ke esokan harinya,
Sya diajarkan bicara sopan saat memulai pembicaraan di acara puncak Supermarket nantinya supaya tidak memalukan Supermarket milik Pak Bagas.
"siapa? ada perempuan yang mau jadi pembicara melayani Tuan Dewa?" pekik Karyawan Supermarket yang bekerja dibagian melayani pembelian barang dari Konsumen.
"iya, dia dari karyawan gudang." sahut yang lainnya.
"apa dia gila? memangnya tidak dengar bagaimana beritanya kalau Tuan Dewa sangat kejam." cecar Karyawan lainnya tidak percaya.
"mungkin terpesona gaji besar yang ditawarkan Pak Bagas."
"aduuh..! aku akan melihat kehancuran lagi didepan mata."
Pekerja Pak Bagas malah bergosip-gosip mendengar berita dari karyawan bagian Gudang, mereka sudah melihat langsung bagaimana kejamnya Dewa pada perempuan, Pria itu sangat tampan tapi dikenal dengan sebutan Iblis saking kejamnya pada wanita yang tidak bersalah hanya saja saat itu para wanita memang tergiur gaji besar.
bahkan semua Rumor telah beredar dengan sangat cepat hingga tidak ada yang berani menerima pekerjaan ini lagi setelah kejadian itu, Dewa si kejam, Dewa si Iblis, Dewa tak punya hati, Dewa si Raja penjahat dan banyak julukan lainnya.
siapapun Wanita yang mencari cara dekat dengan Dewa ke esokan harinya pasti akan hilang dan tak pernah ditemukan walau seorang Artis sekalipun, Polisi tidak punya bukti dan kalaupun punya tidak berani juga mencari masalah dengan Dewa. siapa suruh para wanita itu berani mengusik Dewa.
Pak Bagas pun tiba-tiba datang menghampiri karyawannya yang bergosip, "bapak menggaji kalian bekerja bukan untuk bergosip ya?" sambarnya membuat Para Karyawan Bagas terlonjak kaget segera melarikan diri dan mulai bekerja dengan kepala tertunduk.
Pak Bagas menggeleng kepalanya pelan, "semoga saja Sya tidak mendengar pembicaraan mereka." gumam Bagas dengan penuh harap.
siapa yang tidak ingin bekerja sama dengan Perusahaan besar milik Dewa, produk apapun yang diterima oleh Perusahaan Dewa pasti akan laris di pasaran walau Dewa kejam tapi Orang-orang sangat menyukai apapun yang dikeluarkan oleh Perusahaan Dewa.
siang harinya,
Sya dibawa oleh Bagas ke Ruangan Make Up, "Ehh?? Pak? kenapa aku harus dibawa kesini? aku nggak mau Pak." tolak Sya setelah melihat alat-alat make up yang pasti digunakan untuk muka nya.
"tapi Sya..! kamu harus di bikin cantik biar mirip sama pekerja bandara atau Kantoran." kata Pak Bagas dengan serius.
"aahh?? kalau Bapak memaksa aku tidak mau mengambil pekerjaan ini, enak aja wajahku di poles-poles, kayak gini aja udah laku." sewot Sya mengancam.
Bagas jadi gelagapan, "tapi Sya....?" ucapnya tergantung.
"ndak Pak..! aku nggak mau deh, gaji besar pun sama ogah kalau di suruh pakai begituan nanti aku dipikir mau godain Tuan Dewa lagi terus dia marah dan menghukumku." tolak Sya dengan tegas sambil menggerutu.
Bagas terdiam membenarkan kata-kata Sya, jadi inilah yang membuat pekerja wanita nya langsung berakhir menyedihkan ternyata karna Dewa mengira mereka menggoda Dewa.
"baiklah kalau mau mu begitu Nak..! lakukan apa yang menurutmu benar." kata Bagas menerima usulan Sya.
Sya pun sumringah, "nah gitu dong Pak, kan kelar masalahnya."
Bagas hanya tersenyum melihat wajah riang Sya, sebenarnya Sya sangat berbakat tapi tidak ada yang mau menerima Sya dengan penampilan culunnya itu, zaman sekarang syarat bekerja di Perusahaan Besar itu penampilan nomor 1 dan kepintaran nomor 2 bukan kebalikannya.
Sya mengenakan penampilan ala kadarnya masih terbilang sopan, tidak ada yang protes dengan penampilan Sya walau begitu mereka banyak yang berharap Sya selamat dari kemarahan Dewa.
di tempat lain,
"kenapa aku harus membuang waktu ke Supermarket itu Botak?" tanya Dewa dengan malas.
