Bab 12 Ternyata Tidaklah Mudah

Jingbei terdiam disisi Jing-Shen, duduk memandanginya dengan sedih.

Haruskah mereka dipertemukan takdir seperti ini dimana keduanya tidak mengharapkan perbedaan itu.

Jingbei meneteskan air matanya, tak terasa hatinya sakit saat melihat takdir ini.

"Jing-Shen...", ucapnya sedih.

Dada Jingbei tersayat sembilu harus menerima takdir barunya sebagai robot bukan dalam sosok manusia lagi.

"Maafkan aku, Jing-Shen...", bisik Jingbei.

Jingbei baru merasakan kedua matanya yang meneteskan air mata, situasi yang pertama kalinya dia rasakan sebagai robot AI setelah kelahiran barunya di kehidupan ini.

"Aku..., aku menangis...", ucapnya dengan bergetar lirih.

Kedua tangan Jingbei mengarah ke atas dan dipenuhi oleh tetesan air mata yang mengalir deras dari kedua matanya.

BIP... !

Suara sistem dari tubuh robot AI kembali terdengar.

"JINGBEI SAATNYA INGATAN DIHAPUS DARI JING-SHEN ! DALAM WAKTU SEPULUH MENIT LAGI DIA AKAN BANGUN DARI PINGSANNYA !"

Jingbei tertegun diam dengan wajah sembab karena sedih harus terpaksa mengikuti perintah sistem AI untuk menghilangkan ingatan Jing-Shen saat melihat keanehan dalam dirinya.

"Aku tidak tega harus membohonginya ! Tolong, biarkan dia menerima keadaan diantara kami yang berbeda ini !" kata Jingbei memohon.

"TIDAK MUNGKIN HAL ITU TERWUJUD, JINGBEI ! KARENA DIA AKAN MENJAUHI DIRIMU !" sahut suara sistem.

"Tidaaak... !!!" teriak Jingbei.

BIP... !

Suara sistem mulai menghitung mundur untuk menghapus seluruh ingatan Jing-Shen tentang kejadian di apartemennya.

Tiga...

Dua...

Satu...

Sistem AI mulai menghapus ingatan Jing-Shen.

Mendadak tubuh Jingbei berubah lemas lalu duduk bersandar dengan pandangan sedih harus menerima konsekuensi dari sistem AI.

"Kenapa dia tidak boleh mengetahui sosok asliku hanya untuk melindungi hidup baru robot AI ?" tanya Jingbei.

Namun, suasana sangat hening, tak terdengar suara sistem AI yang menjawab pertanyaan Jingbei.

Tiba-tiba Jing-Shen bergerak pelan sepertinya dia mulai tersadar dari pingsannya.

"Uhk !?" gumamnya kaku.

Jing-Shen memegangi kepalanya yang terasa sakit dan pening seraya berusaha untuk bangun dari tempatnya berbaring.

"Jing-Shen...", panggil Jingbei.

"Ehk !?" sahut Jing-Shen. "Siapa ?" sambungnya.

Mendadak seluruh dunia Jingbei terasa berputar-putar, kali ini gilirannya yang berubah menjadi pening.

Jing-Shen hanya terdiam memandangi Jingbei.

"Apa kamu tidak mengingatku ???" tanya Jingbei.

"Uhk ??? Kepalaku terasa pusing sekali..., dan aku masih tidak bisa berpikir jernih saat ini...", sahut Jing-Shen.

"Maaf..., ini salahku...", ucap Jingbei.

"Tidak apa-apa... Biarkan aku bersandar terlebih dahulu...", kata Jing-Shen.

"Baiklah, kau bisa menyandarkan dirimu di sofa ini'', ucap Jingbei.

Jingbei membantu Jing-Shen untuk duduk bersandar di sofa lalu memberikan segelas air minum.

"Minumlah dulu agar dirimu menjadi tenang, Jing-Shen !" kata Jingbei.

"Terimakasih...", sahut Jing-Shen.

"Apa kepalamu masih terasa pening ?" tanya Jingbei.

"Agak pusing tapi mulai berkurang...", sahut Jingbei.

