"Jangan sampai aku membencimu. Jaga batasanmu, Edgar! Ingat...! Aku adalah istri kakakmu. Selama jasadnya belum ditemukan, dia masih ada di hati dan pikiranku.
Sedangkan hubungan kita tidak lebih hanya sebuah lelucon masa kecil yang belum tahu apa itu cinta. Jadi, aku tidak punya hutang janji apapun padamu. Lepaskan aku...!" bentak Linka menarik tangan dari genggaman Edgar yang melepasnya.
Linka berlari masuk ke dalam kamarnya dan menangis sendirian. Semakin ia menghindari Edgar dan menepis perasaannya, makin cinta itu makin menukik tajam masuk ke dalam relung hatinya yang paling dalam.
"Ya Allah. Kenapa aku harus dihadapkan pada cinta terlarang? Mengapa cinta itu tidak tumbuh di hatiku untuk suamiku? Mengapa cinta lelaki lain yang tumbuh di sini? Hukuman apa ini?" lirih Linka menumpahkan air matanya di atas bantal.
"Linka. Aku tahu kamu masih memiliki cinta untukku. Mengapa kamu harus menyiksa dirimu? Mengapa kakakku yang menjadi suamimu?" geram Edgar yang memiliki cinta mati untuk Linka.
Ia terlalu sibuk dengan bisnisnya hingga ia melupakan tujuan awalnya yang ingin mencari Linka. Hanya saja ia kehilangan jejak Linka entah masalah apa yang dihadapi Linka saat itu.
Dan parahnya, kakaknya tahu kalau Linka masih ada di Jakarta. Dan diam-diam menjalin kerjasama dengan perusahaan milik Linka melalui tangan dingin pamannya Linka, perusahaan itu mulai makin berkembang pesat. Hanya saja ada orang jahat yang memanfaatkan kebaikan tuan Alfiansyah sehingga perusahaan itu lambat laun bangkrut.
Kesempatan itu dimanfaatkan oleh tuan Aslan untuk bisa mendekati Linka dan menawari bantuan untuk memulihkan perusahaan tapi dengan satu syarat ia akan menikahi salah satu putri tuan Alfiansyah. Namun, tak dinyana kalau tuan Alfiansyah memberikan putri kandungnya sendiri untuk dinikahkan dengan tuan Aslan.
Pertemuan makan malam sebelum pernikahan dimulai sempat berjalan alot. Tuan Aslan menjadi tidak respek saat mengetahui wanita yang akan dinikahinya adalah Tiara. Iapun menawarkan Tiara pada Edgar yang saat itu datang ke Indonesia untuk berziarah ke makam ibunya.
Flashback
"Tolong gantikan aku makan malam dengan keluarga tuan Alfiansyah..!" pinta tuan Aslan pada adik ke duanya yaitu Edgar.
"Siapa tuan Alfiansyah?" tanya Edgar sambil memainkan ponselnya.
"Calon ayah mertuaku," sahut tuan Aslan tak bersemangat.
"Jadi benar kakak mau menikah? Terus kenapa aku yang harus makan malam dengan mereka?" heran Edgar.
"Karena tuan Alfiansyah memiliki dua putri. Mungkin kamu akan naksir dengan putrinya yang lain," ucap tuan Aslan.
"Jadi, kakak menginginkan putrinya yang lain dan menolak putri yang bakal jadi jodoh kakak? Seperti apa sih calon istrinya kakak itu?" tanya Edgar penasaran.
Tuan Aslan menunjukkan foto Tiara pada adiknya Edgar yang ada di galeri ponselnya. Edgar melihatnya namun ia tidak begitu berminat.
"Cantik sih. Tapi terlihat membosankan. Terus foto gadis yang satu lagi mana?" tanya Edgar.
"Tidak ada. Tuan Alfiansyah hanya memberikan foto itu saja. Padahal pemilik perusahaan yang dikelola oleh tuan Alfiansyah adalah milik keponakannya.
Tapi, kenapa aku malah dinikahkan dengan putrinya padahal aku mengincar keponakannya. Sial....!" umpat tuan Aslan membuat Edgar tertawa geli.
"Makanya jangan main terima saja sebelum ditelusuri lebih lanjut. Sekarang terimalah nasibmu kak karena sudah kadung janji dengan calon ayah mertua. Aku tidak mau ikut campur dalam urusan ini. Tapi, aku penasaran dengan putrinya yang lain. Mungkin aku bisa berkenalan dengannya sebelum kakak menikah dengan Tiara," ucap Edgar lalu meninggalkan kakaknya dan pergi keluar menemui teman-temannya di sebuah cafe.
Tuan Aslan hanya mendengus kesal karena ia enggan untuk menerima undangan makan malam dengan calon istrinya.
