit yang di deritanya selama ini. "Saya akan cerita terlebih dahulu soal kekurangan saya, Apa mas Yono mau mendengarkannya?"Tanya mas Rahmat guna memastikan terlebih dahulu.

"Monggo mas silahkan, Sekalian cerita-cerita biar saya tidak mati penasaran!" Banyol Yono dengan tertawa cekikikan. Dasarnya Yono ini memang anak yang humoris.

"Saya itu memiliki kekurangan di mana saya bisa melihat mahluk-mahluk lain Yang ada di sekitar kita mas!"Ucap Mas Rahmat memulai ceritanya.

"Lah harusnya mas itu bersyukur di kasih mata bisa melihat! coba orang-orang yang buta itu? mereka pengen bisa melihat mas, tapi GK bisa."Jawab Yono salah paham.

Mas Rahmat sampai menepuk jidat karena menyadari jika Yono tidak memahami maksud dari kata-katanya tadi! "Mas masalah paham. Yang saya maksud bukan itu, maksud saja adalah saya bisa melihat mahluk tidak kasap mata seperti jin dan sejenisnya!"Ucap Mas Rahmat menjelaskan.

Glek

Yono menelan ludahnya dengan sangat kasar ketika mulai memahami kemana arah cerita Rahmat saat ini! Bahkan Yono sampai merapatkan tubuhnya ke arah Rahmat karena sedikit merasa ketakutan saat itu juga."Mas ini Jangan mengada-ada ya? saya ini orangnya penakut mas!"Ucap Yono dengan menatap sekelilingnya, memastikan jika tidak ada apa-apa di sana.

"Jangan takut mas, Di dunia ini tidak ada yang perlu di takuti selain Allah SWT. Kalau mas takut sama setan dan jin ataupun apalah sejenisnya itu, mereka malah akan semakin mengganggu mas Yono!"Ucap Mas Rahmat penuh keyakinan.

"Astaghfirullah, Ampunilah Hambamu ini ya Allah!"Ujar Yono dengan menutup wajahnya menggunakan Kedua tangannya. Ia mengusap kasar wajahnya setelah menyadari kesalahannya yang malah takut kepada setan seakan melupakan bahwa ada Tuhan yang senang tiasa melindungi dirinya."Oh iya mas, Jika boleh saya tau memangnya apa Maksud dari ucapan mas yang mengatakan dalam tanda kutip Pantas saja, ketika saya bercerita soal asal usul saya tadi!"Tanya Yono dengan penuh penasaran.

"Oh itu."Ucap Mas Rahmat dengan tersenyum,"Begini mas, tadi saya lihat saat ketemu sama mas dan mas Agus saat di lereng gunung. Saya melihat ada sosok Kakek berpakaian Jawa tak jauh dari mas Yono berdiri dengan membopong mas Agus. Awalnya saya pikir beliau manusia biasa yang tidak sengaja ada di sana, namun setelah saya amati nyatanya beliau bukan lah sosok manusia melainkan Jin. lebih tepatnya jin yang bertugas mengawal seseorang, biasanya jin itu di dapat dari seseorang yang memiliki nenek moyang yang pernah membuat perjanjian dengan mahluk itu!"Terang mas Rahmat.

Deg.

"Maksud mas Rahmat tadi kami di ikuti sosok Jin itu begitu?"Ucap Yono seraya bergidik ngeri, Ia sampai memandangi sekitar karena takut jika sewaktu-waktu jin yang di katakan mas Rahmat muncul di hadapannya.

Mas Rahmat yang melihat ada sorot ketakutan di mata Yono pun mulai buka suara, agar Tamunya tidak merasa tertekan ataupun ketakutan seperti saat ini. "Mas Yono ini baru saja istighfar meminta ampun pada Allah beberapa menit tadi, eh lakok sekarang mulai lagi paranoidnya!"Sindir mas Rahmat dengan geleng-geleng Kepala.

"Ye Manusiawi mas jika saya ketakutan, namanya juga manusia yang lemah imannya!"Sindir Yono dengan tersenyum masam. Bukan tanpa alasan Yono bicara demikian, karena dirinya baru saja mengalami kejadian yang kurang mengenakan yang berakibat hilangnya satu sahabatnya yang bernama Barata dan Jatuh pingsannya Agus.

