18 : Namanya Juga Hasan

Hasan memilih jas warna abu-abu dari dalam lemari gantung. Ia memakainya di tengah pikirannya yang belum bisa melupakan setiap kejadian hitam putih yang menghiasi benaknya. Kejadian yang bagi Hasan sangat mengganggunya. Sebab semua kejadian yang menghiasi benak Hasan, terasa sangat asing.

“Aku kehilangan ingatan sebagian ingatanku. Ingatan untuk kejadian hampir tiga minggu, saat aku pergi ke Jakarta. Benar-benar hanya kejadian selama itu karena kepada keluargaku dan kebiasaan kami, aku tidak lupa,” batin Hasan menyikapi setiap bayang-bayang di benaknya, penuh keseriusan.

Tak lama kemudian, sambil memakai dasi abu-abu, Hasan menuruni anak tangga yang menghubungkan ke lantai bawah. Rumah keluarga Hasan terbilang megah meski keberadaannya memang masih di kawasan perkampungan. Beberapa pekerja yang kebanyakan pria bertubuh tegap, tampak menghiasi setiap sudut ruangan, khususnya ruangan yang menjadi kebersamaan keluarga Hasan. Mereka tengah berjaga-jaga karena orang tua Hasan memang memiliki usaha di bidang keamanan.

“Usiaku baru dua puluh dua tahun, tapi wanita di benakku selalu memanggilku Kak Hasan. Benarkah aku memang lebih tua darinya? Atau, ini hanya panggilan sopan santun saja?” pikir Hasan sudah langsung ceria. Ia tak mau membuat keluarganya khawatir. Apalagi kenyataannya yang pernah koma selama dua bulan, dan sampai butuh waktu lebih dari dua bulan untuk bisa kembali sehat layaknya sekarang, tak ubahnya mimpi bu.ruk untuk keluarganya.

“Kamu yakin, kamu mau ikut ke Jakarta?” tanya pak Syam dan tak lain merupakan papanya Hasan.

Meski tubuh Hasan terbilang tinggi tegap layaknya pria dewasa, pada kenyataannya, Hasan masih terlalu muda. Alasan tersebut pula yang membuat orang tua Hasan berat membiarkan Hasan bolak-balik Cilacap—Jakarta untuk mengurus pekerjaan.

Hasan mengangguk-angguk sambil duduk di tempat duduk yang disiapkan oleh salah satu pria di sana. “Iya, rasanya kangen banget!” ucap Hasan refleks.

Ketiga orang yang sudah sedang menyantap makanan di piring masing-masing, langsung bengong menatap Hasan. Ketiganya kemudian juga saling melempar tatapan. Akan tetapi, sebenarnya bukan hanya ketiganya yang bingung. Karena Hasan sendiri juga tidak tahu, kenapa ucapan seperti tadi yang keluar dari bibirnya.

“Ini aku kenapa? Berasa punya pasangan, bilang kangen-kangen? Jangankan pasangan, ke cewek saja aku anti!” batin Hasan sengaja menyibukkan diri dengan menyantap nasi uduk di piringnya. Selain itu, Hasan juga jadi sibuk menghindari setiap tatapan dari ketiga orang di sana.

Sementara itu di tempat berbeda, Cinta masih dengan kesibukannya. Menggunakan sepeda Hasan, Cinta yang memakai seragam hitam putih lengan panjang, akhirnya sampai di depan sebuah rumah makan.

“Lima bulan dari kepergian kak Hasan. Aku sengaja mencari kesibukan agar aku tidak terus menerus meluka.i diriku.”

“Aku bekerja di MR. KIM FOOD, sebuah rumah makan yang hampir 24 jam selalu ramai. Di sini, aku bekerja sebagai pelayan. Akibat aku yang tidak memiliki ijazah, membuatku hanya bisa bekerja serabutan. Namun dua hari lalu setelah aku tak sengaja menggantikan posisi kasir dan ibu Chole tahu, beliau yang tak lain bos di sini, menawariku kenaikan posisi.”

“Ibu Chole bilang, malam ini akan ada tamu spesial. Kerabatnya dari kampung datang, dan akan ada pertemuan keluarga besar di rumah makan kami yang memang sudah memiliki banyak cabang.”

Ketimbang karyawan lain, Cinta memang tipikal cepat tanggap. Cinta sangat cekatan dan membuat ibu Chole selaku bos di sana, menaruh simpati lebih.

“Sayang ... Sayang, perhatikan deh. Si Cinta mirip keluarga suami Khalisa anaknya mbak Arimbi, kan?” bisik ibh Chole kepada pak Helios dan tidaklah lain suaminya.

Pak Helios menatap saksama Cinta yang kini tengah lewat sambil membawa nampan berisi tumpukan piring dan gelas bekas pembeli yang baru saja pergi. “Sebenarnya aku kurang paham dengan keluarga suaminya Khalisa. Karena yah ... sudah bukan rahasia umum. Mereka sengaja menjaga jarak dari kita. Apalagi yang suami pertama. Kalau yang sekarang, siapa itu? Si Kenan. Kenan itu adiknya Kenzo, sementara Khalisa dan Kenan turun ranjang. Masalahnya, si Kenan justru mirip banget sama papanya Khalisa. Ya jadi kalau sama Cinta, ... kurang paham, tapi buat aku, Cinta enggak mirip Kenan.”

