walaupun sudah membalas dendam tapi hidup Dewa tetap kesepian, banyak Wanita yang datang padanya dengan berbagai macam cara namun dihabisi langsung olehnya saat tau tujuan mereka hanya ingin kekayaan, ketenaran dan kejayaan ego masing-masing.
Dokter Bryan memijit pelipisnya seketika mendengar kabar dari rekannya kalau Asisten Han telah tiba membawa Dewa ke Rumah Sakit menggunakan Helikopter.
"Dewa tidak waras." umpat Bryan segera meminta Orang nya untuk memundurkan jadwal Operasi pasiennya.
Bryan menemui Dewa yang telah berbaring di Brangkar nya layaknya Pasien sebenarnya, Bryan menatap sengit Asisten Han yang mengangkat bahunya pertanda Ia tidak peduli.
"Dewa? sebenarnya apa yang ada di Otakmu hah? kenapa kau tidak juga berubah?" omel Bryan sembari mendekat ke Dewa yang tengah berbaring.
"berisik..! cepat periksa kepalaku..!" titah Dewa dengan mata terpejam.
Bryan dengan sabar memeriksa Dewa begitu hati-hati kalau cepat nanti Dewa akan protes lagi kenapa begitu cepat? apa kau fikir aku ini tidak menggajimu? begitulah amarah Dewa.
"Apa kau tidak bisa tidur belakangan ini Dewa?" tanya Bryan dengan serius.
"hmn?!" jawab Dewa menatap tajam ke Asisten Han.
Bryan menyadari hal itu menoleh ke Asisten Han, "perihal apa yang membuat seorang Tuan Muda Dewa yang angkuh dan tidak peduli bisa kepikiran hingga tidak bisa tidur?" tanya Bryan.
"masalah lama." jawab Asisten Han dengan datar.
Bryan menoleh ke Dewa, "ya Tuhan Dewa..! apa kau juga belum menyerah mencari gadis Fantasimu itu?" ejek Bryan.
"diam kau..! dia bukan Fantasiku, dia nyata dan memang ada." ketus Dewa yang memang sangat kasar sejak kepergian kedua Orangtuanya.
Bryan menghela nafas, "tidak ada masalah serius hanya karna pikiran maka kepalamu jadi sakit, lain kali jangan berpikir terlalu keras." ucap Bryan sembari melangkah ke meja kerjanya dan mencatat resep obat untuk Dewa.
Bryan memberikannya ke Asisten Han, "tebus Obat ini ke Apotik."
Asisten Han pun segera pergi tanpa berpamitan pada Dewa yang sudah tau akan diberi izin, Bryan menoleh ke Dewa lalu mendekati Dewa.
"hari ini ada pasien wanita terkena luka tusuk dibagian area fatalnya tapi tidak bisa kami selamatkan, apa kau juga pelakunya?" tanya Bryan dengan serius.
"bukan urusanmu." Dewa tidak ingin membahas wanita pada Bryan.
Bryan menghela nafas panjang, "kapan anda akan berbelas kasih Tuan Muda?" decak Bryan entah itu doa atau rasa kasihan saja pada Dewa.
Dewa duduk sambil memijit pelipisnya, "kalau sampai kepalaku tidak juga baikan akan aku bakar Rumah Sakitmu." ancam Dewa dengan sorot mata mengancam.
Bryan diam saja lalu menghela nafas pasrah, "masalahnya ada padamu Dewa..! percuma saja aku memberimu Obat yang sangat mahal kalau otakmu sendiri yang memikirkan Gadis Fantasimu itu."
mereka bisa-bisanya bertengkar karna masalah Gadis Fantasi yang selalu dicari oleh Dewa, awalnya tujuan Dewa hanya ingin mengucapkan Terimakasih tapi saat Ia kembali mencari lokasi itu tidak ada tanda-tanda kehidupan disana, Dewa tidak tau apa yang terjadi pada Gadis itu setelah menyelamatkannya tapi mengingat hari itu Mobil yang Ia naiki bersama kedua Orangtuanya dikejar banyak Mobil membuatnya yakin kalau Gadis itu dalam masalah.
Dewa jadi terobsesi mencarinya hingga kabar dari Asisten Han mengatakan ada Rumah di tempat kecelakaan Dewa saat itu tapi anehnya Rumah itu telah hangus terbakar dan terbengkalai, Asisten Han berusaha keras mencari pemiliknya tapi tidak ditemukan apalagi Rumah itu Tunggal tak ada tetangga disekitarnya sehingga sulit mencari keberadaan pemilik Rumah itu yang sudah dikabarkan kebakaran itu terjadi 1 hari setelah kecelakaan Kedua Orangtua Dewa dan dirinya.
timbul berbagai spekulasi dalam diri Dewa kalau Gadis itu diincar oleh musuh Kedua Orangtuanya dan Rumahnya dibakar karna gadis itu telah berani menyelamatkan Dewa, kini musuh yang membuat kedua Orangtuanya telah meninggal ditangan Dewa saat berumur 15 Tahun namun keberadaan Gadis itu belum di temukan.
