Sakit perut

Pukul 16:30 di kampus

Lusi benar-benar melakukan apa yang Vinaya minta. Para petugas kepolisian dibantu tim SAR memeriksa tempat yang dimaksud Vinaya. Keenan merasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan gadis itu,pasalnya ia sudah cukup lama menjadi dosen di sana,dan tak pernah menemukan keanehan apapun. Memang di awal masuknya ia di universitas itu dua tahun yang lalu,telah terjadi kehilangan seorang mahasiswi. Desas desus yang ia dengar mahasiswi itu hilang entah kemana ,ada yang mengatakan pergi bersama pria ada pula yang mengatakan pindah dan semacam nya ,namun satu pun berita tersebut tak ada yang benar karena sampai saat ini keberadaan mahasiswi itu masih dipertanyakan. Namun ia sama sekali tak menyangka jika hilangnya mahasiswi itu karena telah menjadi korban pemerkosaan dan juga pembunuhan seperti yang dikatakan Vinaya.

Vinaya bersama beberapa anggota kepolisian sudah berada di ruangan perpustakaan. Gadis itu menunjuk pada lantai paling pojok yang nampak berbeda dari lantai lain nya. Lantai tersebut tidak menggunakan keramik padahal bagian lain memakai keramik.

"Kamu jangan bercanda deh,jangan aneh-aneh. Iya kalau bener,kalau enggak ada apa-apa kan kasihan mereka,berasa di prank "Ucap Keenan pada Vinaya

Gadis itu diam saja, sementara Lusi harap-harap cemas,ia pun sama merasa tak percaya dengan penuturan Vinaya,namun ia juga penasaran.

Beberapa saat kemudian proses penggalian pun segera dilakukan. Vinaya menoleh pada sosok wanita korban pemerkosaan dan pembunuhan. Sosok wanita itu nampak tersenyum pada Vinaya.

Baru sekitar sepuluh menitan penggalian,salah satu anggota tim SAR menemukan tulang belulang. Mereka semua terkejut hingga penggalian pun kembali dilakukan dengan hati-hati.

Lusi dan Keenan saling berpandangan,keduanya shock karena ternyata apa yang dikatakan Vinaya memanglah benar. Tak lama kemudian proses penggalian pun selesai dilakukan. Tim SAR memasukan seluruh tulang belulang itu ke dalam kantung jenazah. Tak hanya tulang yang ditemukan,sebuah ponsel android juga ditemukan. Namun karena sudah terlalu lama tertimbun ponsel tersebut pun mati,entah karena kehabisan daya atau karena rusak. Setelah itu polisi membawa penemuan nya itu ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi. Tempat itu pun dipasangi garis polisi untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Terima kasih " Ucap wanita itu tersenyum manis pada Vinaya

"Iya, sama-sama. Semoga setelah ini kamu bisa pergi dengan tenang " ucap Vinaya dengan berlinang air mata

Setelah itu wanita bernama Suciati itu pun menghilang seiring berpendar nya cahaya putih yang menyelimutinya.

"Di sini rupanya,kamu " Ucap Lusi yang baru saja datang

"Mah " lirih Vinaya seraya menghapus air mata nya

"Mama benar-benar tidak menyangka jika di kampus ini telah terjadi hal yang mengerikan. Semoga pelaku nya segera ditangkap. Rasanya tak rela jika pelakunya bisa lolos begitu saja " Ucap Lusi menahan emosi di hati nya

"Iya,semoga saja polisi bisa langsung menangkap nya" balas Vinaya

"Sekarang kita harus ke kantor polisi " Ajak Lusi yang diangguki Vinaya

Saat hendak beranjak gadis itu mengedarkan pandangan nya , seakan tahu apa yang dicari nya Lusi pun berkata," Keenan sudah berangkat duluan ke kantor polisi untuk memberikan keterangan nya " Ucap nya yang langsung diangguki Vinaya

Berangkat lah keduanya ke kantor polisi. Di sana mereka memberikan keterangan nya masing-masing,namun Vinaya tak mengatakan jika dirinya yang diberi penglihatan peristiwa itu. Gadis itu memberikan keterangan yang lebih masuk akal dan beruntung nya petugas polisi percaya saja dengan keterangan nya. Setelah selesai mereka pun memutuskan untuk pulang. Vinaya menolak saat Lusi mengajak nya ke restoran,gadis itu ingin makan di rumah saja. Sementara Keenan seperti biasa,pria itu tak pulang ke rumah orangtuanya melainkan ke rumah nya yang terletak di pinggiran kota.

