Legenda kuntilanak merah

...⚡⚡⚡⚡⚡...

Yono nampak melamun, Sudah 3 hari mereka mencari Barata namun tak kunjung ketemu juga. Mereka sudah Pasrah. perbekalan mereka sudah habis namun Barata tidak ada tanda-tanda akan batang hidungnya.

"Yon gimana ini?"Seru Agus dengan nelangsa. Ia dan Yono tengah duduk di bawah pohon besar yang 3 hari lalu sempat tersambar petir sebelum menghilangnya Barata."Aku heran, kok bisa ya tiba-tiba Barata hilang bak di telan bumi. Atau jangan-jangan Dia di gondol kalong Wewe apa?"

"Hus sembarangan kalau bicara!"Protes Yono dengan celingak-celinguk mengamati sekitarnya. "Kamu itu kalau ngomong jangan asal ya? Aku sebenarnya juga sudah Curiga Dari awal hilangnya Barata itu nampak aneh.tapi aku tidak bisa memastikan." Ucap Yono sembari menyandarkan punggungnya ke pohon besar yang ada di belakangnya.

"Trus gimana?" Jujur saja aku sudah lelah, Apalagi bekal makanan kita hanya cukup sampai Besok pagi." Ucap Agus dengan kesal.

Cit_____Cit____Cit

"Eh Yon kamu dengar gak?" Ucap Agus dengan menajamkan pendengarannya. tangannya ia letakkan di belakang telinganya.

"Apa?"

"Itu kayak suara Ayam."Ucap Agus dengan berdiri dari duduknya guna mencari keberadaan Ayam yang tadi ia dengar."Ayo Yon kita cari ayamnya, Lumayan Kan buat bekal makan!" Ucap Agus dengan tersenyum senang. Ia tidak sabar menangkap anak ayam yang sudah membuat perutnya keroncongan, lumayan bisa di bakar nanti malam.

"Hus Gak baik nangkap ayam malam-malam Gus. Lagi pula apa kamu yakin itu beneran ayam?"Kesal Yono,

"Yee ini baru Jam setengah 6 Gus belum malam. Yok keburu ayamnya jauh Yon!"Kini giliran Agus yang kesal karena sahabatnya yang bernama Yono itu nampak Malas-malasan.

"Sini deh tak kasih tau!"Ucap Yono sembari berbisik.

"Apa sih?"

"Sini"Ucap Yono sembari Melambaikan tangannya, kode agar sahabatnya yang bernama Agus mau mendekat padanya.

Dengan Malas Agus akhirnya menghampiri Yono yang tengah duduk di bawah pohon, lalu duduk di sampingnya."Apa cepat katakan?"Cecar Agus pada ahirnya.

"Kamu ingat gak legenda Yang ada di Gunung ini Gus?" Ucap Yono dengan berbisik, sebenarnya ia tidak mau membahas soal ini. Tapi karena Sahabatnya itu ngeyel ingin menangkap Ayam membuatnya jadi ingat akan sesuatu.

"Legenda, Legenda apa? Ini sudah modern Yon, kamu masih aja percaya sama Legenda!" Cibir Agus dengan geleng-geleng kepala.

"Ye kamu itu jangan salah, walau ini di bilang legenda tapi nyatanya sudah banyak korbannya. kita kan tidak tau hari Apes itu seperti apa, jadi jangan suka menyepelekan!" Kesal Yono pada Akhirnya.

"Ya ya ya, memangnya legenda apa yang ingin kau bicarakan?" Ucap Agus dengan penasaran.

"Legenda Kuntilanak Merah."

Deg

Jantung Agus berdetak lebih cepat dari pada biasanya, entah kenapa Mendengar apa yang di ucapkan sahabatnya itu membuatnya sedikit gemetar. "Kamu jangan nakut-nakutin Yon, Gak lucu tau."Cibir Agus.

"Aku gak nakut-nakutin, dengerin makanya biar jelas." Ucap Yono sembari melambaikan tangannya agar Agus lebih mendekat padanya.

Mau tidak mau Agus mendekatkan telinganya pada sang sahabat, sebenarnya ia juga cukup penasaran dengan legenda itu. Katanya setiap pendaki yang hilang di gunung ini karena ulah mereka, si kuntilanak merah. Mereka suka membuat para pendaki tersesat hingga mereka terpisah dari rombongannya.

"Katanya jika ada suara anak ayam itu pertanda jika si Kunti merah sedang ada di dekat kita Gus!" Ucap Yono dengan berbisik.

Agus langsung menjauhkan kepalanya dari sisi Yono serta menatap sahabatnya itu dengan tajam. Namun sedetik kemudian ia tertawa sumbang dengan bertepuk tangan. "Hahahaha Kau percaya itu? Kau itu berpendidikan tapi percaya dengan cerita legenda seperti itu?"

"Hus, di bilangin jangan berisik!" Ucap Yono sembari menatap sekitar, ia tau ini sudah waktu masuk magrib, dengan tergesa ia berusaha bangkit dari duduknya guna masuk ke dalam tenda.

