Bab 17 Pesona Jing-Shen

Jingbei menikmati makanannya yang berupa kotak bento dengan duduk di dekat Chan Chan yang tampak bersemangat melahap makanan bento miliknya.

Rupanya Chan Chan sangat kelaparan sehingga tanpa sengaja dia menghabiskan nasi kotak bento miliknya dalam sekejap saja.

Jingbei hanya melihat sekilas ke arah Chan Chan lalu melanjutkan kembali waktu memakannya.

Tap... !

Tap...!

Tap... !

Terlihat dari arah kejauhan, Jing-Shen berjalan ke arah tempat Jingbei dan Chan Chan duduk.

Penampilan biasanya yang selalu memukau terlihat elegan serta memikat perhatian setiap orang yang melihatnya.

Hampir semua yang hadir di aula sekolah memandangi Jing-Shen yang terus berjalan dengan sikap acuhnya.

"Hai, Jingbei !" sapanya.

Jingbei langsung mengalihkan pandangannya ke arah Jing-Shen yang telah berdiri di dekatnya.

"Jing-Shen...", sahut Jingbei agak terkejut saat melihat kedatangan Jing-Shen ke arahnya.

"Kalian sedang makan siang ?" tanya Jing-Shen.

"Iya, kami sedang makan siang, apa kamu baru datang ?" tanya Jingbei.

"Yup, aku baru saja selesai sesi pemotretan", sahut Jing-Shen.

"Hai, Jing-Shen ! Apa kamu sudah makan siang ?" sapa Chan Chan sembari menoleh ke arah aktor tampan itu.

"Belum, aku baru saja datang dari sesi pemotretan dan belum sempat mengisi perutku", kata Jing-Shen.

"Apa yang kamu bawa itu ?" tanya Chan Chan.

Chan Chan memandangi bungkusan kain di tangan Jing-Shen.

"Oh, ini ! Aku mendapatkannya dari manager majalah saat sesi pemotretan tadi, dan aku belum tahu isinya", sahut Jing-Shen.

"Kenapa kamu tidak membuka untuk melihat isinya ?" tanya Chan Chan yang sedari tadi mengoceh dengan mulut penuh minuman.

"Aku tidak punya waktu untuk membukanya, rencanaku, aku akan membuka bungkusan ini saat pulang nanti di rumah", sahut Jing-Shen.

"Oh, baiklah, kalau kamu berniat untuk membukanya di rumah", kata Chan Chan.

"Sebenarnya tidak masalah bagiku untuk membukanya sekarang tapi aku tidak berminat saja dengan hadiah ini", sahut Jing-Shen.

"Ya, kalau begitu buka saja hadiah itu jika kamu tidak suka", kata Chan Chan.

"Baiklah, aku akan membukanya, rencananya aku akan memberikannya untuk Jingbei sebagai hadiah dia bekerja denganku", sahut Jing-Shen.

"Jingbei bekerja denganmu ?" tanya Chan Chan.

"Ya, benar. Kenapa ?" sahut Jing-Shen sambil mengangkat kedua alisnya ke atas.

"Sebagai apa ?" tanya Chan Chan terpana.

"Jingbei bekerja sebagai asisten pribadiku mulai sekarang", sahut Jing-Shen.

"Huft... !?" Chan Chan langsung menyemburkan minuman dari mulutnya secara tiba-tiba.

"Kenapa denganmu ?" tanya Jing-Shen terkejut.

"Mungkin dia tersedak saat minum karena dia minum sambil berbicara, Jing-Shen", sahut Jingbei.

"Dia ceroboh sekali...", kata Jing-Shen seraya melirik ke arah Chan Chan.

"Tidak, aku tidak seceroboh itu, Jing-Shen", sahut Chan Chan sambil membersihkan mulutnya dengan tissue.

"Ya, terserah padamu saja'', ucap Jing-Shen.

Jing-Shen lalu menarik kursi di dekatnya lalu duduk dengan santainya.

