Sya berlari riang ke arah tempat kerjanya tapi malah ditatap bodoh oleh semua Orang, kenapa Sya tidak dimarahi oleh Dewa.
"kalian kenapa menatapku seperti itu?" tanya Sya dengan bingung membenarkan kaca matanya.
"kenapa kau tidak takut pada Tuan Muda Dewa? apa kau tidak tau bagaimana kekejaman Tuan Dewa?" cecar salah satu wanita yang sering membuli Sya dengan kata-kata bukan buli fisik.
Sya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Tuan Dewa tidak seburuk yang kalian kira." kata Sya dengan polos lalu berlari meninggalkan mereka semua menuju Ruangan Pak Bagas untuk meminta gaji.
para pekerja lainnya saling pandang ditempat lalu yang lain tiba-tiba mengatakan kalau Sya itu bukan perempuan, pasti Dewa menganggap Sya itu seorang Pria hingga tidak semarah itu namun sebagian lainnya tidak percaya sebab jika mengira Sya seorang laki-laki jelas saja Dewa tidak bodoh mendengar suara Sya yang halus khas suara perempuan.
.
di tempat lain,
Han terkejut melihat berkas pribadi Sya yang ternyata telah memiliki kekasih bahkan sudah bertunangan dan sebentar lagi Kekasihnya itu akan kembali ke Indonesia.
"wahh..! gawat kalau mereka menikah, Tuan Muda bisa kehilangan kewarasannya." gumam Asisten Han yang tidak mengira kalau penampilan culun itu juga ada Pria yang suka kecuali tau kelebihan Gadis itu.
kalau pun Pria itu mencintai Sya memangnya siapa yang mampu bersaingan dengan seorang Dewa Wigantara? Dewa mampu bertindak kejam kalau apa yang harus menjadi miliknya diambil Orang lain walaupun Orang itu yang pertama memilikinya.
Han melihat foto-foto akun pribadi Sya yang telah dicetak dan di foto itu jelas menunjukkan kalau Sya begitu mencintai Kekasihnya itu, Sya juga memamerkan Cincin Tunangannya hingga tiba-tiba Asisten Han menyadari sesuatu.
"tunggu...!" Asisten Han mengambil foto bertiga Sya dengan seorang Wanita seksi tapi entah mengapa firasat Asisten Han tidak baik.
"aku mencium bau perselingkuhan." gumam Asisten Han yang sangat peka akan sesuatu walau hanya melihat lewat foto saja.
bagaimana Asisten Han tidak curiga, di Foto itu menunjukkan kalau Aldo tertangkap kamera tengah melihat ke arah Wanita seksi itu dan foto lainnya tangan Aldo merangkul pinggang Wanita seksi itu sedangkan pada Sya malah memegang bahunya saja, kalau begitu Orang bodoh pun melihat potret itu akan berpikir Kekasihnya Aldo adalah Wanita seksi itu bukan Sya yang culun.
Han segera bangkit dan berlari dengan langkah lebar ke Meja Kerjanya serta mengotak-atik Komputernya, Asisten Han mencari sosok Wanita yang berada di sebelah kiri Sya sedangkan Aldo disebelah Kanan Sya.
mudah bagi Han menemukan akun wanita itu yang diikuti oleh Sya.
"Oh My God...!" Asisten Han mengangkat kedua tangannya dan memegang kepala botaknya dengan ekspresi takjub.
"Amara? kenapa Gadisnya Dewa harus berteman dengan wanita ini? jelas saja dia akan ditikung." gumam Asisten Han langsung mengenali wajah Amara.
Amara adalah seorang Putri dari Keluarga berada yaitu Baskoro, beberapa kali Baskoro pernah menanyakan pada Han tentang kisah asmara Dewa dan Pria itu merekomendasikan Amara yang seksi serta dibanggakan oleh Baskoro padahal Pria itu menjadikan anaknya sendiri seorang jalang yang memikat hati pengusaha besar walau targetnya sudah berkeluarga tidak akan segan merebutnya jika Baskoro menginginkan hal itu mampu mengorbankan anaknya yang katanya cantik itu.
siapapun Wanita yang ingin dekat dengan Dewa memang harus melalui Han terlebih dahulu, jika berani mendatangi Dewa langsung maka Han akan di utus menghabisi wanita-wanita yang tak takut mati itu.
"coba aku konfirmasi kebenarannya." gumam Han segera menghubungi seseorang dari Kampus Luar Negeri tempat kuliahnya Aldo dan Amara.
