menurut Sya kalau Orang dibaikin pasti akan balas kebaikannya dan tidak mungkin menghianati Orang baik kecuali mereka Orang tidak tau Terimakasih.
"aku hubungi Aldo aja deh." gumam Sya sumringah lalu menghubungi Aldo.
awalnya senyum Sya begitu lebar tapi tiba-tiba senyumnya memudar tidak diangkat, "kenapa Aldo sering tidak jawab panggilanku sih?" gumam Sya kembali menghubungi Sya tapi tidak kunjung dijawab.
"Huhhh!!" Sya menghela nafas pasrah.
"pasti sibuk lagi." gumam Sya berpikir positif lalu melihat tanamannya yang sudah kebanjiran.
"aahhh!! aduuh..! kenapa aku jadi teledor gini sih?" pekik Sya segera menjauhkan selang air yang membuat Bunga pemberian kekasihnya layu karna terlalu lama tersiram air.
Sya mematikan kran air dan membekap mulutnya syok melihat pemandangan itu, "gimana nih? ini pemberian Aldo..! yang ada dia akan marah aku tidak bisa menjaga bunga nya dengan baik." keluh Sya begitu cemas.
Sya bersusah payah memperbaiki Bunga yang sudah terlalu menunduk itu tidak lagi berdiri, Sya tidak tau apa yang terjadi tapi Ia tidak berpikir akan ada hal buruk yang menimpanya karna memang dirinya yang bersalah seharusnya mematikan air terlebih dahulu.
drrttt.. drtttt...!!
Sya melihat Ponselnya di dalam saku baju depannya seperti doraemon berdering, Ia mengeringkan tangannya lalu melihat layar ponselnya membuat senyumnya langsung melebar seolah lupa soal Bunga itu.
"Halo?? Do?" sapa Sya dengan sumringah.
nama kekasih Sya adalah Aldotino dan Sya memanggil Do pada pacarnya sedangkan Orang lain menyebut Aldo termasuk sahabatnya Amara.
"kenapa sih?" tanya Aldo dengan nada malas.
Sya begitu bahagia mendengar suara Aldo, "maaf Do...! tadi aku telfon Amara terus dia bilang udah punya pacar loh tapi anehnya aku malah dengar suara pacarnya mirip denganmu." cerita Sya sambil memainkan kakinya dengan malu-malu.
"Hmmmfft??!"
Sya tertegun seketika mendengar suara tawa tertahan perempuan, "Do? tadi aku dengar suara perempuan? apa aku tidak salah?" tanya Sya serius.
"kamu ngomong apa sih? disini hanya ada aku sama teman yang berasal dari Indonesia, mereka ngejekin aku kalau Kamu tergila-gila sama aku." jelas Aldo dengan jengah.
"masa sih?" tanya Sya dengan memberengut khasnya.
Aldo menarik nafas dalam-dalam, "udah deh Sya..! aku capek mau pulang terus tidur soalnya besok mau cari tiket buat balik ke Indonesia." kata Aldo dengan nada bosan.
Sya mendengarnya pun sumringah, "baiklah..! jaga dirimu baik-baik ya Do? aku sayang banget sama kamu."
Sya menunggu jawaban Aldo tapi malah dimatikan langsung oleh Aldo, Sya mengerutkan keningnya dan melihat layar ponselnya.
"yah? memang dimatikan?" gumam Sya dengan pasrah lalu menyimpan Ponselnya.
Sya teringat suara perempuan tertahan tadi membuatnya menggeleng-geleng kepalanya, "aku tau pendengaranku bagus tapi bukan begini juga kan? memangnya mereka sanggup menghianatiku? tidak mungkin kan? Aldo sukses karnaku."
Sya selalu membayangkan yang tidak-tidak sejak Sya dan Aldo berhubungan jarak jauh terlebih lagi Aldo tidak lagi romantis seperti dulu, memang Aldo tidak romantis sih hanya saja Sya mencintai Aldo apa adanya bukan melihat kekurangan Aldo yang berasal dari kalangan biasa.
Aldo itu bagai batu biasa dipoles jadi batu akik yang berguna oleh Sya, menurut Sya mencari Pria berhati berlian itu sungguh sulit tapi jika Sya tulus maka Ia yakin tidak ada Pria yang tak luluh olehnya.
Sya menggeleng-geleng kepalanya membuang pikiran buruk yang gentayangan di otaknya, seolah ada perang di atas kepalanya mengenai apa yang terjadi dengan Aldo namun Sya masih berpikir positif kalau Aldo memang lelah.
