Asisten Han tidak bisa berkata-kata lagi, pikirannya seakan buntu saat ini dan Ia terduduk di tempat Mobilnya yang penyok karna ulah Gadis kecil yang culun tapi terlihat lemah.
awalnya Asisten Han ragu pada Sya tapi Ia tetap curiga karna dari ketiga Gadis yang di cari tau olehnya hanya Sya yang kelihatan aneh juga terlalu lemah sedangkan dari cctv itu menunjukkan sosok gadis kuat itu tidak ingin terkenal.
maka nya Asisten Han mencari tau sendiri tentang Gadis itu pertama kalinya dari ketiga gadis yang ada ternyata tebakannya sangat benar, Han tidak bodoh sehingga tidak pandai membaca situasi Sya saat itu. Kalau Sya memang haus ketenaran pasti ketika menyelamatkan Orang yang dicopet itu Sya bisa menunjukkan diri tapi malah lari.
"aku harus minta ganti rugi pada Tuan Muda." gumam Asisten Han yang tidak terima Mobil mewahnya rusak oleh Gadisnya Dewa padahal Mobil ini baru dibelinya belum cukup 2 bulan dan Asisten menabung gila-gilaan hanya untuk mendapatkan Mobil ini.
Han mengeluarkan Ponselnya dengan tangan gemetar Asisten Han menghubungi Dewa.
"apa?" tanya Dewa ketus.
"Tuan anda harus ganti rugi, Gadis anda sangat kuat dan merusak Mobil saya." ucap Asisten Han dengan lemah seperti tidak bertulang saja padahal Asisten Han seorang wakil ketua Mafia.
di Perusahaan Wigantara.
Dewa berdiri dari duduknya padahal Ia sedang berada di Ruangan rapat membuat pekerjanya juga ikut berdiri dengan wajah panik dan saling melihat satu sama lain.
"kau menemukannya Han?" tanya Dewa dengan raut wajah serius dan juga begitu tegang.
"saya melihatnya langsung Tuan Muda, bisakah anda menjemput saya Tuan? tolong panggilkan juga Dokter Bryan..! kaki saya sangat lemas Tuan." kata Asisten Han dengan lirih.
Dewa segera meninggalkan Ruangan Rapat tanpa berniat menjelaskan situasinya, Ia tidak peduli kerugian apapun karna baginya bertemu dengan Gadis itu adalah suatu keberkahan baginya bagaimanapun Dewa harus bisa membuat Gadis kecil itu miliknya sebab jika bukan menjadi miliknya maka para musuh Dewa akan mengincar Gadis itu untuk menjadikan senjata melawannya.
Dewa tidak akan mampu menyerang Gadis yang telah menyelamatkan hidupnya, jika Gadis itu menodongkan senjata api padanya maka Dewa akan memilih memejamkan mata dengan pasrah serta meminta para bawahannya untuk tidak melukai Gadis itu.
"ada apa?" bisik-bisik bawahan Dewa.
"Tuan Dewa kelihatan tegang, pasti masalah serius." sahut yang lainnya.
"tapi Tuan Muda tidak pernah seperti itu, masalah serius apa yang sedang di hadapinya? bahkan saat uangnya hilang triliunan di korupsi tidak setegang itu." sungut yang lain membuat para pekerja nya juga membenarkan.
tidak ada yang berani mencegah Dewa si Raja Bisnis yang sebut-sebut kekejamannya sangat mengerikan, siapapun wanita yang berani menggodanya pasti dihancurkan sampai ke tulang-tulangnya sehingga setiap ada wanita yang bekerja dengan Dewa hanya bisa bergetar ketakutan, mereka yang waras hanya mengagumi dari jauh sedangkan yang sudah tergila-gila tidak akan ingat ada ancaman bahaya lagi.
Dewa melaju kencang menuju alamat yang diberitahu Asisten Han, Mobil Dewa dan sepeda motor Sya berlawanan arah tapi tidak saling menyadari satu sama lain.
Sya melihat kaca spionnya, "hufft..! syukur deh tidak ada yang ikutin aku." gumam Sya begitu lega dan mengurangi kecepatannya.
Sya menekuk kedua alisnya, "siapa suruh parkir sembarangan, aku tidak berbuat salah kok." Sya menyemangati dirinya yang memang tidak bersalah.
.
Mobil Dewa yang melaju dengan kencang langsung mengerem mendadak didekat Asisten Han yang seperti sedang patah hati, Dewa keluar dari Mobilnya dan berlari dengan langkah lebar ke arah Asisten Han.