"Hei kau mau kemana?" Teriak Agus tak terima di tinggal begitu saja oleh sahabatnya.

Yono tak menggubris ucapan Agus, yang jelas ia mau cari aman saja dengan masuk tenda. Ia trauma dengan hilangnya Barata, jadi alangkah lebih baiknya berdiam diri di tenda seperti kata orang tua."Jika magrib pulang kerumah, tutup pintu dan jendela. Pamali jam seperti itu di luar jika bukan karena terpaksa." Ia memegang teguh Prinsip yang di ajarkan oleh orang tuanya sejak kecil, bahwa aturan itu di buat pasti ada alasannya.

Agus yang di abaikan, akhirnya memilih mengikuti Yono masuk ke dalam tenda walau jujur saja hatinya sangatlah kesal. Niatnya berburu ayam terpaksa ia urungkan demi ingin mendengar lanjutan cerita dari sahabatnya mengenai legenda Kuntilanak Merah. Jujur saja ia sangatlah penasaran, bagaimana awal Mula legenda itu muncul.

Sesampainya Agus di dalam tenda, ia mendapati Yono sudah bergulung selimut di dalam sana. "CK bangun!" Kesal Agus dengan menepuk bokong Yono sedikit keras.

"CK. Sialan sakit tau!"Umpat Yono dengan mengelus bokongnya yang terasa kebas.

"Siapa suruh magrib-magrib malah tidur. Magrib itu duduk! Zikir kalau perlu. Sholat gih!"Ucap Agus sok bijak.

"Heleh kesambet Setan apa ini bocah? Bukanya tadi kamu tidak percaya takhayul, kenapa sekarang jadi ceramah?" Cibir Yono sembari menjulurkan lidah kesal.

"Halah malah ngajak debat!"Protes Agus dengan menarik tangan sahabatnya itu agar duduk. Berhasil, Yono akhirnya duduk dengan tenang di hadapannya."Cepat ceritakan asal mula Legenda Kuntilanak itu."Ucap Agus tak sabaran.

"CK. Aku tidak terlalu paham soal itu. yang jelas, dulu bapakku pernah bilang katanya di hutan gunung ini itu terdapat kerajaan gaib yang penghuninya berjenis kelamin perempuan. Dan mereka di pimpin oleh seorang raja dengan keturunan yang memiliki Jubah merah. cara kasarnya seperti kasta, jika bangsawan warnanya merah. Jika rakyat jelata berwarna putih."Ucap Yono sembari mendesah pelan. Ia menjeda ceritanya sejenak."Mereka juga seperti manusia yang ingin menikah, jika ada yang dapat memperistri mereka maka akan kaya raya dalam hidupnya. Maka dari itu bangsa mereka suka memperdaya manusia dengan harta agar mau menikahi mereka dan secara tidak langsung menukar jiwa mereka untuk harta. Legendanya banyak sekali pria dari bangsa manusia yang menjadi tumbal godaan harta para kuntilanak ini. Tapi belum Puas mereka menikmati harta pesugihannya banyak yang mati!"Ucap Yono menyudahi ceritanya.

"Terus kenapa mereka mati? Apa karena tidak ngasih tumbal?" Cecar Agus, ia kira jika pesugihan kuntilanak memiliki sistem yang sama dengan yang lainnya.

"Katanya sih jika sudah menikahi salah satu dari mereka (Kuntilanak), kita tidak boleh menikah dengan bangsa manusia. jika kita melakukannya maka sama saja kita Mengkhianati mereka!" Ucap Yono.

"Jadi maksudmu kuntilanak itu cemburu begitu?" Cibir Agus dengan tertawa sumbang.Menurut Agus cerita Yono itu tidak masuk akal.

Diar⚡⚡ ⚡ ⚡

Srek srek srek

Tiba-tiba petir menyambar dan hujan deras seketika membuat kedua pria itu terjungkal kaget dan bersembunyi di dalam selimut mereka.

"Suara apa itu?" Suara Agus pelan.

"Tuh kan aku bilang apa? Jangan sembarang bicara. Mau tidak percaya nyatanya kita memang hidup berdampingan dengan bangsa mereka!" Ucap Yono lirih. Ia sungguh kesal setengah mati dengan sikap Agus yang nampak biasa saja seperti tidak punya dosa.

"Heleh bilang aja kamu takut! Sini suruh menampakkan diri. Aku tidak takut." Ucap Agus jumawa hingga tiba-tiba petir menyambar untuk kedua kalinya.

⚡⚡⚡ jeder.

Huss💨💨💨 angin berhembus cukup kencang menerpa tenda mereka, jelas saja Yono dan Agus kelabakan karena tenda mereka seperti akan terangkat tembang.

Di saat suara angin bergemuruh, Di sana pula terdengar samar-samar seperti suara seseorang menerapkan mereka.

