7 : Hanya Kebetulan Mirip?

Ketika terdengar suara kamar mandi di sebelahnya terbuka, Hasan yang sudah bisa duduk dengan jauh lebih tegap langsung terjaga. Detik itu juga, dunianya mendadak berputar lebih lambat. Ditambah lagi, ketika pandangannya dengan sendirinya mengawasi pintu kamar mandi bagian bawah. Kedua kaki Cinta yang indah tanpa alas kaki, ia dapati baru mulai melangkah keluar.

Baru melihat kaki mulus Cinta saja, Hasan sudah deg-degan. Hasan begitu gugup, dan sampai berkeringat. Kendati demikian, ia tidak bisa untuk berhenti. Kedua matanya selalu ingin melihat Cinta. Tak peduli meski luka bahkan bekasnya masih menjadi bagian mencolok dari Cinta. Tak peduli meski di beberapa bagian kepala Cinta, sampai botak karena dihak.imi warga. Di matanya, kecantikan Cinta benar-benar terlihat sempurna.

Dress selutut berlengan pendek warna putih dan beraksen bunga-bunga warna lavender pilihan Hasan, begitu cocok di tubuh Cinta. Cinta terlihat makin cantik di mata Hasan.

“Kenapa, Kak?” tanya Cinta bingung. Ia tidak tahu jika selain sibuk mengawasinya, Hasan juga sangat mengagumi penampilannya.

“Ganti pakai celana panjang sama hoodie. Lagian sudah malam dan aku juga lupa pesan selimut,” ucap Hasan bertepatan dengan Cinta yang duduk di hadapannya.

Cinta yang awalnya tengah mengeringkan rambut menggunakan handuk besar di kedua tangannya langsung bengong.

“Tadi Kakak bilang, aku pakai ini saja. Kakak yang minta loh,” ucap Cinta sesaat setelah ia menghela napas.

“Ya maksudnya, itu dipakai pas kita cuma berdua saja. Tadi aku minfa, cuma pengin lihat. Mumpung belum ada orang lain yang lihat,” jelas Hasan mencoba memeberi Cinta pengertian.

Disinggung begitu, Cinta langsung tidak bisa menolak. Meski untuk beberapa saat, ia memnag refleks mengawasi dress di tubuhnya yang memang sangat pas. Cinta bahkan jadi merasa lebih percaya diri karena memakainya. Namun jina disinggung mumpung tidak ada orang lain selain dirinya dan Hasan yang melihat, Cinta juga jadi buru-buru memboyong kantong belanjaan berisi pakaian lengkap miliknya dan Hasan.

Semua itu merupakan belanjaan Hasan. Setelah sebelumnya, mereka belanja makanan. Beberapa saat lalu, lima setel pakaian dan satu pasang sandal milik mereka, datang. Selain itu, mereka juga sampai membeli perlengkapan mandi.

Diam-diam, di sebelah tirai ranjang rawat Hasan, Nadim yang masih menyimak, jadi penasaran.

“Memangnya dia pakai apa? Kok kesannya privasi banget,” pikir Nadim. Nadim sampai duduk sambil terus melongok, berusaha melongok Cinta. “Dress mini, apa bagaimana?” Sayangnya efek tirai pembatas di sana terlalu tebal, tak sedikit pun ia bisa melihat Cinta, bahkan meski bayang-bayangnya.

“Kak Hasan, ... aku kurang nyaman sama pasien di sebelah. Pria yang ada di bekas ranjang aku sempat dirawat,” bisik Cinta ketika ia kembali dan memakai pakaian pilihan Hasan yang lagi-lagi pas di tubuhnya.

Hasan yang masih duduk, tak langsung bersuara. Namun, Hasan refleks menoleh ke sebelah selaku keberadaan pasien yang dimaksud.

“Kita ngobrolnya bisik-bisik saja,” ucap Cinta yang memang sudah makin berbisik-bisik.

Hasan mengangguk-angguk. Hanya saja, ia telanjur penasaran pada pria di ranjang sebelah. Karena kebetulan, dari awal pria itu ada di sebelah, ia memang sama sekali tidak memperhatikannya.

Malam ini, untuk pertama kalinya, Hasan dan Cinta tidur satu ranjang. Karena belum terbiasa, baik Cinta maupun Hasan, sama-sama gugup. Keduanya bahkan sempat jadi tidak bisa tidur. Keduanya tidur karena ketiduran.

“Kok jadi sepi banget, ya?” batin Nadim yang memang tidak bisa tidur karena terlalu penasaran.

Demi mengobati rasa penasarannya, Nadim yang sampai merenung serius, sengaja memastikan. Tertatih ia melangkah sambil membawa infusnya sendiri. Nadim nekat melangkah ke depan kemudian mengintip dari ujung tirai ruang rawat Hasan.

Selain tidur bersama, Cinta yang menutupi kepalanya menggunakan topi hoodie-nya juga berbagi selimut dengan Hasan. Keduanya berpelukan, bahkan Cinta sampai membenamkan wajah ke dada Hasan.

“Ehhhm!” Hasan sengaja berdeham karena memang tidak bisa sepenuhnya tidur. Apalagi sebelumnya, Cinta sempat mengeluhkan pria di ranjang sebelah. Sementara kini, pria yang ia maksud malah diam-diam ia pergoki mengintip.