“Meski enggak begitu paham, kalau dibandingkan dengan Kenzo suami pertama Khalisa, bagiku mereka mirip, Pa. Kalau sama Kenzo, Cinta beneran mirip. Namun kalau sama Kenan, memang kurang mirip. Kalau sama Kenan, Cinta hanya mirip bibir sama hidungnya,” balas ibu Chole masih mengawasi dari sebelah meja kasir bersama sang suami.

Sambil menahan senyum, pak Helios menatap sang istri. “Jangan nyama-nyamain mereka karena mereka keluarga sensitip!”

Dibilang begitu, ibu Chole langsung mengangguk-angguk paham sambil menahan senyumnya. Namun bagi kalian yang sudah membaca novel Rujuk Bersyarat Turun Ranjang, apa yang ibu Chole katakan pasti akan membuat kalian memberikan penilaian atau setidaknya berkomentar.

Hari ini, keadaan Cinta sedang kurang sehat. Cinta mengalami sakit pinggang sekaligus sakit perut terbilang parah akibat mens. Karenanya, Cinta tak jadi lembur, menjadi bagian dari penyambutan keluarga ibu Chole yang dari kampung.

“Oh, Hasan ikut? Memangnya Hasan sudah mendingan?” ucap ibu Chole bertepatan dengan Cinta yang kebetulan lewat.

Cinta yang untuk sekadar melangkah saja jadi membungkuk-bungkuk, refleks membeku. Padahal, Cinta siap pulang. Namun mendengar nama Hasan disebut dan itu sebanyak dua kali oleh ibu Chole, mental Cinta jadi tidak baik-baik saja.

“Salah satu tamu ibu Chole yang dari kampung, namanya juga Hasan? Hasan suamiku bukan, sih?” pikir Cinta jadi ragu untuk pulang. Sebab meski Cinta tidak bisa ikut bekerja dan menjadi bagian dari lembur malam ini, Cinta ingin melihat sosok bernama Hasan. Benarkah ada kemiripan dan malah memang Hasan suaminya? Atau hanya namanya saja yang sama?

Terpopuler

Comments

Erina Munir

Erina Munir

parah nih ceritanya pda amnesia

2024-07-12

0

Sarti Patimuan

Sarti Patimuan

Penasaran bagaimana reaksi keina dan Hasan bila bertemu lagi

2024-03-07

0

we

we

ketemu kah

2024-03-03

0

lihat semua
Episodes
1 1 : Penghakiman yang Begitu Keji (Revisi)
2 2 : Hasan yang Terpaksa Berbohong (Sudah Revisi)
3 3 : Pelukan Penenang (Sudah Revisi)
4 4 : Memikirkan Masa Depan (Sudah Direvisi)
5 5 : Mengharapkan Pernikahan Manis (Revisi)
6 6 : Pria Di Ranjang Sebelah
7 7 : Hanya Kebetulan Mirip?
8 8 : Perkara Kontrakan
9 9 : Mulai Bahagia
10 10 : Sudah Sangat Sayang
11 11 : Tetangga Baru
12 12 : Sepeda Dan Ingin Dimanja
13 13 : Elza Dan Perasaan Nadim Kepada Cinta
14 14 : Tersentak
15 15 : Mirip Anak Ayam Yang Tersesat Dari Induknya
16 16 : Sudah Dua Bulan
17 17 : Keadaan Terbaru Hasan
18 18 : Namanya Juga Hasan
19 19 : Tamu Dari Kampung
20 20 : Penjelasan Cinta
21 21 : Cinta yang Ingin Tetap Bertahan (Revisi)
22 22 : Terlalu Berat (Revisi)
23 23 : Hasan : Wanita Ini, ... Istriku? (Revisi)
24 24 : Cinta Sendiri (Revisi)
25 25 : Hasan : Ayo Kita Bercerai!
26 26 : Cinta : Aku Setuju, Ayo Kita Bercerai! (Revisi)
27 27 : Diberi Kesempatan (Revisi)
28 28 : Merasa Sangat Kehilangan (Revisi)
29 29 : Hasan yang Masih Menunggu Cinta (Revisi)
30 30 : Tentang Keina yang Sangat Mirip Cinta (Revisi)
31 31 : Akhirnya Bertemu (Revisi)
32 32 : Sangat Marah Dan Cemburu (Revisi)
33 33 : Tak Mau Menjadi Keina (Revisi)
34 34 : Masih Sulit Untuk Percaya (Revisi)
35 35 : Penyakit Hasan (Revisi)
36 36 : Menjadi Sepasang Kekasih (Revisi)
37 37 : Nadim yang Terus Berencana (Revisi)
38 38 : Kejutan Romantis (Revisi)
39 39 : Kesuksesan Rencana Nadim (Revisi)
40 40 : Kembali Amnesia (Revisi)
41 41 : Setelah Kecelakaan
42 42 : Hubungan Baik Antara Orang Tua Keina dan Orang Tua Hasan
43 43 : Asisten Pribadi Rasa Istri
44 44 : Efek Amnesia
45 45 : Hubungan yang Sangat Dalam
46 46 : Kehamilan Elza
47 47 : Hampir Lima Tahun Telah Berlalu
48 48 : Kembali Menikah
49 49 : Paket Komplit
50 50 : Trauma yang Membuat Lebih Baik
51 51 : Ingin Bahagia
52 52 : Tetangga Meresahkan
53 53 : Ingin Hamil
54 54 : Kehamilan = Keajaiban
55 55 : Dilema
56 56 : Sudah Siap Menjadi Orang Tua
57 57 : Persalinan Impian
58 58 : Alhamdullilah
59 59 : Pasca Melahirkan
60 60 : Tentang Kita
61 61 : Bian, Bolang Sejati.
62 62 : Elra
63 63 : Diantup Tawon
64 64 : Penerus Terpilih
65 65 : Tetangga Rasa Keluarga
66 Sampai Jumpa
67 Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
68 Promo Novel update Setiap Hari
69 Novel Bian : Transmigrasi Dan Pembalasan Gadis Yang Ternoda
70 Novel Bian, Syukur, Erla
71 Novel Syukur Elra (Terbaru)
72 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 72 Episodes

