Perceraian Linka dan Aslan berlangsung dengan cepat. Linka tidak terlihat sedih maupun bahagia. Wajahnya terlihat datar namun lega saat hakim memutuskan hubungan mereka yang tidak lagi menjadi suami-istri.
Edgar yang datang secara diam-diam dengan menyamar agar bisa melihat keadaan Linka. Edgar hafal betul sifat Linka yang terlihat tegar diluar namun sangat rapuh dari dalam.
Wajah tampan terbalut masker, kaca mata hitam dan topi hitam mengikuti jalannya sidang perceraian itu. Edgar merasa mendapatkan durian runtuh dari abangnya yang dengan suka rela melepaskan Bidadari idamannya.
"Linka. Aku tidak akan membiarkanmu sendiri menjalani ujian ini. Kau adalah milikku. Mungkin ini cara Tuhan menyatukan hati kita.
Semoga kamu mau menerimaku menggantikan pria tidak berguna itu," batin Edgar lalu meninggalkan ruang sidang itu sebelum semua peserta sidang bubar.
"Ya Allah. Berilah aku pengganti yang lebih baik dari yang Engkau titipkan padaku. Aku yakin semua ini tidak terlepas dari skenario yang Engkau tetapkan untukku," doa Linka penuh permohonan pada sang Khaliq.
Aslan menahan kesedihannya sekuat mungkin. Antara menyesal dan juga harus tega pada Linka karena kondisi fisiknya yang tidak memungkinkan dirinya mempertahankan Linka untuk hidup bersamanya.
Kebaikan Linka sama sekali tidak membuat hatinya trenyuh. Linka bangkit berdiri hendak menyalami Aslan, namun lagi-lagi Aslan mengacuhkan dirinya.
"Selamat tinggal Linka...! jaga dirimu..!" datar tuan Aslan sambil melewati tubuh Linka yang hanya bisa mengangguk tanpa bersuara.
Tuan Alfiansyah menahan air matanya yang sedari tadi ingin jatuh. Namun tidak dengan nyonya Widia dan putrinya Tiara yang sangat senang melihat Linka menderita.
"Malangnya nasibmu, Linka. Ditinggal mati kedua orangtuamu, ditinggal tunanganmu dan sekarang ditinggal suamimu. Siapapun tidak akan betah bersamamu," sindir nyonya Widia ketika Linka hendak keluar dari ruang sidang itu. Langkah Linka terhenti dan gadis cantik ini menghujamkan tatapan tajamnya ke arah kedua wanita beda usia ini.
"Jangan senang dulu, Tante dan kamu Tiara. Hidup kalian lebih menderita setelah aku mengambil alih semua kemewahan yang kalian miliki. Kalian tahu kenapa, karena pamanku sebentar lagi akan menceraikanmu juga. Perselingkuhanmu dengan tuan Rendra tidak bisa termaafkan. Mungkin saat itu aku masih remaja. Tapi aku tahu cara menjaga aibmu untuk kepentinganku suatu hari nanti dan sudah aku gunakan rekaman itu untuk menghancurkan kalian juga.
Marilah kita tenggelam bersama. Jika aku masih punya pelampung melalui perusahaan yang aku kelola sendiri tapi tidak dengan kalian yang hidup di bawah ketiak suami," sarkas Linka melangkah pergi sambil memasangkan kacamatanya.
Sekertaris Fatin dan Vie sudah menunggunya di depan pintu gedung pengadilan itu. Keduanya menyambut Linka dengan pelukan empati.
"Sabar nona. Allah akan menggantikan yang lebih baik untukmu," ucap Fatin dan Linka hanya mengangguk dengan senyum pelit.
Edgar memperhatikan dari kejauhan. Padahal ia ingin sekali bersama dengan Linka saat ini. Elang yang menemaninya hanya menarik nafas panjang.
"Kak Edgar. Jangan dulu menganggu kak Linka saat ini. Dia butuh waktu. Kak Linka bukan tipikal wanita yang mudah melupakan segalanya. Walaupun pernikahannya dengan kak Aslan hanya sebuah kepentingan bisnis.
Tapi, kak Linka memiliki prinsip untuk bisa mempertahankan pernikahannya tanpa harus diawali dengan cinta," ucap Elang.
"Seberapa lama dia bisa mengurai kesedihannya, Elang. Linka mudah rapuh walaupun terlihat di hadapan orang dia baik-baik saja," ucap Edgar.
