Lampu bagian depan berbunyi sebanyak tiga kali.
Bip... !
Bip... !
Bip... !
Menyala terang berwarna merah saat degup jantungnya berdetak cepat.
Sesuatu merambat naik ke dalam jantung Jingbei seperti aliran darah yang menjadi pusat dari kehidupan tubuh baru Jingbei sehingga dia dapat menggerakkan badannya kembali.
Muncul hembusan nafas keluar dari arah hidungnya yang membentuk semacam lingkaran-lingkaran di udara.
Jingbei berkedip pelan lalu mengerling cepat ke arah samping sepertinya tubuh barunya mulai dapat berfungsi layaknya tubuh manusia.
Degup jantung terdengar kuat dari dalam tubuhnya, tidak seperti waktu dia koma karena serangan jantung.
Jingbei memang memiliki masalah bawaan dari kecil yaitu masalah jantung yang membuatnya bertubuh lemah, dia kerap jatuh pingsan jika terlalu banyak beraktivitas di luar atau jika dia terlalu lama berada di udara terbuka yang terpapar langsung oleh sengatan sinar matahari.
Matahari merupakan musuh utamanya di kehidupan lalunya karena tubuh Jingbei akan bereaksi cepat jika terkena paparan sinar matahari yang menyebabkan seluruh tubuhnya berubah mengelupas merah sedangkan jatungnya akan berhenti bekerja dalam waktu lama.
Masalah itulah yang membuat Jingbei jatuh koma di rumah sakit, mengharuskannya tinggal lama di rumah sakit dengan bantuan mesin untuk menunjang hidupnya agar dia dapat hidup lebih lama berada di dunia ini.
Jingbei menggerakkan kedua tangannya dengan gerakan mengepal erat lalu dibukanya lebar-lebar telapak tangannya kemudian dia mengibaskannya kuat-kuat.
"Aku bergerak !", ucapnya senang.
Pandangannya mengarah ke arah sekitarnya lalu dia terdiam lama sembari memandangi ruangan luas di hadapannya.
Jingbei menyibakkan tirai yang memisahkan ruangan dimana kotak kaca tempat dia duduk dengan sebuah ruangan luas yang kosong.
Tak terlihat pria tua di sekitar ruangan tempatnya berada sekarang.
Hanya ada dirinya sedang duduk di dalam kotak kaca yang sepi di sebuah ruangan luas yang tertutup rapat.
Jingbei kembali mengalihkan pandangannya ke arah dirinya lalu dia mengamati tubuhnya dengan seksama sambil bergumam pelan.
"Rupanya aku terjebak dalam tubuh robot tapi aku dapat bergerak layaknya manusia..., tubuh baru ku ini sangat kuat dan aku menyukainya...", ucapnya.
Krit... !
Jingbei mengangkat kembali wajahnya menghadap ke depan dengan kedua mata indahnya dan sekarang dia dapat melihat kembali dunia ini setelah lama dirinya mengalami koma.
Ngik... !
Jingbei beranjak berdiri dari kotak kaca lalu melangkahkan kakinya keluar dari kotak itu.
Kedua kakinya yang mengenakan sepasang sepatu stiletto berhak warna pink menapak pelan ke atas lantai marmer.
Tap !
Sedetik kemudian.
Jingbei telah berdiri dengan sempurna dengan sikap tegapnya seraya menatap lurus menghadap ke depan.
"Woah !?", pekiknya riang sembari melompat senang.
Tiba-tiba terdengar suara yang berasal dari tubuhnya seraya berkata lantang.
....
NAMA JINGBEI...
IDENTITAS BARU ROBOT Al ...
GADIS SMA MASA DEPAN DENGAN TINGKAT INTELEGENSIA LEVEL GRADE A...
TUBUH BARU JINGBEI...
TINGGI BADAN 178 CM...
BERAT BADAN RINGAN DENGAN UKURAN DADA 34B SERTA PERAWAKAN TUBUH LANGSING...
KULIT PUTIH PUCAT DENGAN CIRI KHAS BINTIK KECIL DI TELINGA...
KEMAMPUAN MENGUASAI SEMUA KEAHLIAN !
...
Jingbei tertegun saat mendengar penjelasan yang keluar dari suara asing dalam tubuh robotnya.
Hidupnya kini tak lagi sama seperti dulu sewaktu dia jatuh koma di rumah sakit karena sekarang ini, Jingbei memiliki tubuh baru yang lebih sehat dari tubuhnya sebelumnya.
Jingbei kembali memutar tubuhnya seraya bersenandung riang.
Senyumnya terus menghiasi wajah cantiknya yang bening lalu dia berkata pada dirinya sendiri.
"Aku dapat berdiri sekarang dan telah sadar dari koma !", ucapnya berseru ceria.