"Rupanya acara casting masih terus berlanjut, sutradara masih bekerja keras untuk menemukan calon pemeran utama", kata Jing-Shen.

"Kau salah, Jing-Shen...", ucap Chan Chan.

"Oh, iya ?" sahut Jing-Shen sembari merapikan letak jasnya.

"Sutradara telah memilih pemeran utama untuk film nanti", kata Chan Chan.

"Benarkah ?" tanya Jing-Shen terkejut.

"Yah, pemeran utama telah ditetapkan untuk film dan sekarang ini adalah sesi casting untuk pemeran lainnya", sahut Chan Chan.

"Oh, begitu ya... Aku pikir belum ada pemeran utama yang terpilih untuk film nanti pasti Wanye yang terpilih sebagai pemeran utamanya dengan koneksi yang dia miliki dalam dunia industri ini", kata Jing-Shen.

Raut wajah Jing-Shen berubah suram ketika dia menebak bahwa Wanye-lah yang terpilih sebagai pemain utama.

"Tidak, bukan Wanye, bintang utamanya untuk film nanti", sahut Chan Chan.

"Oh, iya !? Benarkah bukan Wanye ???" kata Jing-Shen dengan ekspresi wajah bahagia.

"Benar, bukan Wanye...", sahut Chan Chan.

Chan Chan mengangguk cepat saat Jing-Shen bertanya padanya tentang pemeran utama film yang bukan Wanye yang terpilih.

"Apa kamu tahu bocoran nama pemeran utamanya ?" tanya Jing-Shen.

"Kenapa ? Apa kamu penasaran ?" sahut Chan Chan.

"Bukan penasaran, jika kamu tahu beritahu padaku bukankah itu tidak masalah", kata Jing-Shen.

"Yah, bukan masalah memang, apa imbalannya kalau aku memberitahukan padamu ?" sahut Chan Chan.

"Baiklah...", ucap Jing-Shen.

Jing-Shen lalu membuka bungkusan kain yang dia dapatkan sebagai hadiah dari manager majalah.

Sret... Sret... Sret...

Sebuah kotak terlihat setelah Jing-Shen membuka kain pembungkusnya.

"Apa ini ?'' tanya Chan Chan.

"Entahlah, aku juga tidak tahu", sahutnya.

"Buka saja !" kata Chan Chan.

"Baiklah, aku akan membukanya tapi kumohon tetaplah tenang", ucap Jing-Shen.

"Cepatlah !" kata Chan Chan yang tidak sabaran.

KLOTAK !

Jing-Shen membuka tutup kotak lalu dia melihat ada sebuah kotak lagi di dalam kotak yang berukuran lebih kecil.

Aktor muda itu meraih kotak berwarna merah muda lalu membukanya.

"Aku dapat cokelat rupanya...", ucap Jing-Shen.

"Wah, lumayan ! Berikan aku sebungkus cokelat itu !" kata Chan Chan.

"Nih, ambillah !" sahut Jing-Shen seraya menyodorkan kotak berwarna merah muda di tangannya kepada Chan Chan.

"Apa ini untukku semua ?" tanya Chan Chan.

"Tidak, aku hanya menawarimu dan ambillah secukupnya !" sahut Jing-Shen.

"Dasar kau pelit, Jing-Shen !" ucap Chan Chan.

"Jangan cerewet ! Ambil saja cokelat ini dan segeralah memakannya !" kata Jing-Shen.

Chan Chan segera mengambil beberapa bungkus cokelat dari dalam kotak berwarna merah muda seraya tersenyum.

"Terimakasih atas hadiahnya", ucap Chan Chan.

"Sama-sama...", kata Jing-Shen.

Jing-Shen juga menawarkan hadiah cokelat yang dia dapatkan dari hasil sesi pemotretan kepada Jingbei.

Tampak Jingbei hanya diam saja sedari tadi sembari memperhatikan tingkah laku dua orang di hadapannya yang memperebutkan sekotak hadiah cokelat.

