menemukan jejak

Asisten Han tentu tertegun mendengarnya sebab perkataan mereka sangat mirip dengan sosok yang diceritakan oleh Dewa.

"permisi..?" sapa Asisten Han dengan ramah walau Ia botak tapi saat ramah sangat manis hingga semua Orang melihatnya pasti ingin mengelus kepala botak Asisten Han.

"Ehh? ada apa nak?" tanya salah satu dari Ibu-ibu gosip itu.

"Hmm? dimana Ibu melihat gadis itu? ibu ingat wajahnya?" tanya Asisten Han dengan sopan.

Ibu-ibu itu saling melihat satu sama lain lalu melihat ke arah Asisten Han dengan bingung, Asisten Han menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"sebenarnya Gadis itu juga dicari oleh Tuan saya, dia menyelamatkan Tuan saya tapi belum sempat membalas kebaikannya." jelas Asisten Han melihat kewaspadaan mereka semua.

"Ohhh?? bilang dong nak..! sore itu saya yang di tolongnya juga tidak lihat wajahnya nak, dia tingginya sekitar 168 CM terus rambutnya panjang dan ikal, saat itu dia mengenakan Topi dan masker jadi saya tidak melihat wajahnya." jelas si Ibu yang pernah kejambret.

Asisten Han terperangah mendengarnya, "apa Gadis itu memang sekuat itu Bu? maaf Bu.! saya hanya merasa tidak mungkin ada gadis sekuat itu jadi saya pikir Tuan saya hanya berhalusinasi." jelas Asisten Han dengan kaku.

mereka pun terkekeh, "biasanya saat kita dalam keadaan terpuruk lalu diselamatkan itu bukan halusinasi nak..! itu memang insting kita yang menandai Orang yang menyelamatkan kita."

Asisten Han mengangguk lalu menanyakan Lokasinya kejambretan itu, Asisten Han mengingatnya dengan jelas ucapan Ibu yang pernah di tolong Gadis itu dan panggilan dari pihak Apotik pun tiba.

Asisten Han terdiam dalam perjalanan menuju Ruangan Dewa, "aku pikir Tuan Muda hanya berkhayal, jadi gadis itu memang ada?" batin Asisten Han tidak menyangka kegilaan Tuan Mudanya selama ini memang nyata bukan hanya ilusi Tuannya saja.

ceklek..?

takkkk??

Dewa melempar bantal sofa yang ada di Ruangan Bryan ke Asisten Han yang sedang melamun pun terkena Bantal itu membuat Obat yang Ia tebus terjatuh.

"Kau mau mati ya? kenapa begitu lama hanya untuk menebus obat hah?" maki Dewa.

Asisten Han segera mengutip Obat Dewa membuat Dewa semakin berang karna Asisten Han teledor.

"Tuan saya baru saja mendengar sesuatu tentang Gadis yang anda cari selama ini." ucap Asisten Han dengan lantang.

DEG??!

Dewa mendengarnya tertegun, "kau sedang mempermainkanku?" tanya Dewa dengan raut wajah memerah.

Asisten Han menggeleng kepalanya, "tadi saya lama karna mendengar percakapan Ibu-ibu tukang Gosip kalau kemarin sore Ia dijambret tapi ditolong oleh seorang Gadis, Gadis itu dengan cekatan menarik tas yang diambil oleh penjambret sampai penjambretnya terjatuh dari motornya dan di pukuli massa."

Dewa melebarkan matanya, jantungnya berdebar kencang. apakah Gadis itu selamat dan sudah tumbuh dewasa? dimana dia? apa Dewa sanggup menemuinya setelah lama tidak mengenalinya?

"di-dimana Gadis itu?" tanya Dewa serius dan nadanya melunak.

"Lokasinya kita lihat Tuan, apa Tuan baik-baik saja? aku akan tinggal dan mencari kebenarannya." tanya Asisten Han dengan serius.

Dewa turun tangan karna Ia tidak percaya pada Han, Dewa ingin melihat langsung apakah itu adalah Gadis yang sama yang menyelamatkannya 19 Tahun yang lalu.

Dewa dan Asisten Han pergi ke Lokasi yang disebut oleh Ibu yang pernah dicopet itu, Asisten Han melihat sekitar dan menemukan CCTV.

"itu CCTV Tuan..!" tunjuk Asisten Han disebrang jalan.

"ayo kita temui..!" ajak Dewa segera berlari menyebrangi jalan sampai Asisten Han berteriak melihat Dewa menyebrang tanpa melihat jalan bahkan Mobil yang lalu lalang sampai berhenti mendadak serta mengklakson Dewa.

saat mereka turun dan hendak mengamuk pada Dewa namun melihat wajah Dewa seketika mereka bergetar ketakutan, Dewa terkenal sebagai Iblis dunia Bisnis dan Raja Neraka bagi dunia Mafia.

"i--itu Tuan Dewa." ucap mereka dengan bibir bergetar.

