Bab 2 Identitas Baru Al

Lampu bagian depan berbunyi sebanyak tiga kali.

Bip... !

Bip... !

Bip... !

Menyala terang berwarna merah saat degup jantungnya berdetak cepat.

Sesuatu merambat naik ke dalam jantung Jingbei seperti aliran darah yang menjadi pusat dari kehidupan tubuh baru Jingbei sehingga dia dapat menggerakkan badannya kembali.

Muncul hembusan nafas keluar dari arah hidungnya yang membentuk semacam lingkaran-lingkaran di udara.

Jingbei berkedip pelan lalu mengerling cepat ke arah samping sepertinya tubuh barunya mulai dapat berfungsi layaknya tubuh manusia.

Degup jantung terdengar kuat dari dalam tubuhnya, tidak seperti waktu dia koma karena serangan jantung.

Jingbei memang memiliki masalah bawaan dari kecil yaitu masalah jantung yang membuatnya bertubuh lemah, dia kerap jatuh pingsan jika terlalu banyak beraktivitas di luar atau jika dia terlalu lama berada di udara terbuka yang terpapar langsung oleh sengatan sinar matahari.

Matahari merupakan musuh utamanya di kehidupan lalunya karena tubuh Jingbei akan bereaksi cepat jika terkena paparan sinar matahari yang menyebabkan seluruh tubuhnya berubah mengelupas merah sedangkan jatungnya akan berhenti bekerja dalam waktu lama.

Masalah itulah yang membuat Jingbei jatuh koma di rumah sakit, mengharuskannya tinggal lama di rumah sakit dengan bantuan mesin untuk menunjang hidupnya agar dia dapat hidup lebih lama berada di dunia ini.

Jingbei menggerakkan kedua tangannya dengan gerakan mengepal erat lalu dibukanya lebar-lebar telapak tangannya kemudian dia mengibaskannya kuat-kuat.

"Aku bergerak !", ucapnya senang.

Pandangannya mengarah ke arah sekitarnya lalu dia terdiam lama sembari memandangi ruangan luas di hadapannya.

Jingbei menyibakkan tirai yang memisahkan ruangan dimana kotak kaca tempat dia duduk dengan sebuah ruangan luas yang kosong.

Tak terlihat pria tua di sekitar ruangan tempatnya berada sekarang.

Hanya ada dirinya sedang duduk di dalam kotak kaca yang sepi di sebuah ruangan luas yang tertutup rapat.

Jingbei kembali mengalihkan pandangannya ke arah dirinya lalu dia mengamati tubuhnya dengan seksama sambil bergumam pelan.

"Rupanya aku terjebak dalam tubuh robot tapi aku dapat bergerak layaknya manusia..., tubuh baru ku ini sangat kuat dan aku menyukainya...", ucapnya.

Krit... !

Jingbei mengangkat kembali wajahnya menghadap ke depan dengan kedua mata indahnya dan sekarang dia dapat melihat kembali dunia ini setelah lama dirinya mengalami koma.

Ngik... !

Jingbei beranjak berdiri dari kotak kaca lalu melangkahkan kakinya keluar dari kotak itu.

Kedua kakinya yang mengenakan sepasang sepatu stiletto berhak warna pink menapak pelan ke atas lantai marmer.

Tap !

Sedetik kemudian.

Jingbei telah berdiri dengan sempurna dengan sikap tegapnya seraya menatap lurus menghadap ke depan.

"Woah !?", pekiknya riang sembari melompat senang.

Tiba-tiba terdengar suara yang berasal dari tubuhnya seraya berkata lantang.

....

NAMA JINGBEI...

IDENTITAS BARU ROBOT Al ...

GADIS SMA MASA DEPAN DENGAN TINGKAT INTELEGENSIA LEVEL GRADE A...

TUBUH BARU JINGBEI...

TINGGI BADAN 178 CM...

BERAT BADAN RINGAN DENGAN UKURAN DADA 34B SERTA PERAWAKAN TUBUH LANGSING...

KULIT PUTIH PUCAT DENGAN CIRI KHAS BINTIK KECIL DI TELINGA...

KEMAMPUAN MENGUASAI SEMUA KEAHLIAN !

...

Jingbei tertegun saat mendengar penjelasan yang keluar dari suara asing dalam tubuh robotnya.

Hidupnya kini tak lagi sama seperti dulu sewaktu dia jatuh koma di rumah sakit karena sekarang ini, Jingbei memiliki tubuh baru yang lebih sehat dari tubuhnya sebelumnya.

Jingbei kembali memutar tubuhnya seraya bersenandung riang.

Senyumnya terus menghiasi wajah cantiknya yang bening lalu dia berkata pada dirinya sendiri.

"Aku dapat berdiri sekarang dan telah sadar dari koma !", ucapnya berseru ceria.

Kedua kakinya dia hentakkan kuat-kuat ke atas lantai ruangan hingga berbunyi nyaring.

Plak... !

Plak... !

Plak... !

Jingbei terus berlompatan serta berputar-putar dengan wajah sangat gembira saat melihat dirinya dapat kembali tersadar dari koma nya yang sangat lama.

