presentasi

Bagas melihat ke arah Sya yang terlihat tenang malah seperti bosan.

"Sya? kamu baik-baik saja?" tanya Bagas dengan cemas.

Sya mendongak ke Bagas sebab Ia tadi sedang menunduk membaca tulisan-tulisan kecil dibelakang Produk.

"Ehh? kenapa memangnya Pak?" tanya Sya celingukan belum lagi Orang-orang malah terlihat khawatir akan sesuatu.

"kenapa ekspresi semua Orang? memangnya mau ada bencana ya?" tanya Sya dengan polos ingin sekali mereka semua memukulkan kepala mereka sendiri ke tembok saking sebalnya dengan ekspresi Sya yang tidak tau apa-apa itu.

"heii?? anak gudang?" sapa salah satu pekerja wanita pada Sya.

sebenarnya tidak mengejek hanya saja Sya memang bekerja di bagian Gudang Supermarket jadi dipanggil anak Gudang.

"aku?" tanya Sya menunjuk dirinya sendiri.

"iya ! kamu tidak tau siapa Tuan Dewa ya?" tanya Wanita itu lagi merasa prihatin.

Sya melihat semua Orang tengah mengangguk-ngangguk seolah mendukung pertanyaan Wanita tadi, Sya tertawa lebar.

"oh..? kalian takut dengan rumor itu ya? itu semua tidak benar." ucap Sya dengan kekehan pelannya.

mata mereka ingin keluar dari sarangnya mendengar Sya bicara seperti itu seolah-olah Rumor itu adalah kebohongan, mereka melihat langsung bagaimana kejamnya Dewa, mana ada yang berani menyebarkan rumor itu?

"apa dia bilang?"

"aku rasa dia sudah gila?"

"Apa-apaan dia? apa dia berpikir kalau rumor itu palsu? seberani apa Orang-orang yang berani menyebarkan rumor itu? Aiih..? aku tidak paham pemikirannya seolah dia sudah kenal akrab dengan Tuan Dewa."

"Pak Bagas? Tuan Dewa sudah di Lobi." ucap Pekerja Bagas yang tau dengan alat yang terhubung di telinga nya.

"akkh??! lebih baik kita bersembunyi." pekik mereka semua berlarian seperti segerombolan semut yang akan di injak oleh kaki manusia.

Sya hanya menganga di tempat, "Pak? reaksi mereka?" tunjuk Sya dengan bingung.

"Sya berjuanglah..! Bapak janji kasih 3 kali lipat kalau berhasil." kata Bagas dengan raut wajah memelas tapi tangan gemetar.

Sya malah bengong ditempat melihat Pak Bagas pun lari darinya, tempat itu jadi kosong seperti tidak ada penghuninya sedangkan tadi sangat banyak Orang.

Sya garuk-garuk kepala, "mereka kok begitu berlebihan sih? jelas-jelas kemarin itu Tuan Dewa bersikap sopan padaku jadi aku pikir Rumor itu salah, terus kenapa aku malah terlihat paling bodoh disini."

Sya merasa seperti itu sebab semua Orang membenarkan rumor itu sedangkan Sya yang tidak percaya jadi Sya kelihatan seperti Orang Bodoh yang sungguh tidak tau apa-apa.

tak.. tak.. tak.. tak..

Sya memutar kepalanya ke arah asal suara sepatu itu sedangkan Ia juga mendengar pekikan tertahan rekan-rekan kerja Sya yang bersembunyi.

Dewa dan Asisten Han pun mulai terlihat tentu Asisten Han bingung mengapa Sya tidak lari seperti kebanyakan Orang.

"apa Tuan Muda melakukan sesuatu tanpa sepengetahuanku?" batin Asisten Han penasaran.

Dewa dengan wajah dingin dan datarnya itu melihat sekitar seolah sengaja memperlihatkan betapa gagahnya diri Dewa daripada Kekasih Sya itu yang tukang selingkuh bahkan tidak bisa disamakan dengan seujung kuku Dewa saja.

"Tuan Muda?" Sya melambaikan tangannya dengan senyum ceria nya.

DEG??!

semua yang bersembunyi menjatuhkan rahang bahkan mereka ada yang ingin pingsan, ada juga yang merutuk Sya sangat bodoh malah mengantarkan nyawa ke Dewa.

Asisten Han melongoh melihat ke arah Dewa seolah bertanya-tanya bagaimana ceritanya Sya bisa tidak percaya rumor? sepertinya Han terlalu menyepelekan Dewa.

Sya berdehem pelan lalu membenarkan kepangan rambut dan kaca matanya, diam-diam Dewa tersenyum sangat tipis melihat Sya tidak sama seperti wanita sebelum-sebelumnya. Sya tidak mengenakan baju ketat yang menggoda bahkan menjadi dirinya sendiri saat ini.

Sya membawa 10 Produk sekaligus dengan kedua tangannya bahkan ekspresi imut khas memberengut nya terlihat jelas saat berlari ke arah Dewa untuk memperkenalkan semua Produknya, Dewa ingin sekali tertawa saat ini.

