10 : Sudah Sangat Sayang

“Aku enggak perlu minum obat. Aku sudah baik-baik saja. Aku beneran sudah sembuh,” ucap Hasan.

“Minimal antibiotiknya harus dihabiskan Kak. Ini penting buat kesehatan. Karena dokter sudah ukur porsi sekaligus dosisnya,” ucap Cinta sudah hampir menyerah lantaran jika untuk urusan minum obat, Hasan benar-benar susah. Malahan saat di rumah sakit kemarin, Hasan pernah nyeletuk memilih pura-pura mati ketimbang meminum obat.

Hasan mende.sah dan memasang tampang frustrasi. Ia kerap menepis tatapan Cinta. Cinta begitu sabar membujuknya meminum obat, persis seperti kebiasaan Cinta mamanya Hasan.

“Apa aku perlu cari buah pisang dulu? Biasanya kalau susah minum obat, pakai buah pisang ya? Diselipin gitu di pisangnya, terus ditelan?” ujar Cinta.

Hasan langsung sibuk menggeleng dan memang panik. “Enggak ... enggak. Aku pernah munt.ah parah gara-gara metode minum obat ala-ala begitu. Malahan jadi masuk rumah sakit dan di infus efek munta.h parah,” yakinnya.

“Aduh ...,” sedih Cinta menatap Hasan.

Hasan yang tak mau membuat istrinya sedih, refleks buru-buru meminum obatnya. Cinta sampai melongo karena ternyata, Hasan bisa minum obat cepat.

“Minumnya dihabisin, Kak. Takut itu tadi obat-obatnya, nyangkut di tenggorokan,” ucap Cinta yang memang khawatir. Ia sampai membantu Hasan minum, kemudian memijat-mijat kedua pundak Hasan menggunakan kedua tangannya.

“Tadi aku beneran bisa minum obat tanpa drama? Berarti, barusan ibarat pencapaian tertinggi dalam hidupku,” lirih Hasan dan membuat Cinta yang mendengarnya, menjadi tersipu.

“Kayaknya Kak Hasan memang kocak,” pikir Cinta masih duduk di sebelah Hasan. Ia meletakan gelas bekas Hasan minum di lantai sebelah kasur mereka duduk.

Kasur yang Cinta dan Hasan tempati merupakan kasur lantai busa terbilang tinggi dan berukuran 200x200. Keduanya masih duduk di pinggir dan hanyut dengan pikiran masing-masing.

Cinta memang jadi diam, tapi pandangannya refleks melirik tangan Hasan yang baru saja menggandeng sebelah tangannya. “Ini sudah malam. Niatnya kami memang tidur. Namun, apakah kali ini kami akan melakukannya apalagi hubungan kami memang sangat baik?” pikirnya mendadak deg-degan.

“Kak ...?” lirih Cinta canggung.

Cinta memberanikan diri untuk bertanya. Namun, belum juga apa-apa, Cinta sudah gelisah tak karuan. Apalagi meski Hasan tak langsung menjawab, pemuda itu malah langsung menatapnya.

Cinta jadi tidak bisa berkata-kata dan perlahan mengakhiri tatapannya kepada Hasan. “Jadi deg-degan gini,” lirih Cinta sambil menggetok-getok kepalanya menggunakan tangan yang tidak digenggam Hasan.

“Kamu mau ngomong apa?” tanya Hasan yakin, memang ada yang ingin Cinta sampaikan. Ditambah lagi, kedua pipi Cinta ia dapati bersemu.

“Jujur, aku belum siap punya anak, Kak. Aku mau istirahat total dulu, sambil belajar jadi istri yang baik. Apalagi kan ternyata, sekadar beres-beres, aku saja belum tahu caranya. Termasuk, ... cuci piring pun, aku beneran belum tahu!” lirih Cinta sambil menatap sendu kedua mata Hasan. “Entah manusia macam apa, aku sebelum bertemu denganmu. Urusan beres-beres rumah, apalagi masak aku beneran enggak tahu. Namun untuk urusan mengatur keuangan dan beberapa pengetahuan, aku tahu banget!” jujur Cinta, dan memang sejujur itu ia kepada Hasan.

