Bab 5 Si Antagonis

Gadis cantik itu membuat perhatian Jingbei teralihkan kepadanya.

Penampilannya yang memikat hati setiap orang, namun, dia tidak memperdulikannya dan tetap berdiri di hadapan aktor tampan itu dengan rasa percaya dirinya.

"Jing-Shen, kenapa kau tidak menjawab ucapanku ?" tanya gadis itu.

"Siapa yang pergi kencan denganmu ? Hah !?" sahut Jing-Shen dengan mata melotot kesal.

"Astaga, Jing-Shen... Tidak perlu semarah itu padaku, aku hanya menawarkan padamu untuk makan malam bersamaku, itu saja", sahut gadis itu sambil berkedip.

Gadis cantik itu hanya memandangi Jing-Shen dengan sikap cueknya.

"Banyak yang mengantri untuk keluar denganku makan malam tetapi hanya kamu yang menolakku !", kata Wanye.

Jing-Shen tersenyum tipis lalu melanjutkan ucapannya.

"Sayangnya, aku telah memiliki pacar sekarang, Wanye !" ucap Jing-Shen.

Jing-Shen menarik tangan Jingbe ke arahnya lalu menggenggamnya erat.

"Lihat, kami sudah berpacaran sekarang !" kata Jing-Shen seraya tersenyum lebar.

"APA !?" sahut gadis bernama Wanye terkejut lalu melengos kesal.

"Pikirkanlah jika kau hendak merayuku sekarang ! P-E-R-C-U-M-A !" ucap Jing-Shen sambil memperlihatkan deretan giginya yang rapi ke arah Wanye.

"Cih !? Kau sengaja memanas-manasiku, aku tahu jika kau sangat mengharapkanku, bukan ?" kata Wanye tersenyum kecut.

"Kau selalu saja bermimpi, segeralah bangun lalu tersadar dan buanglah mimpimu itu !" sahut Jing-Shen menyeringai lebar.

"Kau pikir bahwa aku akan mempercayai ucapanmu itu, tidak akan, Jing-Shen", jawab Wanye dengan senyum mengejek.

"Kenapa tidak percaya !? Kau kira aku berpura-pura dengan mengatakan hal bohong padamu ?" ucap Jing-Shen.

"Tentu saja, sebab kau sangat mengidolakanku, bukan", kata Wanye.

"Sebaiknya kau lebih banyak mengunyah makanan padat sebelum menemuiku karena aku muak melihat wajahmu itu", sahut Jing-Shen.

"Apa !? Ka--kau, kau, kau muak melihat wajahku ini !?" kata Wanye kaget lalu tersentak mundur.

"Yah !" sahut Jing-Shen kesal.

"Ya, ampun ! Kau sungguh keterlaluan, Jeng-Shen !" pekik Wanye marah.

"Pergilah dari hadapanku ! Dan jangan datang padaku lagi !" perintah Jing-Shen dingin.

"Demi seorang gadis bodoh seperti dia, kau berkata sekejam itu padaku, kau sangat menyebalkan sekali, Jing-Shen !" ucap Wanye.

Jing-Shen terdiam lalu menatap dingin ke arah Wanye, tampaknya aktor tampan itu benar-benar marah terhadap gadis bernama Wanye.

"Apa kau tidak ingat jika perusahaan ayahku yang telah membuatmu terkenal seperti sekarang ini ?" kata Wanye.

"Aku !?" sahut Jing-Shen seraya mengangkat kedua alisnya ke atas.

"YAAAA !!!" jerit Wanye.

Tingkah laku serta kata-kata Wanye membuat perhatian semua orang langsung tertuju padanya.

Semua menatap Wanye yang bermuka merah padam karena marah kepada Jing-Shen. Dan membuat acara casting untuk pencarian pemain film terhenti sementara.

Jingbei yang hanya diam sambil memperhatikan tingkah laku Wanye langsung melirik ke arah sekitar aula.

Pandangan semua orang di dalam aula terarah seluruhnya ke arah Wanye yang terlihat sangat murka.

