Sekolah menengah atas tempat baru Jingbei sekarang.
Terlihat kelas mulai ramai dengan siswa-siswi yang berdatangan ke kelas, sebagian dari mereka berbicara antusias.
Jingbei hanya diam memperhatikan suasana baru yang menjadi tempat tujuannya di kehidupan baru yaitu sekolah.
Saat ini dia telah memiliki identitas baru sebagai seorang siswi SMA dan tak lagi dia menjadi gadis pesakitan yang terbaring koma.
Hanya saja tubuh baru nya ini berwujud robot Al yang sangat kuat bukan berupa wujud manusia pada lazimnya seperti kehidupan lama nya dulu.
Kriet... !
Jingbei melangkah pelan ke arah kelas, seseorang menyenggol tubuhnya keras saat dia hendak masuk.
Bukan Jingbei yang jatuh melainkan siswa berambut merah keriting yang terjatuh ke atas lantai kelas dengan cukup kerasnya.
GEDUBRAK !
"Auwh !!! Sakit !!!" teriaknya kesakitan.
Siswa laki-laki itu menjerit saat dagunya tepat menghantam keras permukaan lantai kelas yang licin serta dingin.
Jingbei hanya memandang dingin ke arah siswa yang jatuh telungkup itu.
Seorang siswi mendekat ke arah siswa yang jatuh ke lantai seraya menoleh ke arah Jingbei dengan tatapan marah.
"Hai, kau ! Apa yang kau lakukan ?" hardiknya kesal.
Ngik... !
Kepala Jingbei mengarah miring ke kanan lalu terdiam sedangkan sorot matanya mengarah ke siswi yang berada di dekat siswa yang terjatuh tadi.
Diam lama hanya berkedip pelan dengan pandangan polos.
"Kau tidak apa-apa ?" tanya siswi itu kepada teman siswa nya.
"Sakit ! Wajah ku sangat sakit !", ucapnya merintih kesakitan.
"Ayo, bangunlah ! Aku akan membantu mu berdiri !" kata siswi itu penuh perhatian.
"Iya...", sahut siswa itu dengan memegangi hidungnya yang mengeluarkan darah segar.
"Hai, kau ! Minta maaf pada nya ! Kau membuatnya terluka !" kata siswi itu.
Jingbei masih terdiam membisu dengan kepala masih mengarah miring ke kanan sedangkan siswa tadi yang jatuh karena menabrak dirinya terlihat berdiri tegak dengan hidung bercucuran darah.
Siswa itu mengerutkan keningnya sambil meringis kesakitan, melihat teman siswa nya terluka seperti itu, siswi tadi yang menolongnya tidak terima lalu dia melayangkan tangannya ke arah Jingbei.
Gerakan tangan siswi terhadap Jingbei seperti dia hendak memukul wajah Jingbei yang berdiri di hadapan mereka.
SRET... !
Tiba-tiba seseorang menahan laju gerakan tangan siswi itu.
Kepala siswi sekolah menengah atas itu langsung mendongak ke atas ke arah seseorang yang berdiri di belakangnya.
Muncul seorang pria berwajah melankolis yang sangat tampan rupawan berdiri tepat di belakang siswi itu seraya memegangi tangan siswi sekolah menengah atas itu.
"Jangan pukul dia ! Bukan salahnya !" ucapnya dengan sorot mata tajam.
Alangkah terkejutnya siswi itu saat dia melihat siapa pria yang berada di belakangnya.
"WAAAH !!! DIA AKTOR TERKENAL ITU !!! JING-SHEN !!!" teriak siswi itu histeris.
Tampak sejumlah siswi langsung mendekat ke arah pria yang di sebut aktor itu lalu mengerumuninya sambil berdesak-desakkan.
Mereka berteriak-teriak histeris ke arah aktor muda berbakat itu sambil menggapai-gapai tubuh aktor muda yang terlihat menatap dingin.
"Minggir !!!" ucapnya dengan suara menekan.
Semua langsung terdiam seraya menyingkir pelan dari aktor muda berbakat itu.
Terlihat aktor tampan itu sedang berjalan menghampiri Jingbei yang masih diam tak bereaksi sedikitpun.
Tap... !
Tap... !
Tap... !
Langkah kakinya terhenti tepat di depan Jingbei lalu menatapnya serius.
"Hai, salam kenal dari ku...", ucap aktor tampan itu kepada Jingbei seraya mengulurkan tangannya ke arahnya.
Ngik... !
Kepala Jhing-Shen bergerak kembali ke posisi semula seraya menghadap lurus ke arah aktor tampan itu.
"Siapa dia ???"
Gumam Jingbei dalam hatinya seraya menatap datar ke arah laki-laki muda di hadapannya.
Kedua mata indah Jingbei mengerling cepat lalu mengerjap lembut seraya mengulurkan tangan kirinya kepada aktor itu.
