"ahh?? hehe..? maaf Tuan Bot..? Ehh Tuan Tampan, siapa nama Tuan?" tanya Sya dengan sumringah.
Han merasa tengkuknya terasa dingin dan ketika melirik Dewa tengah menatap tajam padanya bahkan begitu menusuk mengalahkan panah yang paling tajam ujungnya.
glek..!
"H--Han." jawab Han dengan kaku.
"ooh..? mulai sekarang saya panggil Tuan Han dan Tuan Dewa." kata Sya dengan ceria.
Dewa melihat arah lain seolah-olah tidak menatap tajam Han tadi.
"kenapa tidak bertanya nama Tuan Muda?" tanya Han sekedar menyelamatkan diri saja biar tidak dihajar dengan lembur malam jika mood Dewa belum di perbaiki.
"hooo..! kalau Tuan Muda Dewa mah udah terkenal sejak dulu." jawab Sya tersenyum lebar.
wajah Dewa memerah mendengar nada bicara Sya yang seperti sudah lama dikenal oleh Sya tapi Dewa yang terlambat mengenali Sya, entah Sya ingat anak laki-laki yang di tolongnya saat itu adalah dirinya.
"bagaimana Tuan?" tanya Han yang kini merasa aman sebab Sya menjawab sesuai dengan dugaannya kalau berbeda bisa tamat Han hari ini.
"apanya?" tanya Dewa menoleh ke arah Han.
Sya melihat adegan kedua Pria sama-sama tampan itu, "kalian sama-sama Tampan tapi kalau saya boleh jujur alangkah lebih bagus lagi kalau Tuan Han juga memanjangkan rambutnya sedikit, jangan seperti itu nanti longsor." kata Sya tersenyum cerah.
"Lo--Longsor?" Han memegang kepalanya dan Sya terkikik lucu sedangkan Dewa tertawa melihat ke arah belakang sambil menutup bibirnya.
awalnya Dewa marah dan berniat menghukum Han tapi mendengar perkataan Sya yang bilang Kebotakan Han akan membuat kepalanya longsor malah ingin tertawa guling-guling saat ini.
"apa Nona pikir kepala saya pohon?" gerutu Han yang kesal.
baik Sya juga Dewa suka sekali mengatai kepalanya yang Botak padahal memang benar tapi kenapa harus dibilang-bilang? Han juga tau Kepalanya Botak.
Sya membekap mulutnya, "senang bertemu dengan kalian, kalian seasik ini kenapa Orang-orang ketakutan pada kalian sih? ck-ck-ck.. kasihan banget kalian harus dijauhi." ucap Sya geleng-geleng kepala.
Han dan Dewa diam saja sambil melirik satu sama lain lalu Sya berpindah tempat, Sya berdiri tepat di hadapan Dewa walau Ia tidak setinggi Dewa tapi Ia terbilang Gadis yang berani menatap Dewa karna sejak pertemuan yang disengaja oleh Dewa membuat Sya tidak mempercayai rumor yang beredar.
"bagaimana Tuan? anda mau kan memasarkannya?" tanya Sya memelas dengan gaya puppy eyes nya yang terlihat lucu padahal mengenakan kaca mata tebal.
"hmmm!" jawab Dewa melihat ke arah lain dan menatap Sya sesekali saja.
"Yeeesss!! horeee?!" Sya berlari mengambil berkas kontraknya dan meminta Dewa untuk memberi tanda tangan.
"siapa tau anda lupa atau ingkar janji nanti." kata Sya dengan polos.
Dewa menuruti permintaan Sya yang ingin menandatangani berkas itu, "sudahkan?"
Sya mengangguk dengan ceria lalu menundukkan kepalanya pada Dewa dan Han tak lupa Ia juga mengucapkan Terimakasih, setelah itu Sya pergi meninggalkan CEO-Asistennya itu.
"Ehh?" Dewa mengulurkan tangannya tapi diturunkan oleh Han langsung saja Dewa menatap tajam Han.
"ayo kita kembali ke Markas Tuan, sudah lama anda tidak kesana." ucap Han dengan raut wajah serius.
Dewa terpaksa menurutinya karna memang sudah hampir 1 bulanan Dewa dan Han tidak melihat kondisi Markasnya.
sedangkan Sya yang sudah dapat Kontrak kerja dengan Dewa pun berlari riang melewati Pekerja Supermarket yang syok dengan situasi itu, ternyata Sya selamat dari hukuman Dewa dan apa lagi tadi? seorang Pria yang dikatai Iblis itu tidak pernah tersenyum karna ulah Gadis culun itu Dewa tersenyum?
"nah Pak..!" Sya menyerahkan berkas Kontraknya pada Pak Bagas yang buru-buru melihat isinya.
Bagas tidak melihat isinya melainkan melihat sebuah tanda tangan khusus, seorang Pembisnis sangat mengenal tanda tangan Dewa dan Bagas menatap Sya yang tampak serius menghitung jemari tangannya.
