Bab 14 Tak Sengaja Tergelincir

Jingbei meletakkan buku tulisnya ke dalam loker miliknya yang tersedia di sekolah.

Beberapa siswa dan siswi berlarian di sepanjang lorong sekolah yang menghubungkan selasar panjang dengan bangunan utama sekolah menengah atas.

Sesekali suara gelak tawa diantara mereka terdengar saling bersahut-sahutan hingga memenuhi area selasar sekolah.

Jingbei melangkah pelan sambil terus memperhatikan sekitar halaman yang sepi, biasanya murid-murid di sekolah ini akan duduk berjejer di bangku taman.

Namun, hari ini suasana sekolah sangat sepi bahkan tak seorangpun yang berlalu lalang di sekitar tempat ini.

Rambut Jingbei yang panjang terurai terlihat melambai-lambai saat dia berjalan, sorot matanya yang sendu menatap ke arah sebagian gedung sekolah yang menjulang megah.

Langkah kakinya yang mengenakan sepasang sepatu sekolah berwarna hitam tampak berjalan riang sepajang jalan selasar yang menghubungkan ke gedung sekolah lainnya.

Jingbei menyelipkan rambutnya ke belakang telinga lalu mempercepat langkahnya menuju ke aula sekolah. Dia mengira pasti murid-murid di sekolah ini berkumpul di aula sekolah saat ini, untuk mengikuti casting film yang sengaja di adakan di sejumlah sekolah menengah atas untuk mencari bibit-bibit muda yang bertalenta.

Terlihat beberapa siswi berlarian terburu-buru menuju ke aula besar sekolah yang ramai dikerumuni oleh para siswa-siswi sekolah yang hendak ikut casting pemilihan peran dalam film.

Jingbei mengikuti beberapa siswi yang menuju ke aula sekolah, dia lantas mempercepat langkah kakinya.

Tepat saat dia hendak memasuki aula sekolah, tanpa sengaja dia menabrak kursi duduk yang ada di dekat sutradara film saat sedang melakukan casting.

Kedua kaki Jingbei kehilangan keseimbangannya lalu terhuyung-huyung jatuh ke depan, tepat di hadapan sang sutradara film.

BRUK... !

Jingbei jatuh terduduk tepat di depan sutradara film yang melakukan casting terhadap salah satu siswi sekolah.

Lirikan sutradara film langsung tertuju ke arah Jingbei yang duduk di lantai aula seraya pandangannya menghadap ke arah sang sutradara yang juga menatapnya.

"Siapa kamu ?" tanya sang sutradara.

"Ehk !?" gumam Jingbei dengan kedua mata terbelalak lebar sangat cantiknya.

"Kenapa kamu diam saja ?" tanya sang sutradara.

"Maaf, aku tidak sengaja tadi, kakiku terantuk kursi duduk sehingga aku jatuh", sahut Jingbei lantas beranjak berdiri.

Kedua matanya yang indah menatap ke arah rok seragamnya yang kotor akibat debu menempel saat dia jatuh terduduk tadi.

Jingbei membungkuk cepat seraya meminta maaf kepada sang sutradara lalu beranjak pergi.

Namun, sutradara film itu langsung menghalangi dirinya dengan memanggil kembali Jingbei.

"Hai, nona ! Tunggu !" ucap sutradara.

Jingbei menghentikan langkah kakinya lalu menoleh ke arah sang sutradara film yang duduk di kursinya sembari memegang gulungan naskah film.

"Ya, kamu nona yang barusan jatuh tadi, kemarilah !" kata sutradara.

"Aku ???" sahut Jingbei dengan mengangkat kedua alisnya ke atas.

"Ya, kamu ! Mendekatlah padaku !" perintah sutradara film.

"Aa--apa !?" kata Jingbei terkejut.

"Apa aku perlu mengulang perkataanku lagi ?" ucap sutradara itu sambil menunjuk ke arah Jingbei yang berdiri tertegun.

"Oh, baik, baik...", sahut Jingbei tanggap.

Jingbei melangkah hati-hati saat dia mendekat ke arah sang sutradara film lalu berdiri tak jauh darinya.

"Tolong beri dia skrip naskah !" perintah sutradara pada salah satu kru teamnya.

Seseorang pria berbadan tegap segera mengambil skrip naskah yang dimaksudkan oleh sang sutradara.

"Berikan itu padanya !" perintah sutradara.

Pria berbadan besar itu menjawab perintah sang sutradara film hanya dengan anggukkan kepala cepat seraya menyerahkan skrip naskah kepada Jingbei.

Jingbei tidak mengerti dengan maksud dari pria itu dan hanya menerima skrip naskah tanpa bertanya.

Terlihat sang sutradara film melirik ke arah Jingbei yang menggenggam skrip naskah film lantas berkata pada Jingbei.

"Tolong kamu baca skrip naskah itu dengan suara lantang !" pinta sang sutradara kepada Jingbei.

"Eh, iya, iya... !?" kata Jingbei tanpa menolak sedikitpun permintaan sang sutradara lalu dia mulai membaca skrip naskah film yang ada di tangannya.