Dihentakkan kembali kedua kakinya hingga merapat erat lalu dia meloncat berulangkali ke arah depan.

Maju-mundur kedua kakinya melangkah seperti dia sedang belajar menapak untuk berjalan.

Jingbei menghentikan gerakan tubuhnya kemudian terdiam sejenak seraya memperhatikan arah sekitarnya.

"Sepi..., kemana pria tua itu ? Kenapa aku tidak melihatnya disini ?", tanya Jingbei keheranan.

Jingbei mengedarkan pandangannya lalu berjalan dengan langkah perlahan-lahan ke arah depan.

Langkah kakinya terdengar menggema cukup keras di sekitar ruangan luas yang kosong.

Jingbei melangkah ke arah pintu yang tertutup rapat lalu dia membuka pintu tersebut.

KRAK !

Pegangan pintu langsung terlepas dari arah pintu karena tarikan dari tangan Jingbei, rusak sehingga pintu tidak dapat dibuka olehnya.

Jingbei berdiri tertegun seraya memandangi ke arah pintu di hadapannya yang masih tertutup rapat.

"Bagaimana cara aku membuka pintu jika pegangan pintu rusak ?", tanyanya termenung.

Jingbei berpikir cepat seraya memiringkan kepalanya ke samping.

Krieeet...

Tanpa berpikir lagi, Jingbei menendang pintu di depannya hingga pintu terpental jauh dari ruangan dia berada sekarang.

BRAK !

Daun pintu tergeletak keras di atas lantai marmer sehingga menimbulkan retakan panjang di sekitar lantai.

Jingbei melangkahkan kedua kakinya kuat-kuat saat dia menapak di lantai marmer ruangan.

KRAK...

Kembali terlihat retakan-retakan halus di bekas jejak kakinya saat dia melangkah.

Namun, Jingbei tidak menyadarinya jika gerakan tubuhnya telah menimbulkan berbagai kerusakan di sekitarnya.

Tap... !

Tap... !

Tap... !

Suara langkah kaki Jingbei terdengar jelas di dalam gedung luas yang sangat sepi dengan dinding-dinding yang menjulang tinggi melingkar di sana.

Sesekali Jingbei mengalihkan pandangannya ke arah sekitarnya dengan sorot mata tajam.

Jingbei berjalan layaknya tubuh manusia pada umumnya, luwes, sangat lincah serta gemulai saat dia menggerakkan bagian tubuhnya yang berupa robot cantik.

Penampilan Jingbei seperti lazimnya seorang manusia yang sehat, hanya saja dia saat ini terjebak dalam tubuh seorang robot dengan kekuatan supernya.

Di depannya, kembali sebuah pintu terbentang lebar tapi kali ini pintu dapat terbuka secara otomatis.

Jingbei segera melangkah keluar dari dalam gedung ketika pintu terbuka dengan sendirinya.

Bip... !

Lampu di depan dadanya kembali menyala terang saat Jingbei melangkah keluar dari dalam gedung megah itu.

Jingbei segera berlari cepat meninggalkan area halaman gedung ke arah jalan trotoar di luar.

Tubuh Jingbei melesat kilat saat dia berlari sepanjang jalan trotoar.

Merasa sangat bebas serta leluasa bergerak kembali dan kini dia seperti terlahir kembali dengan tubuh barunya meski dia berupa robot yang cantik.

Sistem dalam tubuhnya bekerja cepat memberi petunjuk langsung ke dalam impuls kepalanya.

Memerintahkan kepada Jingbei untuk bergerak menuju ke sebuah sekolah menengah atas.

Terlihat tubuh Jingbei melesat cepat sepanjang jalan ketika dia bergerak ke tempat tujuan.

Kurang dari lima belas menit, Jingbei telah tiba di sebuah gedung sekolah menengah atas yang sangat besar dan megah bangunannya.

Jingbei berjalan dengan gerakan sangat cepat saat memasuki gedung sekolah barunya. Kembali sistem dalam tubuhnya bekerja dengan memberitahukan padanya dimana letak kelasnya berada di sekolah ini segera dia bergerak menuju ke kelas tempatnya belajar.

