Dewa melangkahkan kakinya ke arah Sofa sedangkan Bagas mengekorinya dengan tubuh sedikit membungkuk, wajahnya terlihat cemas dan takut akan sesuatu.
"beritahu aku kenapa kau mempekerjakan Syakira." ucap Dewa tanpa basa-basi.
DEG??!
"Sy--Syakira?" beo Bagas menelan salivanya bersusah payah.
Dewa memukul meja membuat Bagas segera bersimpuh dengan keringat yang membanjiri pelipisnya, punggungnya kini begitu basah seperti kehujanan.
"ampun Tuan.! apa Syakira membuat masalah dengan anda? jika benar saya akan meminta maaf pada anda mewakilinya, Syakira adalah Orang yang menyelamatkan hidup saya Tuan." ucap Bagas dengan tubuh bergetar dan kepala tertunduk ketakutan.
"oh..? jadi dia juga menyelamatkanmu." gumam Dewa mengangguk pelan.
Bagas semakin ketakutan saja lalu Dewa meminta Bagas untuk menceritakan bagaimana Sya menyelamatkannya, Bagas berdiam diri beberapa lama karna Ia telah berjanji untuk tidak cerita pada siapapun, lagian siapa juga yang percaya dengan ceritanya mengenai kekuatan Sya.
"ampun Tuan..! saya tidak bermaksud menyinggung Anda, tapi saya sudah berjanji padanya untuk tidak memberitahu siapapun." jelas Bagas segera bersujud pada Dewa untuk meminta pengampunan.
Bagas tidak peduli harga dirinya walaupun Ia termasuk golongan Pria Paruh baya yang kaya dan sukses tapi dibandingkan dengan Dewa maka semua yang dimilikinya hanya seujung kuku saja bagi Dewa, Dewa mudah sekali menghancurkan siapapun yang berani menyinggungnya apalagi membantahnya.
Dewa menghela nafas, "kau tidak perlu menjaganya kalau bersamaku karna aku juga pernah diselamatkan olehnya." kata Dewa dengan dingin.
Bagas seketika mengangkat kepalanya melihat Dewa yang ternyata juga pernah diselamatkan oleh Sya berarti Pria ini tidak mengejar penghianat melainkan ingin berterimakasih atau sekedar balas jasa saja pada Sya.
Dewa sangat menakutkan, semua tindakannya sangat ditakuti oleh para pembisnis di Negara ini.
"ma--maksud Tuan apa? apa Sya juga pernah menolong anda Tuan? ta--tapi bagaimana bisa?" Bagas berucap terbata-bata.
Dewa kembali memukul meja membuat Bagas kembali bersujud meminta ampun karna tidak bisa menjaga mulutnya.
siapa yang akan percaya kalau seorang Dewa pernah diselamatkan, dengan kekejamannya yang seperti itu jelas saja semua Orang berpikir tidak ada yang berani mendekati Dewa apalagi menyelamatkannya, hanya Orang gila saja yang menyelamatkan penjahat seperti Dewa karna setiap Orang berharap tidak berhubungan dengan Dewa.
"cepat beritahu aku. !" bentak Dewa yang pada dasarnya memang kasar pada lawan bicaranya tanpa peduli kalau Orang yang diajak bicara lebih tua darinya.
Bagas terpaksa memberitahu Dewa yang mengangguk-angguk seolah percaya cerita Bagas, kini Pak Bagas sangat yakin kalau Dewa memang tau kekuatan Sya.
"Maafkan bapak Sya yang ingkar janji..! kamu sangat baik, Bapak yakin kamu bisa mendapatkan Pria yang tulus mencintaimu dan Bapak juga percaya kalau Tuan Muda jatuh cinta padamu, kamu pasti bisa membuat Tuan Dewa berubah." batin Bagas.
Bagas berharap Dewa mampu melindungi Sya dari masalah apapun yang menimpa Sya sebab Sya punya kekuatan tapi tidak punya kekuasaan sehingga hidupnya terus bersembunyi dibalik topeng lemahnya sedangkan Dewa memiliki kekuasaan, Bagas yakin Dewa mampu menjaga Sya sebab Orang kejam seperti Dewa pun tau cara membalas budi.
Bagas mengetahui penghianatan Orang-orang terdekat Dewa saat masih kecil, Kedua Orangtuanya meninggal karna kecelakaan membuat Dewa membentengi dirinya dengan bersikap kejam sebagai wujud bertahan hidupnya, Dewa kejam karna pengalaman pahit di masa lalu.