HIHIHIHIHIHI

Sontak keduanya semakin ketakutan dan memilih membungkus tubuh mereka di dalam selimut sampai pagi dan hujan mereda.

Episodes
1 Awal mula Legenda Kuntilanak Merah
2 Legenda kuntilanak merah
3 Pencarian
4 Pencarian 2
5 Penjaga
6 Asti Prameswari
7 Pernikahan dengan Jin
8 Bertemu kembali
9 Sosok penjaga Yono
10 Penjelasan perihal kodam
11 Naik jabatan
12 Iri
13 Ingin mengungkapkan kebenaran
14 Sekalinya setan tetaplah setan
15 Tipuan
16 Pohon kembar
17 Perjanjian
18 Kepergian adik Agus secara mendadak
19 Korban pertama
20 Mencari titik terang
21 Chapter 21
22 Menikah lagi
23 Gangguan
24 Awal gangguan
25 Kerasukan
26 Ancaman
27 Tumbal
28 Cekcok
29 Kecelakaan
30 Korban ke 2
31 Battle
32 Kecurigaan Ustadz Hanif
33 Mencari pertolongan
34 Jiwa yang tertawan
35 Nunik jadi Kuntilanak
36 Bisikan Lirih
37 Kasihan Nunik
38 Siapa Nala?
39 Ku ambil hakKu
40 Ku ambil hakku
41 Menantu yang baik
42 Kepulangan dedek bayi
43 Kemunculan Kuntilanak merah di pemakaman
44 Ayu pulang benarkah?
45 Ayu atau asti
46 Air Darah
47 Kemunculan Ayu
48 Teror di mulai
49 Keresahan warga
50 Emosi
51 Keresahan warga mengenai kemunculan Kuntilanak merah
52 Keresahan Warga part 2
53 Teror Asti
54 Poling
55 Gentayangan
56 Menghantui warga
57 Dendam Barata
58 Kelainan Jiwa
59 Hutang nyawa di bayar dengan nyawa pula
60 Firasat
61 Menutut balas
62 Asti Menutut Balas
63 Hari Mencekam
64 Teror pocong
65 23 Tahun kemudian
66 Bertemu kembali
67 Tuntutan dendam Nala
68 Teror di mulai
69 tanah kelahiran
70 Pulang ke rumah
71 Sidang pertama
72 Kemunculan Kuntilanak merah
73 Mulainya teror
74 Kejanggalan
75 Gagal
76 Menuntut Tumbal nyawa
77 Gangguan 1
78 Tumbal
79 Rombongan
80 Perlawanan
81 pemgusiran
82 Pulang
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Awal mula Legenda Kuntilanak Merah
2
Legenda kuntilanak merah
3
Pencarian
4
Pencarian 2
5
Penjaga
6
Asti Prameswari
7
Pernikahan dengan Jin
8
Bertemu kembali
9
Sosok penjaga Yono
10
Penjelasan perihal kodam
11
Naik jabatan
12
Iri
13
Ingin mengungkapkan kebenaran
14
Sekalinya setan tetaplah setan
15
Tipuan
16
Pohon kembar
17
Perjanjian
18
Kepergian adik Agus secara mendadak
19
Korban pertama
20
Mencari titik terang
21
Chapter 21
22
Menikah lagi
23
Gangguan
24
Awal gangguan
25
Kerasukan
26
Ancaman
27
Tumbal
28
Cekcok
29
Kecelakaan
30
Korban ke 2
31
Battle
32
Kecurigaan Ustadz Hanif
33
Mencari pertolongan
34
Jiwa yang tertawan
35
Nunik jadi Kuntilanak
36
Bisikan Lirih
37
Kasihan Nunik
38
Siapa Nala?
39
Ku ambil hakKu
40
Ku ambil hakku
41
Menantu yang baik
42
Kepulangan dedek bayi
43
Kemunculan Kuntilanak merah di pemakaman
44
Ayu pulang benarkah?
45
Ayu atau asti
46
Air Darah
47
Kemunculan Ayu
48
Teror di mulai
49
Keresahan warga
50
Emosi
51
Keresahan warga mengenai kemunculan Kuntilanak merah
52
Keresahan Warga part 2
53
Teror Asti
54
Poling
55
Gentayangan
56
Menghantui warga
57
Dendam Barata
58
Kelainan Jiwa
59
Hutang nyawa di bayar dengan nyawa pula
60
Firasat
61
Menutut balas
62
Asti Menutut Balas
63
Hari Mencekam
64
Teror pocong
65
23 Tahun kemudian
66
Bertemu kembali
67
Tuntutan dendam Nala
68
Teror di mulai
69
tanah kelahiran
70
Pulang ke rumah
71
Sidang pertama
72
Kemunculan Kuntilanak merah
73
Mulainya teror
74
Kejanggalan
75
Gagal
76
Menuntut Tumbal nyawa
77
Gangguan 1
78
Tumbal
79
Rombongan
80
Perlawanan
81
pemgusiran
82
Pulang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!