Bab 9 Cara Sampai Ke Lantai Atas

Apartemen...

Jingbei telah berdiri di depan sebuah bangunan besar yang menjulang tinggi.

Aktor tampan yang menjadi pacarnya itu mengajaknya ke apartemennya karena Jingbei tidak memiliki tempat tinggal.

Jingbei menatap ke atas dengan pandangan takjubnya.

"Apakah aku mungkin bisa naik ke atas gedung apartemen ini ?"

Tanya Jingbei dengan mengarahkan pandangannya lurus menghadap ke atas lalu menggerakkan kepalanya miring ke arah kanan.

Kriet... !

Kebiasaan yang sering dilakukan oleh Jingbei sejak dia bereinkarnasi ke dalam tubuh robot AI kini.

Jingbei terdiam mematung ke arah apartemen sedangkan Jing-Shen telah berjalan melangkah maju.

"Jingbei, apa yang kamu lakukan di sana ? Apa tidak ikut masuk kemari ?" tanya Jing-Shen.

"Iya, Jing-Shen... Jing-Shen... !" sahut Jingbei.

"Cepatlah ! Udara diluar sana sangat dingin sekali !" ucap Jing-Shen.

"Sebentar...", kata Jingbei.

"Cepatlah...", ajak Jing-Shen.

Terlihat aktor muda itu telah masuk ke dalam bangunan apartemen di depan mereka berdua.

Tidak terlihat seorangpun di sekitar area apartemen.

Pintu kaca terbuka lebar saat Jing-Shen masuk ke gedung apartemen lalu tertutup kembali secara otomatis.

Jingbei masih berdiri diluar bangunan apartemen seraya menatap ke arah atas gedung bertingkat itu.

"Lebih cepat jika naik langsung ke atas sana daripada masuk melewati tangga yang cukup melelahkan", kata Jingbei.

Krek !

Jingbei mengarahkan kembali letak posisi kepalanya sehingga tegak semula lalu menatap ke arah atas gedung bertingkat.

"Aku akan bergerak ke atas sana", ucap Jingbei.

Jingbei memposisikan letak tubuhnya berdiri tegak sempurna seraya menghentakkan kedua kakinya ke atas permukaan tanah.

Sekali lompatan, tubuh Jingbei telah meluncur naik ke atas gedung apartemen.

Wuzh... !!!

Tampak Jingbei telah terbang ke atas gedung apartemen yang sangat tinggi dengan meluncur cepat ke atas.

Di dalam gedung apartemen, Jing-Shen terlihat sedang menaiki Lift saat dia naik ke atas, Jingbei dapat melihat dari arah luar kaca apartemen saat dia melesat naik.

Namun, Jing-Shen tidak dapat melihat keberadaan Jingbei yang berada diluar gedung apartemen dan dia sedang terbang.

Jendela apartemen sebagian tertutup rapat dari dalam gedung sehingga menyulitkan Jingbei untuk masuk, tidak ada alternatif lainnya selain Jingbei harus menerobos kaca apartemen.

"Sekarang aku harus mencari cara untuk masuk ke dalam apartemen karena semua jendela tertutup rapat oleh kaca tebal", ucap Jingbei.

Tubuh Jingbei terbang melayang di udara sembari menatap ke arah sekitar gedung apartemen yang tinggi sekali dari atas dia saat ini.

"Mana mungkin aku harus menerobos masuk ke dalam gedung sedangkan Jing-Shen akan segera mengetahui kehadiranku di apartemen dengan cara yang tidak biasa", pikir Jingbei.

Jingbei mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya dengan tatapan lasernya yang menyala-nyala bagaikan lampu sorot sedangkan tubuhnya masih terbang melayang di udara.

Di dalam apartemen terlihat Jing-Shen terus berjalan naik melalui Lift, sepertinya aktor muda itu belum menyadari jika Jingbei tidak bersama dengannya.