"Sebaiknya kamu beristirahat sejenak", kata Jingbei.

"Ya...", jawab aktor muda itu.

Jingbei duduk kursi lainnya, menunggu Jing-Shen normal kembali.

''Mungkin karena kepalaku yang pusing sehingga aku tidak mengingat apa-apa lagi, bisakah kamu memakluminya", kata Jing-Shen.

"Tidak apa-apa...", sahut Jingbei.

"Aku akan tertidur sebentar untuk beristirahat", kata Jing-Shen.

Jingbei mengangguk pelan sedangkan Jing-Shen beranjak bangun menuju ke arah kamar tidurnya yang berada di ruangan lainnya.

Pandangan Jingbei tertuju ke arah Jing-Shen yang melangkah ke arah kamarnya.

"Fuh... !? Dia akhirnya tersadar juga tapi kenapa dia tidak mengingat tentangku !?" kata Jingbei.

Jingbei lalu teringat dengan sistem AI yang selalu muncul dari dalam dirinya kemudian dia mulai mengajak komunikasi sistem.

Ditepuknya pelan bagian dadanya supaya dia terhubung dengan sistem AI.

"Kenapa Jing-Shen tidak mengingatku, bukankah sistem AI hanya menghapus bagian ingatannya tentang kejadian aneh yang terjadi padaku", tanya Jingbei.

Tit... !

Sistem menyala kemudian menyahut ucapan Jingbei.

"HAL ITU DIKARENAKAN ADANYA SYOK TRAUMA YANG DIALAMI OLEH JING-SHEN NAMUN INGATANNYA AKAN PERLAHAN-LAHAN PULIH SEMULA"

Jingbei terkejut kaget saat suara sistem AI kembali bersuara.

"Tapi kau bilang bahwa ingatan yang mengingatku akan sikap anehku terhapus dengan sendirinya, dan kenapa semua ingatan Jing-Shen justru melupakan keberadaanku !?" tanya Jingbei.

"TIDAK, DIA TIDAK MELUPAKAN DIRIMU HANYA SAJA SYOK TERAPI YANG DIA ALAMI TERJADI TADI MEMBUATNYA JATUH TAK SADAR, JINGBEI...", sahut Jing-Shen.

"Baiklah, aku percaya padamu", sahut Jingbei.

"DAN KENAPA KAMU BINGUNG ??? BUKANKAH SANGAT MENGUNTUNGKAN MU JIKA DIA LUPA AKAN DIRIMU DAN KAMU BISA MENGAWALI PERTEMUAN MU DENGANNYA !" sahut suara sistem.

"Yah ! Tapi itu berbeda sekarang dan justru bertambah sangat aneh sekali !!!" kata Jingbei.

"SISTEM AKAN MEMPROSES KEAHLIAN LAINNYA DARIMU YAITU SEKARANG KAMU BISA MENGGUNAKAN SISTEM PENGHAPUS INGATAN KEPADA SIAPA SAJA YANG KAMU INGINKAN SESUAI PERSETUJUAN SISTEM AI", lanjut suara sistem.

"Baiklah, baiklah, terserah saja pada keputusan sistem ! Dan apakah aku juga bisa mengembalikan ingatan seseorang ?" tanya Jingbei.

"TERGANTUNG PERSETUJUAN SISTEM AI TETAP YANG AKAN MEMUTUSKAN MANA YANG HARUS DILAKUKAN OLEH ROBOT AI", sahut suara sistem.

"Hmm, begitu ya... !?" ucap Jingbei.

Jingbei menengadahkan pandangannya ke arah atas ruangan ini, berusaha memahami serta menerima keputusan sistem.

"Kenapa semua menjadi terasa rumit ???" ucapnya penuh kebingungan.

"JIKA KAMU TIDAK SEGERA MENGHAPUS INGATAN JING-SHEN YANG MELIHAT KEANEHAN DARIMU MAKA LAKI-LAKI ITU AKAN MENJADI SAKIT SECARA KEJIWAAN", sahut suara sistem.

"Apa !? Sakit secara kejiwaan !?" kata Jingbei.