Dewa bisa saja memaki mereka balik tapi saat ini pikirannya hanya dipenuhi oleh sosok Gadis kecil itu jadi tujuannya ingin melihat rekaman CCTV itu apakah benar sosok itu adalah Gadisnya.

Asisten Han lega ternyata Dewa tidak ditabrak, Ia segera menyusul Dewa.

"kalian cepat bubar sebelum melihat kemarahannya." sentak Asisten Han membuat semua pengemudi Mobil berhamburan memasuki Mobil.

Asisten Han mengejar Dewa yang seperti di hipnotis, "dia sudah gila mencari Gadis itu sejak 19 tahun yang lalu, makin gila aja saat dia sekarang udah dapat petunjuk." gerutu Asisten Han tapi sebenarnya Han pun penasaran pada sosok Gadis yang menyelamatkan Tuan Mudanya.

Dewa memasuki sebuah Restaurant bintang 5, tidak ada yang berani menghalangi Dewa yang melangkah ke Ruang pemilik Restaurant hanya untuk melihat cctv seharian kemarin.

walau bingung tapi pemilik Restaurant memberi izin dan Dewa serta Asisten Han mendatangi Ruangan cctv, Asisten Han hendak duduk tapi ditarik oleh Dewa yang ingin mencari sendiri terpaksa Asisten Han berdiri melihat saja apa yang Dewa lakukan.

"apa dia mengatakan jam pencopetannya?" tanya Dewa tanpa melihat ke Asisten Han.

"Ibu itu bilang sore hari tapi tidak beritahu jam nya." jawab Asisten Han juga sibuk menatap layar komputer cctv.

Dewa tidak berkomentar berdasarkan otak jeniusnya jam pencopetan itu sekitar jam 4 sore disaat pekerja lelah dan tidak punya tenaga, Dewa mengikuti instingnya.

"Tuan??" Asisten Han menunjuk layar komputer dan Dewa menepis tangan Han namun Asisten Han tidak marah matanya masih menatap layar komputer.

rekaman itu memperlihatkan seorang gadis mengenakan pakaian tertutup dengan jaket hitam menutupi lehernya, celana hitam panjang, sepatu putih, topi hitam dan masker Hitam juga rambut ikal digerai tengah memainkan kakinya. awalnya gadis itu menunduk seperti sedang memikirkan sesuatu lalu terkejut ada yang berteriak pencopet dengan gerakan cepat Gadis itu mengejar motor pencopet yang melewatinya dan menarik tas yang dicopet, tapi karna pencopet itu memegang erat tas itu sedangkan gadis itu begitu kuat jadi tasnya didapatkan oleh Gadis itu bersama pencopetnya yang terpelanting dari atas motor.

"wahhh?? apa ini settingan? kenapa bisa begini?" gumam Asisten Han yang baru pertama kali melihat ada seorang manusia sekuat itu kalaupun ada pasti laki-laki tapi ini sekarang perempuan, anehnya lagi penjambretnya itu juga tertarik oleh kekuatan gadis itu.

mana mungkin penjambret itu sengaja menjatuhkan diri ditengah kerumunan itu, jelas saja Ia cari mati pasti gadis itu yang terlalu kuat menariknya.

"diam..?!" ketus Dewa dengan gerakan cepat tangannya mengotak-atik komputer dan mencari keberadaan Gadis itu yang berlari memasuki gang kecil.

"cari tau.! cepat!!?" sentak Dewa membuat Asisten Han terkejut karna terlalu serius.

"baik Tuan." jawab Asisten Han segera beranjak pergi meninggalkan Dewa.

Dewa mengirim CCTV itu ke E-mailnya lalu menonton ulang adegan itu, Ia sedang mencari-cari sesuatu yang kira-kira Ia ingat sebelum matanya tertutup rapat saat kecelakaan itu terjadi.

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Outhor ini selalu bikin jiwa penasaran ku berlompatan keluar dari sarangnya..😂

2025-01-04

0

Oi Min

Oi Min

semoga nnti g salah orang kek Alex ye.....