"Tuan? kenapa Nona Sya tidak takut pada Anda?" bisik Asisten Han.

"ckkk! diamlah..!" ketus Dewa sembari melangkahkan kakinya ke arah Sya yang terlihat kesulitan.

Asisten Han mengekori Dewa dengan raut wajah tanda tanya.

"halo Tuan??" sapa Sya dengan senyum cerahnya.

"hmm? kemana semua Orang?" tanya Dewa dengan kaku.

Asisten Han melototkan matanya ke arah Dewa, "apa katanya? apa Tuan Dewa terbentur sesuatu?" batin Asisten Han.

Sya memutar pandangannya ke segala arah, "mereka takut pada Tuan karna percaya Rumor yang beredar." jawab Sya sambil memegang 10 Produk nya dengan percaya diri.

Dewa mengangguk sembari melihat ke arah lain, tidak pernah sejarahnya Dewa malu menatap seseorang tapi sekarang Pria sombong dan angkuh itu tidak berani bertatapan dengan mata cerah Sya.

"bisa bantu aku Tuan?" tanya Sya ke Asisten Han.

"Ehh? Iya..?!" ucap Asisten Han gelagapan pun menerima semua Produk yang Sya pegang.

Sya mengambil 1 Produk dan berdehem pelan lalu mulai mempresentasikan produknya seperti yang diajarkan oleh Bagas walau dengan versinya bahkan menambahkan kelebihan dan kekurangan Produk itu.

Asisten Han hanya mengerjab menonton presentasi Sya seperti seorang Sekretaris Profesional.

"ehh? udah jelasin 3 Produk aja ya? ayo Tuan silahkan duduk..! ak--Ehh? Saya ambilkan minum." Sya menuntun Dewa untuk segera duduk di bangku yang telah di sediakan.

Sya juga menanyakan minuman yang mereka inginkan lalu membuatkannya sendiri di Toko minuman khas Supermarket sebab Karyawan Wanitanya nya lari entah kemana.

Han melihat ke Dewa yang cuek saja, Ia jujur sangat penasaran bagaimana Sya tidak takut pada Dewa.

"ini Tuan Muda." Sya tersenyum lebar menyajikan minuman dan cemilan untuk Dewa juga Asisten Han.

"boleh ak--Ehh? boleh saya lanjutkan Tuan?" tanya Sya berusaha untuk sopan padahal masih kaku namun saat presentasi sangat lancar.

"hmm.! ini apa? kenapa warna nya Ungu?" tanya Dewa mengambil Produk yang paling terang warna nya.

Sya sumringah lalu menjelaskan kegunakan Produk itu, Dewa mengangguk-anggukkan kepalanya.

"aku tidak tau kalau produk ini bagus." gumam Dewa.

Sya tertawa lebar, "bagaimana nilai presentasi saya Tuan? bagus tidak?" tanya Sya.

Dewa tersenyum kecil, "48%." jawab Dewa membuat Sya melotot.

"Apa?? sebagus itu kenapa 48%?" protes Sya entah kenapa begitu berani.

"heii? aku ini seorang Presdir besar, melihat presentasi itu sudah makananku dan diluar sana banyak yang lebih baik darimu." kata Dewa dengan santai.

Sya memberengut tapi Dewa yang menyadari dirinya salah bicara pun segera berucap.

"untuk ukuran pemula kau sudah luar biasa." Dewa memuji dengan ekspresi kikuk.

senyum Sya pun kian melebar sedangkan Han hanya dijadikan obat nyamuk oleh keduanya, Sya menoleh ke Han.

"Tuan Botak?" sapa Sya.

"Hmmfft...?" Dewa seketika menahan tawanya bahkan menutupi bibirnya sendiri sambil melihat arah lain.

Sya mengerjab ke arah Dewa lalu ke arah Han yang tengah menatap kesal Dewa.

Terpopuler

Comments

Oi Min

Oi Min

itu spesial hnya utk mu saja Sya

2024-09-04

0

Qween boboho ¥

Qween boboho ¥

sama2 tukang buli seneng buli si tuan botak/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2024-07-08

