rumor tak benar

ke esokan harinya,

Dewa telah selesai membersihkan diri bahkan telah rapi dengan pakaian santainya keluar dari Kamarnya dan melihat Asisten Han telah lebih baik juga keluar dari Kamarnya.

"Tuan? anda mau kemana?" tanya Han melihat penampilan Dewa bukannya mengenakan stelan jas malah mengenakan baju santai seperti mau ke pantai.

"kau urus Perusahaan Han..? aku ingin melihat keseharian Sya." titah Dewa sembari melangkah pergi meninggalkan Han yang mematung lalu sedetik kemudian menghela nafas pasrah.

"terserah kau saja Tuan." ucap Han layaknya kawan saat Dewa telah pergi.

mana mungkin Han mencegah Dewa terlebih lagi Gadis itu sudah lama dicari-cari olehnya.

.

Dewa menaiki Mobilnya yang berwarna hitam pekat, Ia segera melaju kencang meninggalkan kawasan Apartemennya menuju Perumahan Beringin.

tanpa berpikir panjang Dewa memasuki kawasan itu dan didepan pagar ketika Satpam mengetuk kaca Mobil Dewa, Dewa menurunkan kaca Mobilnya tanpa menoleh.

"ahhhh!" Satpam itu terjungkal kebelakang membuat temannya panik langsung melihat pengendara nya juga membuatnya syok.

"buka..!" titah Dewa dengan dingin.

"ba--baik Tuan Muda." jawab kedua Satpam itu segera membuka gerbang Perumahan Beringin itu.

Dewa pun menginjak pedal Gasnya, sedangkan kedua kaki masing-masing Satpam itu sudah gemetaran lalu merosot begitu saja. sungguh mereka tidak ingin mencari masalah dengan Pria itu yang tidak akan segan membuat batu sandungannya hancur, itu sebabnya tidak ada yang berani menghalangi apapun tindakan Dewa.

setibanya di Perumahan Blok 4A nomor 7, Dewa melambatkan laju kendaraannya dan Ia seketika tertegun melihat sosok Sya baru saja keluar Rumah dengan raut wajah ceria namun penampilannya yang culun malah terlihat menarik dimata Dewa.

Dewa sudah lama mencari sosok Gadis itu dan ketika menemukannya tentu saja Ia menatap begitu intens dan teliti, Sya sebenarnya sangat cantik walau tertutup dengan rambut kepang 2, kacamata tebal serta pakaiannya yang tidak terlalu menarik itu.

Dewa segera mencari tempat yang lapang untuk memutar arah Mobilnya.

di depan Rumah Sya tampak sibuk mengenakan helm dan duduk diatas Motornya.

Sya melihat Mobil mewah yang melaju pelan cukup jauh darinya, Ia mengangkat bahunya tidak peduli berpikir kalau Mobil itu pasti sedang mencari tempat tinggal di Perumahan Beringin itu padahal Mobilnya mewah namun Sya berpikir kalau Pemilik Mobil itu hanya meminjam atau sedang kredit.

"ayo kita berangkat Sya..! hari ini kamu akan gajian!!" pekik Sya dengan ceria mengangkat sebelah tangannya ke Udara lalu melajukan sepeda motornya dengan pelan.

Sya tidak sadar Mobil Dewa mengikutinya dengan jarak cukup jauh, Pria itu cukup gila untuk melihat keseharian Sya.

Sya memarkirkan Motornya sambil tersenyum, Ia menyapa ramah para pekerja yang juga sedang lalu lalang disekitarnya namun diacuhkan saja oleh mereka semua, Sya memang ceria walau semua Orang membencinya karna culun juga punya fisik lemah namun di sayang Bos.

"gajian..! gajian.. gajian..!" Sya melompat-lompat riang sembari berlari senang memasuki tempat kerjanya.

Dewa yang awalnya marah melihat kelakuan rekan kerja Sya seketika langsung hilang amarahnya melihat Sya begitu menikmati hidupnya, Gadis itu terlihat begitu riang dan ceria seperti tidak punya beban hidup.

"kamu hidup dengan baik selama ini Sya." gumam Dewa yang sok akrab dengan gadis itu.

Jika Sya tau ada yang memanggilnya dengan panggilan awal nama nya adalah Orang asing yang tak dikenalnya mungkin Gadis itu akan menjewer pelakunya tanpa peduli kalau yang memanggilnya adalah Orang terkaya nomor 1 di Negaranya.

Dewa mengeluarkan Ponselnya dan menghubungi Asisten Han, "Han? cari tau siapa saja yang berhubungan dengan Syakirana." perintah Dewa dengan tegas lalu mematikan panggilannya tanpa menunggu Han bersuara.

Dewa seperti tidak ada kerjaan lain mengawasi Sya dari pagi sampai siang hari saatnya jam makan siang, semua Orang sedang istirahat sedangkan Sya tak kunjung keluar.

"apa dia tidak makan?" gumam Dewa gelisah dari duduknya.