"Kok,bisa ya tuh anak tahu di perpustakaan ada korban pembunuhan,aku aja yang udah lama di kampus gak nemuin apa-apa. Tapi memang iya sih banyak yang ngeluh kalau di perpustakaan horor,apa jangan-jangan hantu nya minta tolong padanya kaya di novel-novel gitu. Tapi ah,mana mungkin iya sih ,gak masuk akal banget,di dunia nyata mana ada yang begitu " Gumam Keenan di sepanjang perjalanan

Pria itu menghentikan laju mobil nya ketika melihat rumah makan. Saat itu perut nya memang keroncongan.

"Rame banget,pasti makanan nya enak-enak makanya bisa rame begini " Batin nya ketika ia memarkirkan kendaraan nya

Saat pria itu memasuki rumah makan tersebut,kondisi di sana memang sangat ramai sampai-sampai pembeli pun berdesakan mengantri.

"Gimana ini,mau balik kanan nanggung udah masuk,mau lanjut pasti lama ngantri nya,mana perut udah lapar maksimal ini" Keluh nya

Akhirnya setelah beberapa kali pertimbangan ,pria itu memutuskan untuk ikut mengantri,pikirnya sudah tidak mungkin lagi dia mencari tempat makan lain ,belum tentu di tempat yang lain makanan nya akan enak. Padahal dirinya saja belum tahu makanan di sana enak atau tidak,tapi melihat begitu ramai nya tempat makan itu membuat nya yakin jika makanan di sana sangat enak.

Beberapa saat kemudian,makanan pesanan nya pun jadi ,ia mencari tempat untuk dirinya makan. Setelah mendapatkan tempat duduk ,barulah ia menyantap makanan nya.

"Hm...beneran enak. Gak sia-sia ngantri lama kalau makanan nya seenak ini " gumam nya sambil terus menyantap makanan nya

Tanpa sepengetahuan nya,di samping nya sudah berdiri sosok wanita berambut panjang dengan lidah dan taring yang sama panjang nya. Saking panjang nya sampai hampir menyentuh lantai.

Sosok itu kemudian menggulung lalu memasukan lidah nya ke dalam kuah makanan yang sedang dinikmati Keenan. Air liur sosok itu mengalir deras memenuhi mangkuk. Keenan terus-terusan memuji rasa makanan itu tanpa ia tahu apa yang menyebabkan makanan itu terasa sangat nikmat.

Keesokan harinya

Vinaya sudah bersiap untuk pergi ke kampus. Tadinya Lusi sudah melarang Vinaya untuk pergi ke kampus mengingat kemarin gadis itu sempat pingsan. Namun Vinaya menegaskan jika dirinya baik-baik saja. Lusi pun akhirnya membiarkan saja Vinaya berangkat.

"Sudahlah,jangan terlalu mengekang nya,kasihan dia. Jangan biarkan dia tak nyaman bersama kita. Ingat tujuan kita " Ucap Herlambang pada istri nya

"Iya,aku masih ingat. Hanya gadis itu yang bisa melepaskan belenggu wanita itu terhadap Keenan" Sahut Lusi

Sementara itu Keenan yang baru saja sampai di kampus terlihat sangat lesu. Wajah nya sedikit pucat dengan sebelah tangan memegangi perut nya.

