20 : Penjelasan Cinta

“Kamu siapa?” tanya Hasan menatap serius Cinta.

Cinta masih meratapi Hasan dan perlahan duduk. Kedua matanya benar-benar tidak teralih sedikit pun dari kedua mata Hasan.

“Tolong beri dia kesempatan. Dia karyawan di sini. Saya percaya dia,” sergah ibu Chole langsung pasang badan. Ia berangsur membantu Cinta untuk bangun.

Cinta tak membuang-buang kesempatan tersebut. “T—terima kasih banyak, Bu!” ucap Cinta kepada ibu Chole.

Ibu Chole mengangguk-angguk. “Sudah, jelaskan apa yang perlu kamu jelaskan,” ucapnya masih menatap iba kedua mata Cinta. Ia percaya, air mata Cinta merupakan air mata kesedihan mendalam.

Bergegas Cinta menggeledah tas punggungnya. Cinta bermaksud mengambil ponsel maupun ATM milik Hasan dari sana. Fatalnya, kedua benda tersebut tidak ada. Kenyataan tersebut juga yang membuat Cinta panik. Cinta terpaksa menuang semua isi tasnya ke lantai. Hal yang sudah membuat mereka yang menunggu jadi menatapnya tidak nyaman.

Sambil jongkok membereskan barang-barangnya yang terserak di lantai, Cinta berkata, “Sumpah demi apa pun, aku enggak bohong. Aku punya bukti. Hape dan ATM Kak Hasan yang Kakak kasih ke aku agar aku tidak kekurangan apa pun, selagi Kakak pergi—” Cinta tak bisa berkata-kata ketika Hasna merangkul Hasan. Tak semata karena suaminya dirangkul wanita lain. Melainkan karena Cinta mengenali Hasna, pak Syam, maupun wanita bercadar yang bernama Cinta juga.

“Hasan sedang sakit, jadi tolong jangan membuat dia berpikir rumit apalagi berpikir berat,” ucap Hasna sambil menatap sedih Cinta. Tak semata karena keadaan sang kembaran yang sempat koma selama dua bulan setelah kecelakaan fatal yang dialami. Namun juga keadaan Cinta yang baginya memilukan. “Dia menangis ketakutan begitu. Entah luka apa yang dia rasakan hingga dia terlihat begitu tersik.sa,” pikir Hasna sambil merangkul dan mengelus bahu Hasan yang ia rangkul.

Sakit—Cinta merasakan itu hanya karena melihat suaminya dirangkul bahkan dielus-elus oleh wanita lain. Apalagi yang Cinta tahu, Hasna itu anak majikan Hasan. Alasan tersebut pula yang membuat Cinta tersedu-sedu. Ibu Chole yang masih percaya kepada Cinta, sampai tidak tega. Ibu Chole memeluk sekaligus berusaha menenangkan Cinta.

“Aku enggak ... aku enggak boh..ong, Bu. Tapi ponsel ... hape, dan ATM yang buat bukti, ... hilang. Padahal harusnya ada di sini. Sementara seharian ini aku memang enggak cek isi tasku!” ucap Cinta mengadu kepada ibu Chole. Wanita baik hati itu sampai ikut menangis.

Air mata ibu Chole membasahi cadar warna merah muda yang dipakai. “Coba nanti Ibu cek lewat CCTV. Jika memang hilang di sini, harusnya ketemu.”

Mendengar itu, Cinta mengangguk-angguk sambil terus mengucapkan terima kasih kepada ibu Chole. Kemudian ia berdiri, menatap Hasan maupun wajah ketiga orang yang Hasan katakan kepadanya sebagai sang majikan. Dan Cinta segera menjelaskan, menceritakan apa yang terjadi antara dirinya dan Hasan. Dari awal pertemuan mereka, hingga akhirnya Hasan pergi tak berkabar.

“Kecelakaan itu membuat aku amnesia. Kak Hasan men.abrakku, aku amnesia. Fatalnya tak ada kartu identitas yang menyertaiku hingga Kakak kesulitan mencari alamatku, atau sekadar mengabari keluargaku.”

“Kak Hasan memberiku nama Cinta karena bagi Kak Hasan, aku wanita tangguh. Bagi Kak Hasan, aku wanita penuh Cinta yang tetap berani menghadapi segala cobaan, dan Kakak bilang, mirip dengan mama Kakak. Bahkan karena kemiripan kami juga, Kakak memberiku nama Cinta yang memang namanya mama Kakak!” ucap Cinta sambil berlinang air mata.

“Kita sepakat dinikahkan pa.ksa, agar kita tidak mati dia.muk warga! Namun, kita memiliki pernikahan bahagia!”

“Bahkan sampai sekarang, aku masih tinggal di rumah KPR yang Kakak beli untuk kita!”

“Jika kalian tidak percaya, ayo datang ke rumah kami. Warga di sana apalagi ketua RT, sudah paham ke Kakak!” lanjut Cinta yang kemudian menegaskan, “Terus kata Kak Hasan, ketika aku melihat wallpaper ponselnya dan itu foto kalian berempat, Kak Hasan bilang bahwa ketiga orang yang bersama Kakak itu, majikan Kakak.”