Hasan menghela napas kemudian mengangguk-angguk. “Iya. Aku juga sama. Aku mau belajar jadi suami yang baik dulu. Ibaratnya, kita pacaran setelah menikah dulu. Kita puas-puasin karena kalau sudah punya anak, rasa sama keadaannya pasti lain,” ucapnya dan langsung membuat Cinta menghela napas lega. Alasan yang juga membuatnya menertawakan sang istri.

Hasan memeluk gemas Cinta, kemudian memastikan waktu di ponselnya. “Sudah puku.l sepuluh lebih, kira-kira, masih ada al.fa, apa swalayan buka enggak ya?” sergahnya.

“Memangnya Kakak mau beli apa?” sergah Cinta.

Hasan tak langsung menjawab dan malah sibuk berkedip.

“Kalau memang enggak terlalu penting, besok saja lah. Lagian seharian ini kita sudah capek,” ucap Cinta.

“Tapi aku harus beli sarung, biar enggak jadi. Tadi sepakat, kita mau nunda, kan? Kita enggak punya anak dulu?” ucap Hasan menatap serius Cinta. Di hadapannya, Cinta langsung bengong, antara syok tapi juga malu. Hasan yakin, Cinta sudah langsung paham maksud ucapannya.

“Ya Allah, aku sayang banget ke suamiku. Entah bagaimana ceritanya. Rasanya senyaman ini. Seolah, memang laki-laki seperti dia yang selama ini aku cari. Hidup hanya lontang-lantung berdua begini pun, rasanya sudah sangat cukup. Aku beneran enggak butuh yang muluk-muluk. Hidup sederhana tapi cukup dan suamiku juga terus meratukan aku, ini beneran sudah lebih dari cukup. Andai kami harus LDR karena dia harus kerja, ya enggak apa-apa. Asal dia selalu sehat, selalu enggak mudahkan rezekinya, dan hati maupun pikirannya hanya buat aku. Semoga kami jodoh hingga kehidupan selanjutnya tanpa hambatan berarti. Aamiin!” batin Cinta yang menikmati interaksi serunya dengan Hasan.

Cinta bersemangat membeli Chiki dan makanan instan untuk stok di rumah, selain Hasan yang memang sudah mengambil beberapa pengaman khusus untuk percintaan mereka. Cara Hasan yang begitu paham kesukaan wanita membuat Cinta berpikir bahkan curiga, bahwa sebenarnya Hasan sudah terbiasa berinteraksi dengan wanita.

“Oh iya ... kak Hasan kan dekat sama majikannya. Sementara pekerja seperti kak Hasan, biasanya kalau sudah mengabdi kan memang enggak kaleng-kaleng. Intinya, sikap baik kak Hasan ke aku sepertinya karena kebiasaan kak Hasan bersikap baik ke majikannya. Meski jujur ya, dari tampang yang memang sangat tampan, sikap, bahkan tabungannya, ... enggak ada tanda-tanda kalau kak Hasan orang susah,” pikir Cinta yang membiarkan Hasan membayarkan belanjaan mereka.

Ketika mereka keluar dari al.fa 24 jam yang mereka kunjungi, Hasan segera membukakan satu es krim contong rasa cokelat pilihan Cinta. Tentu Cinta makin berbunga-bunga dibuatnya. Namun, Cinta sengaja memberikan suapan pertama es krimnya kepada Hasan.

“Yang suka cokelat itu Hasna. Aku enggak suka cokelat. Aku sukanya rasa buah yang malah lebih murah. Mana yah, tadi, es krim upin ipin-nya,” ucap Hasan segera menggeledah isi kantong belanjaannya.

“Hasna? Hasna itu siapa?” refleks Cinta yang memang curiga.

Hasan yang awalnya bersikap santai mendadak tegang. Ia buru-buru menatap Cinta sambil tersenyum masam. “Anaknya majikan aku. Sejak kecil, kami dibesarkan bersama. Jadi kami kayak kembar gitu!”

“Tapi sekarang kan, Kakak sudah menikah. Jadi tolong banget ya, jaga interaksi Kakak sedekat apa pun kalian karena selain aku juga akan membatasi gerakku dari pria lain. Aku beneran cemburu dan memang enggak bisa berbagi Kakak dengan wanita mana pun. Bukan mahram juga, kan? Haram. Neraka!” ucap Cinta berucap hati-hati. Namun, memangnya istri mana yang mau dikhianati bahkan sekadar mau dimadu cuma-cuma?

