Bab 15 Kerjasama

Jingbei masih tidak percaya bakal nasibnya seberuntung ini karena memperoleh dengan mudah peran utama untuk film.

Sebelum dia bereinkarnasi dari kehidupannya yang dahulu ke tubuh robot AI, Jingbei masih menjalani kehidupannya yang biasa-biasa saja serta hanya terjebak dalam situasi rumit karena setiap hari harus keluar-masuk rumah sakit untuk menjalani pengobatan.

Bahkan Jingbei terpaksa berbaring menginap di kamar rumah sakit yang pengap.

Sutradara lalu memberikan skrip naskah film kepada Jingbei serta surat kontrak film yang telah ditanda tangani oleh produser film.

"Mulai sekarang kita akan bekerjasama sampai film selesai, aku ucapkan selamat datang Jingbei !" ucap sang sutradara.

"Terimakasih...", sahut Jingbei dengan tersenyum senang.

"Mari kita bersalaman sebagai tanda kerjasama kita dalam pembuatan film dan semoga kamu betah bekerja bersama-sama kami", kata sutradara.

"Iya, sutradara", sahut Jingbei.

Jingbei mengulurkan tangannya kepada sang sutradara film sebagai tanda kerjasama mereka dalam pembuatan film perdana dimana Jingbei sebagai pemeran utamanya.

"Aku akan memberitahu Jing-Shen tentang terpilihnya pemeran utama film karena dia berhak tahu meski dia punya peran besar untuk memilih kandidat pemeran utama dalam filmnya", kata sutradara.

"Jing-Shen ada acara pemotretan hari ini, mungkin dia tidak kemari", sahut Jingbei.

"Hmm, begitu ya...", gumam sutradara.

Sutradara berpikir sesaat sambil memperhatikan jam tangannya.

"Baiklah, kita istirahat dulu, acara casting untuk pemilihan peran utama sudah ada, tinggal kita lanjutkan besok untuk sesi casting pemilihan peran lainnya", kata sutradara pada krew lainnya.

"Ya, sutradara !" sahut sejumlah krew film.

"Jingbei, setelah ini kita akan adakan latihan peran untuk mengisi waktumu karena syuting nanti kamu bisa langsung akting", kata sutradara.

"Iya, baik sutradara", sahut Jingbei.

"Sekarang kita istirahat dulu karena selanjutnya kami akan kembali casting untuk peran lainnya", kata sutradara.

Seseorang melangkah mendekat ke arah mereka sambil menyapa sang sutradara.

"Sutradara, apa kita akan lanjut castingnya ?" tanya seorang pria.

"Oh, iya, kita masih casting dan tolong umumkan lewat pengumuman di sekolah ini akan ada sesi selanjutnya", sahut sutradara.

"Tapi pemeran utama sudah ada dan baru dipilih, kenapa masih melanjutkan casting lagi ?" kata pria tersebut.

"Kita lanjutkan casting untuk peran lainnya dan akan ada sesi latihan untuk Jingbei", ucap sutradara.

"Latihan ?" tanya pria berpakaian ungu.

"Iya, aku sengaja ingin mengisi waktu kosong Jingbei berlatih peran untuk peran utamanya nanti agar dia lebih terbiasa saat syuting film", sahut sutradara.

"Tidak sebaiknya diadakan masa training bagi calon bintang film dalam sebuah komunitas tertentu", kata pria itu.

"Maksudnya kita adakan semacam orientasi bagi para pemeran film dalam suatu tempat khusus", ucap sutradara.

"Ya, tepatnya begitu", sahut pria itu.

"Hmm, sepertinya idemu bagus juga, akan aku ajukan kepada produser film agar proposal kita disetujui", kata sutradara.

"Dan masa orientasi itu dapat kita dokumentasikan sebagai hak siaran, bisa kita gunakan sebagai masa promo film kita", sahut pria itu.

"Bisa juga ide brilianmu itu, baiklah, kita akan teruskan rencana ini dan kita ajukan besok kepada produser film", ucap sutradara.

"Sebaiknya kita buat sekarang proporsalnya dan langsung saja kita ajukan kepada produser film", sahut pria itu.

"Tapi kita belum selesai casting untuk pemeran-pemeran lainnya, apa yang kita tulis dalam daftar pemeran film nanti pada proposal ?" tanya sutradara.

"Kita akan sertakan nanti daftar para pemain film setelah casting selesai, sekarang ini, kita ajukan pokok utamanya saja ke produser", sahut pria itu.

Sutradara mengangguk-angguk setuju sambil berpikir lalu dia melanjutkan ucapannya.

"Kalau begitu kamu yang membuat proporsalnya sekarang jika sudah selesai, tolong perlihatkan kepadaku", kata sutradara.

"Siap, sutradara ! Akan saya buat sekarang proposalnya dan saya akan segera beritahukan pada sutradara", sahut pria itu bersemangat.

"Ya, ya, ya, silahkan kamu lanjutkan sekarang", ucap sutradara.

"Baik, sutradara", sahut pria berbaju ungu lalu bergegas pergi.