Cinta kembali tersedu-sedu. Wanita bercadar biru tua dan Cinta ketahui sebagai majikan Hasan, datang menghampiri kemudian memberikan pelukan.

“Kakak pergi sejak tanggal ... dan kita baru bisa bertemu sekarang. Namun aku yakin, hingga aku terus menunggu Kakak. Yang ternyata juga benar, bahwa Kakak tidak baik-baik saja.”

“Ternyata Kakak, lupa aku ... dan benar. Kakak sakit ... apakah karena sakit Kakak juga, Kakak lupa aku?” Cinta masih bertahan dalam dekapan wanita bercadar yang datang bersama Hasan.

“Ibu majikannya Kak Hasan, kan? Bu, ... sumpah demi apa pun, saya tidak bohong, Bu. Saya mencintai suami saya. Saya nyaris gil.a karena selama lima bulan ini tidak sedikit pun dikabari olehnya. Namun ternyata beliau sakit. Beliau sakit apa, Bu, hingga istrinya ini tak lagi beliau kenali bahkan sekadar ingat?” tanya Cinta tersedu-sedu kepada wanita yang masih memeluknya.

Namun tak beda dengan ibu Chole, wanita yang memeluk Cinta juga jadi tersedu-sedu. Wanita tersebut tak sedikit pun menjawab. Hingga Cinta memilih kembali menatap Hasan.

“Rumah kita dibeli atas nama Kak Hasan dan segala identitas Kakak, ada di sana!” yakin Cinta.

Hasan berusaha mencerna, ia sungguh berpikir keras. Ia kembali menatap Cinta dengan kedua matanya yang basah. “Aku tetap tidak ingat apa pun!” ucapnya, meski ia juga berpikir, apakah kejadian berupa bayang-bayang hitam putih yang terus menghantuinya, justru merupakan kebersamaannya dengan Cinta? Sebab, cara Cinta memanggilnya saja, sangat mirip dengan suara yang terus terngiang di ingatannya.

Terpopuler

Comments

Sarti Patimuan

Sarti Patimuan

Ini jadinya pasangan amnesia ya

2024-03-07

1

kalea rizuky

kalea rizuky

cinta ne yg muka nya rusak bukan sih yg dlu jahat

2024-03-07

0

💗 AR Althafunisa 💗

💗 AR Althafunisa 💗

Untung Cinta dikasih untuk menjelaskan, akhirnya mereka tahu 😭😭😭

2024-03-04

0

lihat semua
Episodes
1 1 : Penghakiman yang Begitu Keji (Revisi)
2 2 : Hasan yang Terpaksa Berbohong (Sudah Revisi)
3 3 : Pelukan Penenang (Sudah Revisi)
4 4 : Memikirkan Masa Depan (Sudah Direvisi)
5 5 : Mengharapkan Pernikahan Manis (Revisi)
6 6 : Pria Di Ranjang Sebelah
7 7 : Hanya Kebetulan Mirip?
8 8 : Perkara Kontrakan
9 9 : Mulai Bahagia
10 10 : Sudah Sangat Sayang
11 11 : Tetangga Baru
12 12 : Sepeda Dan Ingin Dimanja
13 13 : Elza Dan Perasaan Nadim Kepada Cinta
14 14 : Tersentak
15 15 : Mirip Anak Ayam Yang Tersesat Dari Induknya
16 16 : Sudah Dua Bulan
17 17 : Keadaan Terbaru Hasan
18 18 : Namanya Juga Hasan
19 19 : Tamu Dari Kampung
20 20 : Penjelasan Cinta
21 21 : Cinta yang Ingin Tetap Bertahan (Revisi)
22 22 : Terlalu Berat (Revisi)
23 23 : Hasan : Wanita Ini, ... Istriku? (Revisi)
24 24 : Cinta Sendiri (Revisi)
25 25 : Hasan : Ayo Kita Bercerai!
26 26 : Cinta : Aku Setuju, Ayo Kita Bercerai! (Revisi)
27 27 : Diberi Kesempatan (Revisi)
28 28 : Merasa Sangat Kehilangan (Revisi)
29 29 : Hasan yang Masih Menunggu Cinta (Revisi)
30 30 : Tentang Keina yang Sangat Mirip Cinta (Revisi)
31 31 : Akhirnya Bertemu (Revisi)
32 32 : Sangat Marah Dan Cemburu (Revisi)
33 33 : Tak Mau Menjadi Keina (Revisi)
34 34 : Masih Sulit Untuk Percaya (Revisi)
35 35 : Penyakit Hasan (Revisi)
36 36 : Menjadi Sepasang Kekasih (Revisi)
37 37 : Nadim yang Terus Berencana (Revisi)
38 38 : Kejutan Romantis (Revisi)
39 39 : Kesuksesan Rencana Nadim (Revisi)
40 40 : Kembali Amnesia (Revisi)
41 41 : Setelah Kecelakaan
42 42 : Hubungan Baik Antara Orang Tua Keina dan Orang Tua Hasan
43 43 : Asisten Pribadi Rasa Istri
44 44 : Efek Amnesia
45 45 : Hubungan yang Sangat Dalam
46 46 : Kehamilan Elza
47 47 : Hampir Lima Tahun Telah Berlalu
48 48 : Kembali Menikah
49 49 : Paket Komplit
50 50 : Trauma yang Membuat Lebih Baik
51 51 : Ingin Bahagia
52 52 : Tetangga Meresahkan
53 53 : Ingin Hamil
54 54 : Kehamilan = Keajaiban
55 55 : Dilema
56 56 : Sudah Siap Menjadi Orang Tua
57 57 : Persalinan Impian
58 58 : Alhamdullilah
59 59 : Pasca Melahirkan
60 60 : Tentang Kita
61 61 : Bian, Bolang Sejati.
62 62 : Elra
63 63 : Diantup Tawon
64 64 : Penerus Terpilih
65 65 : Tetangga Rasa Keluarga
66 Sampai Jumpa
67 Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
68 Promo Novel update Setiap Hari
69 Novel Bian : Transmigrasi Dan Pembalasan Gadis Yang Ternoda
70 Novel Bian, Syukur, Erla
71 Novel Syukur Elra (Terbaru)
72 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 72 Episodes

