Bab 13 Pembicaraan Di Pagi Hari

Jingbei membaca kembali surat kontrak kerjanya dari Jing-Shen.

Aktor muda itu memang telah membuat perjanjian untuk Jingbei yang akan bekerja sebagai asisten pribadinya.

Kebiasaan Jingbei selalu memiringkan kepalanya saat dia tidak memahami hal baru yang dia temui.

"Kenapa ?" tanya Jing-Shen.

"Bisakah kamu memberitahukan padaku tentang isi kontrak kerja ini ?" kata Jingbei sambil menunjuk ke point yang tidak dia pahami.

"Oh !?" sahut Jing-Shen.

"Oh ???" kata Jingbei.

Jingbei membelalakkan kedua matanya saat Jing-Shen hanya menjawab "Oh" saja.

"Aku tidak mengerti kenapa sekarang berubah isi kesepakatannya, bukankah kamu bilang bahwa kita akan tertinggal terpisah ?" tanya Jingbei.

"Kapan aku pernah berkata demikian ?" tanya Jing-Shen.

"Saat...", Jingbei lantas terdiam.

Teringat bahwa sistem memori Jing-Shen telah terhapus, hanya mengingat tentang bagian tertentu saja sedangkan sistem AI telah menghapus ingatan yang kurang baik untuk diingat oleh aktor muda itu.

Jingbei menurunkan kertas kontrak kerjanya lalu melipatnya rapi kemudian memasukkannya ke dalam saku kemeja seragamnya.

"Maaf...", ucap Jingbei seraya menunduk.

"Sekarang adakah hal yang perlu kamu tanyakan lagi tentang kontrak kerja itu ?" tanya Jing-Shen.

"Tidak..., tidak ada...", sahut Jingbei.

Jingbei hanya menggeleng pelan.

"Baiklah, mulai sekarang kamu berperan ganda sebagai pacarku dan juga asisten pribadiku", kata Jing-Shen.

"Emm... !? Yah... ?" sahut Jingbei bergumam lirih lalu beranjak berdiri.

"Tugasmu akan aku berikan setelah aku mengetiknya, sekarang kamu akan tinggal satu apartemen denganku mulai sekarang", kata Jing-Shen.

Jing-Shen lantas melangkah menuju ke sebuah kamar kosong lalu berdiri di depannya.

"Dikamar ini kamu akan tinggal disini sementara sampai kamu dapat menyewa apartemen sendiri nanti", kata Jing-Shen.

"Ya, terimakasih telah menampungku di apartemenmu", sahut Jingbei.

Jingbei tersenyum kepada Jing-Shen.

Terlihat wajah Jing-Shen yang lelah setelah sibuk kemarin.

"Kamar ini masih belum ada perabotannya dan juga kosong, jika kamu ingin menatanya sendiri, silahkan saja jika kamu mau", lanjut Jing-Shen.

"Ya, aku akan menatanya tetapi aku tidak punya uang untuk membeli perabotan...", sahut Jingbei.

"Oh, iya, aku hampir melupakannya tentang itu", kata Jing-Shen.

Jing-Shen mengeluarkan sebuah amplop lalu menyerahkannya kepada Jingbei.

"Apa ini ?" tanya Jingbei agak terkejut kaget.

"Ini ada amplop berisi gaji pertamamu, aku membayarmu di muka untuk bulan ini dan mungkin saja bulan berikutnya juga sama", kata Jing-Shen menjelaskan.

"Terimakasih...", sahut Jingbei.

"Yah, baiklah, kalau begitu, sekarang aku akan bersiap-siap berangkat kerja karena ada pemotretan di studio XEN", ucap Jing-Shen.

"Apa kamu tidak sarapan dulu sebelum bekerja ?" tanya Jingbei.

"Tidak, pemotretannya awal sekali jika aku terlambat nanti, semua team akan terkena dampak kemarahan manager karena pihak sponsor menginginkan gambarku dikirim sekarang", sahut Jing-Shen.

