Jingbei tampak berjalan mengikuti Jing-Shen ke area aula sekolah.
Ada casting syuting film terbaru yang diperankan oleh Jing-Shen untuk peran utamanya. Dan sutradara sedang mencari pemeran-pemeran lainnya dalam film nanti yang akan tayang bulan depan.
Seluruh awak team film besutan sutradara terkenal terlihat sibuk saat casting film di adakan mulai dua minggu ke depan di berbagai penjuru seluruh sekolah menengah atas.
Jing-Shen mengajak Jingbei ikut bersamanya untuk melihat casting film yang di gelar di aula sekolah.
Tap... !
Tap... !
Tap... !
Terdengar suara langkah kaki mereka menuju ke arah aula sekolah dengan saling bergandengan tangan.
Wajah Jing-Shen berekspresi dingin saat melangkah ke aula sedangkan Jingbei hanya berjalan di dekatnya.
"Hai, Jing-Shen !" sapa seorang perempuan sambil melambaikan tangannya.
"Hai, Chan Chan ! sahut Jing-Shen.
"Kau datang juga, aku kira kau tidak berminat kemari dan menunggu hasil casting", ucap Chan Chan.
"Tadi pagi sutradara menelponku untuk datang karena dia mengatakan bahwa aku boleh memilih lawan mainku dari hasil casting ini", kata Jing-Shen.
"Benarkah ? Wow !" sahut Chan Chan tak percaya.
"Yah, sebenarnya aku malas kesini tetapi tuntutan pekerjaan memaksa ku datang", ucap Jing-Shen.
"Kau kan sudah di bayar mahal untuk film ini, mau tidak mau kamu harus mengikuti permintaan sutradara film", kata Chan Chan.
"Bukan itu alasan ku kemari dan memenuhi permintaan sutradara melainkan aku akan pindah ke kota ini karena orangtua ku marah dengan kesibukan ku", sahut Jing-Shen.
"Mereka menendang mu keluar ?" tanya Chan Chan seraya berkacak pinggang.
"Tidak juga, hanya saja ayahku kesal karena aku selalu pulang larut malam dan membangunkan seisi rumah", sahut Jing-Shen.
"Seharusnya kamu tinggal saja di apartemen sendirian sehingga kau tidak perlu mengganggu kenyamanan orangtua mu", kata Chan Chan.
"Ibu tiriku tidak suka aku tinggal di apartemen karena cemas jika aku akan berlaku buruk di luar rumah", sahut Jing-Shen.
Jing-Shen duduk dengan santainya lalu mengenalkan Jingbei pada Chan Chan rekan satu teamnya.
"Oh, iya, Chan Chan ... Kenalkan ini Jingbei, pacarku !" ucap Jing-Shen.
"Apa ? Pacar ? Kau punya pacar ?" tanya Chan Chan terkaget-kaget lalu menoleh ke arah Jingbei.
"Yeah..., begitulah...", sahut Jing-Shen acuh.
Chan Chan tertawa berderai-derai saat mendengar bahwa Jing-Shen memiliki seorang pacar.
"Akhirnya, kau berpacaran juga, ku kira rumor diluar sana itu benar jika kau phobia pada perempuan tetapi sekarang kamu memiliki pacar, Jing-Shen", ucap Chan Chan.
"Rumor apa itu ??? Fitnah ! Siapa yang mengabarkan berita gosip seperti itu tentangku ???" tanya Jing-Shen.
Kedua mata Jing-Shen menyipit rapat ke arah Chan Chan, tidak terima dengan berita salah yang membicarakan tentang dirinya.
"Aku juga tidak tahu darimana sumber berita itu tapi rumor tentang phobia akutmu terhadap perempuan santer terdengar diluar sana", kata Chan Chan
"Terserahlah ! Aku tidak terlalu memperdulikan berita itu !" ucap Jing-Shen.
Jing-Shen menyandarkan tubuhnya ke kursi seraya memperhatikan area aula yang dipadati oleh sejumlah siswa-siswi sekolah.
"Sepertinya banyak juga yang ikut casting untuk film bulan depan lalu siapa yang terpilih, Chan Chan", kata Jing-Shen.
"Belum ada kabar dari team casting, mungkin besok masih akan ada kelanjutannya", sahut Chan Chan.
"Cukup lama juga, kasihan sutradara jadi sibuk karena film ini", kata Jing-Shen.
"Ya, begitulah jika akan ada film baru, jam kerja sutradara menjadi sangat padat sekali", ucap Chan Chan sambil mengangkat kedua bahunya ke atas.
"Apa kau punya berita lainnya ?" tanya Jing-Shen.
"Ada, tentunya kau akan terkejut dengan berita ini, Jing-Shen", sahut Chan Chan.
"Oh, iya !? Apa itu ?" tanya Jing-Shen datar.