Dewa segera keluar dari Mobilnya dan memasuki Gudang itu dengan berani, tidak ada yang bisa mencegah seorang Dewa hingga Ia tak menemukan tanda-tanda keberadaan Sya saat Ia hendak keluar tak sengaja Dewa melihat ujung kaki ditempat paling pojokan.

Dewa melangkah ke arah kaki itu dan melihat Sya sedang terlelap tanpa mengenakan kacamata nya, Dewa tersenyum tipis melihat Sya begitu cantik tentu saja Dewa hanya memuji didalam hati lalu Ia berdehem pelan membuat Gadis itu menggeliat dan membuka matanya.

"akkhhh!" pekik Sya berdiri dari tidurnya.

"maaf..! aku ingin mencari seseorang yang bisa mengantarku menemui Pak Bagas." ucap Dewa menahan rasa malu tidak berani memandang Sya lama-lama.

Sya menganga lebar melihat Pria didepannya, Ia mengucek matanya.

"ke--kenapa? apa ada yang salah dengan wajahku?" tanya Dewa mengusap wajahnya.

Sya membekap mulutnya syok, "Tu--Tuan Dewa Kan?" tunjuk Sya.

Dewa mengangguk lalu melihat sekitar, "aku tidak melihat ada karyawan lain disini hanya melihatmu jadi aku bangunkan untuk meminta bantuan."

Sya semakin menjatuhkan rahangnya, "benarkah ini Tuan Muda Dewa yang katanya sangat kejam itu? kenapa dia sangat sopan padaku?" batin Sya.

Dewa menggaruk kepalanya yang tidak gatal, apakah dirinya kurang sopan padahal Ia sudah belajar bicara sopan pada Sya walaupun kaku karna seumur hidup Dewa tak pernah bicara sopan.

"apa katanya tadi? maaf? Tuan Dewa bisa juga mengucapkan kata Maaf? sepertinya rumor yang beredar tidak benar itu." batin Sya kebingungan.

"hehe..! tidak apa Tuan, apa Tuan mau bertemu dengan Pak Bagas?" tanya Sya dengan ceria.

Dewa tertegun lalu mengangguk sekali sembari melihat ke arah lain, Sya menahan senyumnya.

"apa dia sedang malu? oh Tuhan..! kenapa dia lucu sekali?" batin Sya.

"ekhem..! baiklah Tuan, ayo saya antarkan..?!" ajak Sya dengan riang lalu Dewa mengekori Sya yang menuntunnya pergi ke Ruangan Pak Bagas.

"disini Ruangannya Tuan, ketuk aja pintunya ! kalau begitu saya makan dulu ya Tuan? saya sangat lapar."

"Te--Terimakasih." ucap Dewa kaku lalu segera putar badan membelakangi Sya yang mematung menoleh ke arahnya.

Sya segera pergi sambil menahan senyumnya sekuat tenaga, mana berani Ia menertawai seorang Tuan Muda Dewa lalu Sya pergi meninggalkan Dewa yang balik badan melihat kepergian Sya.

Dewa tidak ingin Sya membencinya jika mendengarkan rumor padahal memang benar, Dewa pun memasuki Ruangan Pak Bagas dengan wajah dinginnya tidak di tunjukkan pada Sya tadi.

"siapa yang masuk ke Ruanganku tanpa mengetuk pin....? Ehhh??" Pak Bagas hendak marah tapi matanya langsung melotot melihat siapa yang memasuki Ruangannya.

"Tu--Tuan Dewa?" Bagas mengucek kedua matanya dan segera berlari menghampiri Pria berkharisma itu.

"A--Ada yang bisa saya bantu Tuan?" tanya Pak Bagas dengan nada bergetar bahkan jantungnya berdebar kencang saat ini berpikir kalau Ia punya salah pada Pria ini.

Terpopuler

Comments

Sani Srimulyani

Sani Srimulyani

kira2 apa yg dilakukan dewa ya......

2024-02-27

1

Zanzan

Zanzan

lanjut thor... awal baca dah seru.... mudah2an kedepannya makin seru... semangat...

