"nggak ada, ayo kita ke Hotel.!" ajak Aldo mengalihkan perhatian.
sementara Gadis yang di perhatikan Aldo ternyata adalah Sya, Sya memang gelisah mencari keberadaan Aldo dan Amara.
"Kemana mereka ya? di hubungi kok nggak ada yang aktif sih." kesal Sya membuat wajahnya kian mempesona.
"Nona?" sapa seorang pemuda tampan yang mengejar Sya tadi dengan sopan.
Sya menoleh sekilas, "maaf ya? nggak ada uang kecil." kata Sya dengan sopan pula lalu fokus ke Ponselnya.
Pemuda tampan itu terperangah lalu memperhatikan penampilannya sendiri lewat pantulan cermin, semua sangat normal tapi kenapa Gadis ini berkata seperti itu seolah Ia sedang meminta sumbangan atau sedekah.
"apa dia tidak mengenaliku?" gumam Pria itu memastikan lagi.
"Nona? apa anda pikir aku ini seorang pengemis?" tanya Pemuda itu yang tak lain adalah Roni seorang Pria terkaya nomor 2 di Indonesia.
"ohh? bukan ya? maaf.!" ucap Sya dengan sesekali melihat Roni lalu membalik badan membelakangi Roni sambil sibuk menghubungi Amara karna Aldo tidak mengangkat panggilannya.
Roni lagi-lagi ternganga, "wahh!! ada yang salah dengan ku ini." kata Roni yakin lalu mencoba menggoda wanita lain yang awalnya kesal tapi ketika melihat Roni berubah ekspresi wanita itu malu-malu kucing.
"kamu mengenalku kan?" Tanya Roni pada wanita yang malu-malu itu.
"tentu saja..! Tuan adalah Roni Nike kan?" tebak Wanita itu dengan bangga.
Roni mengangguk, "nah..! dia kenal loh kok Gadis tadi enggak ya?" batin Roni garuk-garuk kepala.
saat Roni melamun malah didatangi oleh Pria lain dan merangkul pinggang wanita itu
"sayang siapa dia?" tanya Pria itu dengan sorot mata tajam.
"Ehh?? maaf-maaf aku tadi mencari seseorang." Roni segera pamit undur diri melihat Wanita itu ternyata telah punya pasangan padahal niatnya cuma mau uji coba saja apakah dirinya ada yang salah dari segi penampilan hingga dikira pengemis.
Sya setia menunggu Aldo dan Amara sampai hari sudah mulai gelap, "apa-apaan sih? kemana mereka? apa mereka naik pesawat lain ya?" gumam Sya menebak.
Sya balik badan dan kaget melihat Roni, "hampir saja aku menabraknya." gumam Sya dengan nada jengkel lalu memutar arah dan melangkah pergi namun dicekal tangannya oleh Sya.
"apa aku kelihatan seperti pengemis? kenapa kamu tidak mengenaliku?" tanya Roni dengan sopan.
Sya menautkan kedua alisnya, "maaf Pak..! tadi saya sedang sibuk jadi tidak sempat menilai seseorang, sekali lagi maaf ya Pak? saya sedang sibuk. permisi!" kata Sya sambil melepaskan cekalan tangan Roni lalu menunduk hormat berkali-kali.
Sya pun segera pergi bahkan melupakan buket Bunga nya yang diletakkan di bangkunya tadi.
Roni semakin menganga, "tadi dikira pengemis sekarang dikira bapak-bapak? dia panggil aku Bapak? apa wajahku setua itu?" gumam Roni memegang rahangnya bahkan Ia dengan berani menanyakan penampilan dirinya pada wanita yang lalu lalang untuk memastikan.
sedangkan Sya telah menaiki Motornya, "kemana mereka ya? jelas-jelas tadi jalan keluarnya penumpang pesawat dengan nomor resi yang dikirim Aldo, kok mereka nggak ketemu sih?" gerutu Sya.
Sya kembali menghubungi Amara kali ini diangkat dengan nada lelah.
"Ehh? halo Mar? kamu udah pulang ya? apa kamu melihat Aldo? kok aku di Bandara sejak siang tadi sampai malam gini enggak lihat dia sih? aku hubungi juga nggak aktif." tanya Sya.
"benarkah kamu diBandara Sya? aku dan Aldo enggak lihat? kami udah tunggu kamu loh sampai 1 jam." Amara pun kaget ternyata Sya masih di Bandara menunggunya dari tadi siang.
"ya udah..! bisa beritahu aku Aldo ada dimana Mar? aku ingin bertemu dengannya dan kasih kejutan." tanya Sya dengan sumringah seolah rasa letihnya sedari siang menunggu Aldo buyar entah kemana.