Kedua kakinya dia hentakkan kuat-kuat ke atas lantai ruangan hingga berbunyi nyaring.
Plak... !
Plak... !
Plak... !
Jingbei terus berlompatan serta berputar-putar dengan wajah sangat gembira saat melihat dirinya dapat kembali tersadar dari koma nya yang sangat lama.
Dihentakkan kembali kedua kakinya hingga merapat erat lalu dia meloncat berulangkali ke arah depan.
Maju-mundur kedua kakinya melangkah seperti dia sedang belajar menapak untuk berjalan.
Jingbei menghentikan gerakan tubuhnya kemudian terdiam sejenak seraya memperhatikan arah sekitarnya.
"Sepi..., kemana pria tua itu ? Kenapa aku tidak melihatnya disini ?", tanya Jingbei keheranan.
Jingbei mengedarkan pandangannya lalu berjalan dengan langkah perlahan-lahan ke arah depan.
Langkah kakinya terdengar menggema cukup keras di sekitar ruangan luas yang kosong.
Jingbei melangkah ke arah pintu yang tertutup rapat lalu dia membuka pintu tersebut.
KRAK !
Pegangan pintu langsung terlepas dari arah pintu karena tarikan dari tangan Jingbei, rusak sehingga pintu tidak dapat dibuka olehnya.
Jingbei berdiri tertegun seraya memandangi ke arah pintu di hadapannya yang masih tertutup rapat.
"Bagaimana cara aku membuka pintu jika pegangan pintu rusak ?", tanyanya termenung.
Jingbei berpikir cepat seraya memiringkan kepalanya ke samping.
Krieeet...
Tanpa berpikir lagi, Jingbei menendang pintu di depannya hingga pintu terpental jauh dari ruangan dia berada sekarang.
BRAK !
Daun pintu tergeletak keras di atas lantai marmer sehingga menimbulkan retakan panjang di sekitar lantai.
Jingbei melangkahkan kedua kakinya kuat-kuat saat dia menapak di lantai marmer ruangan.
KRAK...
Kembali terlihat retakan-retakan halus di bekas jejak kakinya saat dia melangkah.
Namun, Jingbei tidak menyadarinya jika gerakan tubuhnya telah menimbulkan berbagai kerusakan di sekitarnya.
Tap... !
Tap... !
Tap... !
Suara langkah kaki Jingbei terdengar jelas di dalam gedung luas yang sangat sepi dengan dinding-dinding yang menjulang tinggi melingkar di sana.
Sesekali Jingbei mengalihkan pandangannya ke arah sekitarnya dengan sorot mata tajam.
Jingbei berjalan layaknya tubuh manusia pada umumnya, luwes, sangat lincah serta gemulai saat dia menggerakkan bagian tubuhnya yang berupa robot cantik.
Penampilan Jingbei seperti lazimnya seorang manusia yang sehat, hanya saja dia saat ini terjebak dalam tubuh seorang robot dengan kekuatan supernya.
Di depannya, kembali sebuah pintu terbentang lebar tapi kali ini pintu dapat terbuka secara otomatis.
Jingbei segera melangkah keluar dari dalam gedung ketika pintu terbuka dengan sendirinya.
Bip... !
Lampu di depan dadanya kembali menyala terang saat Jingbei melangkah keluar dari dalam gedung megah itu.
Jingbei segera berlari cepat meninggalkan area halaman gedung ke arah jalan trotoar di luar.
Tubuh Jingbei melesat kilat saat dia berlari sepanjang jalan trotoar.
Merasa sangat bebas serta leluasa bergerak kembali dan kini dia seperti terlahir kembali dengan tubuh barunya meski dia berupa robot yang cantik.
Sistem dalam tubuhnya bekerja cepat memberi petunjuk langsung ke dalam impuls kepalanya.
Memerintahkan kepada Jingbei untuk bergerak menuju ke sebuah sekolah menengah atas.
Terlihat tubuh Jingbei melesat cepat sepanjang jalan ketika dia bergerak ke tempat tujuan.
Kurang dari lima belas menit, Jingbei telah tiba di sebuah gedung sekolah menengah atas yang sangat besar dan megah bangunannya.
Jingbei berjalan dengan gerakan sangat cepat saat memasuki gedung sekolah barunya. Kembali sistem dalam tubuhnya bekerja dengan memberitahukan padanya dimana letak kelasnya berada di sekolah ini segera dia bergerak menuju ke kelas tempatnya belajar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
iirmaynt
di tunggu cerita selanjutnya, semangat kak Author 💪🏻😊
2024-02-25
1
horse win
chayo 🌞
2024-02-25
1
horse win
🌞🌞🌞🌞🌞🌞
2024-02-25
1