"Edgar. Andai saja kamu tahu keponakannya tuan Alfiansyah adalah gadis kecil yang dulu kamu ingin dirinya untuk menjadi istrimu kelak, mungkin kamu tidak akan menolak makan malam ini.
Tapi tidak apa, kamu masih punya waktu untuk bertemu dengannya dihari pernikahanku nanti," gumam tuan Aslan yang ingin memberikan kejutan kepada adiknya Edgar yaitu mempertemukan Edgar dan Linka.
Flashback off
Edgar mengenang kembali obrolan dirinya dan sang kakak menjelang pernikahan mereka. Dan bodohnya ia sudah bertemu dengan Linka di pemakaman dan mengambil foto gadis itu dari kejauhan, tapi dia tidak menyadari jika gadis di pemakaman itu adalah teman kecilnya Linka.
"Bisakah aku meminta waktu untuk mengulang kembali pertemuan itu. Astaga, kenapa aku tidak menanyakan alasan kakak malah menikahi Linka bukan dengan Tiara?
Apakah aku harus tanyakan ini pada Linka sendiri atau pada orang terdekat Linka? Oh iya, pasti Elang tahu sesuatu tentang pertukaran calon mempelai pengantin itu," desis Edgar yang baru ingat adik bungsunya Elang yang menetap di Indonesia karena mengurus perusahaan keluarga mereka di sana.
Tidak lama kemudian, Edgar sudah menyapa Elang dan membahas tentang tuan Aslan yang belum bisa ditemukan oleh mereka. Walaupun begitu keduanya masih berupaya mencaritahu keberadaan Aslan dengan menelisik transaksi keuangan milik kakaknya yang ada di bank dunia. Jika ada transaksi, itu berarti kakak mereka masih hidup di suatu tempat. Tanpa berlama-lama, Edgar akhirnya menanyakan tentang pernikahan kakak mereka Aslan pada Elang.
"Elang. Apakah kamu mengetahui sesuatu tentang perubahan mempelai pengantin wanita dari kak Aslan? Kenapa mempelainya bisa jatuh pada Linka dan bukan Tiara?" tanya Edgar.
"Sepanjang yang saya dengar desas-desus saat pernikahan kak Aslan kalau kak Linka seharusnya menikah dengan tunangannya dokter Dilan.
Namun keluarganya menguncinya di kamar hingga kak Linka tidak bisa keluar dari kamarnya karena rumah kosong dan parahnya lagi, Tantenya dan sepupunya Tiara merencanakan untuk menukar Linka dengan Tiara sebagai pendamping hidup dokter Dilan.
Setelah di telusuri, dokter Dilan memang sudah merencanakan untuk melepaskan Linka demi menikahi Tiara yang dia kira putri seorang konglomerat. Jadi selama berpacaran dengan dokter Dilan, kak Linka tidak pernah mengatakan kalau dialah pemilik perusahaan yang dikelola pamannya pada dokter Dilan," tutur Elang panjang lebar.
"Kasihan sekali nasib Linka. Mungkin memang bukan jodohnya dengan dokter itu. Itu jauh lebih baik daripada menjadi istri dari dokter biadab itu yang akan mengusai perusahaan miliknya. Tuhan maha adil menyelematkan Linka dari dokter sialan itu," umpat Edgar merasa lega Linka tidak jadi menikah dengan dokter Dilan.
"Tapi, kak Aslan sepertinya bukan jodohnya kak Linka. Buktinya dihari pernikahan kak Linka, kakak tiba-tiba pergi dan menghilang begitu saja. Kasihan kak Linka," ucap Elang sedih.
"Linka akan menjadi milikku Elang karena hati kami sudah menyatu sejak dulu. Kami saling memikirkan satu sama lain. Hanya saja aku tidak tahu keberadaan Linka saat kedua orangtuanya tiada," batin Edgar.
"Kak Edgar. Kak Edgar masih di sana?" tanya Elang karena tidak ada suara yang terdengar olehnya.
"Iya. Aku masih hidup, bocah," gemas Edgar pada adik bungsunya.
"Apakah kak Edgar akan menikahi kak Linka jika kak Aslan sudah dinyatakan meninggal?" tanya Elang membuat hati Edgar melengos.
Deggggg....
"Kenapa kamu bertanya seperti itu?" tanya Edgar ingin tahu tanggapan adiknya itu.
"Karena aku lebih senang kak Edgar menggantikan posisi kak Aslan di hati kak Linka. Kalian berdua sepertinya pasangan serasi," puji Elang.
"Tahu aja adikku satu ini. Semoga saja doamu terkabul, Elang," batin Edgar senyum-senyum sendiri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
jhon teyeng
semoga tdk tetap sm ashlan
2024-03-30
4
Ani Ani
mukin ada betul nya
2024-03-11
2
Mey-mey89
...
2024-03-10
1