menunggu

Sya telah tiba di Rumahnya dan membawa semua belanjaannya dengan raut wajah ceria.

Sya meletakkan semua barang-barangnya di kamar lalu segera keluar untuk mengunci pagar Rumah dan memasukkan Motornya ke dalam Rumah.

"hari ini aku mau tidur nyenyak dan besok pagi akan belajar make up." senyum manis Sya.

di Kamar Sya,

Sya membuka kaca mata tebalnya lalu Ia menatap wajahnya didepan kaca, Sya memegang kedua pipinya yang kenyal dan berisi.

Sya memperhatikan wajahnya dengan teliti, "begini aja udah cantik sih tapi aku memang mau berdandan biar Aldo syok." senyum cerah Sya.

Sya bahkan sudah izin seharian besok untuk tidak datang bekerja karna siang harinya akan menjemput Aldo, awalnya Sya berpikir akan bisa tidur nyenyak tapi ternyata tidak bisa.

"iishh..! kenapa susah sih?" gerutu Sya bangkit dari tidurannya lalu membuka Komputernya dan mengotak-ngatik cara bermake up cantik perempuan.

Sya menontonnya dengan serius untuk mengingat cara make up nya dan segera membuka bungkusan alat-alat make up yang Ia beli.

Sya mencoba memakai make up itu tapi Ia merasa wajahnya sangat aneh langsung saja Sya menghapusnya.

"kenapa jadi aneh sih? apa yang salah ya?" gumam Sya kembali menonton tutorial make up yang lain.

Semalaman Sya belajar berdandan dan hasilnya bisa dinilai 65 walau tidak sempurna tapi wajah Sya sudah berubah sangat cantik, mungkin Jika Sya belajar lagi akan mendapatkan nilai 100.

"nanti aku akan datang sebelum siang hari." ucap Sya sumringah melihat penampilannya sendiri.

Sya tumben saja ingin berdandan, sebenarnya jika Sya tidak berdandan pun akan sangat cantik tapi namanya kepercayaan dirinya masih minim sebab selama ini Sya sudah biasa diabaikan tentu saja kalau jadi pusat perhatian akan membuatnya risih dan tidak tenang serta berpikir yang macam-macam.

inti nya Sya bahagia hidup sebagai Sya si culun karna Ia bisa mencari teman yang baik dan tulus nantinya, kini Ia percaya pada Amara juga Aldo.

"aku beritahu mereka tentang Identitasku deh." gumam Sya dengan sangat yakin.

Sya segera membersihkan diri dan menghapus make upnya lalu berdandan ulang setelah mandi, Ia juga mengenakan baju baru dan menata rambutnya yang telah ikal panjang namun halus serta lembut.

"pakai topi nggak ya?" gumam Sya melihat ke arah Topi yang menjadi pelengkap baju baru yang dikenakannya.

"pakai aja deh." jawab Sya ceria.

Sya bernyanyi riang saat berkendara, Ia mengenakan helmnya dan memasukkan rambutnya ke dalam jaket nya supaya tidak berantakan terkena angin, Sya harus cantik setibanya di Bandara.

"aku yakin Aldo akan klepek-klepek lagi padaku kalau melihat penampilanku sekarang." sumringah Sya ketika berhenti di lampu merah.

Sya terlonjak kaget saat Mobil dibelakangnya menekan bunyi klakson sehingga Sya celingukan melihat rambu lalu lintas masih merah jadi untuk apa Ia di Klakson jadi Sya menolehkan kepalanya ke arah belakang dan menautkan kedua alisnya.

"Nona? buka kaca Helmmu?" pinta Seorang Pria tampan yang membawa Mobil Lamborghini mahal dengan atap di buka.

Sya melihat pengendara lain juga memperhatikannya, Tubuh Sya yang begitu ramping seperti tubuh Barbie itu membuat nya terlihat seksi dengan baju itu, Sya selalu memakai baju besar dan celana besar juga tapi kali ini Sya memakai stelan ala baju Korea yang sedang trend.

"mereka kenapa sih?" kesal Sya membuang muka kembali melihat lampu rambu-rambu lalu lintas dan ternyata sudah hijau.

Sya melaju sendiri hingga pengendara lain yang terpesona dengan tubuh Sya pun tersadar segera melajukan kendaraan mereka ke berbagai arah hanya Mobil Lamborghini tadi yang mengikuti Sya.

"Gila cantik banget body nya, itu pinggang kenapa bisa sekecil itu ya? apa ususnya tidak berebut tempat dengan ginjal dan lambungnya? ukuran pinggang gadis itu seperti satu paha wanita seksi, gila body goals seperti gitar spanyol." pekik Pria Tampan nan kaya nomor 2 itu ternyata seorang Play Boy suka berganti wanita tapi baru kali ini Ia tertarik dengan Perempuan tanpa melihat wajahnya terlebih dahulu.