Chan Chan lalu melirik ke arah Jingbei yang duduk di sebelah Jingbei dengan hati-hati dia menyampaikan berita lainnya pada aktor tampan itu.
"Wanye akan datang melihat casting film ini", ucap Chan Chan sambil menundukkan kepalanya.
"Oh... !?" sahut Jing-Shen tak tampak terkejut hanya menanggapinya santai.
"Dia akan cemburu melihat pacarmu ini... Apa kau akan mengenalkan dia juga padanya ?" tanya Chan Chan.
"Tentu saja, kalau perlu aku melakukan klarifikasi di depan semua awak media massa", sahut Jing-Shen.
"Wow !? Luar biasa !?" ucap Chan Chan dengan mata terbelalak lebar.
Chan Chan menghampiri Jingbei seraya mengulurkan tangannya ke arah gadis cantik itu.
"Hai, Jingbei !" sapa Chan Chan.
"Hai... !" sahut Jingbei.
Saat Chan Chan bersalaman dengan Jingbei terasa tangan Chan Chan seperti diremas kuat meski Jingbei tidak melakukan hal itu.
"Ha... Ha... Dia sangat kuat sekali, Jing-Shen !?" ucap Chan Chan yang meringis menahan kesakitan .
Jing-Shen hanya menoleh ke arah mereka tanpa merespon ucapan Chan Chan lalu dia tersenyum kepada Jingbei.
"Yolanda, kau ingin minum apa ?" tanya Jing-Shen.
"Tidak ada, aku tidak minum, Jing-Shen...", sahut Jingbei.
Jingbei melepaskan jabatan tangannya dari tangan Chan Chan lalu memandang ke arah Jing-Shen, pacarnya.
Tampak Chan Chan mengusap-usap tangannya yang terasa sakit setelah bersalaman dengan Jingbei.
"Apa dia ini robot ? Begitu kuatnya tenaganya ?" gumam Chan Chan.
SRET... !
Kepala Jingbei langsung menoleh ke arah Chan Chan sedangkan kedua bola mata Jingbei berubah menjadi pola lingkaran-lingkaran yang mampu menghipnotis orang yang melihatnya.
Ucapan Chan Chan meski hanya bergumam mampu didengar oleh telinga Jingbei yang memang memiliki kekuatan supersonik yang luar biasa hebatnya.
Mendadak Chan Chan berubah kaku serta tegang lalu terdiam mematung sambil menatap Jingbei.
"Hai, Chan Chan ! Bisakah kau ambilkan aku makanan untuk Jing-Shen, dua hamburger besar serta minuman soda ringan dingin untuk kami !" perintah Jingbei.
"Baik, Jingbei..., aku akan segera membelikannya pesananmu...", sahut Chan Chan kaku.
"Cepatlah pergi ! Dan segera bawakan aku pesanan itu !" perintah Jingbei.
"Siap, Jingbei !" sahut Chan Chan.
Chan Chan memutar tubuhnya seraya melangkah cepat menuju keluar aula, mematuhi perintah Jingbei yang memintanya untuk membelikan dua hamburger berukuran besar serta dua minuman soda ringan.
Tampak Chan Chan setengah berlari keluar ruangan tanpa memperdulikan panggilan serta sapaan dari rekan-rekan satu teamnya.
Jingbei hanya tersenyum simpul lalu mengarahkan ujung jarinya ke depan dengan cepatnya.
Muncul sinar terang dari arah ujung jari Jingbei seperti sinar laser.
SREEET... !
Sinar terang itu langsung mengenai tubuh Chan Chan sehingga gadis muda itu berlari sangat cepat bagaikan kilatan cahaya.
Wuzh... !
Wuzh... !
Wuzh... !
Semua itu terjadi hanya dalam hitungan detik saja, tanpa seorangpun yang mengetahuinya.
Jingbei dapat bernafas lega lalu dia mengalihkan pandangannya ke arah Jing-Shen yang duduk disebelahnya.
Tampak Jing-Shen sedang serius mengamati jalannya casting film yang tak jauh dari tempat mereka duduk saat ini.
Jingbei hanya memiringkan kepalanya ke arah kanan dengan pandangan tertuju lurus
Tap... !
Tap... !
Tap... !
Seorang gadis cantik dengan rambut terurai panjang sedang berjalan ke arah tempat Jing-Shen duduk lalu menyapanya manja.
"Hai, Jing-Shen... Lama kita tidak bertemu sejak film terakhir kemarin... Kenapa kamu tidak menghubungiku untuk kencan makan malam kita, Jing-Shen", ucap gadis itu.
Jingbei langsung mendongakkan kepalanya ke arah gadis cantik yang baru datang ke arah tempat dia dan Jing-Shen duduk saat ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
iirmaynt
hemm.. jadi kepo lanjutannya.. next kak, semangat yaaa... 💪🏻💪🏻😄😄
2024-02-27
1