ditunjuk

"apa maksudmu?" tanya Dewa dengan ketus.

"Nona Sya adalah Pribadi yang suka mengatur sedangkan anda tidak suka diatur, apa anda pikir kalian cocok?" tanya Asisten Han tersenyum tak berdosa.

Dewa membuang muka, "aku bisa menyesuaikan diri dengan perilakunya." jawab Dewa masih dengan nada ketus.

"Nona Sya tidak suka Pria pemarah." jelas Han lagi dan Dewa berdecak.

"siapa juga yang pemarah." decak Dewa tak mengakui dirinya pemarah.

Han hanya bisa tertawa tanpa suara, sungguh mengerjai Dewa sangat menyenangkan karna tingkahnya seperti bocah saat ini.

diam-diam Han takjub pada sosok Sya, "semoga Nona Sya mampu mengubah sifat buruk anda Tuan Muda, selama ini anda tidak pernah mempercayai siapapun yang datang pada anda Tuan." batin Han masih menahan tawa.

Han mengenal Dewa yang tidak akan menerima Orang baru di hidupnya tapi Han yakin kalau Sya adalah Orang baru yang akan merubah sifat Sya bahkan Han sangat berharap akan hal itu.

Dewa bahkan yang paling tidak sabar ingin dekat dengan Sya sampai sengaja membuat settingan adegan supaya Sya tidak takut padanya, siapapun tau rumor keburukan Dewa hingga para wanita maupun gadis lari darinya seperti melihat hantu dan Dewa tidak mau Sya menjadi salah satu dari mereka.

.

ke esokan harinya,

Sya tetap bekerja sebagai angkat barang di Gudang Supermarket, semua Orang yang biasa menghinanya tidak lagi mencari masalah dengannya.

"semua Orang kenapa ya?" gumam Sya garuk-garuk kepala.

Sya merasa aneh saat tidak ada yang mencela nya sedangkan Ia sudah terbiasa setiap pagi sarapan hinaan dan makian para pekerja disana.

"Ehh?? Sya?" panggil seseorang membuat Sya menolehkan kepalanya.

Sya semakin kebingungan semua Orang memanggil namanya bukan si Culun, si bodoh, si lemah dan lainnya.

"ada apa Kak?" tanya Sya mendekati wanita yang berlari menyapanya.

"Pak Bagas minta kamu ke Ruangannya, katanya ada yang mau dibahas." ucap Wanita itu dengan kaku.

Sya mengangguk, "ohh gitu ya?" gumam Sya.

Sya pun melihat Wanita itu melarikan diri darinya, "sebenarnya mereka kenapa sih? apa mereka pikir aku ini hantu?" gumam Sya semakin heran saja.

Sya menggeleng kepalanya tanda Ia tidak ingin memikirkan keanehan itu, Ia berlari riang menuju Ruangan Bagas.

tok.. tok.. tok..

"masuk..!" titah Bagas dari dalam.

Sya pun membuka pintu Ruangan Bagas dan tersenyum cerah sembari melangkahkan kakinya ke Sofa Bagas.

"Kenapa pak? kok tumben bapak panggil aku lewat perantara?" tanya Sya sambil tersenyum lebar.

"Sya? kamu yakin Tuan Muda Dewa tidak sejahat yang kamu kira?" tanya pak Bagas dengan serius.

Sya tampak berpikir lalu mengangguk, "dia tampak seperti Pria normal pada umumnya Pak, memang kenapa ya Pak?" tanya Sya penasaran.

"apa hubungannya dengan aku dipanggil melalui perantara?" tanya Sya.

Pak Bagas menghela nafas panjang lalu memberitahu Sya kini kalau besok ada acara puncak Supermarket yang akan menyambut tamu VVIP yaitu Dewa namun tidak ada wanita yang berani bekerja menyambut Pria itu, Pak Bagas telah membujuk semua Karyawan Wanita nya tapi mereka malah mengusulkan Sya.

Sya melebarkan matanya, "kok aku Pak? aku mana berbakat bicara sopan didepan banyak Orang."

"tapi hanya kamu yang tidak takut sama Tuan Muda Dewa kan? tidak bisakah kamu membantu Bapak nak? kalau berhasil bapak janji akan membayar gajimu lagi setelah itu apalagi kalau berhasil akan bapak bayar double." jelas Bagas.

Sya terbelalak, "tapi kemarin baru gajian Pak, masa gajian lagi? bapak yakin enggak rugi?" tanya Sya kaget.

Sya baru pertama kali mendapatkan tawaran seperti itu wajar saja Ia kaget dan tidak percaya.

"kamu sangat tau kalau bapak tidak akan mengeluarkan uang kalau tidak sepadan dengan kerja kerasnya kan? acara ini sangat penting nak, bapak mohon buat Tuan Muda Dewa mau menerima produk kita biar dipasarkan oleh Perusahaannya."

Sya menjatuhkan rahangnya, ternyata hal ini adalah kesempatan emas bagi Supermarket milik pak Bagas pantas saja berani menggaji Sya lagi padahal Sya juga tidak terlalu kenal dengan Dewa.