"Kenapa dari semalam perut aku sakit banget sih ,udah minum obat juga " Keluh nya

"Pagi pak...." Sapa salah satu mahasiswi

"Pagi "Balas Keenan singkat

"Selamat pagi pak Keenan. Anda sedang sakit ? Wajah nya pucat sekali " Sapa rekan dosen nya yang juga baru sampai

"Iya,nih. Perut dari semalam gak enak banget " Jawab Keenan apa adanya

"Ya ampun ,kalau begitu kenapa gak istirahat saja ? Bapak sudah periksa ke dokter ?" Tanya nya lagi

"Belum,baru minum obat saja. Gak apa-apa lah nanti juga sembuh. Kalau masih terasa sakit mau tidak mau ya pergi ke dokter solusinya " Ucap Keenan

Di saat Keenan dan rekan nya tengah mengobrol ,Vinaya baru saja turun dari mobil. Gadis itu melihat Keenan yang sedang berjalan sambil berbincang ,namun tak melihat wajah Keenan yang pucat. Gadis itu pun hanya melihat cuek dan selanjutnya berjalan menuju ruang kelas nya.

"Hai, Vin baru datang ?" Sapa Martin

Ia dan teman-temannya sudah lebih dulu sampai. Melihat Vinaya yang keluar dari mobil membuat mereka buru-buru menghampiri nya.

"Eh,Martin. Iya nih " Jawab Vinaya singkat

"Eh,guys katanya di ruang perpustakaan kemarin ditemukan mayat,mirisnya udah berupa tulang belulang. Serem banget kan " Cetus Suryo

"Masa sih ?" Martin yang belum mengetahui kabar tersebut merasa tak percaya

"Iya, beneran. Kalau gak percaya lihat saja sana,ada garis polisi juga " Sambung Randy

"Masa iya sih,jadi penasaran. Kita lihat yuk !" Ajak Jacob

"Yuk Vin,ikut !" Ajak Martin

"Enggak ah,aku mah langsung ke kelas saja. Duluan ya " Vinaya pun melenggang pergi meninggalkan Martin cs

"Jiah....malah pergi " Lirih Martin

Sementara itu, Keenan yang merasa perut nya semakin sakit merebahkan dirinya di sofa ruangan nya. Vinaya yang saat itu kebetulan melewati ruangan nya,melihat pintu yang tak ditutup rapat. Muncul keisengan nya untuk menjahili dosen nya tersebut. Gadis itu masih merasa kesal karena tuduhan pria itu. Saat hendak mengetuk pintu ia mendengar suara rintihan juga isakan dari dalam.

Gadis itu mengerutkan kening. Dengan celingukan kesana kemari Vinaya memberanikan diri untuk masuk.

"Permisi.....maaf saya masuk ya " Ucap nya pelan

Baru saja Vinaya masuk,gadis itu sudah dibuat melongo.

"Huhuhuu.....mama.... sakiittt...."

Bersambung.....