"YA, BENAR ! KARENA INI PERTAMA KALINYA BAGI JING-SHEN HARUS MELIHAT KEANEHAN YANG MENGERIKAN BAGINYA DARI ORANG YANG MENJADI KEKASIHNYA, JINGBEI YAITU KAMU !" sahut suara siste.

Jingbei terhenyak keras lalu tersadar sepenuhnya jika dia telah melakukan kekeliruan dalam sikapnya.

"Astaga !?" pekik Jingbei.

Jingbei secara refleks mengayunkan tangannya ke arah dinding hingga memancarkan sinar laser.

Membuat lubang-lubang pada permukaan dinding ruangan apartemen yang menjadi tempat tinggal Jing-Shen.

"Ya, ampun !!! Aku telah membuat kesalahan lagi !!!" ucap Jingbei

"DAN KAMU MELAKUKAN KELALAIAN KEMBALI, JINGBEI", ucap suara sistem.

"Bagaimana caraku untuk mengontrol diriku agar aku tidak kehilangan kendali pada diriku ???" kata Jingbei.

"CUKUP KAMU ATUR LAMPU YANG MENYALA PADA BAGIAN DADA MU DENGAN SEKALI USAPAN !" perintah suara sistem

Jingbei segera mengalihkan pandangannya ke arah lampu merah yang menyala terang di bagian dadanya.

Diamatinya lampu di dadanya yang bekerja bagaikan pusat jantung di dalam tubuh robot AI miliknya kemudian Jingbei mengusapnya dengan sangat pelan.

"Apakah ini bekerja layaknya jantung ?" tanya Jingbei.

"HAMPIR BISA DISEBUTKAN DEMIKIAN ! LAMPU MENYALA ITU BEKERJA BAGAIKAN SEBUAH JANTUNG BAGI TUBUH ROBOT AI MILIKMU, JINGBEI !" kata suara sistem.

"Luar biasa sekali ! Dan aku kini memiliki jatung yang hebat dan kuat !" ucap Jingbei terkagum-kagum.

"KAMI HARAP KAMU AKAN SENANG MENGETAHUINYA, JINGBEI !" sahut suara sistem.

Jingbei hanya dapat tersenyum dan terlihat sangat senang dengan pandangan masih tertuju pada lampu yang menyala bagaikan sumber kehidupan bagi dirinya yang letaknya tepat di bagian dadanya.

Episodes
1 Bab 1 Jingbei
2 Bab 2 Identitas Baru Al
3 Bab 3 Menjadi Pacar Aktor
4 Bab 4 Aula Sekolah
5 Bab 5 Si Antagonis
6 Bab 6 Sebuah Kedai
7 Bab 7 Curahan Hati Kami
8 Bab 8 Bangku Di pinggir Trotoar
9 Bab 9 Cara Sampai Ke Lantai Atas
10 Bab 10 Tempat Tinggal Itu Tak Sama Lagi
11 Bab 11 Haruskah Ku Lakukan Itu
12 Bab 12 Ternyata Tidaklah Mudah
13 Bab 13 Pembicaraan Di Pagi Hari
14 Bab 14 Tak Sengaja Tergelincir
15 Bab 15 Kerjasama
16 Bab 16 Latihan Olah Vokal
17 Bab 17 Pesona Jing-Shen
18 Bab 18 Terkejutnya Jing-Shen
19 Bab 19 Dalam Sekejap Mata
20 Bab 20 Kemarahan Wanye
21 Bab 21 Tersulut Pertengkaran
22 Bab 22 Kekacauan Terjadi
23 Bab 23 Wanye Masih Marah
24 Bab 24 Melerai Mereka
25 Bab 25 Romantisnya Jing-Shen
26 Bab 26 Hari Yang Menyenangkan
27 Bab 27 Kejadian Di Hari Ini
28 Bab 28 Waktu Berlatih
29 Bab 29 Membantu Jing-Shen
30 Bab 30 Mulai Mengubah Gaya
31 Bab 31 Sesi Pemotretan Hari Ini
32 Bab 32 Kontrak Kerja Tak Terbatas
33 Bab 33 Bermain Keberuntungan
34 Bab 34 Pasar Batu Berharga
35 Bab 35 Keributan Kecil
36 Bab 36 Zamrud Langka
37 Bab 37 Biro Lelang
38 Bab 38 Pria Tambun
39 Bab 39 Tujuan Jingbei
40 Bab 40 Transaksi Rapi
41 Bab 41 Menjadi Kaya Raya
42 Bab 42 Rumah Baru
43 Bab 43 Hari Ulang tahun
44 Bab 44 Gedung Pasar Saham
45 Bab 45 Seperti Inilah Situasinya
46 Bab 46 Serbuan Para Fans
47 Bab 47 Mendapatkan Investor
48 Bab 48 Kencan Pertama Kalinya
49 Bab 49 Ungkapan Hati
50 Bab 50 Senyuman Indah Milik Jingbei
51 Bab 51 Kejadian Yang Mendekatkan
52 Bab 52 Fans Yang Menggila
53 Bab 53 Asisten Pribadi
54 Bab 54 Saingan Baru
55 Bab 55 Satu Bus
56 Bab 56 Ke Kota Hengdian
Episodes