Sutradara memperhatikan arah pria tadi saat dia pergi lalu tersenyum puas.

"Jingbei, setelah istirahat ini, kamu berlatih membaca skrip naskah film karena aku masih ada casting selanjutnya", ucap sutradara.

"Iya, sutradara", sahut Jingbei patuh.

Sutradara lalu memanggil asisten pribadinya dan seorang wanita berjalan ke arah mereka.

Terlihat Chan Chan melangkah menghampiri mereka berdua sambil melambaikan tangannya kepada Jingbei.

"Hai, Jingbei !" sapanya ramah.

"Hai... !" sahut Jingbei membalas sapaan Chan Chan dengan ceria.

Sutradara menoleh ke arah Chan Chan yang berdiri di dekat mereka.

"Kau sudah mengenalnya, Chan Chan ?" tanya sutradara.

"Iya, dari Jing-Shen yang mengenalkannya beberapa hari yang lalu", sahut Chan Chan. "Kira-kira kapan ya !?" sambungnya.

"Oh, begitu ya... !?" ucap sutradara film.

"Ada apa sutradara memanggilku ?" tanya Chan Chan.

"Tolong berikan salinan skrip naskah film untuk pemeran utama pada Jingbei !" perintah sutradara.

"Pemeran utama ???" tanya Chan Chan langsung kaget.

"Iya, pemeran utamanya sudah terpilih dan Jingbei yang menjadi pemerannya untuk film kita nanti", sahut sutradara.

"Woah !? Luar biasa... Cepat sekali sutradara memutuskan pemeran utamanya ???" ucap Chan Chan.

"Yeah... Aku tertarik pada Jingbei karena instingku berkata dia yang paling tepat !" sahut sutradara.

"Pasti karena Jingbei cantik !" ucap Chan Chan.

"Jangan berbicara yang mengada-ada, dia terpilih buka karena lantaran dia cantik saja melainkan aku melihat bakatnya", sahut sutradara.

"Ah, sutradara bisa juga berdalih !?" ucap Chan Chan sambil menggoda sutradara.

"Kecantikan itu aset penting untuk menarik minat pemirsa yang akan menonton film, akting bisa menyusul tapi aura bintang itu jarang sekali ditemukan", sahut sutradara.

"Apa itu perlu ???" tanya Chan Chan.

"Sudah, tidak usah kamu pikirkan nanti bisa pusing dirimu nanti jika terlalu memikirkan hal itu", sahut sutradara.

"Ya, ya, ya, baiklah sutradara...", kata Chan Chan.

"Apa akan ada sesi selanjutnya untuk casting film ini ?" tanya Chan Chan.

"Iya, casting akan dilanjutkan untuk casting pemeran lainnya", sahut sutradara.

"Hmm, iya...", ucap Chan Chan.

"Tolong kamu berikan naskah film pada Jingbei supaya dia bisa berlatih membaca skrip naskah !" perintah sutradara kepada Cha Chan.

"Siap, sutradara !" sahut Chan Chan.

Sutradara lalu beranjak pergi menuju ke area istirahat di salah satu sudut aula sekolah bersama krew film lainnya.

Tinggal Jingbei dan Chan Chan yang ada di dekat area tempat untuk casting.

"Tunggu sebentar Jingbei, aku akan mengambilkan naskah film yang dimaksud oleh sutradara !" pinta Chan Chan.

"Iya, Chan Chan...", sahut Jingbei seraya tersenyum.

"Aku menyimpannya pada map khusus di dalam mobil jadi aku tidak membawanya sekarang", kata Chan Chan.

"Iya, Chan Chan... Apakah aku ikut denganmu juga ke mobil ?" tanya Jingbei.

"Emm !? Bagaimana ya !?" kata Chan Chan.

"Jika kamu mengajakku maka aku merasa tidak keberatan, Chan Chan", ucap Jingbei.

"Sebaiknya kamu tunggu saja disini sampai aku kembali membawa naskah itu karena sutradara akan mencarimu nanti", kata Chan Chan.

"Baiklah, aku akan menunggumu disini...", sahut Jingbei.

"Ya, aku pergi dulu !" kata Chan Chan.

"Tunggu Chan Chan !" panggil Jingbei.

Ketika Chan Chan hendak pergi melangkah dari aula ini, perempuan yang menjadi asisten sutradara itu langsung menolehkan kepalanya ke arah Jingbei.

"Ya, Jingbei, ada apa ?" tanya Chan Chan.

"Terimakasih...", sahut Jingbei lalu tersenyum lembut.