"dimana Gadis itu?" tanya Dewa celingukan bukannya melihat Mobil Asisten Han.
"ini Tuan..!" Asisten Han memperlihatkan ponselnya segera Dewa melihatnya dan Dewa langsung terduduk disebelah Han menonton aksi gadis itu.
jari telunjuk Dewa meraba layar Ponsel Han, "akhirnya aku menemukanmu." gumam Dewa dengan senyum lembutnya.
Asisten Han tidak melihat Dewa yang tersenyum, jika Ia sedang waras saat ini mungkin akan syok tapi ada lagi manusia yang membuatnya kehilangan kewarasannya jadi tidak mampu melihat senyum Dewa yang sangat langka itu bahkan tidak pernah ada setelah belasan tahun lama nya.
Dewa menyimpan ponsel Asisten Han lalu membantu Han untuk masuk ke Mobilnya, Ia sedang berbaik hati saat ini karna Han berhasil menemukan Gadis yang selama ini Ia cari.
di dalam Mobil Dewa,
Dewa mengeluarkan ponselnya sembari melirik Asisten Han seperti Orang ketempelan saat ini, Han diam menatap ke bawah.
"cepat datang ke alamat yang aku bilang tadi..! perbaiki Mobil Han dan urus biaya nya." titah Dewa dengan nada cukup keras.
Dewa pun mematikan panggilannya dan seperti biasa menghubungi Dokter Bryan, beruntung Dokter Bryan memang ingin ke Apartemen Dewa untuk berkumpul saja tapi tidak disangka akan memeriksa Orang sakit, entah sakit apa lagi Dewa saat ini.
.
di Apartemen Dewa,
Dewa tengah serius melihat Biodata Syakirana yang lulusan Universitas terbaik dengan nilai terbaik, Dewa begitu serius seolah tidak ingin ada satu angka yang terlewat untuk Ia ingat.
"aku pikir Dewa yang sakit tapi kenapa kau?." Dokter Bryan melirik Dewa yang Ia pikir sedang bekerja.
"apa dia memang gila bekerja? apa kalian tidak ke Markas? kok tumben kamu kayak sakit gigi terus Dewa gila kerja gitu?" tanya Bryan melihat ke arah Han dan Dewa bergantian dengan heran.
Asisten Han menoleh ke Bryan, "aku benar-benar merasa tertampar oleh Gadis bernama Syakirana itu, dia benar-benar memiliki baja seperti yang Tuan katakan."
Bryan tiba-tiba melototkan matanya beralih ke Asisten Han, "ja--jadi sosok itu ada? bukan halusinasi nya?" tanya Bryan tergagap.
Asisten Han mengangguk, "nyata..! Aku tidak bisa membayangkan kalau Gadis itu menjadi musuh kami, pasti kami langsung jadi tahu atau krupuk olehnya."
Bryan membekap mulutnya yang menganga lebar, Ia sudah tau cerita Gadis penyelamat Dewa tapi tidak pernah mengira kalau sosok itu memang nyata, Ia tau juga sudah 17 Tahun lebih Dewa mencari namun tidak ada tanda-tanda kalau sosok itu memang ada.
Bryan dan Asisten Han kompak melihat ke arah Dewa yang begitu serius mencari tau tentang Syakirana. Gadis itu telah ditemukan oleh Dewa tentu saja Pria itu begitu menggila sampai menghubungi Kepala Komite Kampus terakhir Syakirana yang dikenal sebagai Kutu buku dan begitu rajin walau memiliki fisik yang lemah.
Dewa meletakkan Ponselnya lalu mengamati foto Sya yang culun, "jadi benar kamu menutupi kekuatanmu selama ini? apa memang karnaku? maafkan aku.!" lirih Dewa meraba foto Sya dengan lembut.
seorang Dewa tidak pernah tunduk pada siapapun atau merasa bersalah tapi hanya sosok Sya saja yang mampu membuat Dewa merasa memiliki hati.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 131 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣🤣🤣 Kasian banget kamu Han..Noh Dewa ganti rugi minilnya Han..😜😜
2025-01-04
0
Qaisaa Nazarudin
Lha cuman ke empat-empat ban nya aja kan yang kempes,Apanya yg harus di perbaiki??🤔🤔
2025-01-04
0
Lidya Waney
tuan Han kamu mengingatkan aku dgn cerita fenomenal saga dan daniah😭😭😭😭ku jadi rindu dgn cerita itu tpi GK mungkin utk membaca lagi krna sdh tau endingnya 😓😓😓
2024-04-14
1