.
ke esokan harinya,
Sya bekerja di Supermarket bagian Gudang, Ia selalu di hina karna lemah.
"kenapa sih Pak Bagas masih memperkerjakanmu hah?" maki salah satu Wanita didepan Sya dengan geram.
Sya meminta maaf sembari membenarkan kaca mata tebalnya, "maaf Kak? saya sedang banyak pikiran." ucap Sya berulang kali menunduk hormat seperti Orang bodoh.
"dasar bego..!" sinis Pekerja lainnya.
semua Orang meninggalkan Sya yang kerjanya begitu lama, Sya melihat sekitar tidak ada Orang lain lagi menghela nafas panjang.
"melelahkan sekali jadi Orang lemah." kesal Sya mengipas-ngipasi wajahnya yang terasa panas.
Sya mengambil sekardus barang lalu ditambah lagi dan ditambah lagi sampai 10 Kardus, Sya mengusap kedua tangannya sambil tersenyum menyeringai.
"aman." senyum cerah Sya lalu sembari menaikkan ujung lidahnya ke atas dengan gaya angkuhnya itu mengangkat 10 Kardus barang berat yang setiap Kardusnya memiliki berat 10 Kilo dan Sya mampu mengangkat 100 Kg tanpa lelah apalagi ngos-ngosan itu sungguh diluar nalar.
Sya melihat situasi yang telah aman pun mengelap kedua tangannya yang berdebu lalu tidur diatas kardus dibentangkan dengan nyenyak.
semua Orang tidak tau keahlian Sya kecuali Pak Bagas yang pernah di tolong oleh Sya dengan syarat Pria itu tidak akan membongkar rahasia nya, Pria paruh baya itu sangat kagum dengan Sya yang sangat rendah hati bahkan rela dihina karna lemah padahal kebalikannya.
Bagas tidak tau alasan Sya menyembunyikan kekuatannya dibalik topeng lemahnya itu namun Ia menghargai privasi Orang baik seperti Sya.
Sya sudah tau letak CCTV di Gudang Supermarket itu jadi tidak takut ketahuan apalagi tertangkap kamera.
.
Sya begitu bersemangat saat pulang dari kerjanya dan melihat Motornya di tengah-tengah Truk barang dan Mobil mewah, Sya mengerutkan keningnya sembari melihat ke kiri-kanan.
"ini kenapa ada Mobil disini? rapat banget lagi, apa dia tidak lihat ada Motor? gimana cara keluarnya coba?" geram Sya dengan kesal.
Sya melihat ke atap dan sekeliling sangat aman lalu memastikan Mobil yang parkir mengapit sepeda motornya tidak ada cctvnya, Sya tersenyum cerah.
"aman." gumam Sya lalu menarik ban sepeda motornya dengan sebelah tangannya sedangkan mulutnya mendumel tak terima kelakuan pemilik Mobil mewah yang parkir sengaja mengurung sepeda motornya.
Sya berhasil mengeluarkan sepeda motornya lalu berbalik menatap Mobil mewah itu sambil berkacak pinggang dengan tatapan kesal.
duuugghh!!
Sya menendang Ban Mobil itu lalu Mobil itu langsung bergoyang dan kempes ditempat membuat Sya membekap mulutnya sendiri sembari celingukan panik.
"aku terlalu emosi, bukan salah aku." gumam Sya segera menaiki Motornya dan meninggalkan kawasan itu sambil menggerutu.
setelah kepergian Sya keluarlah Asisten Han dari tempat persembunyiannya dengan rahang terbuka begitu lebar segera menyimpan Ponselnya yang merekam aksi Sya, Ia berlari ke arah Mobilnya yang penyok dibagian ditendang oleh Sya bahkan ke empat Ban nya kempes.
"i--ini sangat nyata?" Han mengucek-ngucek kedua matanya melihat Mobilnya dengan teliti siapa tau salah lihat tapi ternyata memang benar.
"Ya Tuhan...! itu manusia apa baja?" gumam Asisten Han mengangkat kedua tangannya sembari memegang kepalanya yang licin dengan raut wajah syok.
Asisten Han kini percaya betapa gilanya Dewa mencari sosok Gadis ini yang menurutnya tidak nyata, ternyata memang memiliki kekuatan baja sangat tidak normal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 131 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
OMG,Habis tun mobil asisten Han..🤣🤣😜
2025-01-04
0
Oi Min
setidaknya kmu sdah tau orang yg selama ini Dewa cari, Han......
2024-09-04
0
Oi Min
kwe ki pekok, polos po naif Sya......???
2024-09-04
0