Terpopuler

Comments

Sry Handayani

Sry Handayani

pasti suara si keenan ituuh

2024-10-26

0

lihat semua
Episodes
1 Vinaya
2 Terhasut
3 Terusir
4 Bertemu ayah dan ibu
5 Tes Drive
6 Tangisan Aris
7 Bertemu Keenan
8 Membawa tas
9 Minta duit
10 Minta tolong
11 Pertama kuliah
12 Preman kampus
13 Perpustakaan kampus
14 Sakit perut
15 Terkejut
16 Pocong tak sabaran
17 Kesurupan massal
18 Pura-pura
19 Ke studio televisi
20 Cantik sih,...tapi horor
21 Pocong linglung
22 Sepakat
23 Mengerjai April
24 Fitnah
25 Rencana Vinaya
26 Menikah
27 Rumah Keenan
28 Gedung terbengkalai
29 Bertemu pak Rahmat
30 Bertemu lagi
31 Merasa tak asing
32 Memasak bersama
33 Menyesal
34 Gabungan tiga hantu
35 Vinaya baper
36 Dikira kesurupan
37 Meminta tolong
38 Perasaan tidak enak Keenan
39 Selamat
40 Tak sadar merindu
41 Hampir celaka
42 Bertemu Aminah (bibi Inah)
43 Bernegosiasi
44 Kedatangan Karina
45 Membantu Chaca
46 Kabar dari Triwul
47 Sebuah rencana
48 Acara kampus
49 Salah sasaran
50 Hati yang panas
51 Sosok buruk rupa
52 Melihat
53 Model internasional
54 Ancaman Karina
55 Satu kamar
56 Kemarahan Karina
57 Tamu
58 Bertemu Fadli
59 Keenan diculik
60 Mencari Keenan
61 Menyelamatkan Keenan
62 Hutan terlarang
63 Selamat
64 Penyesalan Fadli
65 April bunuh diri
66 Menemani April
67 Cemburu
68 Mangsa baru Karina
69 Adik Keenan
70 Kejahilannya Vinaya
71 Pergi ke mall
72 Keenan yang sudah tahu
73 Malam panjang +21
74 Nenek sihir datang lagi
75 Hidup lebih baik
76 Yang tak terduga di kafe
77 Ingin membantu
78 Salah obat
79 Janji Vinaya
80 Terasa ingin goyang pargoy
81 Hanya mimpi
82 Terpesona
83 Ternyata kakak payah
84 Kebakaran di villa
85 Menjenguk Lania
86 Menunggu
87 Menyesakkan dada
88 Kepanikan Keenan
89 Vinaya hamil ?
90 Terasa dekat
91 Cantika bertemu mama
92 Meminta bantuan Vinaya
93 Will you marry me ?
94 Keanehan
95 Alam ghaib
96 Mencari Keenan
97 Mencari Keenan lagi
98 Berhasil ?
99 Ketakutan April
100 Memberi pelajaran
101 Mencari Farah
102 Kondisi Farah
103 Mencari Farah part 2
104 Menolong Farah
105 Ungkapan cinta
106 Rencana pindah
107 Kenyataan pahit
108 Salah tingkah
109 Sumpah April
110 Merajuk
111 Mimpi Vinaya
112 Hati yang hancur
113 Mengetahui fakta
114 Menjadi santriwati
115 Ritual segera dimulai
116 Tertangkap nya Keenan
117 Memulai hidup baru
118 Peristirahatan terakhir
119 Rencana licik Lusi
120 Tuyul bingung
121 Terharu dan sedih
122 Tuyul Jhonson
123 Sekali tembak langsung tiga
124 Martin kecelakaan
125 Salah faham
126 Percobaan pembunuhan
127 Lania sadar dari koma
128 April ngidam
129 Bertemu
130 Menjenguk Martin (April)
131 Teror di komplek
132 Saranghaeyo
133 Semangat Martin
134 Kenangan masa lalu
135 Nyangkut
136 Melihat kuyang
137 Matanya ....
138 Necan
139 Bumil tidak ada lawan
140 Peringatan kakek tua
141 Bukan meragukan
142 Rumah Marisa
143 Membebaskan Riza
144 Kekhawatiran Keenan
145 Keributan
146 Menghakimi
147 Pernikahan sederhana
148 Bertemu masa lalu yang tak kesampaian
149 Pelakor datang,Riza bertindak