2024-02-27

1

Ratna Anggraeni

Ratna Anggraeni

lanjut,.,.🚴🚴🚴🚴

2024-02-27

1

lihat semua
Episodes
1 awal mula
2 mendengar
3 menemukan jejak
4 sedikit menemukan
5 mencari tau
6 kekuatan baja?
7 ditemukan
8 rumor tak benar
9 tidak takut
10 Han tau
11 alasan
12 ditunjuk
13 cepat
14 presentasi
15 belanja
16 menunggu
17 perubahan
18 memastikan
19 tau
20 tidak menyangka
21 rencana
22 minta bertemu
23 akrab
24 memulai
25 kuatkan
26 bonus tas
27 di hilangkan batu sandungan
28 karma
29 persiapan
30 membatalkan Pertunangan
31 balaskan
32 tiba-tiba
33 cara Sya balas dendam
34 Sya membantu
35 mengikuti Sya
36 mau jadi pahlawan
37 di suruh sama Inul?
38 penyakit jantung?
39 sengaja memperlihatkan
40 di tawarkan
41 keceplosan
42 tak takut
43 dia juga datang
44 dikurung bisa bebas
45 memberi balasan
46 jebak?
47 tak ingin dinilai Jahat
48 dibawa
49 bisa juga
50 marah
51 menyesal karna terlambat
52 tak ganti nomor
53 suasana hati sedang baik
54 Toko Bunga (Part. 1)
55 Toko Bunga (Part. 2)
56 kehancuran
57 tikus kecil
58 tak ada takutnya
59 menghapus
60 memperebutkan
61 kegilaan
62 takut
63 wanita mahal
64 terluka (Part. 1)
65 terluka (Part. 2)
66 bercanda?
67 jadian?
68 mencoba
69 heran
70 mengajari
71 datang
72 Lift
73 seperti itu
74 diabaikan
75 sedikit kebohongan
76 gila
77 di tahan
78 alasan
79 ternyata sudah tahu
80 situasi
81 tak berkutik
82 tak mau terlibat lagi
83 terkejut
84 mudah
85 menjadi lelucon
86 di tuduh maling
87 kenapa semua suka?
88 kedok yang terbongkar
89 belanja
90 menculik
91 berhati-hati padanya
92 bukan Gadis sembarangan
93 penakut
94 kesasar
95 menemukan
96 di rawat dengan hati-hati
97 masih normal
98 masih sempat kabur
99 menanyakan
100 siapa maksudnya?
101 suka barang antik
102 mengancam Sya
103 keliaran
104 sehati
105 memberi waktu
106 suka?
107 merusak mood baik saja
108 di bandara
109 meminta bantuan
110 jadi penculik
111 terperangkap dalam jebakan
112 bukan Monster
113 cinta yang telah bersemi
114 menemukan
115 menjenguk Han
116 menghadiri acara
117 kekanakan
118 idola?
119 cemburu tak beralasan
120 sisi berbeda Dewa
121 ketahuan
122 ketakutan Viota
123 bertanya
124 hadiah
125 kado
126 kembali
127 memanasi
128 kekanakan
129 tak sengaja
130 masih sempat bercanda
131 berakhir bahagia
Episodes

Updated 131 Episodes

1
awal mula
2
mendengar
3
menemukan jejak
4
sedikit menemukan
5
mencari tau
6
kekuatan baja?
7
ditemukan
8
rumor tak benar
9
tidak takut
10
Han tau
11
alasan
12
ditunjuk
13
cepat
14
presentasi
15
belanja
16
menunggu
17
perubahan
18
memastikan
19
tau
20
tidak menyangka
21
rencana
22
minta bertemu
23
akrab
24
memulai
25
kuatkan
26
bonus tas
27
di hilangkan batu sandungan
28
karma
29
persiapan
30
membatalkan Pertunangan
31
balaskan
32
tiba-tiba
33
cara Sya balas dendam
34
Sya membantu
35
mengikuti Sya
36
mau jadi pahlawan
37
di suruh sama Inul?
38
penyakit jantung?
39
sengaja memperlihatkan
40
di tawarkan
41
keceplosan
42
tak takut
43
dia juga datang
44
dikurung bisa bebas
45
memberi balasan
46
jebak?
47
tak ingin dinilai Jahat
48
dibawa
49
bisa juga
50
marah
51
menyesal karna terlambat
52
tak ganti nomor
53
suasana hati sedang baik
54
Toko Bunga (Part. 1)
55
Toko Bunga (Part. 2)
56
kehancuran
57
tikus kecil
58
tak ada takutnya
59
menghapus
60
memperebutkan
61
kegilaan
62
takut
63
wanita mahal
64
terluka (Part. 1)
65
terluka (Part. 2)
66
bercanda?
67
jadian?
68
mencoba
69
heran
70
mengajari
71
datang
72
Lift
73
seperti itu
74
diabaikan
75
sedikit kebohongan
76
gila
77
di tahan
78
alasan
79
ternyata sudah tahu
80
situasi
81
tak berkutik
82
tak mau terlibat lagi
83
terkejut
84
mudah
85
menjadi lelucon
86
di tuduh maling
87
kenapa semua suka?
88
kedok yang terbongkar
89
belanja
90
menculik
91
berhati-hati padanya
92
bukan Gadis sembarangan
93
penakut
94
kesasar
95
menemukan
96
di rawat dengan hati-hati
97
masih normal
98
masih sempat kabur
99
menanyakan
100
siapa maksudnya?
101
suka barang antik
102
mengancam Sya
103
keliaran
104
sehati
105
memberi waktu
106
suka?
107
merusak mood baik saja
108
di bandara
109
meminta bantuan
110
jadi penculik
111
terperangkap dalam jebakan
112
bukan Monster
113
cinta yang telah bersemi
114
menemukan
115
menjenguk Han
116
menghadiri acara
117
kekanakan
118
idola?
119
cemburu tak beralasan
120
sisi berbeda Dewa
121
ketahuan
122
ketakutan Viota
123
bertanya
124
hadiah
125
kado
126
kembali
127
memanasi
128
kekanakan
129
tak sengaja
130
masih sempat bercanda
131
berakhir bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!