"Jingbei, ambillah hadiah cokelat ini !", kata Jing-Shen.

"Terimakasih, Jing-Shen", sahut Jingbei.

Jingbei mengambil dua buah bungkus cokelat dari dalam kotak lalu tersenyum manis.

"Ehk... Tidak, tidak, tidak... ! Jangan ambil dua bungkus tapi ambillah semua hadiah ini !" ucap Jing-Shen.

Jing-Shen menyerahkan satu kotak yang masih penuh dengan isi cokelat kepada Jingbei.

"Ini terlalu banyak, Jing-Shen !?" kata Jingbei agak terkejut.

"Aku memang rencananya ingin memberikan hadiah ini untukmu sebagai hadiah untuk pertama kalinya kamu bekerja denganku", ucap Jing-Shen.

"Woah... ! Ini luar biasa, Jing-Shen...", sahut Jingbei dengan senangnya saat mendapatkan hadiah untuk pertama kalinya selama dia datang ke dalam kehidupan barunya.

"Apa kamu senang ?" tanya Jing-Shen.

"Ya, tentu saja, aku sangat senang mendapatkan hadiah darimu", sahut Jingbei seraya tertawa senang.

"Yah, tapi bukan aku yang membelinya sendiri", kata Jing-Shen.

"Tidak apa-apa dan aku tidak mempermasalahkannya soal itu, aku sangat senang memperoleh hadiah terutama darimu Jing-Shen", sahut Jingbei.

"Ya, ya, ya...", kata Jing-Shen.

Jing-Shen lalu tertawa saat melihat ekspresi Jingbei yang sangat senang mendapatkan hadiah darinya.

Berkali-kali Jing-Shen tersenyum bahagia ketika Jingbei mengucapkan terimakasih kepadanya serta memuji dirinya.

Ini adalah pertama kalinya bagi Jingbei mendapatkan sesuatu dari orang lain dan orang itu adalah pacarnya yaitu aktor ternama berbakat bernama Jing-Shen.

Bukankah hadiah merupakan bentuk kesayangan dari seseorang yang sangat mencintai kita, mungkin saja bukan.

Jingbei terus mengumbar senyumannya setiap dia menikmati gigitan cokelat dalam mulutnya.

Episodes
1 Bab 1 Jingbei
2 Bab 2 Identitas Baru Al
3 Bab 3 Menjadi Pacar Aktor
4 Bab 4 Aula Sekolah
5 Bab 5 Si Antagonis
6 Bab 6 Sebuah Kedai
7 Bab 7 Curahan Hati Kami
8 Bab 8 Bangku Di pinggir Trotoar
9 Bab 9 Cara Sampai Ke Lantai Atas
10 Bab 10 Tempat Tinggal Itu Tak Sama Lagi
11 Bab 11 Haruskah Ku Lakukan Itu
12 Bab 12 Ternyata Tidaklah Mudah
13 Bab 13 Pembicaraan Di Pagi Hari
14 Bab 14 Tak Sengaja Tergelincir
15 Bab 15 Kerjasama
16 Bab 16 Latihan Olah Vokal
17 Bab 17 Pesona Jing-Shen
18 Bab 18 Terkejutnya Jing-Shen
19 Bab 19 Dalam Sekejap Mata
20 Bab 20 Kemarahan Wanye
21 Bab 21 Tersulut Pertengkaran
22 Bab 22 Kekacauan Terjadi
23 Bab 23 Wanye Masih Marah
24 Bab 24 Melerai Mereka
25 Bab 25 Romantisnya Jing-Shen
26 Bab 26 Hari Yang Menyenangkan
27 Bab 27 Kejadian Di Hari Ini
28 Bab 28 Waktu Berlatih
29 Bab 29 Membantu Jing-Shen
30 Bab 30 Mulai Mengubah Gaya
31 Bab 31 Sesi Pemotretan Hari Ini
32 Bab 32 Kontrak Kerja Tak Terbatas
33 Bab 33 Bermain Keberuntungan
34 Bab 34 Pasar Batu Berharga
35 Bab 35 Keributan Kecil
36 Bab 36 Zamrud Langka
37 Bab 37 Biro Lelang
38 Bab 38 Pria Tambun
39 Bab 39 Tujuan Jingbei
40 Bab 40 Transaksi Rapi
41 Bab 41 Menjadi Kaya Raya
42 Bab 42 Rumah Baru
43 Bab 43 Hari Ulang tahun
44 Bab 44 Gedung Pasar Saham
45 Bab 45 Seperti Inilah Situasinya
46 Bab 46 Serbuan Para Fans
47 Bab 47 Mendapatkan Investor
48 Bab 48 Kencan Pertama Kalinya
49 Bab 49 Ungkapan Hati
50 Bab 50 Senyuman Indah Milik Jingbei
51 Bab 51 Kejadian Yang Mendekatkan
52 Bab 52 Fans Yang Menggila
53 Bab 53 Asisten Pribadi
54 Bab 54 Saingan Baru
55 Bab 55 Satu Bus
56 Bab 56 Ke Kota Hengdian
Episodes