“Lagi lihat apa?” tanya Hasan yang memang menyikapi Nadim dengan sangat galak. Meski sampai ini, ia masih berucap lirih agar tidak mengusik Cinta.

Nadim yang kebingungan, segera menyudahi ulahnya. “Ini mau ke kamar mandi, tapi agak pusing,” ucapnya bergegas melangkah menuju kamar mandi di sebelah.

“Pantas Cinta takut. Tuh pria memang bermasalah, ya? Untung tirai sebelah kamar mandi juga sudah Cinta tutup sempurna. Termasuk, aku yang meminta Cinta pakai serba panjang,” pikir Hasan kembali pura-pura tidur.

“Kalau pria tadi sampai terbukti ngintip-ngintip lagi, aku enggak segan buat kempesin kepalanya!” batin Hasan.

“Aku enggak mungkin intip-intip lagi karena sepertinya, cowok yang bareng tuh cewek, sudah langsung curiga. Namun, aku yakin, aku memang kenal tuh cewek. Apa ... ah, apa tuh cewek yang di foto pemberian mama? Dia anaknya tante Linda dan om Utama? Iya, bukan sih? Cewek itu si Keina yang orang tuanya terancam bangkrut, makanya Keina akan dinikahkan dengan aku, asal mama papaku, kasih sun.tikan dana ke perusahaan orang tua Keina?” pikir Nadim—baca novel : Rujuk Bersyarat Turun Ranjang.

“Cinta tidurnya nyenyak banget. Namun yang di sebelah, kok kayak masih mengawasi kami, ya?” pikir Hasan.

Keesokan harinya, Hasan sudah langsung memutuskan pulang karena perawat yang memeriksa juga mengabari. Jadi, setelah ada kontrol dokter, Hasan benar-benar sudah dibolehkan pulang.

“Kita langsung cari tempat tinggal,” ucap Hasan yang baru saja dilepas infusnya oleh perawat.

Cinta membantu Hasan membersihkan diri di kamar mandi. Termasuk itu menyiapkan pakaian. Semuanya berjalan lancar, meski pertanyaan dari Nadim, membuat Hasan dan Cinta, merenung serius.

“Kamu Keina, anaknya tante Linda dan om Utama, kan? Aku beneran pernah lihat kamu,” ucap Nadim nekat menggeser tirai di dekat meja sebelah ranjangnya.

“Keina siapa? Tante Linda dan om Utama, orang mana?” sergah Hasan sudah langsung menyikapi dengan tegas.

Namun, Cinta yang telanjur takut kepada Nadim, sengaja menggandeng tangan kiri Hasan. Cinta menggeleng erat sambil menatap Hasan penuh peringatan.

“Bukan, ... kamu salah orang!” tegas Cinta sengaja menyangkal anggapan Nadim agar yang bersangkutan tidak terus mencaritahu apalagi rusuh kepadanya.

Cinta yang tetap memakai celana panjang diadukan dengan hoodie, yang juga menutupi kepalanya, segera membawa Hasan pergi dari sana. Cinta sengaja memutus obrolan Nadim secara sepihak. Karena Cinta memang tak mau memiliki urusan dengan Nadim yang di matanya tipikal pria me.sum.

Hasan menenteng banyak bawaan. Begitu juga dengan Cinta yang menteng kantong berisi pakaian ko.tor milik mereka. Berbeda dari ketika baru dinikahkan secara paksa, kini, baik Hasan maupun Cinta, sudah merasa jauh lebih nyaman. Keduanya mulai merasa ketergantungan satu sama lain. Dari Hasan yang merasa marah ketika ada pria lain yang mengusik Cinta, termasuk itu Nadim. Juga Cinta yang merasa memiliki pelindung jika sedang bersama Hasan. Malahan karena tidur di sebelah Hasan, Cinta jadi bisa tidur sangat nyenyak.

“Masa sih, hanya kebetulan mirip?” pikir Nadim masih duduk selonjor. Ia masih terjaga sendiri karena dari pihak keluarganya belum ada yang data g

Terpopuler

Comments

Nartadi Yana

Nartadi Yana

keina anak siapa ya aku kok lupa

2024-12-24

0

Fani Indriyani

Fani Indriyani

ohh,calonnya keina toh..

2024-03-14

0

Sarti Patimuan

Sarti Patimuan

Ternyata Nadim orang yang mau dijodohkan dengan keina oleh mamanya

2024-03-07

1

lihat semua
Episodes
1 1 : Penghakiman yang Begitu Keji (Revisi)
2 2 : Hasan yang Terpaksa Berbohong (Sudah Revisi)
3 3 : Pelukan Penenang (Sudah Revisi)
4 4 : Memikirkan Masa Depan (Sudah Direvisi)
5 5 : Mengharapkan Pernikahan Manis (Revisi)
6 6 : Pria Di Ranjang Sebelah
7 7 : Hanya Kebetulan Mirip?
8 8 : Perkara Kontrakan
9 9 : Mulai Bahagia
10 10 : Sudah Sangat Sayang
11 11 : Tetangga Baru
12 12 : Sepeda Dan Ingin Dimanja
13 13 : Elza Dan Perasaan Nadim Kepada Cinta
14 14 : Tersentak
15 15 : Mirip Anak Ayam Yang Tersesat Dari Induknya
16 16 : Sudah Dua Bulan
17 17 : