Asisten Han tiba di Gang Kecil yang menjadi tempat Gadis itu melarikan diri.
"apa yang dipikirkan Gadis itu? seharusnya dia pamer kekuatannya kan? kenapa malah lari seperti seorang pencuri padahal dia menyelamatkan uang Orang." gerutu Asisten Han tidak mengerti pemikiran sosok yang menjadi kegilaan Dewa.
Han terus mencari jalan keluar di jalan gang kecil itu hingga Ia melihat ada simpang membuatnya menoleh ke kiri dan kanan, "adoohhh!! kenapa harus ada simpang sih? kalau begini aku cari kemana?" cerocos Asisten Han.
seumur hidup Asisten Han tidak pernah sesulit ini mencari seseorang hanya sosok Gadis itu saja yang sulit ditemukan, jadi wajar Asisten Han menganggap Gadis itu hanya ilusi Dewa sebab Ia tak kunjung menemukannya.
"aku cari ke Kiri aja dulu, disini pemukiman kumuh nggak ada cctv lagi." oceh Asisten Han melangkah ke arah Kiri dan Ia terus berjalan sampai Ia menemukan tempat sampah.
"aahhh!! busuknya." Asisten Han melangkah mundur dan berlari keluar dari gang kecil itu.
"seharusnya sebelah kanan, kenapa pulak gadis itu lari ke tempat pembuangan sampah?" geram Asisten Han memukul kepalanya sendiri sembari berlari seperti dikejar setan saja padahal Ia tidak mau terkena virus sampah yang beterbangan belum lagi aroma busuknya.
Asisten Han terus mencari hingga menemukan cctv dibelakang gudang membuatnya tersenyum cerah padahal tadi Ia sempat mengoceh begitu sial, Asisten Han menemui pemilik Gudang itu.
Asisten Han sangat dikenal sebagai bayangan Dewa, mereka begitu terkenal dengan kekejamannya jadi tidak ada yang berani menolak jika Asisten Han ataupun Dewa memasuki sebuah bangunan apapun.
Asisten mencari rekaman cctv sekitar jam yang dipikirkan Dewa, Ia masih sibuk menonton bahkan tidak berkedip seolah takut akan kelewatan mencari sosok itu.
"dia tidak mungkin berlari kan?" gumam Asisten Han.
Asisten Han akhirnya melihat rekaman gadis yang sama berjalan dengan tenang seolah tau daerah itu sudah aman, Asisten Han segera mengirim rekaman itu ke ponselnya dan menonton ulang.
"mencarimu butuh waktu yang begitu lama." gumam Asisten Han entah itu pujian atau sindiran pada sosok itu yang sangat hebat bersembunyi.
"berarti memang lari kesini, tidak ada rekaman apapun lagi." decak Asisten Han segera keluar dari Gudang rekaman cctv itu tanpa peduli sekitar.
sedangkan Orang-orang Gudang Toko besar berpikir kalau Asisten Han sedang mencari buronan yang harus di hukum, mereka merasa ngeri memikirkan siapa yang berani mencari masalah pada Dewa hingga bisa membuat seorang Asisten Han terburu-buru mencarinya.
Asisten Han kembali ke gang kecil dibelakang Gudang itu, "hmmm?! gadis itu memang lewat sini." Asisten Han terus melangkah ke arah jalan kecil itu hingga tembus ke jalan besar.
"Oh God...!! teka-teki lagi." umpat Asisten Han kembali celingukan mencari cctv dan ditemukan segera Ia mencari pemilik cctv itu.
Asisten Han bekerja sampai larut malam hanya untuk mencari Gadis itu hingga matanya menemukan plat taksi yang dimasuki Gadis itu.
"Yess..!! aku cari Taksinya." gumam Asisten Han segera berlari keluar dari ruang cctv itu meninggalkan 2 pengawas ruangan itu yang kebingungan.
"sebenarnya apa yang terjadi?" tanya pengawas cctv 1.
"aku rasa gadis itu menyinggung Tuan Dewa." tebak pengawas 2.
mereka merasa ngeri membayangkan apa yang akan Dewa lakukan pada sosok gadis itu jika ditemukan, mereka mana tau kalau Gadis itu di cari karena telah menyelamatkan Dewa saat masih kecil sebab berita seperti itu tidak ada kalaupun benar adanya seharusnya berita itu wajib dijadikan trending topik.