Pria itu seorang Pengusaha besar dan digadang-gadangkan bersaing begitu ketat dengan Perusahaan Dewa yang sulit di lengserkan dari usia Dewa masih kecil, itu sebabnya Dewa disebut Raja Bisnis sekaligus Iblis di dunia Persaingan bisnis.

Sya yang tidak tau di ikuti terlalu sibuk membayangkan reaksi Aldo saat melihat penampilannya, Ia mampir ke Toko Bunga dan melanjutkan perjalanannya ke Bandara.

"apa dia mau pergi?" gumam Pria itu segera turun dari Mobil mewahnya dan mengejar Sya yang telah melangkah pergi semakin menjauh darinya karna Pria itu membawa Mobil sedangkan parkir Mobil dan Motor itu berbeda.

Sya menunggu Aldo di tempat duduk sambil memegang sebuket bunga ukurannya cukup besar ditengah banyaknya Orang yang menunggu Kerabat dan Kekasih di Bandara, Sya melihat seorang wanita dan anak kecil berlari mengejar Pria yang menghampiri mereka, Keluarga yang sungguh bahagia bahkan anak kecil itu begitu heboh bertemu Pria itu yang sangat lama kembali.

Sya terkekeh lalu melihat ke arah lain ada juga pasangan kekasih LDR-an yang baru bertemu setelah sekian lama lalu mereka berpelukan mesra didepan banyak Orang, Sya membekap mulutnya melihat hal itu.

"kenapa mereka sangat manis ya? Aldo nggak pernah begitu." gumam Sya tiba-tiba merasa iri pada Gadis itu.

Sya menggeleng kepalanya pelan lalu fokus mencari Aldo tapi sudah mulai sore hari tidak ada tanda-tanda kedatangan Aldo dan di hubungi pun tak diangkat.

"kemana sih Aldo? katanya datangnya siang kok udah sore belum juga nongol." gerutu Sya menghubungi Aldo sekali lagi dan berulang kali.

sedangkan di Jalan lain,

Aldo tengah merangkul Amara dan mereka terlihat mesra sekali.

"kamu mau ngapain sih ngajak ke Hotel?" tanya Amara dengan sebal.

"aku pengen lagi sayang, tubuh seksimu ini buat aku kecanduan tau." kata Aldo dengan nakal menoel dada Amara yang menonjol.

Amara menepuk jari Aldo dengan gaya centilnya juga, "dasar ya? tapi kemana Sya? kok belum juga terlihat?" tanya Amara celingukan.

Aldo malah cuek saja, "biarkan aja sayang, aku muak nengok muka kampungan dan gaya kunonya itu."

Amara tergelak kecil, mereka pun berjalan pergi tak bertemu dengan Sya. mereka mungkin sudah melihat Sya tapi tentu saja Amara maupun Aldo tidak mengenali Sya.

Sya menunggu Aldo di dekat keluarnya penumpang pesawat mengabaikan tatapan Pria dan Wanita yang menatap kagum padanya, Sya bahkan di kira Artis oleh mereka semua.

Aldo menoleh kebelakang dan melihat sekitar tapi matanya malah mendarat dengan penampilan Gadis seksi dari belakang, bibirnya bersiul melihat pemandangan itu bahkan saat gadis itu tengah menoleh kiri-kanan dan kelihatan gelisah entah apa yang di tunggunya.

"kenapa Do?" tanya Amara.

Terpopuler

Comments

Oi Min

Oi Min

kok iso Sya ra weroh Aldo

2024-09-04

0

Sama Lia

Sama Lia

pria dan wanita yang hanya menilai dari sisi fisik (cantik/tampan) hati hatilah itu salah satu ciri khas orang yang suka selingkuh. ini kebanyakan. maaf...

