Sosok penjaga Yono

...🔥🔥🔥🔥🔥...

"Kamu benar-benar Barata Kan?"Ucap Yono pada akhirnya. tapi aneh, kenapa sikap Yono seakan menjaga jarak dengan Barata? terlihat dari gerak geriknya yang berjalan mundur guna menjauh dari sahabatnya. Nampaknya Yono sedikit sangsi jika Pria yang ada di depannya saat ini benar-benar sahabatnya! mengingat tadi saja ada seseorang yang ia kenali tiba-tiba saja menghilang dari hadapannya.

"Apa maksudmu?" Ucap Barata Dengan expresi bingung, jelas-jelas yang berdiri saat ini adalah dirinya, tapi kenapa Yono seakan takut padanya?"Pikir Barata.

"Jika kau memang Barata, coba jelaskan di mana asalmu?" Ceplos Yono melempar pertanyaan guna meyakinkan dirinya jika yang bersamanya saat ini adalah Sahabatnya, buka setan yang menyamar seperti mas Rahmat tadi.

"CK. kau ini ribet sekali? Aku malas menanggapi ocehan mu. jika kau tidak kenal padaku maka aku pulang sendiri saja!" Sewot Barata dengan membalikkan tubuhnya guna berlalu dari tempat itu untuk mencari jalan pulang.

Yono yang takut di tinggal sendirian ikut berlari mengikuti Barata, niat hati ingin mengetes Pria itu malah gagal total karena rasa takutnya sendiri. ia sudah yakin dengan sangat jika pria yang ada di sampingnya saat ini benar-benar sahabatnya yang bernama Barata, terlihat dari sifatnya yang tidak sabaran sudah menjadi bukti kongkrit jika pria itu adalah Barata Adiputra. "Tunggu aku, jangan cepat-cepat dong jalannya?" Ucap Yono sembari meraih pundak sahabatnya.

"Habisnya kau itu lelet sekali seperti siput. di mana tenda kita? sejak tadi aku mencarinya tidak ketemu- ketemu, apa sudah kalian bongkar ya?"Cecar Barata pada akhirnya. Ia sedikit kesal, sejak ia keluar dari alam istri gaibnya ia tidak menemukan tenda mereka. Barata pikir teman-teman sudah naik ke atas gunung mengingat saat dia keluar hari sudah terang menjelang pagi. Ya tanpa sepengetahuan Barata nyatanya ia sudah menghilang lebih dari satu Minggu, tepatnya 8 hari hitungan di dunia nyata. sedangkan hitungan di dunia gaib itu baru 1 jam saja, aneh memang tapi itu faktanya."Padahal baru aku tinggal keluar satu jam saja tapi kalian sudah pergi duluan."

Deg

karena kaget, Yono sampai menghentikan langkahnya. ia menatap punggung Barata yang berjalan menjauh darinya saat ini dengan perasaan campur aduk, bingung bercampur ngeri itu yang ia pikirkan.

Barata yang menyadari tidak ada jawaban dari sahabatnya pun ikut memutuskan menghentikan langkahnya. sekilas ia menengok ke sampingnya namun tidak mendapati siapapun di sana, lalu ia memutuskan menengok kebelakang dan betapa kagetnya ia saat melihat Yono nampak mematung di sana. "CK dasar bocah gemblong, sejak tadi di ajak bicara malah sibuk melamun di sana? awas saja kesambet baru tau rasa!" Ucap Barata sewot. walau merasa sebal ia tetap saja berjalan menghampiri sahabatnya yang sejak tadi bertingkah aneh menurutnya.

Setelah sampai di depan Yono, Barata menggerakkan tangannya di depan mata sahabatnya itu beberapa kali, namun tetap saja tidak mendapatkan respon apapun dari sahabatnya itu. tak patah arang Barata mencoba menjitak kening sahabatnya itu dengan jari telunjuknya.

Pletak

"Auuuu" Pekik Yono yang baru tersadar dari lamunannya setelah merasakan sakit di keningnya akibat ulah Barata.

"Sukur" Umpat Barata sedikit kesal.

"Ya ampun ta ta, kamu ini tega sekali?"Sindir Yono dengan mengusap keningnya yang terasa perih.

"Siapa suruh melamun begitu? bukannya kamu sendiri yang selalu bilang jika di larang melamun magrib-magrib begini?"Cibir Barata tak mau kalah, ia kembali melangkahkan kakinya untuk pergi dari sana. berharap Yono pun mengikutinya dari belakang."Cepat, kalau kamu lambat begitu maka akan aku tinggal!" Imbuh Barata lagi.