"Apakah Jing-Shen belum mengetahui jika aku tidak bersamanya sekarang ?" tanya Jingbei.

Jingbei lalu memutuskan terbang naik ke atas gedung apartemen sembari mencari jalan untuk masuk ke sana.

SRET... !

Terlihat kembali tubuh Jingbei melesat naik ke atas gedung apartemen, berputar-putar cepat di area sekeliling gedung bertingkat tinggi itu.

WUZH... !

WUZH... !

WUZH... !

Jingbei menerobos masuk gedung apartemen melalui celah jendela yang terbuka setelah dia melihatnya.

Terdengar langkah kaki Jing-Shen saat dia berjalan di dalam apartemen.

KLONTANG... !!!

Sontak Jing-Shen tersentak kaget saat mendengar suara gaduh dari arah belakangnya, dengan cepatnya dia menolehkan kepalanya menghadap ke suara itu.

"Siapa ?" tanyanya.

Hening...

Suasana di dalam apartemen terlihat hening sekali, tidak ada seorangpun yang kelihatan di sana.

Jantung Jing-Shen berdetak kencang ketika dia baru sadar bahwa Jingbei sejak tadi tidak ikut bersamanya naik ke dalam gedung apartemen.

"Jingbei...", gumam Jing-Shen.

Pandangan Jing-Shen berubah tegang saat dia tidak melihat Jingbei didekatnya.

"Kemana gadis itu ?" tanya Jing-Shen.

Jing-Shen kebingungan karena dia tidak mendapatkan Jingbei bersamanya disini.

"Apa dia tadi ketinggalan !?" tanyanya lagi.

Jing-Shen melangkahkan kakinya maju selangkah demi selangkah sedangkan pandangannya berubah sangat serius.

Jelas sekali jika Jing-Shen sedang mencari-cari keberadaan Jingbei.

"Apa dia tidak ikut naik atau dia tersesat ?" tanya Jing-Shen.

Tap... !

Jing-Shen menghentikan langkah kakinya seraya menatap tajam ke arah sekitarnya.

"Sebaiknya aku kembali turun untuk mencarinya, jika tidak maka Jingbei akan kebingungan mencari tempat tinggalku di apartemen ini", ucpnya seorang diri.

Jing-Shen berniat hendak turun dari lantai atas untuk menjemput Jingbei yang mungkin saja gadis sekolah menengah atas itu tertinggal di bawah sana.

Saat Jing-Shen hendak menekan tombol Lift yang ada di depannya, seseorang memanggilnya dari arah samping.

"Jing-Shen...", sapa suara itu.

Serta merta Jing-Shen memalingkan mukanya ke arah suara tersebut, dilihatnya Jingbei telah berdiri menatap ke arahnya sembari tersenyum manis.

"Hai... !" sapa gadis sekolah menengah atas itu sembari melambaikan tangannya.

Jing-Shen lalu berbalik arah, menghadap lurus ke arah Jingbei.

"Kau darimana saja, Jingbei ?" tanya Jing-Shen seraya mengerutkan keningnya.

"Aku tadi ke kamar kecil karena aku pikir jika ikut denganmu tadi, aku harus menunggu lama naik Lift, jadi aku memutuskan untuk ke kamar kecil di lantai bawah", sahut Jingbei.

"Aku baru saja mau mencarimu ke lantai bawah karena aku tidak melihatmu disini", ucap Jing-Shen.

"Ya, aku minta maaf karena membuatmu khawatir, Jing-Shen", sahut Jingbei.

"Apa kita langsung ke tempat tinggalku ?" tanya Jing-Shen.

"Tentu saja, kenapa tidak !?" jawab Jingbei.

"Baiklah, kita pergi sekarang...", ucap Jing-Shen seraya melangkah pergi.

"Dimana tempat tinggalmu di apartemen ini ?'' tanya Jingbei sembari mengikuti langkah kaki Jing-Shen yang berjalan di depannya.