Jingbei segera mengambil tindakan cepat, berusaha meredam suasana tidak mengenakkan di dalam aula sekolah ini.

CLING !

Jingbei mengarahkan ujung jarinya seraya menjentikkannya.

Sinar mirip laser langsung mengarah lurus kepada Wanye, melesat cepat serta berputar-putar di sekitar mulut Wanye. Dan dalam hitungan detik, mulut gadis pemarah itu langsung terbungkam rapat.

Wanye tercekat diam dan tidak mampu lagi bersuara, bibirnya terkunci rapat sehingga tidak dapat berbicara sepatah katapun.

Tiba-tiba Wanye berbalik arah lalu meloncat-loncat seperti menirukan gerakan kelinci saat dia berlalu pergi dari hadapan Jing-Shen.

Jing-Shen tertegun diam, tidak mengerti dengan situasi yang terjadi pada Wanye saat ini, kenapa dia bisa berubah 180 derajat bagaikan orang yang terlihat bodoh.

"Kenapa dengannya ?" tanya Jing-Shen kebingungan.

Suasana di aula juga berubah lain, semua orang yang ada disini semuanya terdiam mematung tanpa bergerak sedikitpun.

Jingbei sengaja menghentikan waktu berputar disekitar mereka sehingga tak seorangpun tahu yang terjadi di dalam aula saat ini.

Hanya Jing-Shen yang masih tersadar dengan semua yang terjadi di dalam aula sekolah seraya menatap serius ke arah Wanye yang berlalu keluar aula dengan berloncat-loncatan seperti seekor kelinci.

Sret !

Jing-Shen langsung menolehkan pandangannya ke arah Jingbei yang duduk disebelahnya.

Namun, Jing-Shen hanya diam saja tanpa berkata apa-apa dengan perubahan sikap Wanye yang mendadak sangat aneh.

"Kenapa dengan gadis itu ?" tanya Jingbei kemudian.

"Apa kau melihatnya juga ? Jika dia bertingkah agak aneh barusan, Jingbei !?" tanya Jing-Shen.

"Dia bertingkah seperti seekor kelinci, apa dia memang suka sekali berakting menirukan perilaku kelinci ?" sambung Jingbei.

"Ehk !? Entahlah, aku tidak tahu...", sahut Jing-Shen dengan menggeleng pelan.

"Kasihan dia..., mungkin dia agak patah hati sebab kamu berpacaran denganku, Jing-Shen... Jing-Shen... !" ucap Jingbei.

"Tidak mungkin sebab dia sangat percaya diri, dan hal itu tidak mungkin terjadi padanya, dia akan bersemangat lagi untuk mendapatkanku", sahut Jing-Shen.

"Dan apakah kau juga menyukai gadis itu, Jing-Shen ?" tanya Jingbei

"Tidak...", jawab Jing-Shen.

Jingbei menggeleng pelan lalu menatap ke arah luar aula.

"Tapi kamu sangat memikirkan gadis itu, sepertinya kamu sangat mencemaskan keadaan dirinya, Jing-Shen", ucap Jingbei.

"Tidak !" sahut Jing-Shen.

"Benarkah itu ?" ucap Jingbei.

Jingbei memiringkan kepalanya ke arah kanan sambil memandang serius ke arah Jing-Shen yang ada di sebelahnya.

Mencoba membaca isi pikiran di kepala Jing-Shen saat ini.

"Kenapa kamu bertanya seperti itu, Jingbei ?" tanya Jing-Shen.

Kriet !

Jingbei meluruskan kembali kepalanya ke posisi semula lalu terdiam sesaat.

"Tidak, pikiran itu terlintas begitu saja karena kau mendadak mengajakku berpacaran denganmu sedangkan kita baru saja mengenal, mungkin saja karena kau ingin menghindari Wanye", kata Jingbei.

Kedua mata Jingbei yang bening berkedip-kedip pelan.

"Apa itu yang ada dalam pikiranmu ?" tanya Jing-Shen.

"Mungkin saja... Hanya mungkin kamu tidak berterus terang kepada perasaanmu itu jika kau tertarik pada Wanye", sahut Jingbei.

