kini Sya sedang melamun di dekat Cafe, Ia berdiri sambil menunduk memainkan kakinya seperti biasa kalau lagi banyak pikiran.
Sya menarik nafas dan menghembusnya berulang kali, "aku bertanya sama siapa ya? apa benar kata-kata Orang kalau Aldo selingkuh? siapa Pria yang bisa aku ajak bicara?" batin Sya masih melamun memainkan kakinya.
"Nona Sya?" panggil seseorang membuat Sya mendongak dan kaget melihat Orang itu.
"Tuan Bot...?? Ehhh?? Tuan Han?" tunjuk Sya dengan sumringah.
Han mengusap tengkuknya, "saya pikir kalau saya salah Orang ternyata memang anda Nona Sya." kata Han yang perkataannya aneh didengar Sya.
"kenapa panggil Nona? aku bukan Nona mu Tuan Han, panggil Sya aja." Sya tersenyum lebar setidaknya Ia punya teman bicara hari ini.
Han pun menghargai Sya mana mungkin Ia bilang kalau Sya adalah Gadisnya Dewa, bisa serangan jantung mendadak Gadis ini atau Han bisa menjadi samsak tinju Gadis yang sangat kuat ini karna bicara sesuatu dengan asal tak sesuai keinginan Sya.
Sya celingukan melihat sekitar Han, "apa Tuan nya Tuan Han tak ikut?" tanya Sya heran.
"kami pulang cepat hari ini No?? Ehh? Sya..! aku mau makan di Cafe ini tapi malah melihatmu." bohong Han entah apa tujuannya menemui Sya seolah tau Sya butuh teman saat ini lagian Han tidak berani jatuh Cinta pada Sya karna Ia tak mau menghianati Tuannya.
Sya mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti.
"kenapa Sya disini? mau masuk? aku sedang gajian dan kamu mau jadi teman makanku aja?" tanya Han dan Sya pun setuju karna Ia suka makanan gratis.
di dalam Cafe ternyata sudah sepi.
Sya kebingungan karna saat ini jam makan siang, kenapa tempat ini sangat sepi? saat Ia bertanya pada Han ternyata karna sedang berada di Lantai atas dan tempat itu khusus untuk Pelanggan yang suka ketenangan.
Sya awalnya kaget tapi mendengar Han menjelaskan pun jadi mengerti karna Han sudah seharian bekerja pasti lelah, biasanya laki-laki memang suka ketenangan.
Han memesan makanan dan Sya juga beserta minumannya.
"disini sangat tenang kan Sya? huuh..! aku suka ketenangan." Han berbicara tapi menjawab sendiri dengan Sya.
Sya seketika tersadar akan sesuatu, "ketenangan?" gumam Sya berubah lesu melihat ke kakinya sendiri.
Han diam-diam saja seolah tak tau permasalahan Sya, tak lama kemudian Sya menarik nafas panjang.
"kenapa Sya? kamu kayak ada banyak beban pikiran gitu?" tanya Han.
Sya seketika melihat ke arah Han, "hmm? aku boleh tanya Tuan nggak?" tanya Sya ragu-ragu.
"boleh tapi dengan syarat tak usah panggil Tuan, aku bukan Tuanmu." jawab Han membuat Sya tersenyum seketika.
Sya menceritakan masalah dirinya yang punya kekasih lalu menanyakan apa yang terjadi dengan perubahan Pria itu, Han tampak berpikir keras seolah-olah baru tau cerita itu padahal sudah tau.
"kamu mau tanya pendapatku dengan jujur sebagai lelaki kan?" tanya Han memastikan dan Sya mengangguk-anggukkan kepala membenarkan.
"aku rasa Pria itu punya wanita lain dan dia hanya memanfaatkanmu aja." jawab Han dengan hati-hati seolah takut kata-katanya menyakiti Sya padahal Ia hanya jujur sesuai permintaan Sya.
Sya terkejut mendengarnya lalu Han tersenyum kaku.
"kalau kamu tidak percaya Sya tanyakan pada Tuan Dewa, dia lebih paham tentang laki-laki karna sikapnya kan memang dingin kayak gitu pasti lebih paham karakter Pria seperti yang kamu ceritakan itu." jelas Han.
Sya terdiam membisu lalu tak ada pembicaraan diantara mereka sampai makanan tiba dan Han makan duluan membiarkan Sya berdamai dengan kebenaran itu.
"kenapa harus tanya sama Tuan Dewa yang sangat sibuk?" lirih Sya dengan kepala tertunduk.
"aku tak berbohong dan aku sulit menjelaskannya kalau kamu bicara sama Tuan Dewa pasti dia akan menjawab dengan jujur dan dijelaskan. kan kamu lihat bagaimana perkataannya saat di Supermarket itu kan? walaupun kata-katanya pedas tapi memang sebenarnya." jelas Han.