"Ucapkan setiap kata dalam kalimat dengan nada yang jelas dan pelafalan yang benar !" perintah sang sutradara.

"Baik...", sahut Jingbei.

Suara Jingbei terdengar sangat jelas saat dia membaca setiap dialog dari naskah film sedangkan dari arah samping sutradara film itu sangat serius memperhatikan setiap ucapan Jingbei.

Sorot mata sutradara langsung terlihat tajam ketika mendengarkan ucapan Jingbei yang membaca dialog dalam skrip naskah film.

"Aku bagaikan fatamorgana bagimu yang tak tampak nyata serta tiada artinya bagimu...", ucap Jingbei yang menirukan dialog dalam skrip naskah film di tangannya.

Nada suara Jingbei terdengar sangat jelas dan lantang saat dia bersuara.

Tampak sang sutradara hanya menganggukkan kepalanya, tanda bahwa dia sangat puas dengan apa yang dilakukan oleh Jingbei.

Jingbei menyelesaikan satu baris kalimat dalam skrip naskah film dengan lancar kemudian terdiam seraya memandang ke arah sang sutradara.

Diam menunggu reaksi dari sutradara terhadap tugas yang dia selesaikan untuk membaca dialog naskah film.

Tiba-tiba suara tepuk tangan berasal dari sang sutradara saat dia memberikan apresiasinya terhadap akting yang barusan dilakukan oleh Jingbei.

PLOK... ! PLOK... ! PLOK... !

"Luar biasa ! Luar biasa ! Kau sungguh luar biasa ! Tak salah jika instingku melihat bakatmu tadi, nona...", kata sutradara memuji Jingbei.

Jingbei tertegun diam saat sutradara itu memuji dirinya dengan tulus setelah dia menyelesaikan bacaan dialog skrip naskah yang diberikan oleh sutradara padanya.

Gadis muda yang berwujud robot AI itu terlihat terpana saat sang sutradara menyalaminya sembari tertawa senang.

"Kerja bagus ! Kerja bagus !" ucap sutradara.

"Terimakasih...", sahut Jingbei yang menanggapi pujian sang sutradara kepadanya.

"Bakat aktingmu sungguh luar biasa, dan aku sangat menyukai penampilanmu ini, sangat cantik dan berseni tinggi !" puji sang sutradara kembali.

"Terimakasih aku ucapkan atas pujian anda", sahut Jingbei.

"Baiklah !" ucap sutradara berseru keras.

Sutradara itu lantas menoleh ke arah seluruh siswi dan siswa yang hadir di aula sekolah ini untuk mengikuti casting film kemudian memalingkan pandangannya ke arah staff krew filmnya yang ikut serta menemaninya.

Kedua tangannya terangkat ke atas seraya membentuk tanda silang ke atas.

"Cukup untuk hari ini casting film karena aku telah menemukan wajah baru dengan bakat luar biasa sebagai peran utamaku untuk film nanti !" ucapnya.

Semua siswa dan siswi langsung bereaksi cepat dengan pengumuman dari sutradara yang menyatakan peran utama film telah terpilih.

"Woah !!! Bagaimana ini !!!" ucap beberapa siswi yang tampak kecewa.

"Siapa peran utamanya, sutradara ???" teriak sejumlah murid yang tidak terima dengan keputusan sang sutradara.

"Iya, siapa dia, sutradara ? Kami ingin tahu !!!" seru beberapa anak muda dengan wajah cemberut.

Sutradara film langsung menoleh ke arah Jingbei yang berdiri di dekatnya sembari bertanya pada gadis itu.

"Siapa namamu ?" tanya sutradara.

"Jingbei ! Namaku Jingbei !" sahut Jingbei tegas.

"Hai, apa kalian sudah mendengarnya ???" tanya sutradara pada seluruh siswa dan siswi yang hadir pada casting filmnya di aula sekolah menengah atas ini.

Suara gaduh mulai terdengar dari arah sejumlah siswa dan siswi sekolah.

Kekacauan mulai terjadi karena mereka tidak dapat ditenangkan setelah mendengar hasil keputusan sang sutradara dalam memilih pemain utama.

Tampak sejumlah krew film berjaga-jaga untuk mengantisipasi kericuhan yang akan terjadi di aula sekolah.

Sutradara lantas mengajak Jingbei bersamanya menuju ke atas podium yang tersedia di aula.

Mereka berdiri tepat di atas panggung aula dan sutradara mengambil langkah berani dengan mengenalkan Jingbei sebagai pemeran utama film yang terpilih pada casting hari ini.