Updated 56 Episodes

1
Bab 1 Jingbei
2
Bab 2 Identitas Baru Al
3
Bab 3 Menjadi Pacar Aktor
4
Bab 4 Aula Sekolah
5
Bab 5 Si Antagonis
6
Bab 6 Sebuah Kedai
7
Bab 7 Curahan Hati Kami
8
Bab 8 Bangku Di pinggir Trotoar
9
Bab 9 Cara Sampai Ke Lantai Atas
10
Bab 10 Tempat Tinggal Itu Tak Sama Lagi
11
Bab 11 Haruskah Ku Lakukan Itu
12
Bab 12 Ternyata Tidaklah Mudah
13
Bab 13 Pembicaraan Di Pagi Hari
14
Bab 14 Tak Sengaja Tergelincir
15
Bab 15 Kerjasama
16
Bab 16 Latihan Olah Vokal
17
Bab 17 Pesona Jing-Shen
18
Bab 18 Terkejutnya Jing-Shen
19
Bab 19 Dalam Sekejap Mata
20
Bab 20 Kemarahan Wanye
21
Bab 21 Tersulut Pertengkaran
22
Bab 22 Kekacauan Terjadi
23
Bab 23 Wanye Masih Marah
24
Bab 24 Melerai Mereka
25
Bab 25 Romantisnya Jing-Shen
26
Bab 26 Hari Yang Menyenangkan
27
Bab 27 Kejadian Di Hari Ini
28
Bab 28 Waktu Berlatih
29
Bab 29 Membantu Jing-Shen
30
Bab 30 Mulai Mengubah Gaya
31
Bab 31 Sesi Pemotretan Hari Ini
32
Bab 32 Kontrak Kerja Tak Terbatas
33
Bab 33 Bermain Keberuntungan
34
Bab 34 Pasar Batu Berharga
35
Bab 35 Keributan Kecil
36
Bab 36 Zamrud Langka
37
Bab 37 Biro Lelang
38
Bab 38 Pria Tambun
39
Bab 39 Tujuan Jingbei
40
Bab 40 Transaksi Rapi
41
Bab 41 Menjadi Kaya Raya
42
Bab 42 Rumah Baru
43
Bab 43 Hari Ulang tahun
44
Bab 44 Gedung Pasar Saham
45
Bab 45 Seperti Inilah Situasinya
46
Bab 46 Serbuan Para Fans
47
Bab 47 Mendapatkan Investor
48
Bab 48 Kencan Pertama Kalinya
49
Bab 49 Ungkapan Hati
50
Bab 50 Senyuman Indah Milik Jingbei
51
Bab 51 Kejadian Yang Mendekatkan
52
Bab 52 Fans Yang Menggila
53
Bab 53 Asisten Pribadi
54
Bab 54 Saingan Baru
55
Bab 55 Satu Bus
56
Bab 56 Ke Kota Hengdian

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!