"Lalu tugasku hari ini apa ?" tanya Jingbei.

"Nanti aku masih harus mengetiknya karena aku belum membuat daftar tugas untukmu", sahut Jing-Shen.

"Oh, begitu, ya..., baiklah, aku akan menunggunya...", kata Jingbei.

"Hari ini kamu tidak sekolah ?" tanya Jing-Shen.

"Iya, aku akan berangkat nanti, kau pergilah dahulu agar tidak terlambat", sahut Jingbei.

Jing-Shen melirik ke arah jam tangannya lalu menoleh kembali ke Jingbei yang ada di dekatnya.

"Sekarang aku harus pergi karena jalan akan macet satu jam lagi", ucap Jing-Shen.

"Ya, berhati-hatilah di jalan !'', kata Jingbei.

"Dagh... ! Jaga rumah baik-baik, ya !" ucap Jing-Shen lalu melangkah keluar dari apartemennya.

BLAM...,

Pintu apartemen tertutup rapat, tinggal Jingbei sendirian di dalam ruangan sedang berdiri di depan kamarnya yang masih kosong.

"Fuih... !?" desahnya lega.

Jingbei berpikir akan ketahuan oleh Jing-Shen jika dia adalah seorang robot AI.

Namun, ternyata sistem AI berhasil membuat Jing-Shen tidak mengingat apapun tentang kejadian yang menunjukkan bahwa dirinya adalah robot.

Kelalaiannya yang memutar kepalanya hingga ke belakang serta mulutnya yang mengeluarkan semburan api besar telah mengakibatkan aktor muda itu pingsan karena syok.

Sistem AI dalam tubuh robotnya langsung mengetahui hal itu sehingga terpaksa menghapus ingatan Jing-Shen.

"Aku akan bersiap-siap berangkat sekolah sekarang karena aku harus masuk sekolah setelah menjadi seorang siswi sekolah menengah atas", ucap Jingbei.

Jingbei melangkahkan kakinya ke dalam kamar kosong yang akan menjadi tempatnya disini.

Ruangan kamar terlihat tidak terisi oleh apa-apa bahkan tidak satupun barang yang tersedia di kamar ini.

"Aku akan mengisi kamar kosong ini nanti setelah pulang sekolah dan sekarang aku harus berangkat dulu ke sekolah", ucap Jingbei.

Jingbei lalu menundukkan kepalanya seraya memberi perintah pada sistem AI dalam tubuhnya.

"Aku memerintahkan kepadamu, sistem robot AI untuk mengirimkanku berangkat ke sekolah sekarang !" perintahnya.

Jingbei mengusap lembut bagian dadanya yang mulai menyala terang seperti lampu.

Tiba-tiba bagian dada Jingbei bereaksi cepat lalu sistem robot AI menanggapi perintahnya yang terkirim seperti pesan.

"SISTEM AI SEGERA MEMINDAHKAN TUBUH JINGBEI KE SEKOLAH !" sahut sistem robot AI.

Muncul sinar terang lalu membayang ke seluruh tubuh Jingbei, perlahan-lahan tubuh Jingbei mulai menghilang dari dalam ruangan kamar kosong apartemen.

"MODE PINDAI !!!"

Terdengar suara sistem AI yang menggema ketika tubuh Jingbei pergi menghilang.

BLEZH...,

Dalam waktu kurang semenit, tubuh Jingbei telah berpindah tempat ke tempat lain. Dan sekarang Jingbei telah berada di area halaman sekolah menengah atas, tempatnya bersekolah sekarang ini.

Jingbei terdiam sambil mengedarkan pandangannya ke sekitar gedung sekolah.

Susana di sekolah SMA nya masih tampak lenggang dan sepi, siswa-siswi di sekolah ini masih belum datang sedangkan hari masih terlalu pagi.

Mungkin jam masih menunjukkan waktu sekitar jam enam pagi kurang.

Jingbei melanjutkan langkah kakinya ke arah gedung sekolah yang berdiri megah di hadapannya.