Episodes
1 Bab 1 Jingbei
2 Bab 2 Identitas Baru Al
3 Bab 3 Menjadi Pacar Aktor
4 Bab 4 Aula Sekolah
5 Bab 5 Si Antagonis
6 Bab 6 Sebuah Kedai
7 Bab 7 Curahan Hati Kami
8 Bab 8 Bangku Di pinggir Trotoar
9 Bab 9 Cara Sampai Ke Lantai Atas
10 Bab 10 Tempat Tinggal Itu Tak Sama Lagi
11 Bab 11 Haruskah Ku Lakukan Itu
12 Bab 12 Ternyata Tidaklah Mudah
13 Bab 13 Pembicaraan Di Pagi Hari
14 Bab 14 Tak Sengaja Tergelincir
15 Bab 15 Kerjasama
16 Bab 16 Latihan Olah Vokal
17 Bab 17 Pesona Jing-Shen
18 Bab 18 Terkejutnya Jing-Shen
19 Bab 19 Dalam Sekejap Mata
20 Bab 20 Kemarahan Wanye
21 Bab 21 Tersulut Pertengkaran
22 Bab 22 Kekacauan Terjadi
23 Bab 23 Wanye Masih Marah
24 Bab 24 Melerai Mereka
25 Bab 25 Romantisnya Jing-Shen
26 Bab 26 Hari Yang Menyenangkan
27 Bab 27 Kejadian Di Hari Ini
28 Bab 28 Waktu Berlatih
29 Bab 29 Membantu Jing-Shen
30 Bab 30 Mulai Mengubah Gaya
31 Bab 31 Sesi Pemotretan Hari Ini
32 Bab 32 Kontrak Kerja Tak Terbatas
33 Bab 33 Bermain Keberuntungan
34 Bab 34 Pasar Batu Berharga
35 Bab 35 Keributan Kecil
36 Bab 36 Zamrud Langka
37 Bab 37 Biro Lelang
38 Bab 38 Pria Tambun
39 Bab 39 Tujuan Jingbei
40 Bab 40 Transaksi Rapi
41 Bab 41 Menjadi Kaya Raya
42 Bab 42 Rumah Baru
43 Bab 43 Hari Ulang tahun
44 Bab 44 Gedung Pasar Saham
45 Bab 45 Seperti Inilah Situasinya
46 Bab 46 Serbuan Para Fans
47 Bab 47 Mendapatkan Investor
48 Bab 48 Kencan Pertama Kalinya
49 Bab 49 Ungkapan Hati
50 Bab 50 Senyuman Indah Milik Jingbei
51 Bab 51 Kejadian Yang Mendekatkan
52 Bab 52 Fans Yang Menggila
53 Bab 53 Asisten Pribadi
54 Bab 54 Saingan Baru
55 Bab 55 Satu Bus
56 Bab 56 Ke Kota Hengdian
Episodes

Updated 56 Episodes

1
Bab 1 Jingbei
2
Bab 2 Identitas Baru Al
3
Bab 3 Menjadi Pacar Aktor
4
Bab 4 Aula Sekolah
5
Bab 5 Si Antagonis
6
Bab 6 Sebuah Kedai
7
Bab 7 Curahan Hati Kami
8
Bab 8 Bangku Di pinggir Trotoar
9
Bab 9 Cara Sampai Ke Lantai Atas
10
Bab 10 Tempat Tinggal Itu Tak Sama Lagi
11
Bab 11 Haruskah Ku Lakukan Itu
12
Bab 12 Ternyata Tidaklah Mudah
13
Bab 13 Pembicaraan Di Pagi Hari
14
Bab 14 Tak Sengaja Tergelincir
15
Bab 15 Kerjasama
16
Bab 16 Latihan Olah Vokal
17
Bab 17 Pesona Jing-Shen
18
Bab 18 Terkejutnya Jing-Shen
19
Bab 19 Dalam Sekejap Mata
20
Bab 20 Kemarahan Wanye
21
Bab 21 Tersulut Pertengkaran
22
Bab 22 Kekacauan Terjadi
23
Bab 23 Wanye Masih Marah
24
Bab 24 Melerai Mereka
25
Bab 25 Romantisnya Jing-Shen
26
Bab 26 Hari Yang Menyenangkan
27
Bab 27 Kejadian Di Hari Ini
28
Bab 28 Waktu Berlatih
29
Bab 29 Membantu Jing-Shen
30
Bab 30 Mulai Mengubah Gaya
31
Bab 31 Sesi Pemotretan Hari Ini
32
Bab 32 Kontrak Kerja Tak Terbatas
33
Bab 33 Bermain Keberuntungan
34
Bab 34 Pasar Batu Berharga
35
Bab 35 Keributan Kecil
36
Bab 36 Zamrud Langka
37
Bab 37 Biro Lelang
38
Bab 38 Pria Tambun
39
Bab 39 Tujuan Jingbei
40
Bab 40 Transaksi Rapi
41
Bab 41 Menjadi Kaya Raya
42
Bab 42 Rumah Baru
43
Bab 43 Hari Ulang tahun
44
Bab 44 Gedung Pasar Saham
45
Bab 45 Seperti Inilah Situasinya
46
Bab 46 Serbuan Para Fans
47
Bab 47 Mendapatkan Investor
48
Bab 48 Kencan Pertama Kalinya
49
Bab 49 Ungkapan Hati
50
Bab 50 Senyuman Indah Milik Jingbei
51
Bab 51 Kejadian Yang Mendekatkan
52
Bab 52 Fans Yang Menggila
53
Bab 53 Asisten Pribadi
54
Bab 54 Saingan Baru
55
Bab 55 Satu Bus
56
Bab 56 Ke Kota Hengdian

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!