Dewa mencampakkan undangan VVIP itu ke lantai seperti hal yang tidak berguna dan tidak terlalu spesial sedangkan Asisten Han menarik nafas panjang.
"kalau begitu anda tidak mau bertemu dengan Nona Sya." ucap Asisten Han dengan datar sambil membalik badan.
"tunggu???" pekik Dewa mengulurkan tangannya.
Asisten Han menoleh ke Dewa, "apa Tuan?" tanya nya Datar.
"apa hubungannya dengan Sya?" tanya Dewa dengan sorot mata membunuh.
Asisten Han mengatakan kebenarannya kalau Sya menjadi Pekerja yang bertugas menawarkan produk barang yang sedang banyak diminati khalayak ramai tapi tidak tau mana yang terbaik jadi Bagas yang sangat yakin produknya paling bagus memberanikan diri menyambut Dewa dan mengenalkan Produknya melalui Sya.
Dewa mematung ditempat, "apa? kenapa Sya jadi Karyawannya? bukannya Sya bekerja dibagian gudang?" cecar Dewa.
"saya tidak tau alurnya bagaimana tapi yang jelas para pekerja wanita disana menunjuk Nona Sya untuk pekerjaan itu, saat anda tidak menghukumnya disanalah dia di tunjuk dan di percaya." jelas Asisten Han dengan santai.
Dewa segera bangkit dari duduknya dan meminta Asisten Han memberikan Undangannya.
"dasar bucin..! belum PDKT udah pengen nempel aja." batin Asisten Han mengambil Undangan yang telah dibuang ke lantai oleh Dewa.
Asisten Han sangat kesal pada Dewa yang tak mendengarkan alasannya Dewa harus datang ke acara itu main lempar-lempar saja, memangnya Asisten Han tidak tau apa yang terbaik untuk Tuannya? ingin sekali Han memukul kepala Dewa dengan kertas undangan itu tapi mau bagaimana lagi Dewa itu Atasan, Teman sekaligus Tuannya.
Dewa membuka undangan itu dan membacanya dengan teliti, "kenapa kau masih disini Botak? sana persiapkan Mobilku." usir Dewa tanpa melihat ke Han.
Han sudah kenyang dengan hinaan Tuannya itu, Ia tidak melawan padahal semua ini dilakukan olehnya untuk menghargai Tuannya yang menjomblo juga sebagai bentuk kesetiaannya walau Dewa sudah tau tapi tetap saja Dewa mengejeknya Botak.
Han pun pergi tanpa menyapa Dewa lagi sedangkan Dewa fokus membaca Undangan itu.
.
sore harinya,
Sya telah bersiap menampilkan apa saja yang akan dilontarkan pada Dewa, saat Ia menoleh malah terheran melihat semua Orang tampak kasihan padanya ada juga yang mengejek penampilannya seolah-olah Sya adalah seekor kelinci yang akan di korbankan untuk Harimau yang ganas.
"apa peduliku? yang penting gajiku 2 kali lipat dan besok Aldo juga pulang." senyum cerah Sya tidak terganggu oleh tatapan mereka semua.
Pak Bagas mendatangi Sya, "bagaimana Sya? Tuan Muda Dewa akan kesini nanti malam, kamu gugup atau takut nggak?" tanya Pak Bagas dengan senyuman.
Sya terkekeh, "apa aku kelihatan takut Pak?"
Bagas menggeleng kepalanya malah melihat Sya begitu semangat seperti ingin membelah lautan luas saja.
"Tuan Muda Dewa dalam perjalanan kesini." ucap salah satu pekerja Bagas melapor.
"apa?? kenapa begitu cepat?" Pak Bagas pun syok sambil melihat jam tangannya yang pasti Dewa akan datang sebelum jam nya tertera di kartu Undangan.
Sya yang tidak takut pun hanya sibuk melihat produknya dan membaca tulisan dibelakang produk itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 131 Episodes
Comments
Nor Azlin
semoga besok sya pergi kebandara tanpa memberitahu Aldo buat kejutan untuknya nah disaat itu juga kebenaran perselingkuhan mereka terungkap....semoga aja dengan ini sya bisa bebas dari laki2 bernama Aldo itu deh & putus pertunangan terus biar bebas dari biawak hidup kayak Aldo ...semoga sya tabah dengan dugaan ini & bisa membuka hatinya lagi pada pria lain yang tulus mencintai nya Aaaaammminnn... lanjutkan thor
2024-04-30
0
T1 T1n
thorr kenapa sih selalu bagus kalau bikin cerita kan jadi ketagihan 🤩
2024-02-29
1
RJ 💜🐑
kenapa cuman dua bab thor?
2024-02-29
1