Han berbicara bahasa Spanyol dan ternyata Orang disana malah tidak tau kalau Aldo punya pacar selain Amara, mereka seperti pengantin baru di Kampus selalu nempel bak prangko kemana-mana.
Asisten Han mematikan panggilannya secara sepihak lalu tertawa lebar, "Tuan? anda sangat beruntung." gumam Han mengagumi celah yang akan Dewa dapatkan saat Sya mengetahui perselingkuhan Amara dan Aldo.
tiba-tiba Asisten Han menoleh saat pintu Ruangannya dibuka paksa, siapa lagi pelakunya jika bukan Dewa yang raut wajahnya berbeda seperti senang akan sesuatu, Dewa memang tidak senyam-senyum tapi ada yang berbeda dengan raut wajahnya itu.
"Nona Sya telah punya tunangan Tuan." ucap Han dengan wajah datar.
Duarrr??!!!!
jantung Dewa seperti diledakkan oleh Bom nuklir kata-kata Han.
"Apa?" sentak Dewa dengan raut wajah mengerikan seperti dikhianati saja padahal Ia baru memasuki kehidupan Sya.
Han terkekeh, "sadarlah Tuan, anda Orang baru sedangkan Aldo sudah lama jadi Kekasih Nona Sya sejak masa Kuliah dan sebelum ke Luar Negeri mereka telah bertunangan." jelas Han dengan raut wajah tidak bersalah.
Dewa memukul meja Han, "kau tidak main-main kan?" tanya Dewa dengan mata menyala.
Han menunjuk berkas pribadi Sya, Dewa langsung menyambar berkas itu dan melihat isinya dengan raut wajah tak baik.
Dewa begitu cepat membolak-balik berkas itu hingga gerakannya terhenti melihat foto bertiga Sya dengan Aldo dan Amara, mata Dewa tertuju pada tangan Aldo yang merangkul pinggang Amara.
"mereka berselingkuh." ucap Han dengan seringainya.
"kau yakin?" tanya Dewa tanpa melihat ke arah Han.
"iya Tuan, saya sudah pastikan dengan menghubungi kampus mereka di Spanyol, mereka seperti Pengantin baru yang menempel terus kemana-mana." jawab Han.
Dewa menutup berkas Sya dengan kasar, "bunuh mereka..!"
Han menggeleng kepalanya membuat Dewa semakin marah, Dewa mencengkram leher Han.
"kau membantahku?" tanya Dewa dengan sorot mata membunuh.
"kalau anda membunuhnya maka Nona Sya tidak akan tau kebusukan mereka, biarkan Nona tau lalu anda hadir sebagai kekuatan untuknya membalas perbuatan kedua manusia yang bermain dibelakang Nona Sya." ide Han dengan wajah datarnya menepis tangan Dewa.
Dewa terdiam ditempat, "kenapa aku harus bermain-main?"
"ckkk??! apa anda akan katakan pada Nona Sya kalau anda itu seorang Bos Mafia yang main tebas dan bunuh saja?" decak Han dengan jengah.
Dewa menggeleng kepalanya pertanda Ia tidak ingin Sya tau Identitasnya karna itu bisa membuat Sya takut padanya dan menjauh tanpa mau memulai apapun.
"ikuti saja kemauan Nona Sya saat itu, biarkan Nona Sya bermain-main dengan anda yang mendampinginya." ujar Han.
Dewa mengepalkan tangannya, "siapapun Orang yang menyakiti Sya-Ku tidak akan bisa hidup tentram." bisik Dewa menyeringai kejam.
Han menghela nafas, "benar-benar tidak punya bakat dalam hal cinta." umpat Han menggeleng kepalanya.
Dewa ternyata mendengarnya, "apa maksudmu hah? kau mau mati?" teriak Dewa.
"anda dari mana tadi Tuan? apa anda akan mengundurkan diri menjadi CEO?" Han mengalihkan pertanyaan dengan sorot mata menyelidik.
Dewa malah cuek meninggalkan Han sembari mengambil berkas Pribadi Syakirana.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 131 Episodes
Comments
Qween boboho ¥
tida ada bkat dalam cinta/Scowl//Facepalm/,ajarin tuan mu han😅😅
2024-07-08
0
Sani Srimulyani
apa yg aku harapkan ternyata dikabulkan sama author nya.
2024-02-29
4
RJ 💜🐑
ada yg panas tapi bukan api 😁🤣🤣🤣😂😂🤭🤭🤭🔥
2024-02-28
1