Yono langsung berlari sekuat tenaga untuk mengimbangi langkah kaki Barata yang sangat cepat. "Sial kau ini niat mengerjaiku ya? bisa tidak pelan kan jalanmu itu!" Umpat Yono sedikit kesal, namun tetap saja ia berjalan mengimbangi langkah Barata.

"Husss jangan berisik, sudah ikuti aku saja.!" Ucap Barata yang nampak seperti menyembunyikan sesuatu darinya tapi apa? Yono sangat penasaran sebenarnya, tapi nanti saja ia akan bertanya setelah sampai di pos pendakian.

Singkat cerita, kedua orang Pria yang tadi sempat berdebat di jalan kini sudah ada di Depan Pos Mas 1 yang tadi sempat di ceritakan Yono kepada Barata. Seluruh orang yang ada di sana nampak terheran karena orang yang mereka sudah nyatakan Hilang dan di anggap meninggal nyatanya kini berada di hadapan mereka. seluruh awak media yang meliput tentang pencarian pendaki yang hilang pun di buat geger dengan kemunculan tiba-tiba Pendaki yang sudah di nyatakan hilang di depan mereka saat ini.

Tidak mau kehilangan berita yang menghebohkan dan sangat langka ini, seluruh awak media langsung mengerubungi Barata dan juga Yoni yang baru saja tiba dan menyapa mereka. Yono yang kebingungan sekilas melihat mas Rahmat ada di tengah-tengah kerumunan bersama Tim SAR yang tadi sempat membantunya mencari Barata.

"Loh itu bukanya mas Rahmat?"Batin Yono penuh penasaran. Ia mengucek beberapa kali matanya guna memastikan jika yang dia lihat benarlah mas Rahmat. Tapi aneh, kenapa baju mas rahmat nampak berbeda pikirnya?."Ah mungkin saja mas Rahmat sudah mengganti bajunya" Gumam Yono.

Mereka berdua nampak kewalahan menanggapi pertanyaan yang di berikan oleh para wartawan. terutama Yono, ia nampak sudah tidak bertenaga. padahal yang baru saja hilang itu adalah Barata, tapi lucunya malah Yono yang merasa lelah.

"Maaf permisi, sepertinya teman saya sedang tidak baik-baik saja!" Ucap Barata yang sempat melihat Yono nampak sedikit mual dan wajahnya pucat pasi. ia rasa keteranganya yang ia berikan pada awak media soal menghilangnya dirinya pun sudah cukup jelas. awalnya ia kaget jika nyatanya ia sudah pergi lebih dari 8 hari. padahal setahunya ia baru pergi sekitar 1 jaman, entah apa yang sebenarnya terjadi ia tidak paham. tapi yang pasti nanti ia akan bertanya ke pada sahabatnya setelah ini.

Belum sempat Barata bisa membawa Yono keluar dari kerumunan,nyatanya Yono sudah tumbang duluan karena pingsan.

Bruk

"Yon" Teriak Barata yang melihat Tubuh Yono jatuh ke tanah berbarengan dengan Mas Rahmat yang tiba-tiba saja berlari ke arah mereka.

Versi Barata Yono hanya pingsan biasa. namun versi mas Rahmat Yono tidak sadarkan diri karena mahluk yang menempel pada tubuhnya keluar meninggalkan tubuh Yono yang secara tidak langsung adalah rumahnya. Kakek-kakek Tua yang di lihat Yono di tengah Hutan tadi adalah wujud bangsa Jin Penjaganya dari nenek moyangnya dulu, sementara yang menyamar menjadi mas Rahmat tadi adalah Jin yang sama seperti jin yang di nikahi oleh Barata. ia berniat menggoda Yono untuk di jadikan suaminya karena merasa iri dengan keberuntungan Adiknya yang bisa bersuamikan manusia. tapi sialnya, Pria yang ia pilih memiliki penjaga maka dari itu ia menghilang begitu saja ketika sosok kakek moyang Yono muncul untuk memperingati cucunya!

bersambung.....