***

Novel orang tua Hasan dan Alasan Hasan ada.

Novel awal mula adanya Cinta atau itu ... Keina.

Terpopuler

Comments

sweetie belle

sweetie belle

jiahh malah bc ini dl, klo ortu hasan uda bc cm si keina ini wkwkkw

2025-02-26

0

Fani Indriyani

Fani Indriyani

Paman syam..cinta..maaf ya aku blm baca kisah kalian tp aku lebih dlu baca anak2 kalian 😁✌

2024-03-14

0

Sarti Patimuan

Sarti Patimuan

Sampai kapan Hasan bersandiwara

2024-03-07

0

lihat semua
Episodes
1 1 : Penghakiman yang Begitu Keji (Revisi)
2 2 : Hasan yang Terpaksa Berbohong (Sudah Revisi)
3 3 : Pelukan Penenang (Sudah Revisi)
4 4 : Memikirkan Masa Depan (Sudah Direvisi)
5 5 : Mengharapkan Pernikahan Manis (Revisi)
6 6 : Pria Di Ranjang Sebelah
7 7 : Hanya Kebetulan Mirip?
8 8 : Perkara Kontrakan
9 9 : Mulai Bahagia
10 10 : Sudah Sangat Sayang
11 11 : Tetangga Baru
12 12 : Sepeda Dan Ingin Dimanja
13 13 : Elza Dan Perasaan Nadim Kepada Cinta
14 14 : Tersentak
15 15 : Mirip Anak Ayam Yang Tersesat Dari Induknya
16 16 : Sudah Dua Bulan
17 17 : Keadaan Terbaru Hasan
18 18 : Namanya Juga Hasan
19 19 : Tamu Dari Kampung
20 20 : Penjelasan Cinta
21 21 : Cinta yang Ingin Tetap Bertahan (Revisi)
22 22 : Terlalu Berat (Revisi)
23 23 : Hasan : Wanita Ini, ... Istriku? (Revisi)
24 24 : Cinta Sendiri (Revisi)
25 25 : Hasan : Ayo Kita Bercerai!
26 26 : Cinta : Aku Setuju, Ayo Kita Bercerai! (Revisi)
27 27 : Diberi Kesempatan (Revisi)
28 28 : Merasa Sangat Kehilangan (Revisi)
29 29 : Hasan yang Masih Menunggu Cinta (Revisi)
30 30 : Tentang Keina yang Sangat Mirip Cinta (Revisi)
31 31 : Akhirnya Bertemu (Revisi)
32 32 : Sangat Marah Dan Cemburu (Revisi)
33 33 : Tak Mau Menjadi Keina (Revisi)
34 34 : Masih Sulit Untuk Percaya (Revisi)
35 35 : Penyakit Hasan (Revisi)
36 36 : Menjadi Sepasang Kekasih (Revisi)
37 37 : Nadim yang Terus Berencana (Revisi)
38 38 : Kejutan Romantis (Revisi)
39 39 : Kesuksesan Rencana Nadim (Revisi)
40 40 : Kembali Amnesia (Revisi)
41 41 : Setelah Kecelakaan
42 42 : Hubungan Baik Antara Orang Tua Keina dan Orang Tua Hasan
43 43 : Asisten Pribadi Rasa Istri
44 44 : Efek Amnesia
45 45 : Hubungan yang Sangat Dalam
46 46 : Kehamilan Elza
47 47 : Hampir Lima Tahun Telah Berlalu
48 48 : Kembali Menikah
49 49 : Paket Komplit
50 50 : Trauma yang Membuat Lebih Baik
51 51 : Ingin Bahagia
52 52 : Tetangga Meresahkan
53 53 : Ingin Hamil
54 54 : Kehamilan = Keajaiban
55 55 : Dilema
56 56 : Sudah Siap Menjadi Orang Tua
57 57 : Persalinan Impian
58 58 : Alhamdullilah
59 59 : Pasca Melahirkan
60 60 : Tentang Kita
61 61 : Bian, Bolang Sejati.
62 62 : Elra
63 63 : Diantup Tawon
64 64 : Penerus Terpilih
65 65 : Tetangga Rasa Keluarga
66 Sampai Jumpa
67 Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
68 Promo Novel update Setiap Hari
69 Novel Bian : Transmigrasi Dan Pembalasan Gadis Yang Ternoda
70 Novel Bian, Syukur, Erla
71 Novel Syukur Elra (Terbaru)
72 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 72 Episodes