"kalau berhasil gajinya double hari itu juga kan pak? janji?" Sya menego dan mengeluarkan jari kelingkingnya.

Pak Bagas menyatukan jari kelingkingnya pada Sya sambil tersenyum lebar, "janji." balasnya lembut.

Sya tersenyum ceria tiba-tiba Ia teringat sesuatu, "sebenarnya apa yang terjadi Pak? kenapa para karyawan bapak tidak lagi menghina aku ya? apa mereka tau sesuatu? mereka malah ketakutan melihatku." tanya Sya dengan raut wajah kesal inilah yang Ia takutkan kalau ada yang tau kekuatannya pasti akan lari ketakutan seperti melihat hantu.

"kamu benar tidak tau nak?" tanya Pak Bagas dan Sya menggeleng kepalanya pertanda Ia tidak tau apa-apa perubahan mereka semua.

Pak Bagas menceritakan kalau Sya adalah satu-satunya Perempuan yang tidak dihukum oleh Dewa, Dewa tidak suka ada wanita yang menyapa nya walau sengaja ataupun tidak disengaja pasti dihabisi olehnya.

Sya melototkan matanya, "jadi mereka takut padaku karna aku lolos dari hukuman Tuan Dewa, Pak?" tanya Sya memastikan lagi dan Pak Bagas mengangguk yakin.

Sya hanya bisa menggeleng kepalanya tidak mengerti pemikiran semua Orang, "padahal Tuan Dewa tidak seburuk itu, kenapa mereka takut ya?" gumam Sya sungguh pelan.

Bagas diam saja menatap Sya, "kamu tidak tau kalau dia adalah salah satu Orang yang kamu selamatkan nak, Orang Kejam pun tau cara menghargai penyelamatnya." batin Pak Bagas.

Sya pun keluar dari Ruangan Bagas lalu menikmati pekerjaannya seperti biasa walau para pekerja di sekitarnya selalu melarikan diri darinya tapi ternyata hidupnya jauh lebih menyenangkan saat tidak diusik.

.

"Sya??" panggil beberapa wanita yang cukup jauh dari Sya.

Sya memutar kepalanya ke arah mereka dan menyapa dengan ceria, "ada apa kakak-kakak?" tanya Sya menghampiri mereka semua yang hanya 3 wanita saja.

"ma--maafkan kami ya?" ucap mereka bertiga dengan kaku.

Sya terperangah, "kenapa kalian jadi seperti ini? aku tidak pernah bilang kalau aku membenci kalian kan?" tanya Sya dengan heran.

mereka bersikukuh meminta maaf pada Sya bahkan tidak akan mau pergi jika belum dapat konfirmasi, Sya yang pusing dengan keanehan mereka pun mengiyakan saja kata-kata mereka.

Sya menarik nafas dalam-dalam, "apa semengerikan itu ya Tuan Dewa? aku tidak salah saat itu dia sopan padaku."

Sya membuang pikiran itu jauh-jauh, memang Rumor yang beredar itu sangat mengerikan pasti Dewa sangat tidak nyaman sebab semua Orang takut padanya karna rumor tak benar itu padahal hanya Sya saja yang tidak mempercayai Rumor itu sedangkan yang lainnya sangat percaya sebab telah mengalami sendiri dan ada yang melihat langsung.

Terpopuler

Comments

Sani Srimulyani

Sani Srimulyani

karna kamu itu beda sya, kamu spesial buat dewa.

2024-02-29

2

RJ 💜🐑

RJ 💜🐑

😂😂😂🤣😂🤣😂🤣😂🤣😂🤣

2024-02-29

1

Zanzan

Zanzan

waaahhh... tambah penasaran aku ceritanya... awal baca aja dah bagus... kalimat dan kata2 nya juga mudah di pahami... up banyak2 thor... semangat....