"Kak Linka itu wanita yang Sholehah. Dia mengandalkan Allah untuk menyelesaikan permasalah hatinya. Saat manusia beriman membutuhkan waktu untuk sendiri ketika mendapatkan masalah, itu berarti ia ingin mendengar suara hatinya sendiri untuk membisikkan padanya apa yang akan ia lakukan selanjutnya. Jadi, beri dia waktu kak..!" nasehat Elang yang sudah banyak tahu siapa Linka dari orang terdekat Linka.
Sementara itu, nyonya Widia cukup terganggu dengan ucapan Linka yang sekaligus mencekik lehernya hingga lidahnya cukup kelu untuk membalas perkataan pedas Linka padanya.
Ia begitu takut suaminya benar-benar akan meninggalkan dirinya karena Linka memiliki video rekaman dirinya saat dirinya bercinta dengan tuan Rendra di salah satu hotel di Jakarta.
Saat itu Linka yang masih berusia 16 tahun sedang membeli beberapa peralatan sekolahnya di sebuah toko buku di pusat perbelanjaan. Saat ia ingin membayar ke kasir, Linka melihat tantenya dan tuan Rendra juga ikut antri di depan kasir.
Linka mengikuti keduanya hingga ia rela naik ojek online untuk mengikuti mobil tuan Rendra yang mengarah ke hotel. Linka yang jenius meminta petugas hotel yang baru keluar dari kamar tuan Rendra meminta pria itu meletakkan ponselnya yang mengarah ke tempat tidur.
Petugas itu menurut saja karena Linka memberikan uang yang sangat banyak pada petugas hotel itu yang harus masuk lagi ke kamar hotel saat nyonya Widia dan tuan Rendra keluar sebentar untuk menghubungi pasangan mereka masing-masing.
"Mami. Apa yang mami pikirkan?" tanya Tiara yang belum begitu paham akan ketakutan ibunya.
"Papimu. Dia akan meninggalkan kita jika papimu benar-benar menceraikan mami, sayang," lirih nyonya Widia tidak segarang tadi di pengadilan.
"Mami. Papi itu sangat cinta sama mami. Tolong abaikan saja ancaman Linka. Dia tidak mungkin bisa membuktikan perkataannya itu pada papi. Beruntunglah aku sudah punya suami. Jadi apapun yang terjadi pada keluarga kita, aku akan bersama dengan suamiku," ucap Tiara lega.
"Jika terjadi sesuatu kepada mami, apakah mami boleh tinggal bersama kalian, nak?" pinta nyonya Widia.
"Mami. Setahuku unit apartemennya Dilan tidak memiliki kamar lebih hanya ada kamar pembantu yang sempit. Kalau mami rela jadi pelayan di rumahku, aku tidak masalah mami," ucap Tiara yang sebenarnya tidak ingin direpotkan dengan keberadaan ibunya.
"Sialan. Anak yang aku banggakan malah tega memperlakukan aku seperti pembantu," geram nyonya Widia namun dia tidak berdaya.
Mobil mereka melaju memasuki area halaman mansion. Rupanya tuan Alfiansyah tidak kembali ke perusahaannya setelah dari pengadilan karena moodnya sangat jelek hari itu.
Sementara itu Linka diajak kedua stafnya ke restoran Korea Selatan untuk mengisi perut mereka karena keroncongan saat ini.
"Nona Linka. Apakah nona akan menetap lagi di Indonesia? Apakah kita akan bekerja bersama-sama lagi?" tanya Vie.
"Di mana lagi tempatku kalau bukan di sisi kalian? Hanya kalian sebagai tempat penghibur ku," ucap Linka dengan senyum terpaksa nya.
"Alhamdulillah. Ternyata dibalik musibah masih ada kenikmatan Allah yang tak pernah membiarkan orang baik bersedih sendirian. Semangat nona Linka. Kami bersamamu," ucap sekertaris Fatin.
"Assalamualaikum...!" sapa seseorang mendekati meja mereka sambil menatap wajah cantik Linka.
Linka terhenyak melihat sosok lelaki di depannya. Vie dan sekertaris Fatin segera bangkit berdiri dan memberikan kesempatan pada bosnya bicara dengan lelaki itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
Ani Ani
siapa ya
2024-03-12
3
Mey-mey89
....
2024-03-10
1
꧁♥𝑨𝒇𝒚𝒂~𝑻𝒂𝒏™✯꧂
Aslan hatinya kering tega menyakiti hati Linka...wlpun ada sedikit penyesalan tp Aslan ttp dgn sifat egoisnya... semoga Linka menemui kebahagiaannya.....dan nyonya widia tnggu pembalasan karma nnti...
2024-03-08
4