"Di lantai ini, tepat di pojok kanan sana !" jawab Jing-Shen seraya menunjuk ke tempat yang dia maksud.

"Kukira masih naik lagi ke lantai atas ternyata kita sudah berada di lantai tempatmu tinggal", kata Jingbei sambil mengedarkan pandangannya.

"Ya, aku sengaja memilih tempat di lantai ini karena lokasinya cukup mengasyikkan, dari view pemandangannya saja sangat indah jika di lihat dari kamar tinggalku", sahut Jing-Shen agak sedikit bersemangat.

"Yah..., aku dapat melihatnya...", ucap Jingbei lalu mengerling pelan.

"Dimana kamu melihatnya ?" tanya Jing-Shen.

Tampak Jing-Shen berjalan sambil memperhatikan arah langkah kakinya.

Jingbei terkejut kaget saat Jing-Shen menanyakan perihal hal yang dia temui sewaktu dia terbang tinggi ke lantai atas apartemen ini. Dan aktor tampan itu tidak tahu jika Jingbei tadi pergi sampai ke lantai atas ini dengan gerakan terbang di luar sana.

"Oh, tidak... !" sahut Jingbei kaget. "Aku tadi sempat salah masuk ruangan tinggal dan tak sengaja melihat view pemandangan dari kamar yang aku datangi barusan", sambungnya menggeleng.

"Hmmm..., oh, iya..., kau akan puas menyaksikan pemandangan luar biasa dari atas kamar ku nanti, Jingbei", sambung Jing-Shen.

"Benarkah itu !?" kata Jingbei.

Jing-Shen hanya mengangguk pelan sembari tersenyum ringan saat dia menoleh ke samping Jingbei berada.

"Kalau begitu segera antarkan aku segera kesana sebab aku sudah tidak sabar untuk melihatnya", ucap Jingbei.

"Yeah... !" sahut Jing-Shen penuh semangat.

Jingbei hanya diam sambil terus berjalan mengikuti arah langkah kaki aktor tampan itu saat mereka hendak menuju ke tempat tinggal Jing-Shen yang berada di lantai atas apartemen ini.

Episodes
1 Bab 1 Jingbei
2 Bab 2 Identitas Baru Al
3 Bab 3 Menjadi Pacar Aktor
4 Bab 4 Aula Sekolah
5 Bab 5 Si Antagonis
6 Bab 6 Sebuah Kedai
7 Bab 7 Curahan Hati Kami
8 Bab 8 Bangku Di pinggir Trotoar
9 Bab 9 Cara Sampai Ke Lantai Atas
10 Bab 10 Tempat Tinggal Itu Tak Sama Lagi
11 Bab 11 Haruskah Ku Lakukan Itu
12 Bab 12 Ternyata Tidaklah Mudah
13 Bab 13 Pembicaraan Di Pagi Hari
14 Bab 14 Tak Sengaja Tergelincir
15 Bab 15 Kerjasama
16 Bab 16 Latihan Olah Vokal
17 Bab 17 Pesona Jing-Shen
18 Bab 18 Terkejutnya Jing-Shen
19 Bab 19 Dalam Sekejap Mata
20 Bab 20 Kemarahan Wanye
21 Bab 21 Tersulut Pertengkaran
22 Bab 22 Kekacauan Terjadi
23 Bab 23 Wanye Masih Marah
24 Bab 24 Melerai Mereka
25 Bab 25 Romantisnya Jing-Shen
26 Bab 26 Hari Yang Menyenangkan
27 Bab 27 Kejadian Di Hari Ini
28 Bab 28 Waktu Berlatih
29 Bab 29 Membantu Jing-Shen
30 Bab 30 Mulai Mengubah Gaya
31 Bab 31 Sesi Pemotretan Hari Ini
32 Bab 32 Kontrak Kerja Tak Terbatas
33 Bab 33 Bermain Keberuntungan
34 Bab 34 Pasar Batu Berharga
35 Bab 35 Keributan Kecil
36 Bab 36 Zamrud Langka
37 Bab 37 Biro Lelang
38 Bab 38 Pria Tambun
39 Bab 39 Tujuan Jingbei
40 Bab 40 Transaksi Rapi
41 Bab 41 Menjadi Kaya Raya
42 Bab 42 Rumah Baru
43 Bab 43 Hari Ulang tahun
44 Bab 44 Gedung Pasar Saham
45 Bab 45 Seperti Inilah Situasinya
46 Bab 46 Serbuan Para Fans
47 Bab 47 Mendapatkan Investor
48 Bab 48 Kencan Pertama Kalinya
49 Bab 49 Ungkapan Hati
50 Bab 50 Senyuman Indah Milik Jingbei
51 Bab 51 Kejadian Yang Mendekatkan
52 Bab 52 Fans Yang Menggila
53 Bab 53 Asisten Pribadi
54 Bab 54 Saingan Baru
55 Bab 55 Satu Bus
56 Bab 56 Ke Kota Hengdian
Episodes