"Uuhhh! Sayang? aku mau lagi." suara Pria terdengar oleh Sya.
Sya kaget, "Mar? kamu bawa Pacarmu yang suaranya mirip sama Aldo ya?" tanya Sya yang tak percaya kalau Amara dan Pria itu terdengar seperti bangun tidur jelas Sya tau kalau Mereka tidur bersama.
"apaan sih Sya, nggak usah sok Suci deh..! aku sama pacarku memang bersama lagian kalau kamu merindukan Aldo ya cari aja sendiri, nggak usah bawa-bawa aku. aku nggak tau pacarmu." ketus Amara lalu mematikan Ponselnya secara sepihak.
"halo Mar? Amara?" ucap Sya lalu melihat layar Ponselnya ternyata Amara memang mematikan panggilannya.
Sya menghela nafas, "memangnya aku salah ya? seharusnya aku yang marah sama mereka udah ninggalin aku, huuh..! Amara kenapa sih? dia jadi aneh belakangan ini sama kayak Aldo."
Sya menatap langit, "kalau begini kemana aku cari Aldo ya? apa dia pulang ke Rumahku duluan naik taksi?" Sya seketika mendapat jawaban yang Ia cari-cari lalu segera melajukan kendaraannya menuju Rumah Beringin.
"Ehh? gelap ya? itu artinya Aldo enggak kesini." gumam Sya dengan lemas lalu masuk ke Rumahnya juga seperti biasa mengunci pagar dan memasukkan motornya ke dalam Rumah.
Sya yang lelah pun melangkah lesu ke Kamarnya sembari bercermin didepan Kaca Meja hiasnya.
"padahal aku mau kasih kejutan." gumam Sya dengan lirih.
Sya membersihkan tubuhnya ke kamar mandi lalu langsung tidur tanpa menghubungi Aldo lagi.
.
pagi-pagi,
Sya duduk di meja riasnya dan melihat kacamata tebalnya, "ada yang berubah sama Aldo, lebih baik aku nggak usah kasih tau dulu ya? apa aku caritahu aja kenapa Aldo berubah?"
Sya tiba-tiba teringat kata-kata Teman Kampusnya yang mengatakan kalau Aldo pasti berselingkuh karna keluhan Sya itu menandakan kalau Aldo sudah punya penggantinya dan lebih nyaman dengan Aldo dibanding Sya yang suka mengatur.
"apa aku salah mengaturnya demi kebaikan? kalau dia kaya mana mungkin aku sanggup mengaturnya, aku hanya mengajarinya cara berhemat." gumam Sya dengan lirih.
Sya tak mengepang rambutnya melainkan mengikatnya ala kadarnya, Ia juga sengaja memakai kaca mata tebal khasnya demi memastikan bahwa Aldo memang selingkuh atau tidak.
Sya menarik nafas panjang lalu menghembusnya perlahan, "sabar Sya..! kita lihat apakah itu benar atau enggak." Sya masih berpikir positif.
Sya tidak ingin mengakui bahwa dirinya salah pilih Pria apalagi diselingkuhi berarti Sya di bodohi selama ini dan hal itu tidak bisa di terima nya, oleh sebab itulah Sya selalu berpikir positif tapi lama-lama tingkah laku Aldo yang tak biasa membuatnya semakin curiga.
Sya mulai bekerja seperti biasa walau pandangan para pekerja di Supermarket Bagas mulai segan padanya tapi Sya yang pikirannya penuh pun tidak bisa terkesima dengan rasa hormat Orang yang dulu menghinanya.
"apa aku tanya sama Pria aja ya? tapi sama siapa?" gumam Sya menarik nafas lagi mengingat Ia tidak punya teman Pria untuk menanyakan perubahan Laki-laki pasti sesama Pria sangat tau mengapa hal itu terjadi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 131 Episodes
Comments
Nor Azlin
apa sya memang tidak tau wajah nya Aldo kaya bagai mana itu...walau pun udah lama tidak ketemu pasti masih ingat kok ...mustahil sya tidak tau muka Anita sama Aldo nya kayak apa walau pun bandara itu penuh dengan lautan manusia sekali pun kerana laluan ketibaan itu hanya satu aja kalau mau keluar yah 🤔🤔🤔🤔 pasti tau lah melainkan Aldo sama Amira nya iklas plastik gitu...apa2 pun thor lanjutkan aja yah
2024-04-30
0
꧁꧁❁꧂꧂Biyung E Wirashada꧁꧁❁꧂꧂
ga up Thor?
2024-03-03
1
Sani Srimulyani
ayo sya selidiki pacar kamu teh, biar ga terus dimanfaatin sama si aldo2 itu.
2024-03-02
1