Han mengusulkan Sya bertemu dengan Dewa dan akhirnya Sya setuju bertanya pada Dewa, Dewa sedang berada di Apartemennya dan melihat pesan dari Han kalau Han juga Sya dalam perjalanan ke Apartemennya.
Dewa berdiri di atas sofanya dan berlari ke Kamarnya lalu melihat penampilannya sendiri, Ia hanya menyisir rambut dan memakai pewangi sedikit saja.
.
ceklekk!!
"Tuan? Sya ada disini." kata Han dengan penuh penekanan seolah Ia memanggil Sya karna permintaan Sya sendiri.
"Sya?" beo Dewa dan Sya pun muncul dengan senyuman kakunya menyapa Dewa.
"Ohh? kenapa? ehh?? masuk-masuk dulu." kata Dewa sok ramah dan Han hanya memutar kedua bola matanya dengan malas.
Dewa memang mengerikan kalau sedang bersikap baik karna Han jarang melihat sisi Dewa yang sok ramah dan baik itu.
Sya pun mengekori Dewa yang menuntunnya ke Sofa, Dewa juga menanyakan minuman Sya lalu memerintahkan Han yang segera ke Dapur.
"apa Han bisa membuat minuman juga Tuan?" tanya Sya heran.
"Han? kamu memanggil Han padanya?" tanya Dewa dan Sya mengangguk polos.
"lalu aku?" tanya Dewa dan Sya mengerjab lalu per sekian detiknya tertawa karna Dewa kan Tuan Muda yang sangat disegani tentu saja Sya tak berani memanggil Dewa dan mereka juga tidak terlalu dekat sampai Sya sanggup memanggil nama Tuan Hebat itu.
Dewa tak bisa berkata-kata nanti Sya akan curiga padanya jadi mengabaikan saja, kenapa Ia harus terburu-buru setidaknya Sya tidak takut padanya itu adalah hal yang luar biasa baginya.
"kenapa Sya?" tanya Dewa.
"Ehh?" Sya kaget dan Dewa kebingungan.
"Kenapa? apa aku memanggilmu Syakirana? itu terlalu panjang." tanya Dewa tersenyum kaku dan Sya pun mengerti serta tak mempermasalahkan panggilan Dewa.
Sya menarik nafas lalu menceritakan masalahnya dan Ia juga diberitahu oleh Han kalau Dewa lebih paham karakter Pria seperti itu.
Dewa tersenyum simpul, "tanpa berpikir pun aku tau kalau Tunanganmu berselingkuh."
Sya terkejut, "jadi benar?" lirih Sya.
Dewa menegakkan tubuhnya, "maaf aku terlalu jujur ya? aku tak bermaksud menyinggungmu tapi menurutku Pria itu memang tak menginginkanmu lagi, hmm? bagaimana jika kamu caritahu sendiri? aku hanya mengatakan sesuai dengan pemikiranku aja." kata Dewa tak enak hati entah kenapa Ia merasa tidak sanggup melihat ekspresi Sya.
Sya tersenyum, "tak apa Tuan, aku rasa semakin yakin mendengar perkataan kalian kalau dia memang berselingkuh. Tuan sebagai lelaki pasti lebih mengenal sesama kalian."
Sya pun izin untuk pulang tapi Dewa meminta Gadis itu untuk menunggu karna minumannya telah siap dan Han pun berdiri membawa nampan berisi minuman segar.
Sya menolak halus hingga Dewa mengambil Gelas yang dibuatkan Han untuk Sya dan berjalan ke arah Sya yang terkejut bahkan Han pun sama.
"bawa ini dan minumlah..!" pinta Dewa.
"tapi gelasnya." Sya melihat gelas Dewa sangat mahal.
Dewa membalik tubuh Sya, "pergilah..!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 131 Episodes
Comments
Nor Azlin
apa sya mau mencari tau yah kebusukan Aldo sama Amira nya ...kasihan sekali kamu sya di tikam oleh Amira yang kamu kira tulus bsrteman dengan mu begitu juga si Aldo ...Ayo lah Dewa bantu sya nya untuk menyelidiki atau membantu sya untuk melihat kebusukan Amira sama Aldo ...yang satu teman nya & yang lagi satu tunangan nya si sya ...lanjutkan thor
2024-04-30
0
Sani Srimulyani
beruntung sya nanya nya sama dewa dan Han, kesempatan nih buat dewa ngasih tau secara tidak langsung tag perselingkuhan aldo dan amara.
2024-03-03
1
Zanzan
gak sabar liat karmanya si aldo brekele ma amara... si ulet bulu...
2024-03-03
1