1
1 : Penghakiman yang Begitu Keji (Revisi)
2
2 : Hasan yang Terpaksa Berbohong (Sudah Revisi)
3
3 : Pelukan Penenang (Sudah Revisi)
4
4 : Memikirkan Masa Depan (Sudah Direvisi)
5
5 : Mengharapkan Pernikahan Manis (Revisi)
6
6 : Pria Di Ranjang Sebelah
7
7 : Hanya Kebetulan Mirip?
8
8 : Perkara Kontrakan
9
9 : Mulai Bahagia
10
10 : Sudah Sangat Sayang
11
11 : Tetangga Baru
12
12 : Sepeda Dan Ingin Dimanja
13
13 : Elza Dan Perasaan Nadim Kepada Cinta
14
14 : Tersentak
15
15 : Mirip Anak Ayam Yang Tersesat Dari Induknya
16
16 : Sudah Dua Bulan
17
17 : Keadaan Terbaru Hasan
18
18 : Namanya Juga Hasan
19
19 : Tamu Dari Kampung
20
20 : Penjelasan Cinta
21
21 : Cinta yang Ingin Tetap Bertahan (Revisi)
22
22 : Terlalu Berat (Revisi)
23
23 : Hasan : Wanita Ini, ... Istriku? (Revisi)
24
24 : Cinta Sendiri (Revisi)
25
25 : Hasan : Ayo Kita Bercerai!
26
26 : Cinta : Aku Setuju, Ayo Kita Bercerai! (Revisi)
27
27 : Diberi Kesempatan (Revisi)
28
28 : Merasa Sangat Kehilangan (Revisi)
29
29 : Hasan yang Masih Menunggu Cinta (Revisi)
30
30 : Tentang Keina yang Sangat Mirip Cinta (Revisi)
31
31 : Akhirnya Bertemu (Revisi)
32
32 : Sangat Marah Dan Cemburu (Revisi)
33
33 : Tak Mau Menjadi Keina (Revisi)
34
34 : Masih Sulit Untuk Percaya (Revisi)
35
35 : Penyakit Hasan (Revisi)
36
36 : Menjadi Sepasang Kekasih (Revisi)
37
37 : Nadim yang Terus Berencana (Revisi)
38
38 : Kejutan Romantis (Revisi)
39
39 : Kesuksesan Rencana Nadim (Revisi)
40
40 : Kembali Amnesia (Revisi)
41
41 : Setelah Kecelakaan
42
42 : Hubungan Baik Antara Orang Tua Keina dan Orang Tua Hasan
43
43 : Asisten Pribadi Rasa Istri
44
44 : Efek Amnesia
45
45 : Hubungan yang Sangat Dalam
46
46 : Kehamilan Elza
47
47 : Hampir Lima Tahun Telah Berlalu
48
48 : Kembali Menikah
49
49 : Paket Komplit
50
50 : Trauma yang Membuat Lebih Baik
51
51 : Ingin Bahagia
52
52 : Tetangga Meresahkan
53
53 : Ingin Hamil
54
54 : Kehamilan = Keajaiban
55
55 : Dilema
56
56 : Sudah Siap Menjadi Orang Tua
57
57 : Persalinan Impian
58
58 : Alhamdullilah
59
59 : Pasca Melahirkan
60
60 : Tentang Kita
61
61 : Bian, Bolang Sejati.
62
62 : Elra
63
63 : Diantup Tawon
64
64 : Penerus Terpilih
65
65 : Tetangga Rasa Keluarga
66
Sampai Jumpa
67
Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
68
Promo Novel update Setiap Hari
69
Novel Bian : Transmigrasi Dan Pembalasan Gadis Yang Ternoda
70
Novel Bian, Syukur, Erla
71
Novel Syukur Elra (Terbaru)
72
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!