"Iya-iya mas, maka dari itu pentingnya kita mendekatkan diri pada yang maha kuasa!"Ucap Mas Rahmat memberi wejangan."Oh iya mas, apa boleh saya bertanya? tapi sebelumnya saya mohon maaf jika pertanyaan saja sedikit sensitif."Ucap Mas Rahmat dengan penuh kehati-hatian.

Yono yang masih setia menunggu mas Rahmat selesai bicara pun tak segan langsung menganggukkan kepalanya tanda setuju.

"Apa mas Yono selalu sholat?" Tanya Rahmat Ragu-ragu.

Yono yang mendengar pertanyaan Rahmat pun tertawa garing karena merasa malu."Hehe sejujurnya saya jarang sholat mas, suka bolong-bolong lebih tepatnya!"Ucap Yono dengan menyengir kuda.

"Pantes."Gumam mas Rahmat dengan menggelengkan kepala.

"Apanya yang pantes mas?"Tanya Yono dengan expresi bingung.

"Heheh Pantes iman mas lemah!"Sindir Rahmat dengan tertawa renyah.

"CK. Mas Rahmat bisa saja, saya jadi malu!"Ucap Yono dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Mas tidak di ganggu oleh Jin wanita penunggu gunung karena mas di jaga oleh Kodam yang di berikan oleh Kakek buyut mas Yono."Ucap Mas Rahmat Spontan pada akhirnya.

Jederrrrr

Bak di sambar petir di siang bolong

Jantung Yono bergemuruh hebat, Apalagi ucapan mas Rahmat tadi terucap berbarengan dengan kilatan dan Sambaran petir sama seperti saat sebelum Sahabatnya Barata menghilang."Haduh mas, jangan nakut-nakutin saya to mas? mana ada saya punya kodam-Kodaman seperti itu mbok Yo kalau ngomong di pikir-pikir dulu."Sewot Yono tak terima.

"Terimakasih mas saja mau percaya atau tidak, yang jelas saya sudah ngomong jujur sesuai penglihatan saya! lagi pula Kodam Mbah buyut mas juga ada di samping mas saat ini!

brak

Yono terlonjak kaget dengan keterangan yang di ucapkan mas Rahmat barusan. Entah benar atau tidak ucapan Pria itu tapi Yono memang sejak tadi merasa merinding dan seperti di awasi oleh seseorang tapi tidak tau siapa? karena memang saat ini dirinya hanya berdua dengan mas Rahmat saja.

"Nah kan, sampean ketakutan?"Sindir mas Rahmat dengan tersenyum puas.

Sementara Itu di dalam Hutan Barata yang masih mengira dirinya di alam nyata dan masih merasa jika baru beberapa menit saja meninggal tenda, tengah sibuk mengikuti ke arah mana wanita yang di lihatnya pergi. "Duh kok aneh ya? malam-malam begini ada perempuan keluyuran di tengah hutan memangnya lagi nyariin apa? Bukannya bahaya jika perempuan keluar sendiri malam-malam begini? Apa dia itu termasuk seorang Pendaki yang memang berniat mendaki sendiri? la tapi kok dia gak bawa apa-apa ya?"Ucap Barata bergumam sendiri sembari menggaruk-garuk Tengkuknya yang terasa gatal karena gigitan nyamuk hutan.

Plak

"Astaghfirullah."Ucap Barata sampai terlonjak kaget. sedangkan akhirnya ia memutuskan menengok kebelakang untuk melihat siapa yang tadi menepuk pundaknya.

Deg

Betapa kagetnya Barata ketika melihat perempuan tadi sudah berdiri di belakangnya dengan menutup kedua telinganya mengunakan tangan. "Aneh kenapa perempuan ini ada di sini? Bukanya tadi dia ada di depan?Lalu kenapa dia menutup telinganya dengan kedua tangannya?"Segala macam pertanyaan pun singgah di benak Barata yang masih sangat penasaran sekaligus kaget melihat wanita tadi sudah ada di belakangnya.

Bersambung......