2024-09-04

0

Fahmi Fahmi

Fahmi Fahmi

nyimak dulu

2024-05-07

0

lihat semua
Episodes
1 awal mula
2 mendengar
3 menemukan jejak
4 sedikit menemukan
5 mencari tau
6 kekuatan baja?
7 ditemukan
8 rumor tak benar
9 tidak takut
10 Han tau
11 alasan
12 ditunjuk
13 cepat
14 presentasi
15 belanja
16 menunggu
17 perubahan
18 memastikan
19 tau
20 tidak menyangka
21 rencana
22 minta bertemu
23 akrab
24 memulai
25 kuatkan
26 bonus tas
27 di hilangkan batu sandungan
28 karma
29 persiapan
30 membatalkan Pertunangan
31 balaskan
32 tiba-tiba
33 cara Sya balas dendam
34 Sya membantu
35 mengikuti Sya
36 mau jadi pahlawan
37 di suruh sama Inul?
38 penyakit jantung?
39 sengaja memperlihatkan
40 di tawarkan
41 keceplosan
42 tak takut
43 dia juga datang
44 dikurung bisa bebas
45 memberi balasan
46 jebak?
47 tak ingin dinilai Jahat
48 dibawa
49 bisa juga
50 marah
51 menyesal karna terlambat
52 tak ganti nomor
53 suasana hati sedang baik
54 Toko Bunga (Part. 1)
55 Toko Bunga (Part. 2)
56 kehancuran
57 tikus kecil
58 tak ada takutnya
59 menghapus
60 memperebutkan
61 kegilaan
62 takut
63 wanita mahal
64 terluka (Part. 1)
65 terluka (Part. 2)
66 bercanda?
67 jadian?
68 mencoba
69 heran
70 mengajari
71 datang
72 Lift
73 seperti itu
74 diabaikan
75 sedikit kebohongan
76 gila
77 di tahan
78 alasan
79 ternyata sudah tahu
80 situasi
81 tak berkutik
82 tak mau terlibat lagi
83 terkejut
84 mudah
85 menjadi lelucon
86 di tuduh maling
87 kenapa semua suka?
88 kedok yang terbongkar
89 belanja
90 menculik
91 berhati-hati padanya
92 bukan Gadis sembarangan
93 penakut
94 kesasar
95 menemukan
96 di rawat dengan hati-hati
97 masih normal
98 masih sempat kabur
99 menanyakan
100 siapa maksudnya?
101 suka barang antik
102 mengancam Sya
103 keliaran
104 sehati
105 memberi waktu
106 suka?
107 merusak mood baik saja
108 di bandara
109 meminta bantuan
110 jadi penculik
111 terperangkap dalam jebakan
112 bukan Monster
113 cinta yang telah bersemi
114 menemukan
115 menjenguk Han
116 menghadiri acara
117 kekanakan
118 idola?
119 cemburu tak beralasan
120 sisi berbeda Dewa
121 ketahuan
122 ketakutan Viota
123 bertanya
124 hadiah
125 kado
126 kembali
127 memanasi
128 kekanakan
129 tak sengaja
130 masih sempat bercanda
131 berakhir bahagia
Episodes

Updated 131 Episodes

1
awal mula
2
mendengar
3
menemukan jejak
4
sedikit menemukan
5
mencari tau
6
kekuatan baja?
7
ditemukan
8
rumor tak benar
9
tidak takut
10
Han tau
11
alasan
12
ditunjuk
13
cepat
14
presentasi
15
belanja
16
menunggu
17
perubahan
18
memastikan
19
tau
20
tidak menyangka
21
rencana
22
minta bertemu
23
akrab
24
memulai
25
kuatkan
26
bonus tas
27
di hilangkan batu sandungan
28
karma
29
persiapan
30
membatalkan Pertunangan
31
balaskan
32
tiba-tiba
33
cara Sya balas dendam
34
Sya membantu
35
mengikuti Sya
36
mau jadi pahlawan
37
di suruh sama Inul?
38
penyakit jantung?
39
sengaja memperlihatkan
40
di tawarkan
41
keceplosan
42
tak takut
43
dia juga datang
44
dikurung bisa bebas
45
memberi balasan
46
jebak?
47
tak ingin dinilai Jahat
48
dibawa
49
bisa juga
50
marah
51
menyesal karna terlambat
52
tak ganti nomor
53
suasana hati sedang baik
54
Toko Bunga (Part. 1)
55
Toko Bunga (Part. 2)
56
kehancuran
57
tikus kecil
58
tak ada takutnya
59
menghapus
60
memperebutkan
61
kegilaan
62
takut
63
wanita mahal
64
terluka (Part. 1)
65
terluka (Part. 2)
66
bercanda?
67
jadian?
68
mencoba
69
heran
70
mengajari
71
datang
72
Lift
73
seperti itu
74
diabaikan
75
sedikit kebohongan
76
gila
77
di tahan
78
alasan
79
ternyata sudah tahu
80
situasi
81
tak berkutik
82
tak mau terlibat lagi
83
terkejut
84
mudah
85
menjadi lelucon
86
di tuduh maling
87
kenapa semua suka?
88
kedok yang terbongkar
89
belanja
90
menculik
91
berhati-hati padanya
92
bukan Gadis sembarangan
93
penakut
94
kesasar
95
menemukan
96
di rawat dengan hati-hati
97
masih normal
98
masih sempat kabur
99
menanyakan
100
siapa maksudnya?
101
suka barang antik
102
mengancam Sya
103
keliaran
104
sehati
105
memberi waktu
106
suka?
107
merusak mood baik saja
108
di bandara
109
meminta bantuan
110
jadi penculik
111
terperangkap dalam jebakan
112
bukan Monster
113
cinta yang telah bersemi
114
menemukan
115
menjenguk Han
116
menghadiri acara
117
kekanakan
118
idola?
119
cemburu tak beralasan
120
sisi berbeda Dewa
121
ketahuan
122
ketakutan Viota
123
bertanya
124
hadiah
125
kado
126
kembali
127
memanasi
128
kekanakan
129
tak sengaja
130
masih sempat bercanda
131
berakhir bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!