0

Ayu Octaviany

Ayu Octaviany

i like it Thor, next 🤭😘

2024-03-03

1

lihat semua
Episodes
1 awal mula
2 mendengar
3 menemukan jejak
4 sedikit menemukan
5 mencari tau
6 kekuatan baja?
7 ditemukan
8 rumor tak benar
9 tidak takut
10 Han tau
11 alasan
12 ditunjuk
13 cepat
14 presentasi
15 belanja
16 menunggu
17 perubahan
18 memastikan
19 tau
20 tidak menyangka
21 rencana
22 minta bertemu
23 akrab
24 memulai
25 kuatkan
26 bonus tas
27 di hilangkan batu sandungan
28 karma
29 persiapan
30 membatalkan Pertunangan
31 balaskan
32 tiba-tiba
33 cara Sya balas dendam
34 Sya membantu
35 mengikuti Sya
36 mau jadi pahlawan
37 di suruh sama Inul?
38 penyakit jantung?
39 sengaja memperlihatkan
40 di tawarkan
41 keceplosan
42 tak takut
43 dia juga datang
44 dikurung bisa bebas
45 memberi balasan
46 jebak?
47 tak ingin dinilai Jahat
48 dibawa
49 bisa juga
50 marah
51 menyesal karna terlambat
52 tak ganti nomor
53 suasana hati sedang baik
54 Toko Bunga (Part. 1)
55 Toko Bunga (Part. 2)
56 kehancuran
57 tikus kecil
58 tak ada takutnya
59 menghapus
60 memperebutkan
61 kegilaan
62 takut
63 wanita mahal
64 terluka (Part. 1)
65 terluka (Part. 2)
66 bercanda?
67 jadian?
68 mencoba
69 heran
70 mengajari
71 datang
72 Lift
73 seperti itu
74 diabaikan
75 sedikit kebohongan
76 gila
77 di tahan
78 alasan
79 ternyata sudah tahu
80 situasi
81 tak berkutik
82 tak mau terlibat lagi
83 terkejut
84 mudah
85 menjadi lelucon
86 di tuduh maling
87 kenapa semua suka?
88 kedok yang terbongkar
89 belanja
90 menculik
91 berhati-hati padanya
92 bukan Gadis sembarangan
93 penakut
94 kesasar
95 menemukan
96 di rawat dengan hati-hati
97 masih normal
98 masih sempat kabur
99 menanyakan
100 siapa maksudnya?
101 suka barang antik
102 mengancam Sya
103 keliaran
104 sehati
105 memberi waktu
106 suka?
107 merusak mood baik saja
108 di bandara
109 meminta bantuan
110 jadi penculik
111 terperangkap dalam jebakan
112 bukan Monster
113 cinta yang telah bersemi
114 menemukan
115 menjenguk Han
116 menghadiri acara
117 kekanakan
118 idola?
119 cemburu tak beralasan
120 sisi berbeda Dewa
121 ketahuan
122 ketakutan Viota
123 bertanya
124 hadiah
125 kado
126 kembali
127 memanasi
128 kekanakan
129 tak sengaja
130 masih sempat bercanda
131 berakhir bahagia
Episodes

Updated 131 Episodes

1
awal mula
2
mendengar
3
menemukan jejak
4
sedikit menemukan
5
mencari tau
6
kekuatan baja?
7
ditemukan
8
rumor tak benar
9
tidak takut
10
Han tau
11
alasan
12
ditunjuk
13
cepat
14
presentasi
15
belanja
16
menunggu
17
perubahan
18
memastikan
19
tau
20
tidak menyangka
21
rencana
22
minta bertemu
23
akrab
24
memulai
25
kuatkan
26
bonus tas
27
di hilangkan batu sandungan
28
karma
29
persiapan
30
membatalkan Pertunangan
31
balaskan
32
tiba-tiba
33
cara Sya balas dendam
34
Sya membantu
35
mengikuti Sya
36
mau jadi pahlawan
37
di suruh sama Inul?
38
penyakit jantung?
39
sengaja memperlihatkan
40
di tawarkan
41
keceplosan
42
tak takut
43
dia juga datang
44
dikurung bisa bebas
45
memberi balasan
46
jebak?
47
tak ingin dinilai Jahat
48
dibawa
49
bisa juga
50
marah
51
menyesal karna terlambat
52
tak ganti nomor
53
suasana hati sedang baik
54
Toko Bunga (Part. 1)
55
Toko Bunga (Part. 2)
56
kehancuran
57
tikus kecil
58
tak ada takutnya
59
menghapus
60
memperebutkan
61
kegilaan
62
takut
63
wanita mahal
64
terluka (Part. 1)
65
terluka (Part. 2)
66
bercanda?
67
jadian?
68
mencoba
69
heran
70
mengajari
71
datang
72
Lift
73
seperti itu
74
diabaikan
75
sedikit kebohongan
76
gila
77
di tahan
78
alasan
79
ternyata sudah tahu
80
situasi
81
tak berkutik
82
tak mau terlibat lagi
83
terkejut
84
mudah
85
menjadi lelucon
86
di tuduh maling
87
kenapa semua suka?
88
kedok yang terbongkar
89
belanja
90
menculik
91
berhati-hati padanya
92
bukan Gadis sembarangan
93
penakut
94
kesasar
95
menemukan
96
di rawat dengan hati-hati
97
masih normal
98
masih sempat kabur
99
menanyakan
100
siapa maksudnya?
101
suka barang antik
102
mengancam Sya
103
keliaran
104
sehati
105
memberi waktu
106
suka?
107
merusak mood baik saja
108
di bandara
109
meminta bantuan
110
jadi penculik
111
terperangkap dalam jebakan
112
bukan Monster
113
cinta yang telah bersemi
114
menemukan
115
menjenguk Han
116
menghadiri acara
117
kekanakan
118
idola?
119
cemburu tak beralasan
120
sisi berbeda Dewa
121
ketahuan
122
ketakutan Viota
123
bertanya
124
hadiah
125
kado
126
kembali
127
memanasi
128
kekanakan
129
tak sengaja
130
masih sempat bercanda
131
berakhir bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!