1
1 : Penghakiman yang Begitu Keji (Revisi)
2
2 : Hasan yang Terpaksa Berbohong (Sudah Revisi)
3
3 : Pelukan Penenang (Sudah Revisi)
4
4 : Memikirkan Masa Depan (Sudah Direvisi)
5
5 : Mengharapkan Pernikahan Manis (Revisi)
6
6 : Pria Di Ranjang Sebelah
7
7 : Hanya Kebetulan Mirip?
8
8 : Perkara Kontrakan
9
9 : Mulai Bahagia
10
10 : Sudah Sangat Sayang
11
11 : Tetangga Baru
12
12 : Sepeda Dan Ingin Dimanja
13
13 : Elza Dan Perasaan Nadim Kepada Cinta
14
14 : Tersentak
15
15 : Mirip Anak Ayam Yang Tersesat Dari Induknya
16
16 : Sudah Dua Bulan
17
17 : Keadaan Terbaru Hasan
18
18 : Namanya Juga Hasan
19
19 : Tamu Dari Kampung
20
20 : Penjelasan Cinta
21
21 : Cinta yang Ingin Tetap Bertahan (Revisi)
22
22 : Terlalu Berat (Revisi)
23
23 : Hasan : Wanita Ini, ... Istriku? (Revisi)
24
24 : Cinta Sendiri (Revisi)
25
25 : Hasan : Ayo Kita Bercerai!
26
26 : Cinta : Aku Setuju, Ayo Kita Bercerai! (Revisi)
27
27 : Diberi Kesempatan (Revisi)
28
28 : Merasa Sangat Kehilangan (Revisi)
29
29 : Hasan yang Masih Menunggu Cinta (Revisi)
30
30 : Tentang Keina yang Sangat Mirip Cinta (Revisi)
31
31 : Akhirnya Bertemu (Revisi)
32
32 : Sangat Marah Dan Cemburu (Revisi)
33
33 : Tak Mau Menjadi Keina (Revisi)
34
34 : Masih Sulit Untuk Percaya (Revisi)
35
35 : Penyakit Hasan (Revisi)
36
36 : Menjadi Sepasang Kekasih (Revisi)
37
37 : Nadim yang Terus Berencana (Revisi)
38
38 : Kejutan Romantis (Revisi)
39
39 : Kesuksesan Rencana Nadim (Revisi)
40
40 : Kembali Amnesia (Revisi)
41
41 : Setelah Kecelakaan
42
42 : Hubungan Baik Antara Orang Tua Keina dan Orang Tua Hasan
43
43 : Asisten Pribadi Rasa Istri
44
44 : Efek Amnesia
45
45 : Hubungan yang Sangat Dalam
46
46 : Kehamilan Elza
47
47 : Hampir Lima Tahun Telah Berlalu
48
48 : Kembali Menikah
49
49 : Paket Komplit
50
50 : Trauma yang Membuat Lebih Baik
51
51 : Ingin Bahagia
52
52 : Tetangga Meresahkan
53
53 : Ingin Hamil
54
54 : Kehamilan = Keajaiban
55
55 : Dilema
56
56 : Sudah Siap Menjadi Orang Tua
57
57 : Persalinan Impian
58
58 : Alhamdullilah
59
59 : Pasca Melahirkan
60
60 : Tentang Kita
61
61 : Bian, Bolang Sejati.
62
62 : Elra
63
63 : Diantup Tawon
64
64 : Penerus Terpilih
65
65 : Tetangga Rasa Keluarga
66
Sampai Jumpa
67
Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
68
Promo Novel update Setiap Hari
69
Novel Bian : Transmigrasi Dan Pembalasan Gadis Yang Ternoda
70
Novel Bian, Syukur, Erla
71
Novel Syukur Elra (Terbaru)
72
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!