Episodes
1 Bab 1 Jingbei
2 Bab 2 Identitas Baru Al
3 Bab 3 Menjadi Pacar Aktor
4 Bab 4 Aula Sekolah
5 Bab 5 Si Antagonis
6 Bab 6 Sebuah Kedai
7 Bab 7 Curahan Hati Kami
8 Bab 8 Bangku Di pinggir Trotoar
9 Bab 9 Cara Sampai Ke Lantai Atas
10 Bab 10 Tempat Tinggal Itu Tak Sama Lagi
11 Bab 11 Haruskah Ku Lakukan Itu
12 Bab 12 Ternyata Tidaklah Mudah
13 Bab 13 Pembicaraan Di Pagi Hari
14 Bab 14 Tak Sengaja Tergelincir
15 Bab 15 Kerjasama
16 Bab 16 Latihan Olah Vokal
17 Bab 17 Pesona Jing-Shen
18 Bab 18 Terkejutnya Jing-Shen
19 Bab 19 Dalam Sekejap Mata
20 Bab 20 Kemarahan Wanye
21 Bab 21 Tersulut Pertengkaran
22 Bab 22 Kekacauan Terjadi
23 Bab 23 Wanye Masih Marah
24 Bab 24 Melerai Mereka
25 Bab 25 Romantisnya Jing-Shen
26 Bab 26 Hari Yang Menyenangkan
27 Bab 27 Kejadian Di Hari Ini
28 Bab 28 Waktu Berlatih
29 Bab 29 Membantu Jing-Shen
30 Bab 30 Mulai Mengubah Gaya
31 Bab 31 Sesi Pemotretan Hari Ini
32 Bab 32 Kontrak Kerja Tak Terbatas
33 Bab 33 Bermain Keberuntungan
34 Bab 34 Pasar Batu Berharga
35 Bab 35 Keributan Kecil
36 Bab 36 Zamrud Langka
37 Bab 37 Biro Lelang
38 Bab 38 Pria Tambun
39 Bab 39 Tujuan Jingbei
40 Bab 40 Transaksi Rapi
41 Bab 41 Menjadi Kaya Raya
42 Bab 42 Rumah Baru
43 Bab 43 Hari Ulang tahun
44 Bab 44 Gedung Pasar Saham
45 Bab 45 Seperti Inilah Situasinya
46 Bab 46 Serbuan Para Fans
47 Bab 47 Mendapatkan Investor
48 Bab 48 Kencan Pertama Kalinya
49 Bab 49 Ungkapan Hati
50 Bab 50 Senyuman Indah Milik Jingbei
51 Bab 51 Kejadian Yang Mendekatkan
52 Bab 52 Fans Yang Menggila
53 Bab 53 Asisten Pribadi
54 Bab 54 Saingan Baru
55 Bab 55 Satu Bus
56 Bab 56 Ke Kota Hengdian
Episodes

Updated 56 Episodes

1
Bab 1 Jingbei
2
Bab 2 Identitas Baru Al
3
Bab 3 Menjadi Pacar Aktor
4
Bab 4 Aula Sekolah
5
Bab 5 Si Antagonis
6
Bab 6 Sebuah Kedai
7
Bab 7 Curahan Hati Kami
8
Bab 8 Bangku Di pinggir Trotoar
9
Bab 9 Cara Sampai Ke Lantai Atas
10
Bab 10 Tempat Tinggal Itu Tak Sama Lagi
11
Bab 11 Haruskah Ku Lakukan Itu
12
Bab 12 Ternyata Tidaklah Mudah
13
Bab 13 Pembicaraan Di Pagi Hari
14
Bab 14 Tak Sengaja Tergelincir
15
Bab 15 Kerjasama
16
Bab 16 Latihan Olah Vokal
17
Bab 17 Pesona Jing-Shen
18
Bab 18 Terkejutnya Jing-Shen
19
Bab 19 Dalam Sekejap Mata
20
Bab 20 Kemarahan Wanye
21
Bab 21 Tersulut Pertengkaran
22
Bab 22 Kekacauan Terjadi
23
Bab 23 Wanye Masih Marah
24
Bab 24 Melerai Mereka
25
Bab 25 Romantisnya Jing-Shen
26
Bab 26 Hari Yang Menyenangkan
27
Bab 27 Kejadian Di Hari Ini
28
Bab 28 Waktu Berlatih
29
Bab 29 Membantu Jing-Shen
30
Bab 30 Mulai Mengubah Gaya
31
Bab 31 Sesi Pemotretan Hari Ini
32
Bab 32 Kontrak Kerja Tak Terbatas
33
Bab 33 Bermain Keberuntungan
34
Bab 34 Pasar Batu Berharga
35
Bab 35 Keributan Kecil
36
Bab 36 Zamrud Langka
37
Bab 37 Biro Lelang
38
Bab 38 Pria Tambun
39
Bab 39 Tujuan Jingbei
40
Bab 40 Transaksi Rapi
41
Bab 41 Menjadi Kaya Raya
42
Bab 42 Rumah Baru
43
Bab 43 Hari Ulang tahun
44
Bab 44 Gedung Pasar Saham
45
Bab 45 Seperti Inilah Situasinya
46
Bab 46 Serbuan Para Fans
47
Bab 47 Mendapatkan Investor
48
Bab 48 Kencan Pertama Kalinya
49
Bab 49 Ungkapan Hati
50
Bab 50 Senyuman Indah Milik Jingbei
51
Bab 51 Kejadian Yang Mendekatkan
52
Bab 52 Fans Yang Menggila
53
Bab 53 Asisten Pribadi
54
Bab 54 Saingan Baru
55
Bab 55 Satu Bus
56
Bab 56 Ke Kota Hengdian

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!