Updated 56 Episodes

1
Bab 1 Jingbei
2
Bab 2 Identitas Baru Al
3
Bab 3 Menjadi Pacar Aktor
4
Bab 4 Aula Sekolah
5
Bab 5 Si Antagonis
6
Bab 6 Sebuah Kedai
7
Bab 7 Curahan Hati Kami
8
Bab 8 Bangku Di pinggir Trotoar
9
Bab 9 Cara Sampai Ke Lantai Atas
10
Bab 10 Tempat Tinggal Itu Tak Sama Lagi
11
Bab 11 Haruskah Ku Lakukan Itu
12
Bab 12 Ternyata Tidaklah Mudah
13
Bab 13 Pembicaraan Di Pagi Hari
14
Bab 14 Tak Sengaja Tergelincir
15
Bab 15 Kerjasama
16
Bab 16 Latihan Olah Vokal
17
Bab 17 Pesona Jing-Shen
18
Bab 18 Terkejutnya Jing-Shen
19
Bab 19 Dalam Sekejap Mata
20
Bab 20 Kemarahan Wanye
21
Bab 21 Tersulut Pertengkaran
22
Bab 22 Kekacauan Terjadi
23
Bab 23 Wanye Masih Marah
24
Bab 24 Melerai Mereka
25
Bab 25 Romantisnya Jing-Shen
26
Bab 26 Hari Yang Menyenangkan
27
Bab 27 Kejadian Di Hari Ini
28
Bab 28 Waktu Berlatih
29
Bab 29 Membantu Jing-Shen
30
Bab 30 Mulai Mengubah Gaya
31
Bab 31 Sesi Pemotretan Hari Ini
32
Bab 32 Kontrak Kerja Tak Terbatas
33
Bab 33 Bermain Keberuntungan
34
Bab 34 Pasar Batu Berharga
35
Bab 35 Keributan Kecil
36
Bab 36 Zamrud Langka
37
Bab 37 Biro Lelang
38
Bab 38 Pria Tambun
39
Bab 39 Tujuan Jingbei
40
Bab 40 Transaksi Rapi
41
Bab 41 Menjadi Kaya Raya
42
Bab 42 Rumah Baru
43
Bab 43 Hari Ulang tahun
44
Bab 44 Gedung Pasar Saham
45
Bab 45 Seperti Inilah Situasinya
46
Bab 46 Serbuan Para Fans
47
Bab 47 Mendapatkan Investor
48
Bab 48 Kencan Pertama Kalinya
49
Bab 49 Ungkapan Hati
50
Bab 50 Senyuman Indah Milik Jingbei
51
Bab 51 Kejadian Yang Mendekatkan
52
Bab 52 Fans Yang Menggila
53
Bab 53 Asisten Pribadi
54
Bab 54 Saingan Baru
55
Bab 55 Satu Bus
56
Bab 56 Ke Kota Hengdian

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!