150 Ngidam Vinaya
151 Satu Minggu lagi
152 Cara lain
153 Keputusan Yudi
154 Pertemuan dua keluarga
155 Jangan ya dek ya....!
156 Bertemu di kafe
157 Farah ....!
158 April hilang
159 Menyelamatkan April
160 April
161 Selamat
162 Yudi dan Farah
163 Saling mengungkap kan
164 Beda jurusan
165 Naga Bonar
166 Bertemu lagi
167 Kedatangan pak Saiful
168 Semoga berhasil
169 Meninggalnya pak Saiful
170 Peringatan Vinaya
171 Wanita berkerudung merah
172 Ular hijau
173 Kodam nya baby Arsha
174 Ulang tahun
175 Hantu mata bolong
176 Teror di rumah Yudi dan Farah
177 Tiga makhluk gaib
178 Arash bocah pendiam tapi usil
179 Pertemuan Vinaya dan kedua orangtuanya
180 Makhluk kerdil di depan warung
181 Dendam pak Samsu
182 Mengelabuhi
183 Terluka ,sakit,hancur berkeping-keping
184 Semuanya nangis jadi ketar ketir
185 Pertemuan tak sengaja
186 Timbal balik
187 Kuntilanak terkejut
188 Tak bisa terbang
189 Ingin nya dangdutan
190 Menyemangati diri
191 Ikhtiar pengobatan
192 Nyanyian Riza
193 Melepas rindu
194 Quality time
195 Kedatangan Satya
196 Flashback
197 Lamaran Satya
198 Perlawanan Kinanti
199 Melting
200 Anak malang
201 Membawa kabar
202 Menunggu
203 Terkejut
204 Arshy yang berani
205 Kondisi aneh Sulis
206 Di rumah Farah
207 Masih di rumah Farah
208 Sesuatu telah terjadi
209 Menjenguk Farah
210 Rencana si kembar
211 Sulis hilang
212 Kapok nyolong
213 Dalam bahaya
214 Kolaborasi Vinaya dan ustadz Ahmad
215 Perjalanan pulang
216 Suasana pagi yang hangat
217 Berakhir nya seorang Ki Joon Su
218 Mau jadi apa ?
219 Teman baru
220 Cemburu
221 Kunti pargoy
222 Kenangan Vinaya
223 Gagal menembus
224 Sebuah rencana
225 Memaksa
226 Ikut Alam
227 Kekhawatiran Arshy
228 Rasa penasaran Arshy
229 Suara wanita di toilet
230 Rasa penasaran Alam
231 Teringat Alam
232 Kerja kelompok
233 Ke rumah Alam
234 Kerinduan Vinaya
235 Kekecewaan Alam
236 Saat di kafe
237 Penyesalan Aryo
238 Usaha Triwul
239 Membuat semua iri
240 Ketakutan ibunya Alam
241 Herayanti
242 Ular hitam di kaki nenek Naira
243 Arshy mulai jujur
244 Arshy dalam bahaya
245 Arshy diculik
246 Dasar Arshy
247 Rencana Arshy
248 Mulai terungkap
249 Perasaan Alam
250 Kehilangan jejak
251 Rencana licik Fatma
252 Kabur
253 Kabur 2
254 Susan ingat masa lalunya
255 Aksi Susan
256 Alam menemui Aryo
257 Tak mudah menerima
258 Pulang
259 Mimpinya Arsha
260 Tasya yang konyol
261 Shock
262 Tasya jatuh
263 Bertemu klien
264 Gelar baru
265 Arshy pingsan
266 Kondisi Arshy
267 Menjenguk Arshy
268 Kedatangan Edward
269 Perhatian Alam
270 Bulan madu
271 Pasar malam
272 Menginginkan Arsha
273 Pernyataan Alam
274 Jadian
275 Kepergian Alam
276 Hari pertama di sekolah baru
277 Fitnah
278 Hukuman Aurell
279 Bersama Edward
280 Sepenggal kisah Mukti
281 Ulang tahun Tasya
282 Kedatangan papa Tasya
283 Membantu berkemas
284 Ada apa dengan Arash ?
285 Santet kiriman
286 Arhsy khawatir
287 Rumah baru Tasya
288 Arshy merajuk
289 Bantuan Vinaya dan Keenan
290 Rumah Belanda
291 Ada apa dengan Tasya
Episodes