Tubuh Jingbei agak sedikit melayang pelan saat dia menuju ke gedung sekolahnya.

"Rupanya siswa disini belum datang, biasanya halaman akan ramai oleh anak-anak sekolah yang duduk di bangku sekitar sini", kata Jingbei.

Jingbei masuk ke gedung sekolahnya lalu berjalan ke atas menuju ke kelasnya dengan menaiki tangga sekolah.

"Aku kepagian berangkat ke sekolah", ucapnya.

Tap... !

Kaki Jingbei menyentuh lantai kelasnya lalu dia berjalan pelan menuju bangku belajarnya.

Jingbei meletakkan tas sekolah miliknya seraya duduk disana serta menunggu siswa-siswi yang lainnya datang.

Dilihatnya seluruh isi kelasnya yang masih sepi, tak terlihat hal yang mencolok pada ruangan kelas.

"Apakah lensa mata robot dapat menembus dinding ?" tanya Jingbei.

Jingbei yang penasaran lalu mengarahkan pandangannya ke arah dinding kelasnya, dia mulai melihat dengan lensa robot miliknya.

Ternyata lensa mata robotnya berhasil menembus masuk ke dalam dinding kelas lainnya. Dan Jingbei dapat melihat dengan sangat jelas bagian lain dari ruangan kelas di sekolah ini melalui lensa robot AI.

Jingbei melihat beberapa anak yang mulai berdatangan masuk ke kelas sebelah.

"Hmm..., rupanya aku bisa melihat dengan lensa mata robot AI milikku ke arah ruangan bagian lainnya...", ucap Jingbei seraya tersenyum senang.

Jingbei mulai berpikir tentang lensa mata robot yang ada pada dirinya dan dia mulai merencanakan mefungsikan lensa di kedua matanya itu setiap harinya mulai dari sekarang.

Sudut bibirnya membentuk lengkungan senyuman yang tidak biasanya serta terlihat ekspresi wajah Jingbei sangat bahagia saat ini, setelah mengetahui dia dapat bergerak leluasa dan berbuat semau yang dia inginkan dengan tubuh robot AI-nya.

Episodes
1 Bab 1 Jingbei
2 Bab 2 Identitas Baru Al
3 Bab 3 Menjadi Pacar Aktor
4 Bab 4 Aula Sekolah
5 Bab 5 Si Antagonis
6 Bab 6 Sebuah Kedai
7 Bab 7 Curahan Hati Kami
8 Bab 8 Bangku Di pinggir Trotoar
9 Bab 9 Cara Sampai Ke Lantai Atas
10 Bab 10 Tempat Tinggal Itu Tak Sama Lagi
11 Bab 11 Haruskah Ku Lakukan Itu
12 Bab 12 Ternyata Tidaklah Mudah
13 Bab 13 Pembicaraan Di Pagi Hari
14 Bab 14 Tak Sengaja Tergelincir
15 Bab 15 Kerjasama
16 Bab 16 Latihan Olah Vokal
17 Bab 17 Pesona Jing-Shen
18 Bab 18 Terkejutnya Jing-Shen
19 Bab 19 Dalam Sekejap Mata
20 Bab 20 Kemarahan Wanye
21 Bab 21 Tersulut Pertengkaran
22 Bab 22 Kekacauan Terjadi
23 Bab 23 Wanye Masih Marah
24 Bab 24 Melerai Mereka
25 Bab 25 Romantisnya Jing-Shen
26 Bab 26 Hari Yang Menyenangkan
27 Bab 27 Kejadian Di Hari Ini
28 Bab 28 Waktu Berlatih
29 Bab 29 Membantu Jing-Shen
30 Bab 30 Mulai Mengubah Gaya
31 Bab 31 Sesi Pemotretan Hari Ini
32 Bab 32 Kontrak Kerja Tak Terbatas
33 Bab 33 Bermain Keberuntungan
34 Bab 34 Pasar Batu Berharga
35 Bab 35 Keributan Kecil
36 Bab 36 Zamrud Langka
37 Bab 37 Biro Lelang
38 Bab 38 Pria Tambun
39 Bab 39 Tujuan Jingbei
40 Bab 40 Transaksi Rapi
41 Bab 41 Menjadi Kaya Raya
42 Bab 42 Rumah Baru
43 Bab 43 Hari Ulang tahun
44 Bab 44 Gedung Pasar Saham
45 Bab 45 Seperti Inilah Situasinya
46 Bab 46 Serbuan Para Fans
47 Bab 47 Mendapatkan Investor
48 Bab 48 Kencan Pertama Kalinya
49 Bab 49 Ungkapan Hati
50 Bab 50 Senyuman Indah Milik Jingbei
51 Bab 51 Kejadian Yang Mendekatkan
52 Bab 52 Fans Yang Menggila
53 Bab 53 Asisten Pribadi
54 Bab 54 Saingan Baru
55 Bab 55 Satu Bus
56 Bab 56 Ke Kota Hengdian
Episodes