"Hehee!! uang ku banyak Pak." cengir Sya dengan gembira.
Bagas buru-buru menandatangani berkas kontraknya bersama Dewa lalu menyimpannya seperti sebuah harta karun dan Ia juga langsung Transfer gaji Sya tanpa menunggu lagi.
"uwwaahhh!" Sya sangat senang melihat notif gajinya begitu besar mencapai 3 kali lipat dari gaji biasa.
Gaji Sya 6 Juta setiap bulan dan dikalikan 3, Sya bagai dapat durian runtuh hari ini.
"terimakasih Pak, Aku boleh pulang kan? mau belanja kosmetik terus belajar berdandan soalnya besok Tunanganku pulang Pak." Sya meminta izin pada Bos nya itu.
Bagas mengangguk-ngangguk, "Te--Terimakasih Sya." ucap Pak Bagas dengan gugup.
Sya mendengar Pak Bagas kelihatan aneh pun bertanya dengan polos, "Bapak kenapa sih? kok pucat gitu? terus berkeringat lagi." tanya Sya.
"enggak..! cukup kaget aja kamu berhasil mendapatkan Kontrak dengan Tuan Dewa." jawab Pak Bagas dengan kaku sembari mengelap keringatnya.
Sya mengerut bingung, "padahal Tuan Dewa dan Tuan Han baik loh, mereka sangat lucu malahan. kenapa Bapak takut seperti melihat manusia bangkit dari kubur aja."
"Ya ampun Sya..! kamu tidak tau kalau Bekerja sama dengan Tuan Dewa lebih menegangkan dibanding melihat manusia bangkit dari Kubur karna itu hanya kata-kata tapi Tuan Muda Dewa itu Fakta, aku harus pesan stok barang sangat banyak malam ini." batin Pak Bagas dengan sangat yakin.
Sya melihat jam tangannya pun terpekik kaget, "maaf Pak? aku pulang." ucap Sya buru-buru keluar dari Ruangan Bagas.
.
Sya tidak langsung pulang melainkan pergi ke Toko Kosmetik yang sangat lengkap.
"permisi mbak.? ada yang bisa saya bantu?" tanya pekerja Kosmetik dengan ramah.
Sya melambaikan tangannya membalas gadis itu, "Iya? saya mau beli perlengkapan kosmetik dan mau belajar berdandan karna besok Tunangan saya akan kembali dari Luar Negeri." jawab Sya juga ramah.
"kebetulan mbak kami ada produk baru, mari ikuti saya!" ucap Gadis itu dengan ramah.
Sya pun mengikuti Gadis itu dan membeli apa saja yang kira-kira sangat Ia suka, Sya bahkan juga membeli tas baru dan baju baru di Toko lain untuk belajar dengan perubahan barunya.
Sya yang sedang berkendara tersenyum cerah dalam perjalanan pulang hingga tiba-tiba Ia melihat salon, Ia pun melakukan perawatan rambut demi penampilan sempurna nya keesokan hari.
"jangan di kepang rambutnya ya mbak? sebenarnya rambut mbak bagus tapi karna di kepang terus jadi kelihatan kembang." kata Gadis yang melakukan perawatan rambut Sya.
Sya tersenyum kaku, "Te--Terimakasih Kak." ucap Sya dengan ramah lalu keluar dari Toko itu setelah membeli beberapa shampo dan condisioner untuk perawatan rambut sehatnya.
"wahh??! ini pertama kalinya aku bisa bersenang-senang menggunakan uangku." gumam Sya dengan riang.
katakan saja Sya bodoh telah membiayai Aldo selama ini tapi hal itu Ia lakukan supaya Aldo ketergantungan padanya dan menganggap dirinya baik sehingga tidak sanggup meninggalkannya, Sya belum melihat sisi Aldo yang sebenarnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 131 Episodes
Comments
Nor Azlin
🤣🤣🤣🤣 justru Aldo yang belum melihat sisi sebenarnya sya kali yah...andai Aldo tau siapa sya yang sebenarnya pasti akan mati kutu ni...Ayo sya datang awal kebandara nya agar kamu bisa melihat sisi Aldo yang sebenarnya yang kamu tidak tau kebenaran nya apa ...nah dengan melihat sendiri maka rumor yang orang bilang itu ada benarnya & di saat itu kamu putus dengan nya biar terbabas dari laki2 tidak berguna seperti Aldo itu deh ....semoga Dewa bisa mengikuti sya ke bandaraya agar senang menghibur sya nanti ...lanjutkan thor
2024-04-30
0
Frando Kanan
oh? sisi Aldo sebenarnya huh... wkwkwkwkwkwkwk 🤣🤣🤣
2024-04-08
1
꧁꧁❁꧂꧂Biyung E Wirashada꧁꧁❁꧂꧂
yuk sya Jan bodoh....hasil krj nikmatin....
2024-03-02
1