Updated 291 Episodes

1
Vinaya
2
Terhasut
3
Terusir
4
Bertemu ayah dan ibu
5
Tes Drive
6
Tangisan Aris
7
Bertemu Keenan
8
Membawa tas
9
Minta duit
10
Minta tolong
11
Pertama kuliah
12
Preman kampus
13
Perpustakaan kampus
14
Sakit perut
15
Terkejut
16
Pocong tak sabaran
17
Kesurupan massal
18
Pura-pura
19
Ke studio televisi
20
Cantik sih,...tapi horor
21
Pocong linglung
22
Sepakat
23
Mengerjai April
24
Fitnah
25
Rencana Vinaya
26
Menikah
27
Rumah Keenan
28
Gedung terbengkalai
29
Bertemu pak Rahmat
30
Bertemu lagi
31
Merasa tak asing
32
Memasak bersama
33
Menyesal
34
Gabungan tiga hantu
35
Vinaya baper
36
Dikira kesurupan
37
Meminta tolong
38
Perasaan tidak enak Keenan
39
Selamat
40
Tak sadar merindu
41
Hampir celaka
42
Bertemu Aminah (bibi Inah)
43
Bernegosiasi
44
Kedatangan Karina
45
Membantu Chaca
46
Kabar dari Triwul
47
Sebuah rencana
48
Acara kampus
49
Salah sasaran
50
Hati yang panas
51
Sosok buruk rupa
52
Melihat
53
Model internasional
54
Ancaman Karina
55
Satu kamar
56
Kemarahan Karina
57
Tamu
58
Bertemu Fadli
59
Keenan diculik
60
Mencari Keenan
61
Menyelamatkan Keenan
62
Hutan terlarang
63
Selamat
64
Penyesalan Fadli
65
April bunuh diri
66
Menemani April
67
Cemburu
68
Mangsa baru Karina
69
Adik Keenan
70
Kejahilannya Vinaya
71
Pergi ke mall
72
Keenan yang sudah tahu
73
Malam panjang +21
74
Nenek sihir datang lagi
75
Hidup lebih baik
76
Yang tak terduga di kafe
77
Ingin membantu
78
Salah obat
79
Janji Vinaya
80
Terasa ingin goyang pargoy
81
Hanya mimpi
82
Terpesona
83
Ternyata kakak payah
84
Kebakaran di villa
85
Menjenguk Lania
86
Menunggu
87
Menyesakkan dada
88
Kepanikan Keenan
89
Vinaya hamil ?
90
Terasa dekat
91
Cantika bertemu mama
92
Meminta bantuan Vinaya
93
Will you marry me ?
94
Keanehan
95
Alam ghaib
96
Mencari Keenan
97
Mencari Keenan lagi
98
Berhasil ?
99
Ketakutan April
100
Memberi pelajaran
101
Mencari Farah
102
Kondisi Farah
103
Mencari Farah part 2
104
Menolong Farah
105
Ungkapan cinta
106
Rencana pindah
107
Kenyataan pahit
108
Salah tingkah
109
Sumpah April
110
Merajuk
111
Mimpi Vinaya
112
Hati yang hancur
113
Mengetahui fakta
114
Menjadi santriwati
115
Ritual segera dimulai
116
Tertangkap nya Keenan
117
Memulai hidup baru
118
Peristirahatan terakhir
119
Rencana licik Lusi
120
Tuyul bingung
121
Terharu dan sedih
122
Tuyul Jhonson
123
Sekali tembak langsung tiga
124
Martin kecelakaan
125
Salah faham
126
Percobaan pembunuhan
127
Lania sadar dari koma
128
April ngidam
129
Bertemu
130
Menjenguk Martin (April)
131
Teror di komplek
132
Saranghaeyo
133
Semangat Martin
134
Kenangan masa lalu
135
Nyangkut
136
Melihat kuyang
137
Matanya ....
138
Necan
139
Bumil tidak ada lawan
140
Peringatan kakek tua
141
Bukan meragukan
142
Rumah Marisa
143
Membebaskan Riza
144
Kekhawatiran Keenan
145
Keributan
146
Menghakimi
147
Pernikahan sederhana
148
Bertemu masa lalu yang tak kesampaian
149
Pelakor datang,Riza bertindak
150
Ngidam Vinaya
151
Satu Minggu lagi
152
Cara lain
153