Episodes
1 Awal mula Legenda Kuntilanak Merah
2 Legenda kuntilanak merah
3 Pencarian
4 Pencarian 2
5 Penjaga
6 Asti Prameswari
7 Pernikahan dengan Jin
8 Bertemu kembali
9 Sosok penjaga Yono
10 Penjelasan perihal kodam
11 Naik jabatan
12 Iri
13 Ingin mengungkapkan kebenaran
14 Sekalinya setan tetaplah setan
15 Tipuan
16 Pohon kembar
17 Perjanjian
18 Kepergian adik Agus secara mendadak
19 Korban pertama
20 Mencari titik terang
21 Chapter 21
22 Menikah lagi
23 Gangguan
24 Awal gangguan
25 Kerasukan
26 Ancaman
27 Tumbal
28 Cekcok
29 Kecelakaan
30 Korban ke 2
31 Battle
32 Kecurigaan Ustadz Hanif
33 Mencari pertolongan
34 Jiwa yang tertawan
35 Nunik jadi Kuntilanak
36 Bisikan Lirih
37 Kasihan Nunik
38 Siapa Nala?
39 Ku ambil hakKu
40 Ku ambil hakku
41 Menantu yang baik
42 Kepulangan dedek bayi
43 Kemunculan Kuntilanak merah di pemakaman
44 Ayu pulang benarkah?
45 Ayu atau asti
46 Air Darah
47 Kemunculan Ayu
48 Teror di mulai
49 Keresahan warga
50 Emosi
51 Keresahan warga mengenai kemunculan Kuntilanak merah
52 Keresahan Warga part 2
53 Teror Asti
54 Poling
55 Gentayangan
56 Menghantui warga
57 Dendam Barata
58 Kelainan Jiwa
59 Hutang nyawa di bayar dengan nyawa pula
60 Firasat
61 Menutut balas
62 Asti Menutut Balas
63 Hari Mencekam
64 Teror pocong
65 23 Tahun kemudian
66 Bertemu kembali
67 Tuntutan dendam Nala
68 Teror di mulai
69 tanah kelahiran
70 Pulang ke rumah
71 Sidang pertama
72 Kemunculan Kuntilanak merah
73 Mulainya teror
74 Kejanggalan
75 Gagal
76 Menuntut Tumbal nyawa
77 Gangguan 1
78 Tumbal
79 Rombongan
80 Perlawanan
81 pemgusiran
82 Pulang
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Awal mula Legenda Kuntilanak Merah
2
Legenda kuntilanak merah
3
Pencarian
4
Pencarian 2
5
Penjaga
6
Asti Prameswari
7
Pernikahan dengan Jin
8
Bertemu kembali
9
Sosok penjaga Yono
10
Penjelasan perihal kodam
11
Naik jabatan
12
Iri
13
Ingin mengungkapkan kebenaran
14
Sekalinya setan tetaplah setan
15
Tipuan
16
Pohon kembar
17
Perjanjian
18
Kepergian adik Agus secara mendadak
19
Korban pertama
20
Mencari titik terang
21
Chapter 21
22
Menikah lagi
23
Gangguan
24
Awal gangguan
25
Kerasukan
26
Ancaman
27
Tumbal
28
Cekcok
29
Kecelakaan
30
Korban ke 2
31
Battle
32
Kecurigaan Ustadz Hanif
33
Mencari pertolongan
34
Jiwa yang tertawan
35
Nunik jadi Kuntilanak
36
Bisikan Lirih
37
Kasihan Nunik
38
Siapa Nala?
39
Ku ambil hakKu
40
Ku ambil hakku
41
Menantu yang baik
42
Kepulangan dedek bayi
43
Kemunculan Kuntilanak merah di pemakaman
44
Ayu pulang benarkah?
45
Ayu atau asti
46
Air Darah
47
Kemunculan Ayu
48
Teror di mulai
49
Keresahan warga
50
Emosi
51
Keresahan warga mengenai kemunculan Kuntilanak merah
52
Keresahan Warga part 2
53
Teror Asti
54
Poling
55
Gentayangan
56
Menghantui warga
57
Dendam Barata
58
Kelainan Jiwa
59
Hutang nyawa di bayar dengan nyawa pula
60
Firasat
61
Menutut balas
62
Asti Menutut Balas
63
Hari Mencekam
64
Teror pocong
65
23 Tahun kemudian
66
Bertemu kembali
67
Tuntutan dendam Nala
68
Teror di mulai
69
tanah kelahiran
70
Pulang ke rumah
71
Sidang pertama
72
Kemunculan Kuntilanak merah
73
Mulainya teror
74
Kejanggalan
75
Gagal
76
Menuntut Tumbal nyawa
77
Gangguan 1
78
Tumbal
79
Rombongan
80
Perlawanan
81
pemgusiran
82
Pulang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!