1
1 : Penghakiman yang Begitu Keji (Revisi)
2
2 : Hasan yang Terpaksa Berbohong (Sudah Revisi)
3
3 : Pelukan Penenang (Sudah Revisi)
4
4 : Memikirkan Masa Depan (Sudah Direvisi)
5
5 : Mengharapkan Pernikahan Manis (Revisi)
6
6 : Pria Di Ranjang Sebelah
7
7 : Hanya Kebetulan Mirip?
8
8 : Perkara Kontrakan
9
9 : Mulai Bahagia
10
10 : Sudah Sangat Sayang
11
11 : Tetangga Baru
12
12 : Sepeda Dan Ingin Dimanja
13
13 : Elza Dan Perasaan Nadim Kepada Cinta
14
14 : Tersentak
15
15 : Mirip Anak Ayam Yang Tersesat Dari Induknya
16
16 : Sudah Dua Bulan
17
17 : Keadaan Terbaru Hasan
18
18 : Namanya Juga Hasan
19
19 : Tamu Dari Kampung
20
20 : Penjelasan Cinta
21
21 : Cinta yang Ingin Tetap Bertahan (Revisi)
22
22 : Terlalu Berat (Revisi)
23
23 : Hasan : Wanita Ini, ... Istriku? (Revisi)
24
24 : Cinta Sendiri (Revisi)
25
25 : Hasan : Ayo Kita Bercerai!
26
26 : Cinta : Aku Setuju, Ayo Kita Bercerai! (Revisi)
27
27 : Diberi Kesempatan (Revisi)
28
28 : Merasa Sangat Kehilangan (Revisi)
29
29 : Hasan yang Masih Menunggu Cinta (Revisi)
30
30 : Tentang Keina yang Sangat Mirip Cinta (Revisi)
31
31 : Akhirnya Bertemu (Revisi)
32
32 : Sangat Marah Dan Cemburu (Revisi)
33
33 : Tak Mau Menjadi Keina (Revisi)
34
34 : Masih Sulit Untuk Percaya (Revisi)
35
35 : Penyakit Hasan (Revisi)
36
36 : Menjadi Sepasang Kekasih (Revisi)
37
37 : Nadim yang Terus Berencana (Revisi)
38
38 : Kejutan Romantis (Revisi)
39
39 : Kesuksesan Rencana Nadim (Revisi)
40
40 : Kembali Amnesia (Revisi)
41
41 : Setelah Kecelakaan
42
42 : Hubungan Baik Antara Orang Tua Keina dan Orang Tua Hasan
43
43 : Asisten Pribadi Rasa Istri
44
44 : Efek Amnesia
45
45 : Hubungan yang Sangat Dalam
46
46 : Kehamilan Elza
47
47 : Hampir Lima Tahun Telah Berlalu
48
48 : Kembali Menikah
49
49 : Paket Komplit
50
50 : Trauma yang Membuat Lebih Baik
51
51 : Ingin Bahagia
52
52 : Tetangga Meresahkan
53
53 : Ingin Hamil
54
54 : Kehamilan = Keajaiban
55
55 : Dilema
56
56 : Sudah Siap Menjadi Orang Tua
57
57 : Persalinan Impian
58
58 : Alhamdullilah
59
59 : Pasca Melahirkan
60
60 : Tentang Kita
61
61 : Bian, Bolang Sejati.
62
62 : Elra
63
63 : Diantup Tawon
64
64 : Penerus Terpilih
65
65 : Tetangga Rasa Keluarga
66
Sampai Jumpa
67
Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
68
Promo Novel update Setiap Hari
69
Novel Bian : Transmigrasi Dan Pembalasan Gadis Yang Ternoda
70
Novel Bian, Syukur, Erla
71
Novel Syukur Elra (Terbaru)
72
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!