2024-02-29

3

lihat semua
Episodes
1 awal mula
2 mendengar
3 menemukan jejak
4 sedikit menemukan
5 mencari tau
6 kekuatan baja?
7 ditemukan
8 rumor tak benar
9 tidak takut
10 Han tau
11 alasan
12 ditunjuk
13 cepat
14 presentasi
15 belanja
16 menunggu
17 perubahan
18 memastikan
19 tau
20 tidak menyangka
21 rencana
22 minta bertemu
23 akrab
24 memulai
25 kuatkan
26 bonus tas
27 di hilangkan batu sandungan
28 karma
29 persiapan
30 membatalkan Pertunangan
31 balaskan
32 tiba-tiba
33 cara Sya balas dendam
34 Sya membantu
35 mengikuti Sya
36 mau jadi pahlawan
37 di suruh sama Inul?
38 penyakit jantung?
39 sengaja memperlihatkan
40 di tawarkan
41 keceplosan
42 tak takut
43 dia juga datang
44 dikurung bisa bebas
45 memberi balasan
46 jebak?
47 tak ingin dinilai Jahat
48 dibawa
49 bisa juga
50 marah
51 menyesal karna terlambat
52 tak ganti nomor
53 suasana hati sedang baik
54 Toko Bunga (Part. 1)
55 Toko Bunga (Part. 2)
56 kehancuran
57 tikus kecil
58 tak ada takutnya
59 menghapus
60 memperebutkan
61 kegilaan
62 takut
63 wanita mahal
64 terluka (Part. 1)
65 terluka (Part. 2)
66 bercanda?
67 jadian?
68 mencoba
69 heran
70 mengajari
71 datang
72 Lift
73 seperti itu
74 diabaikan
75 sedikit kebohongan
76 gila
77 di tahan
78 alasan
79 ternyata sudah tahu
80 situasi
81 tak berkutik
82 tak mau terlibat lagi
83 terkejut
84 mudah
85 menjadi lelucon
86 di tuduh maling
87 kenapa semua suka?
88 kedok yang terbongkar
89 belanja
90 menculik
91 berhati-hati padanya
92 bukan Gadis sembarangan
93 penakut
94 kesasar
95 menemukan
96 di rawat dengan hati-hati
97 masih normal
98 masih sempat kabur
99 menanyakan
100 siapa maksudnya?
101 suka barang antik
102 mengancam Sya
103 keliaran
104 sehati
105 memberi waktu
106 suka?
107 merusak mood baik saja
108 di bandara
109 meminta bantuan
110 jadi penculik
111 terperangkap dalam jebakan
112 bukan Monster
113 cinta yang telah bersemi
114 menemukan
115 menjenguk Han
116 menghadiri acara
117 kekanakan
118 idola?
119 cemburu tak beralasan
120 sisi berbeda Dewa
121 ketahuan
122 ketakutan Viota
123 bertanya
124 hadiah
125 kado
126 kembali
127 memanasi
128 kekanakan
129 tak sengaja
130 masih sempat bercanda
131 berakhir bahagia
Episodes

Updated 131 Episodes

1
awal mula
2
mendengar
3
menemukan jejak
4
sedikit menemukan
5
mencari tau
6
kekuatan baja?
7
ditemukan
8
rumor tak benar
9
tidak takut
10
Han tau
11
alasan
12
ditunjuk
13
cepat
14
presentasi
15
belanja
16
menunggu
17
perubahan
18
memastikan
19
tau
20
tidak menyangka
21
rencana
22
minta bertemu
23
akrab
24
memulai
25
kuatkan
26
bonus tas
27
di hilangkan batu sandungan
28
karma
29
persiapan
30
membatalkan Pertunangan
31
balaskan
32
tiba-tiba
33
cara Sya balas dendam
34
Sya membantu
35
mengikuti Sya
36
mau jadi pahlawan
37
di suruh sama Inul?
38
penyakit jantung?
39
sengaja memperlihatkan
40
di tawarkan
41
keceplosan
42
tak takut
43
dia juga datang
44
dikurung bisa bebas
45
memberi balasan
46
jebak?
47
tak ingin dinilai Jahat
48
dibawa
49
bisa juga
50
marah
51
menyesal karna terlambat
52
tak ganti nomor
53
suasana hati sedang baik
54
Toko Bunga (Part. 1)
55
Toko Bunga (Part. 2)
56
kehancuran
57
tikus kecil
58
tak ada takutnya
59
menghapus
60
memperebutkan
61
kegilaan
62
takut
63
wanita mahal
64
terluka (Part. 1)
65
terluka (Part. 2)
66
bercanda?
67
jadian?
68
mencoba
69
heran
70
mengajari
71
datang
72
Lift
73
seperti itu
74
diabaikan
75
sedikit kebohongan
76
gila
77
di tahan
78
alasan
79
ternyata sudah tahu
80
situasi
81
tak berkutik
82
tak mau terlibat lagi
83
terkejut
84
mudah
85
menjadi lelucon
86
di tuduh maling
87
kenapa semua suka?
88
kedok yang terbongkar
89
belanja
90
menculik
91
berhati-hati padanya
92
bukan Gadis sembarangan
93
penakut
94
kesasar
95
menemukan
96
di rawat dengan hati-hati
97
masih normal
98
masih sempat kabur
99
menanyakan
100
siapa maksudnya?
101
suka barang antik
102
mengancam Sya
103
keliaran
104
sehati
105
memberi waktu
106
suka?
107
merusak mood baik saja
108
di bandara
109
meminta bantuan
110
jadi penculik
111
terperangkap dalam jebakan
112
bukan Monster
113
cinta yang telah bersemi
114
menemukan
115
menjenguk Han
116
menghadiri acara
117
kekanakan
118
idola?
119
cemburu tak beralasan
120
sisi berbeda Dewa
121
ketahuan
122
ketakutan Viota
123
bertanya
124
hadiah
125
kado
126
kembali
127
memanasi
128
kekanakan
129
tak sengaja
130
masih sempat bercanda
131
berakhir bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!