Episodes
1 Awal mula Legenda Kuntilanak Merah
2 Legenda kuntilanak merah
3 Pencarian
4 Pencarian 2
5 Penjaga
6 Asti Prameswari
7 Pernikahan dengan Jin
8 Bertemu kembali
9 Sosok penjaga Yono
10 Penjelasan perihal kodam
11 Naik jabatan
12 Iri
13 Ingin mengungkapkan kebenaran
14 Sekalinya setan tetaplah setan
15 Tipuan
16 Pohon kembar
17 Perjanjian
18 Kepergian adik Agus secara mendadak
19 Korban pertama
20 Mencari titik terang
21 Chapter 21
22 Menikah lagi
23 Gangguan
24 Awal gangguan
25 Kerasukan
26 Ancaman
27 Tumbal
28 Cekcok
29 Kecelakaan
30 Korban ke 2
31 Battle
32 Kecurigaan Ustadz Hanif
33 Mencari pertolongan
34 Jiwa yang tertawan
35 Nunik jadi Kuntilanak
36 Bisikan Lirih
37 Kasihan Nunik
38 Siapa Nala?
39 Ku ambil hakKu
40 Ku ambil hakku
41 Menantu yang baik
42 Kepulangan dedek bayi
43 Kemunculan Kuntilanak merah di pemakaman
44 Ayu pulang benarkah?
45 Ayu atau asti
46 Air Darah
47 Kemunculan Ayu
48 Teror di mulai
49 Keresahan warga
50 Emosi
51 Keresahan warga mengenai kemunculan Kuntilanak merah
52 Keresahan Warga part 2
53 Teror Asti
54 Poling
55 Gentayangan
56 Menghantui warga
57 Dendam Barata
58 Kelainan Jiwa
59 Hutang nyawa di bayar dengan nyawa pula
60 Firasat
61 Menutut balas
62 Asti Menutut Balas
63 Hari Mencekam
64 Teror pocong
65 23 Tahun kemudian
66 Bertemu kembali
67 Tuntutan dendam Nala
68 Teror di mulai
69 tanah kelahiran
70 Pulang ke rumah
71 Sidang pertama
72 Kemunculan Kuntilanak merah
73 Mulainya teror
74 Kejanggalan
75 Gagal
76 Menuntut Tumbal nyawa
77 Gangguan 1
78 Tumbal
79 Rombongan
80 Perlawanan
81 pemgusiran
82 Pulang
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Awal mula Legenda Kuntilanak Merah
2
Legenda kuntilanak merah
3
Pencarian
4
Pencarian 2
5
Penjaga
6
Asti Prameswari
7
Pernikahan dengan Jin
8
Bertemu kembali
9
Sosok penjaga Yono
10
Penjelasan perihal kodam
11
Naik jabatan
12
Iri
13
Ingin mengungkapkan kebenaran
14
Sekalinya setan tetaplah setan
15
Tipuan
16
Pohon kembar
17
Perjanjian
18
Kepergian adik Agus secara mendadak
19
Korban pertama
20
Mencari titik terang
21
Chapter 21
22
Menikah lagi
23
Gangguan
24
Awal gangguan
25
Kerasukan
26
Ancaman
27
Tumbal
28
Cekcok
29
Kecelakaan
30
Korban ke 2
31
Battle
32
Kecurigaan Ustadz Hanif
33
Mencari pertolongan
34
Jiwa yang tertawan
35
Nunik jadi Kuntilanak
36
Bisikan Lirih
37
Kasihan Nunik
38
Siapa Nala?
39
Ku ambil hakKu
40
Ku ambil hakku
41
Menantu yang baik
42
Kepulangan dedek bayi
43
Kemunculan Kuntilanak merah di pemakaman
44
Ayu pulang benarkah?
45
Ayu atau asti
46
Air Darah
47
Kemunculan Ayu
48
Teror di mulai
49
Keresahan warga
50
Emosi
51
Keresahan warga mengenai kemunculan Kuntilanak merah
52
Keresahan Warga part 2
53
Teror Asti
54
Poling
55
Gentayangan
56
Menghantui warga
57
Dendam Barata
58
Kelainan Jiwa
59
Hutang nyawa di bayar dengan nyawa pula
60
Firasat
61
Menutut balas
62
Asti Menutut Balas
63
Hari Mencekam
64
Teror pocong
65
23 Tahun kemudian
66
Bertemu kembali
67
Tuntutan dendam Nala
68
Teror di mulai
69
tanah kelahiran
70
Pulang ke rumah
71
Sidang pertama
72
Kemunculan Kuntilanak merah
73
Mulainya teror
74
Kejanggalan
75
Gagal
76
Menuntut Tumbal nyawa
77
Gangguan 1
78
Tumbal
79
Rombongan
80
Perlawanan
81
pemgusiran
82
Pulang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!