"Tidak, Jingbei, aku tidak menyukainya", jawab Jing-Shen.

"Apa karena alasan tentang ayahnya yang menekan mu sehingga kau terpaksa menjadikanku pacarmu ?" tanya Jingbei lanjut.

"Bukan, bukan karena alasan itu, Jingbei", sahut Jing-Shen.

"Hmmm..., oh, iya... Jujurlah padaku karena aku tidak akan merasa menyesal jika tahu alasanmu itu", kata Jingbei.

"Jujur aku katakan padamu, memang ayah Wanye menginginkanku untuk menjadi kekasih putrinya dan dia memaksa ayahku untuk mendekatkanku dengannya", ucap Jing-Shen.

"Apa dia mengancam dengan perusahaannya kepada keluargamu ?" tanya Jingbei.

"Yah... Tapi aku tidak memperdulikannya karena aku tidak suka dengannya", sahut Jing-Shen.

Jing-Shen kembali menggelengkan kepalanya lalu tersenyum samar.

"Aku hanya menyukaimu seorang, Jingbei", ucapnya lanjut lalu menggenggam tangan Jingbei.

Namun, saat Jing-Shen menarik tangan Jingbei tiba-tiba kursi yang dia duduki terjungkir ke belakang.

BRUK !

"Aduh !?" rintih Jing-Shen meringis kesakitan.

Kursi tempat dia duduk terjungkir ke belakang sehingga Jing-Shen jatuh.

"Kau baik-baik saja, Jing-Shen ?" tanya Jingbei.

"Yah !?" sahut Jing-Shen.

"Maaf...", ucap Jingbei.

"Tidak apa-apa, bukan salahmu, Jingbei", kata Jing-Shen.

Jing-Shen masih terdiam duduk di atas lantai aula dengan ekspresi kebingungan saat melihat dirinya jatuh terjungkir dari atas kursi, tempatnya duduk tadi.

Tergesa-gesa Jingbei lalu beranjak berdiri sambil membantu Jing-Shen untuk bangkit berdiri dari atas lantai aula sekolah.

Terpopuler

Comments

horse win

horse win

why your cover change, author ?

2024-03-04

0

iirmaynt

iirmaynt

loh gambar sampulnya ganti ini, bukan kayak kmrin.. bagusan juga kmrin kak.. 😢
dan juga nama tokoh nya diganti semuanya ya? padahal bagusan Yolanda & Nicholas Abbey.. 🙄
kenapa diganti ya kak?

2024-02-28

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Jingbei
2 Bab 2 Identitas Baru Al
3 Bab 3 Menjadi Pacar Aktor
4 Bab 4 Aula Sekolah
5 Bab 5 Si Antagonis
6 Bab 6 Sebuah Kedai
7 Bab 7 Curahan Hati Kami
8 Bab 8 Bangku Di pinggir Trotoar
9 Bab 9 Cara Sampai Ke Lantai Atas
10 Bab 10 Tempat Tinggal Itu Tak Sama Lagi
11 Bab 11 Haruskah Ku Lakukan Itu
12 Bab 12 Ternyata Tidaklah Mudah
13 Bab 13 Pembicaraan Di Pagi Hari
14 Bab 14 Tak Sengaja Tergelincir
15 Bab 15 Kerjasama
16 Bab 16 Latihan Olah Vokal
17 Bab 17 Pesona Jing-Shen
18 Bab 18 Terkejutnya Jing-Shen
19 Bab 19 Dalam Sekejap Mata
20 Bab 20 Kemarahan Wanye
21 Bab 21 Tersulut Pertengkaran
22 Bab 22 Kekacauan Terjadi
23 Bab 23 Wanye Masih Marah
24 Bab 24 Melerai Mereka
25 Bab 25 Romantisnya Jing-Shen
26 Bab 26 Hari Yang Menyenangkan
27 Bab 27 Kejadian Di Hari Ini
28 Bab 28 Waktu Berlatih
29 Bab 29 Membantu Jing-Shen
30 Bab 30 Mulai Mengubah Gaya
31 Bab 31 Sesi Pemotretan Hari Ini
32 Bab 32 Kontrak Kerja Tak Terbatas
33 Bab 33 Bermain Keberuntungan
34 Bab 34 Pasar Batu Berharga
35 Bab 35 Keributan Kecil
36 Bab 36 Zamrud Langka
37 Bab 37 Biro Lelang
38 Bab 38 Pria Tambun
39 Bab 39 Tujuan Jingbei
40 Bab 40 Transaksi Rapi
41 Bab 41 Menjadi Kaya Raya
42 Bab 42 Rumah Baru
43 Bab 43 Hari Ulang tahun
44 Bab 44 Gedung Pasar Saham
45 Bab 45 Seperti Inilah Situasinya
46 Bab 46 Serbuan Para Fans
47 Bab 47 Mendapatkan Investor
48 Bab 48 Kencan Pertama Kalinya
49 Bab 49 Ungkapan Hati
50 Bab 50 Senyuman Indah Milik Jingbei
51 Bab 51 Kejadian Yang Mendekatkan
52 Bab 52 Fans Yang Menggila
53 Bab 53 Asisten Pribadi
54 Bab 54 Saingan Baru
55 Bab 55 Satu Bus
56 Bab 56 Ke Kota Hengdian
Episodes