"aku merasa bersalah padanya." keluh Dewa teringat bagaimana kehidupan gadis itu setelah menyelamatkannya yang banyak musuh.
Bryan mendengarnya diam saja, "aku rasa Gadis itu sedang bersembunyi..! percayalah padanya kalau dia baik-baik saja, suatu saat nanti kamu pasti akan dipertemukan dengannya."
Dewa menarik nafas panjang, "apa aku punya hak berterimakasih padanya? bagaimana jika dia menyalahkanku karna telah menyelamatkanku hidupnya terusik."
Bryan menepuk pundak Dewa, "kalau dia gadis baik-baik maka dia tidak akan menyalahkanmu."
Dewa menatap Bryan dengan tajam, "bukannya kau tidak percaya pada Gadis itu? kau bilang dia hanya Fantasiku saja?" dengus Dewa.
Bryan terkekeh, "aku percaya ada yang menyelamatkanmu tapi aku tidak percaya kalau dia sekuat yang kau katakan..! jadi aku menyebutmu berfantasi, hal itu biasa jika kau dalam keadaan begitu terdesak takut mati."
Dewa memukul kepala Bryan yang melotot seketika.
"Dewa..! kau kasar sekali..?" marah Bryan.
Dewa hendak memukul Bryan lagi tapi Bryan malah lari.
"bagaimana nasibku kedepannya hah? kau hanya tau membereskan wanita dengan cara menghabisi, Keluarga mereka malah menyalahkan aku yang tidak becus menyelamatkan wanita-wanita yang mati karnamu seharusnya kau lah yang disalahkan." marah-marah Bryan.
setiap ada wanita yang dalam keadaan Kritis dilarikan ke Rumah Sakit Bryan karna kecelakaan dibuat seperti tidak sengaja dan Bryan tau pelaku sebenarnya adalah Dewa. Keluarga para Wanita itu pasti menyalahkan Dokter yang tidak bisa menyelamatkan pasien seharusnya pelaku nya yang dimarahi.
"diam kau..!" maki Dewa.
tok.. tok.. tok..
Suster masuk ke Ruangan Bryan dan memberitahu Pasien sudah menunggu, Bryan berdehem pelan lalu menatap kesal Dewa.
"karnamu aku memundurkan Operasi Pasienku, kalau sampai dia tidak selamat maka kau lah yang akan aku salahkan." gerutu Bryan sambil meninggalkan Dewa yang cuek saja.
Suster itu melihat Dewa dengan malu-malu, siapa yang tidak kenal dengan Dewa yang sejak kecil telah dikenal sebagai CEO Termuda di Perusahaan besar, awalnya banyak yang menyepelekannya tapi tidak disangka Dewa saat masih kecil sangat hebat menurun dari kejeniusan Papanya.
Dewa yang memang angkuh dan tidak peduli sekitar pun menghela nafas lalu duduk di kursi kerja milik Bryan, Suster tadi segera pergi menyusul Bryan.
Bryan, Asisten Han dan Dewa memang sudah berteman sejak masih kecil, cita-cita mereka sangat aneh ada yang ingin jadi penyelamat, CEO yang telah beralih menjadi pembunuh berdarah dingin, pengabdi, baik-buruk sifat mereka itu karna keadaan.
di Apotik,
Asisten Han sedang mengantri menunggu Obat untuk Dewa tiba-tiba Ia mendengar percakapan Orang didepannya.
"apa? kenapa bisa seperti itu? masa iya ada gadis sekuat itu sih?"
"iya..! aku aja kaget saat di copet dia langsung sigap menarik tas itu terus penjambretnya tertarik dari motornya, aku sangat syok."
"lalu penjambretnya bagaimana?"
"ya dipukuli massa lah? tapi saat aku ingin berterimakasih sama Gadis itu udah hilang." keluh wanita didepannya dengan sedih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 131 Episodes
Comments
Khoerun Nisa
di atas brjudul awal mula tp GK di jelaskan awal kejadian sehingga gmn gadis itu menolong nya..harusnya ada kisah blik
2025-02-10
0
Qaisaa Nazarudin
Nah itu dia Han,Gadis si boss..Oergi lihat CCTV berdekatan kejadian,Kenapa kamu lelet sekali..ckk
2025-01-04
0
Oi Min
sedikit titik terang Han...... semangat
2024-09-04
0