Terpopuler

Comments

iirmaynt

iirmaynt

di tunggu cerita selanjutnya, semangat kak Author 💪🏻😊

2024-02-25

1

horse win

horse win

chayo 🌞

2024-02-25

1

horse win

horse win

🌞🌞🌞🌞🌞🌞

2024-02-25

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Jingbei
2 Bab 2 Identitas Baru Al
3 Bab 3 Menjadi Pacar Aktor
4 Bab 4 Aula Sekolah
5 Bab 5 Si Antagonis
6 Bab 6 Sebuah Kedai
7 Bab 7 Curahan Hati Kami
8 Bab 8 Bangku Di pinggir Trotoar
9 Bab 9 Cara Sampai Ke Lantai Atas
10 Bab 10 Tempat Tinggal Itu Tak Sama Lagi
11 Bab 11 Haruskah Ku Lakukan Itu
12 Bab 12 Ternyata Tidaklah Mudah
13 Bab 13 Pembicaraan Di Pagi Hari
14 Bab 14 Tak Sengaja Tergelincir
15 Bab 15 Kerjasama
16 Bab 16 Latihan Olah Vokal
17 Bab 17 Pesona Jing-Shen
18 Bab 18 Terkejutnya Jing-Shen
19 Bab 19 Dalam Sekejap Mata
20 Bab 20 Kemarahan Wanye
21 Bab 21 Tersulut Pertengkaran
22 Bab 22 Kekacauan Terjadi
23 Bab 23 Wanye Masih Marah
24 Bab 24 Melerai Mereka
25 Bab 25 Romantisnya Jing-Shen
26 Bab 26 Hari Yang Menyenangkan
27 Bab 27 Kejadian Di Hari Ini
28 Bab 28 Waktu Berlatih
29 Bab 29 Membantu Jing-Shen
30 Bab 30 Mulai Mengubah Gaya
31 Bab 31 Sesi Pemotretan Hari Ini
32 Bab 32 Kontrak Kerja Tak Terbatas
33 Bab 33 Bermain Keberuntungan
34 Bab 34 Pasar Batu Berharga
35 Bab 35 Keributan Kecil
36 Bab 36 Zamrud Langka
37 Bab 37 Biro Lelang
38 Bab 38 Pria Tambun
39 Bab 39 Tujuan Jingbei
40 Bab 40 Transaksi Rapi
41 Bab 41 Menjadi Kaya Raya
42 Bab 42 Rumah Baru
43 Bab 43 Hari Ulang tahun
44 Bab 44 Gedung Pasar Saham
45 Bab 45 Seperti Inilah Situasinya
46 Bab 46 Serbuan Para Fans
47 Bab 47 Mendapatkan Investor
48 Bab 48 Kencan Pertama Kalinya
49 Bab 49 Ungkapan Hati
50 Bab 50 Senyuman Indah Milik Jingbei
51 Bab 51 Kejadian Yang Mendekatkan
52 Bab 52 Fans Yang Menggila
53 Bab 53 Asisten Pribadi
54 Bab 54 Saingan Baru
55 Bab 55 Satu Bus
56 Bab 56 Ke Kota Hengdian
Episodes

Updated 56 Episodes

1
Bab 1 Jingbei
2
Bab 2 Identitas Baru Al
3
Bab 3 Menjadi Pacar Aktor
4
Bab 4 Aula Sekolah
5
Bab 5 Si Antagonis
6
Bab 6 Sebuah Kedai
7
Bab 7 Curahan Hati Kami
8
Bab 8 Bangku Di pinggir Trotoar
9
Bab 9 Cara Sampai Ke Lantai Atas
10
Bab 10 Tempat Tinggal Itu Tak Sama Lagi
11
Bab 11 Haruskah Ku Lakukan Itu
12
Bab 12 Ternyata Tidaklah Mudah
13
Bab 13 Pembicaraan Di Pagi Hari
14
Bab 14 Tak Sengaja Tergelincir
15
Bab 15 Kerjasama
16
Bab 16 Latihan Olah Vokal
17
Bab 17 Pesona Jing-Shen
18
Bab 18 Terkejutnya Jing-Shen
19
Bab 19 Dalam Sekejap Mata
20
Bab 20 Kemarahan Wanye
21
Bab 21 Tersulut Pertengkaran
22
Bab 22 Kekacauan Terjadi
23
Bab 23 Wanye Masih Marah
24
Bab 24 Melerai Mereka
25
Bab 25 Romantisnya Jing-Shen
26
Bab 26 Hari Yang Menyenangkan
27
Bab 27 Kejadian Di Hari Ini
28
Bab 28 Waktu Berlatih
29
Bab 29 Membantu Jing-Shen
30
Bab 30 Mulai Mengubah Gaya
31
Bab 31 Sesi Pemotretan Hari Ini
32
Bab 32 Kontrak Kerja Tak Terbatas
33
Bab 33 Bermain Keberuntungan
34
Bab 34 Pasar Batu Berharga
35
Bab 35 Keributan Kecil
36
Bab 36 Zamrud Langka
37
Bab 37 Biro Lelang
38
Bab 38 Pria Tambun
39
Bab 39 Tujuan Jingbei
40
Bab 40 Transaksi Rapi
41
Bab 41 Menjadi Kaya Raya
42
Bab 42 Rumah Baru
43
Bab 43 Hari Ulang tahun
44
Bab 44 Gedung Pasar Saham
45
Bab 45 Seperti Inilah Situasinya
46
Bab 46 Serbuan Para Fans
47
Bab 47 Mendapatkan Investor
48
Bab 48 Kencan Pertama Kalinya
49
Bab 49 Ungkapan Hati
50
Bab 50 Senyuman Indah Milik Jingbei
51
Bab 51 Kejadian Yang Mendekatkan
52
Bab 52 Fans Yang Menggila
53
Bab 53 Asisten Pribadi
54
Bab 54 Saingan Baru
55
Bab 55 Satu Bus
56
Bab 56 Ke Kota Hengdian

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!