Updated 56 Episodes

1
Bab 1 Jingbei
2
Bab 2 Identitas Baru Al
3
Bab 3 Menjadi Pacar Aktor
4
Bab 4 Aula Sekolah
5
Bab 5 Si Antagonis
6
Bab 6 Sebuah Kedai
7
Bab 7 Curahan Hati Kami
8
Bab 8 Bangku Di pinggir Trotoar
9
Bab 9 Cara Sampai Ke Lantai Atas
10
Bab 10 Tempat Tinggal Itu Tak Sama Lagi
11
Bab 11 Haruskah Ku Lakukan Itu
12
Bab 12 Ternyata Tidaklah Mudah
13
Bab 13 Pembicaraan Di Pagi Hari
14
Bab 14 Tak Sengaja Tergelincir
15
Bab 15 Kerjasama
16
Bab 16 Latihan Olah Vokal
17
Bab 17 Pesona Jing-Shen
18
Bab 18 Terkejutnya Jing-Shen
19
Bab 19 Dalam Sekejap Mata
20
Bab 20 Kemarahan Wanye
21
Bab 21 Tersulut Pertengkaran
22
Bab 22 Kekacauan Terjadi
23
Bab 23 Wanye Masih Marah
24
Bab 24 Melerai Mereka
25
Bab 25 Romantisnya Jing-Shen
26
Bab 26 Hari Yang Menyenangkan
27
Bab 27 Kejadian Di Hari Ini
28
Bab 28 Waktu Berlatih
29
Bab 29 Membantu Jing-Shen
30
Bab 30 Mulai Mengubah Gaya
31
Bab 31 Sesi Pemotretan Hari Ini
32
Bab 32 Kontrak Kerja Tak Terbatas
33
Bab 33 Bermain Keberuntungan
34
Bab 34 Pasar Batu Berharga
35
Bab 35 Keributan Kecil
36
Bab 36 Zamrud Langka
37
Bab 37 Biro Lelang
38
Bab 38 Pria Tambun
39
Bab 39 Tujuan Jingbei
40
Bab 40 Transaksi Rapi
41
Bab 41 Menjadi Kaya Raya
42
Bab 42 Rumah Baru
43
Bab 43 Hari Ulang tahun
44
Bab 44 Gedung Pasar Saham
45
Bab 45 Seperti Inilah Situasinya
46
Bab 46 Serbuan Para Fans
47
Bab 47 Mendapatkan Investor
48
Bab 48 Kencan Pertama Kalinya
49
Bab 49 Ungkapan Hati
50
Bab 50 Senyuman Indah Milik Jingbei
51
Bab 51 Kejadian Yang Mendekatkan
52
Bab 52 Fans Yang Menggila
53
Bab 53 Asisten Pribadi
54
Bab 54 Saingan Baru
55
Bab 55 Satu Bus
56
Bab 56 Ke Kota Hengdian

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!