"Hai juga...", sahut Jingbei.
"Siapa nama mu ?" tanya aktor tampan itu.
"J-I-N-G-B-E-I... !" ucap Jingbei sambil mengeja namanya saat dia mengucapkannya lancar.
"Jing-Shen !", sahut aktor tampan itu kemudian tersenyum ramah.
"Nama yang bagus...", ucap Jingbei.
"Terimakasih, dan nama mu juga sangat menarik, Jingbei !" kata Jing-Shen.
"Terimakasih...", sahut Jingbei.
Keduanya saling bersalaman erat sembari saling melempar senyuman.
"Bagaimana kalau kamu menjadi pacar ku, Jingbei ?", kata Jing-Shen.
Terdengar teriakan histeris dari arah kerumunan siswi-siswi sekolah yang masih berdiri di sana.
"AAAAKH ! TIDAK !!! DIA MENYATAKAN CINTANYA DAN MEMINTA SISWI BARU ITU MENJADI PACARNYA !!!"
"TIDAK ADIL, JING-SHEN !!! KAMI MENCINTAI MU !!!"
"AAAAAAAA... !!!"
Jerit keras dari suara sejumlah siswi SMA saat aktor tampan bernama Jing-Shen menyatakan permintaannya kepada Jingbei robot Al untuk menjadi pacarnya.
Semua tampak histeris kalut dengan ekspresi kecewa ketika mendengar ucapan Jing-Shen yang terang-terangan mengatakan bahwa dia ingin menjadi pacar Jingbei.
"KAMI RELA MENJADI PACAR MU, JING-SHEN !!!"
Teriak sejumlah siswi kepada aktor tampan itu seraya melompat-lompat histeris.
Namun, Jing-Shen tidak memperdulikan ucapan semua siswi kepadanya dan masih bersikukuh keras meminta Jingbei menjadi pacarnya.
"Jingbei, maukah kamu menjadi pacarku ?" kata Jing-Shen.
Jingbei berkedip pelan saat aktor tampan itu memintanya menjadi pacarnya karena terus terang hal itu mengejutkan Jingbei.
"Pacar !? Apa itu pacar ???" tanyanya pura-pura tidak mengerti.
"Emm..., pacar adalah sepasang kekasih yang saling bertemu kemudian jatuh cinta satu sama lainnya...", sahut Jing-Shen.
"Tapi aku tidak cinta pada mu", kata Jingbei.
"Tidak masalah, aku maklumi itu karena aku yang mengajak mu menjadi pacar ku maka akulah yang suka pada mu", sahut Jing-Shen.
"Wow !?" ucap Jingbei terkejut.
"Bagaimana kau terima permintaan ku untuk menjadi pacar ku ?" tanya Jing-Shen.
"Baiklah, aku terima permintaan mu, menjadi pacar mu, Jing-Shen", sahut Jingbei.
"Kalau begitu, ikutlah dengan ku, Jingbei !" ucap Jing-Shen seraya menarik tangan Jingbei.
Namun, Jing-Shen tidak dapat menarik Jingbei karena dia masih terdiam berdiri tak bergerak.
Jingbei terus memandangi Jing-Shen yang berdiri di hadapannya lalu dia melangkah pelan.
DUK !
Tubuh Jing-Shen terpental ke arah dinding kelas ketika Jingbei bergerak saat aktor muda itu menarik tangan Jing-Shen.
Jing-Shen menatap ke arah Jingbei dengan sorot mata kaget seraya meringis.
"Kau kuat sekali, Jingbei !" ucap Jing-Shen sembari tersenyum lebar.
"Terimakasih atas pujiannya, Jing-Shen...", sahut Jingbei seraya kedua matanya berkedip-kedip.
"Mari ikut dengan ku, Jingbei !" pinta Jing-Shen.
"Ya, aku akan ikut bersama mu", sahut Jingbei.
Jingbei mengikuti langkah kaki Jing-Shen yang mengajaknya pergi dari kerumunan siswi-siswi sekolah menengah atas yang mengagumi aktor tampan itu.
Mereka melewati setiap kerumunan serta jeritan seluruh siswi yang mengidolakan Jing-Shen.
Sorot mata Jingbei melirik tajam ke arah kerumunan siswi-siswi yang meneriaki aktor tampan yang teramat di puja oleh mereka.
Mendadak suasana hening ketika Jingbei memandangi mereka.
Tak terdengar lagi gemuruh teriakan histeris dari siswi-siswi sekolah menengah atas yang memanggil nama Jing-Shen.
Suasana sekolah menengah atas, tempat baru Jingbei langsung berubah menjadi hening seketika, semua siswi kembali tertib menuju ke kelas mereka masing-masing.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
horse win
Up , 🌞
2024-02-26
1