Asisten Han tidak menyerah mencari pemilik taksi itu walau sudah tertidur, pemilik taksi itu seorang Pria berumur 45 tahunan begitu terkejut didatangi oleh Asisten Han.
"Tu--Tuan?" cicit Pria itu gemetar ketakutan.
"ehh? jangan takut..! cepat duduk..! aku ingin informasi tujuan penumpangmu kemarin." jelas Asisten Han dengan serius.
mendengar perkataan Asisten Han pun membuat Pria itu tenang, setidaknya bukan dirinya yang dikejar atau bermasalah sebab Ia yakin tidak pernah bersinggungan dengan seorang Dewa Wigantara.
Asisten Han menunjukkan sosok di rekaman cctv yang telah ada di ponselnya, Pria itu mencoba mengingat-ingat tujuan Gadis yang ia tumpangi hari itu karna itu memang mobilnya.
"Ohh..! iya Tuan saya ingat."
Asisten Han tersenyum lebar bahkan duduknya tidak tenang saking tidak sabarnya menunggu informasi itu, setelah mendapatkan informasi Asisten Han memberi upah sebagai ucapan terimakasih lalu segera pergi ke alamat tujuan gadis itu.
Asisten Han tidak menunggu lagi langsung berangkat ke alamat, Ia hanya perlu menghubungi bawahannya untuk membawakan mobil lalu melaju kencang ke sana meninggalkan bawahannya yang dijemput oleh rekan yang lain.
demi Tuan Muda nya Asisten Han rela tidak istirahat, Han memang kejam dan seperti tidak manusiawi tapi kesetiaan nomor 1 bagi mereka yang kejam sebab berkhianat sangat dibenci, balasan untuk mereka yang berkhianat adalah kematian.
Asisten Han tiba di Perumahan lumayan mewah dan berdecak karna tidak ada cctv di tempat itu terpaksa Ia pulang untuk mencari tau siapa saja yang tinggal dikawasan Rumah itu.
.
"ckkk?!" Asisten Han berdecak melihat Dewa menunggunya, ini pertama kalinya Dewa menunggu kepulangannya sungguh ajaib sekali Gadis ini bagi Dewa.
"bagaimana Han?" tanya Dewa dengan raut wajah penasaran.
"Perumahan beringin..! hanya disitu dan tidak ada cctv, saya akan temui pemilik perumahan itu besok dan melihat data-data kepemilikan setiap rumah disana." jelas Asisten Han.
"apa-apaan itu? kenapa ada Rumah tidak ada cctv? apa tempat mereka begitu aman?" marah Dewa.
"mungkin cctvnya didalam Rumah Tuan." jawab Asisten Han mengendus tubuhnya sendiri yang berkeringat.
"kenapa menunggu besok? sekarang aja." Dewa berlari mengekori Asisten Han.
Asisten Han tidak menjawab celotehan seorang Dewa, Ia cukup takjub pada Gadis itu bisa membuat seorang Dewa mengekorinya seperti anak ayam padahal biasanya Han lah yang mengekori Dewa karna memang Dewa lah induknya namun kini situasinya tumben terbalik.
"Nona? saya akan bersujud pada anda karna bisa membuat saya senang saat ini." batin Asisten Han menahan senyumnya sekuat tenaga melirik Dewa yang marah-marah tapi masih mengekorinya.
brakkk!!
Asisten Han menutup pintu kamarnya dengan keras, Dewa terdiam beberapa saat didepan pintu.
"sialan kau Han...! cepat buka pintunya..! ini Apartemenku sialan." maki Dewa menggedor-gedor kamar Han padahal itu memang kamar Han kalau bekerja lembur.
Dewa meraup wajahnya dengan geram, "awas kau kalau tidak bisa menemukan Gadis itu." teriak Dewa lalu menendang pintu Kamar Han malah kakinya yang sakit.
"bedebah..!" Dewa meringis kesakitan pada Ibu jari kakinya sambil melompat-lompat dengan satu kakinya saja.
Dewa bahkan tidak sadar bahwa sekarang Ia bertindak konyol, jika ada yang melihat kondisi Dewa pasti akan membuat Orang yang takut pada Dewa tertawa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 131 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Kebalik ya Han,Hanya karena sosok seorang gadis..🤣🤣
2025-01-04
0
Sandisalbiah
hah.. bisa konyol juga ini bos mafia gegara cewek misterius 🤔
2024-10-31
0
Sani Srimulyani
bisa dimanfaatin nih Han ....... 🤭
2024-02-27
1