Updated 56 Episodes

1
Bab 1 Jingbei
2
Bab 2 Identitas Baru Al
3
Bab 3 Menjadi Pacar Aktor
4
Bab 4 Aula Sekolah
5
Bab 5 Si Antagonis
6
Bab 6 Sebuah Kedai
7
Bab 7 Curahan Hati Kami
8
Bab 8 Bangku Di pinggir Trotoar
9
Bab 9 Cara Sampai Ke Lantai Atas
10
Bab 10 Tempat Tinggal Itu Tak Sama Lagi
11
Bab 11 Haruskah Ku Lakukan Itu
12
Bab 12 Ternyata Tidaklah Mudah
13
Bab 13 Pembicaraan Di Pagi Hari
14
Bab 14 Tak Sengaja Tergelincir
15
Bab 15 Kerjasama
16
Bab 16 Latihan Olah Vokal
17
Bab 17 Pesona Jing-Shen
18
Bab 18 Terkejutnya Jing-Shen
19
Bab 19 Dalam Sekejap Mata
20
Bab 20 Kemarahan Wanye
21
Bab 21 Tersulut Pertengkaran
22
Bab 22 Kekacauan Terjadi
23
Bab 23 Wanye Masih Marah
24
Bab 24 Melerai Mereka
25
Bab 25 Romantisnya Jing-Shen
26
Bab 26 Hari Yang Menyenangkan
27
Bab 27 Kejadian Di Hari Ini
28
Bab 28 Waktu Berlatih
29
Bab 29 Membantu Jing-Shen
30
Bab 30 Mulai Mengubah Gaya
31
Bab 31 Sesi Pemotretan Hari Ini
32
Bab 32 Kontrak Kerja Tak Terbatas
33
Bab 33 Bermain Keberuntungan
34
Bab 34 Pasar Batu Berharga
35
Bab 35 Keributan Kecil
36
Bab 36 Zamrud Langka
37
Bab 37 Biro Lelang
38
Bab 38 Pria Tambun
39
Bab 39 Tujuan Jingbei
40
Bab 40 Transaksi Rapi
41
Bab 41 Menjadi Kaya Raya
42
Bab 42 Rumah Baru
43
Bab 43 Hari Ulang tahun
44
Bab 44 Gedung Pasar Saham
45
Bab 45 Seperti Inilah Situasinya
46
Bab 46 Serbuan Para Fans
47
Bab 47 Mendapatkan Investor
48
Bab 48 Kencan Pertama Kalinya
49
Bab 49 Ungkapan Hati
50
Bab 50 Senyuman Indah Milik Jingbei
51
Bab 51 Kejadian Yang Mendekatkan
52
Bab 52 Fans Yang Menggila
53
Bab 53 Asisten Pribadi
54
Bab 54 Saingan Baru
55
Bab 55 Satu Bus
56
Bab 56 Ke Kota Hengdian

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!