2024-03-02

1

Muzaata Alenmiyu

Muzaata Alenmiyu

ternyata aldo bersiul ke sya ya thor, bakalan perang dunia ke 3 gak yaa 🤭

2024-03-02

1

lihat semua
Episodes
1 awal mula
2 mendengar
3 menemukan jejak
4 sedikit menemukan
5 mencari tau
6 kekuatan baja?
7 ditemukan
8 rumor tak benar
9 tidak takut
10 Han tau
11 alasan
12 ditunjuk
13 cepat
14 presentasi
15 belanja
16 menunggu
17 perubahan
18 memastikan
19 tau
20 tidak menyangka
21 rencana
22 minta bertemu
23 akrab
24 memulai
25 kuatkan
26 bonus tas
27 di hilangkan batu sandungan
28 karma
29 persiapan
30 membatalkan Pertunangan
31 balaskan
32 tiba-tiba
33 cara Sya balas dendam
34 Sya membantu
35 mengikuti Sya
36 mau jadi pahlawan
37 di suruh sama Inul?
38 penyakit jantung?
39 sengaja memperlihatkan
40 di tawarkan
41 keceplosan
42 tak takut
43 dia juga datang
44 dikurung bisa bebas
45 memberi balasan
46 jebak?
47 tak ingin dinilai Jahat
48 dibawa
49 bisa juga
50 marah
51 menyesal karna terlambat
52 tak ganti nomor
53 suasana hati sedang baik
54 Toko Bunga (Part. 1)
55 Toko Bunga (Part. 2)
56 kehancuran
57 tikus kecil
58 tak ada takutnya
59 menghapus
60 memperebutkan
61 kegilaan
62 takut
63 wanita mahal
64 terluka (Part. 1)
65 terluka (Part. 2)
66 bercanda?
67 jadian?
68 mencoba
69 heran
70 mengajari
71 datang
72 Lift
73 seperti itu
74 diabaikan
75 sedikit kebohongan
76 gila
77 di tahan
78 alasan
79 ternyata sudah tahu
80 situasi
81 tak berkutik
82 tak mau terlibat lagi
83 terkejut
84 mudah
85 menjadi lelucon
86 di tuduh maling
87 kenapa semua suka?
88 kedok yang terbongkar
89 belanja
90 menculik
91 berhati-hati padanya
92 bukan Gadis sembarangan
93 penakut
94 kesasar
95 menemukan
96 di rawat dengan hati-hati
97 masih normal
98 masih sempat kabur
99 menanyakan
100 siapa maksudnya?
101 suka barang antik
102 mengancam Sya
103 keliaran
104 sehati
105 memberi waktu
106 suka?
107 merusak mood baik saja
108 di bandara
109 meminta bantuan
110 jadi penculik
111 terperangkap dalam jebakan
112 bukan Monster
113 cinta yang telah bersemi
114 menemukan
115 menjenguk Han
116 menghadiri acara
117 kekanakan
118 idola?
119 cemburu tak beralasan
120 sisi berbeda Dewa
121 ketahuan
122 ketakutan Viota
123 bertanya
124 hadiah
125 kado
126 kembali
127 memanasi
128 kekanakan
129 tak sengaja
130 masih sempat bercanda
131 berakhir bahagia
Episodes

Updated 131 Episodes

1
awal mula
2
mendengar
3
menemukan jejak
4
sedikit menemukan
5
mencari tau
6
kekuatan baja?
7
ditemukan
8
rumor tak benar
9
tidak takut
10
Han tau
11
alasan
12
ditunjuk
13
cepat
14
presentasi
15
belanja
16
menunggu
17
perubahan
18
memastikan
19
tau
20
tidak menyangka
21
rencana
22
minta bertemu
23
akrab
24
memulai
25
kuatkan
26
bonus tas
27
di hilangkan batu sandungan
28
karma
29
persiapan
30
membatalkan Pertunangan
31
balaskan
32
tiba-tiba
33
cara Sya balas dendam
34
Sya membantu
35
mengikuti Sya
36
mau jadi pahlawan
37
di suruh sama Inul?
38
penyakit jantung?
39
sengaja memperlihatkan
40
di tawarkan
41
keceplosan
42
tak takut
43
dia juga datang
44
dikurung bisa bebas
45
memberi balasan
46
jebak?
47
tak ingin dinilai Jahat
48
dibawa
49
bisa juga
50
marah
51
menyesal karna terlambat
52
tak ganti nomor
53
suasana hati sedang baik
54
Toko Bunga (Part. 1)
55
Toko Bunga (Part. 2)
56
kehancuran
57
tikus kecil
58
tak ada takutnya
59
menghapus
60
memperebutkan
61
kegilaan
62
takut
63
wanita mahal
64
terluka (Part. 1)
65
terluka (Part. 2)
66
bercanda?
67
jadian?
68
mencoba
69
heran
70
mengajari
71
datang
72
Lift
73
seperti itu
74
diabaikan
75
sedikit kebohongan
76
gila
77
di tahan
78
alasan
79
ternyata sudah tahu
80
situasi
81
tak berkutik
82
tak mau terlibat lagi
83
terkejut
84
mudah
85
menjadi lelucon
86
di tuduh maling
87
kenapa semua suka?
88
kedok yang terbongkar
89
belanja
90
menculik
91
berhati-hati padanya
92
bukan Gadis sembarangan
93
penakut
94
kesasar
95
menemukan
96
di rawat dengan hati-hati
97
masih normal
98
masih sempat kabur
99
menanyakan
100
siapa maksudnya?
101
suka barang antik
102
mengancam Sya
103
keliaran
104
sehati
105
memberi waktu
106
suka?
107
merusak mood baik saja
108
di bandara
109
meminta bantuan
110
jadi penculik
111
terperangkap dalam jebakan
112
bukan Monster
113
cinta yang telah bersemi
114
menemukan
115
menjenguk Han
116
menghadiri acara
117
kekanakan
118
idola?
119
cemburu tak beralasan
120
sisi berbeda Dewa
121
ketahuan
122
ketakutan Viota
123
bertanya
124
hadiah
125
kado
126
kembali
127
memanasi
128
kekanakan
129
tak sengaja
130
masih sempat bercanda
131
berakhir bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!