Updated 56 Episodes

1
Bab 1 Jingbei
2
Bab 2 Identitas Baru Al
3
Bab 3 Menjadi Pacar Aktor
4
Bab 4 Aula Sekolah
5
Bab 5 Si Antagonis
6
Bab 6 Sebuah Kedai
7
Bab 7 Curahan Hati Kami
8
Bab 8 Bangku Di pinggir Trotoar
9
Bab 9 Cara Sampai Ke Lantai Atas
10
Bab 10 Tempat Tinggal Itu Tak Sama Lagi
11
Bab 11 Haruskah Ku Lakukan Itu
12
Bab 12 Ternyata Tidaklah Mudah
13
Bab 13 Pembicaraan Di Pagi Hari
14
Bab 14 Tak Sengaja Tergelincir
15
Bab 15 Kerjasama
16
Bab 16 Latihan Olah Vokal
17
Bab 17 Pesona Jing-Shen
18
Bab 18 Terkejutnya Jing-Shen
19
Bab 19 Dalam Sekejap Mata
20
Bab 20 Kemarahan Wanye
21
Bab 21 Tersulut Pertengkaran
22
Bab 22 Kekacauan Terjadi
23
Bab 23 Wanye Masih Marah
24
Bab 24 Melerai Mereka
25
Bab 25 Romantisnya Jing-Shen
26
Bab 26 Hari Yang Menyenangkan
27
Bab 27 Kejadian Di Hari Ini
28
Bab 28 Waktu Berlatih
29
Bab 29 Membantu Jing-Shen
30
Bab 30 Mulai Mengubah Gaya
31
Bab 31 Sesi Pemotretan Hari Ini
32
Bab 32 Kontrak Kerja Tak Terbatas
33
Bab 33 Bermain Keberuntungan
34
Bab 34 Pasar Batu Berharga
35
Bab 35 Keributan Kecil
36
Bab 36 Zamrud Langka
37
Bab 37 Biro Lelang
38
Bab 38 Pria Tambun
39
Bab 39 Tujuan Jingbei
40
Bab 40 Transaksi Rapi
41
Bab 41 Menjadi Kaya Raya
42
Bab 42 Rumah Baru
43
Bab 43 Hari Ulang tahun
44
Bab 44 Gedung Pasar Saham
45
Bab 45 Seperti Inilah Situasinya
46
Bab 46 Serbuan Para Fans
47
Bab 47 Mendapatkan Investor
48
Bab 48 Kencan Pertama Kalinya
49
Bab 49 Ungkapan Hati
50
Bab 50 Senyuman Indah Milik Jingbei
51
Bab 51 Kejadian Yang Mendekatkan
52
Bab 52 Fans Yang Menggila
53
Bab 53 Asisten Pribadi
54
Bab 54 Saingan Baru
55
Bab 55 Satu Bus
56
Bab 56 Ke Kota Hengdian

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!