Keputusan Yudi
154
Pertemuan dua keluarga
155
Jangan ya dek ya....!
156
Bertemu di kafe
157
Farah ....!
158
April hilang
159
Menyelamatkan April
160
April
161
Selamat
162
Yudi dan Farah
163
Saling mengungkap kan
164
Beda jurusan
165
Naga Bonar
166
Bertemu lagi
167
Kedatangan pak Saiful
168
Semoga berhasil
169
Meninggalnya pak Saiful
170
Peringatan Vinaya
171
Wanita berkerudung merah
172
Ular hijau
173
Kodam nya baby Arsha
174
Ulang tahun
175
Hantu mata bolong
176
Teror di rumah Yudi dan Farah
177
Tiga makhluk gaib
178
Arash bocah pendiam tapi usil
179
Pertemuan Vinaya dan kedua orangtuanya
180
Makhluk kerdil di depan warung
181
Dendam pak Samsu
182
Mengelabuhi
183
Terluka ,sakit,hancur berkeping-keping
184
Semuanya nangis jadi ketar ketir
185
Pertemuan tak sengaja
186
Timbal balik
187
Kuntilanak terkejut
188
Tak bisa terbang
189
Ingin nya dangdutan
190
Menyemangati diri
191
Ikhtiar pengobatan
192
Nyanyian Riza
193
Melepas rindu
194
Quality time
195
Kedatangan Satya
196
Flashback
197
Lamaran Satya
198
Perlawanan Kinanti
199
Melting
200
Anak malang
201
Membawa kabar
202
Menunggu
203
Terkejut
204
Arshy yang berani
205
Kondisi aneh Sulis
206
Di rumah Farah
207
Masih di rumah Farah
208
Sesuatu telah terjadi
209
Menjenguk Farah
210
Rencana si kembar
211
Sulis hilang
212
Kapok nyolong
213
Dalam bahaya
214
Kolaborasi Vinaya dan ustadz Ahmad
215
Perjalanan pulang
216
Suasana pagi yang hangat
217
Berakhir nya seorang Ki Joon Su
218
Mau jadi apa ?
219
Teman baru
220
Cemburu
221
Kunti pargoy
222
Kenangan Vinaya
223
Gagal menembus
224
Sebuah rencana
225
Memaksa
226
Ikut Alam
227
Kekhawatiran Arshy
228
Rasa penasaran Arshy
229
Suara wanita di toilet
230
Rasa penasaran Alam
231
Teringat Alam
232
Kerja kelompok
233
Ke rumah Alam
234
Kerinduan Vinaya
235
Kekecewaan Alam
236
Saat di kafe
237
Penyesalan Aryo
238
Usaha Triwul
239
Membuat semua iri
240
Ketakutan ibunya Alam
241
Herayanti
242
Ular hitam di kaki nenek Naira
243
Arshy mulai jujur
244
Arshy dalam bahaya
245
Arshy diculik
246
Dasar Arshy
247
Rencana Arshy
248
Mulai terungkap
249
Perasaan Alam
250
Kehilangan jejak
251
Rencana licik Fatma
252
Kabur
253
Kabur 2
254
Susan ingat masa lalunya
255
Aksi Susan
256
Alam menemui Aryo
257
Tak mudah menerima
258
Pulang
259
Mimpinya Arsha
260
Tasya yang konyol
261
Shock
262
Tasya jatuh
263
Bertemu klien
264
Gelar baru
265
Arshy pingsan
266
Kondisi Arshy
267
Menjenguk Arshy
268
Kedatangan Edward
269
Perhatian Alam
270
Bulan madu
271
Pasar malam
272
Menginginkan Arsha
273
Pernyataan Alam
274
Jadian
275
Kepergian Alam
276
Hari pertama di sekolah baru
277
Fitnah
278
Hukuman Aurell
279
Bersama Edward
280
Sepenggal kisah Mukti
281
Ulang tahun Tasya
282
Kedatangan papa Tasya
283
Membantu berkemas
284
Ada apa dengan Arash ?
285
Santet kiriman
286
Arhsy khawatir
287
Rumah baru Tasya
288
Arshy merajuk
289
Bantuan Vinaya dan Keenan
290
Rumah Belanda
291
Ada apa dengan Tasya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!