"kau harus pegang janjinya..! aku tidak akan melepaskanmu jika kekuatannya diketahui oleh Orang yang tidak bertanggung jawab dan serakah menginginkan kekuatannya." ancam Dewa membuat Bagas kembali bersujud.
"saya akan menutup mulut sampai akhir hidup saya Tuan Muda." ucap Bagas dengan suara tegas dan penuh keyakinan.
Dewa segera berdiri dari duduknya dan meninggalkan Ruangan Pak Bagas yang baru bisa menghirup udara, sejak tadi dadanya terasa sesak saat berada di Ruangan yang sama dengan Dewa.
"bahkan mencari Orang yang telah menyelamatkannya pun seperti mengintrogasi penjahat." gumam Bagas mengelus dada.
Dewa keluar dari Ruangan Bagas dan dilihat oleh para karyawan Gudang yang telah selesai makan siang, semua Orang memekik histeris tapi tangan mereka bergetar dan ada yang berlarian untuk mencari tempat bersembunyi berbeda dengan Syakirana yang tengah mengangkat kertas kardus yang telah di lepas di pembuangan khusus malah melongo melihat reaksi banyak Orang pada Dewa.
Dewa tidak peduli pada Orang yang takut padanya, para wanita yang ketakutan hanya berani mengintip saja, mereka melotot melihat Sya masih berdiri disana bahkan kelihatan seperti Orang ling-lung.
"tamatlah Gadis bego dan lemah itu." begitulah bisik-bisik Orang yang tengah bersembunyi.
Dewa melihat Sya yang tengah melongoh membuat Ia menahan tawanya didalam hati saja, Dewa melewati Sya begitu saja tapi reaksi Orang melihatnya malah syok karna Sya kan perempuan mengapa Dewa tidak peduli? jarak mereka juga lumayan dekat tanpa mereka ketahui kalau Dewa memang sengaja mendekati Sya walau berlalu begitu saja.
srakkh!!?
Sya melihat ke bawah ada dompet Dewa yang terjatuh saat mengeluarkan kunci Mobilnya.
"Ehhh?? Tuan??" pekik Sya segera mengutip dompetnya.
wajah Orang yang bersembunyi begitu pucat dengan keberanian Sya.
Sya yang sudah melihat sisi baik Dewa tidak seperti rumor yang beredar pun tidak takut pada Dewa, Dewa berhenti ditempat lalu dengan gaya coolnya itu ke arah Sya yang berlari kecil menghampirinya.
"terimakasih tidak takut padaku Sya..!" batin Dewa yang diam-diam merasa senang Sya mendatanginya.
Sya yang polos pun memberikan dompet Dewa dengan kedua tangannya, "Tuan menjatuhkannya."
Dewa menerimanya lalu mengangguk, "kenapa kau tidak mengambilnya?" tanya Dewa.
Sya melebarkan matanya lalu tersenyum kikuk karna tau pemikiran Dewa pasti semua Orang susah mencuri barang orang kaya yang terjatuh demi ego sendiri.
"kalau begitu boleh saya ambil Tuan?" tanya Sya tanpa tersinggung oleh kata-kata Dewa.
Dewa mengangguk lalu mengulurkan tangannya dan Sya malah kebingungan tapi memberikan dompet itu serta memperhatikan Dewa yang mengeluarkan semua uang tunai di dompetnya.
"hah?" cengo Sya menerima uang pemberian Dewa yang berwajah datar itu.
"ambillah..? anggap saja sebagai ucapan terimakasihku karna sudah mengantarkanku bertemu dengan Pak Bagas juga memberitahu dompetku yang jatuh, uang itu tidak ada harganya bagiku tapi kartu ini akan sangat merepotkan kalau hilang." ucap Dewa panjang X lebar.
Sya yang terima uang gratis pun bersorak gembira, "Oupss..! maaf Tuan." Sya menutup mulutnya yang kelepasan.
Dewa tidak menjawab lalu tersenyum tipis dan berbalik menuju Mobilnya meninggalkan Sya yang kegirangan menerima uang.
"emang Orang kaya kalau baik hati sangat menguntungkan, hahaha!" Sya menyimpan uang beberapa juta itu ke dalam saku bajunya.
Sya bisa mengirim uang untuk Aldo sebagai biaya tiketnya dan Sya juga tidak kekurangan uang untuk 1 bulan kedepan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 131 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Clkk kesel aku..🙄🙄😡😡
2025-01-04
0
Oi Min
elah Sya..... kwe ki di tipu Aldo
2024-09-04
0
Sani Srimulyani
aku berharap dewa bisa ngasih bukti pengkhianatan aldo dengan sahabatnya sya.
2024-02-29
5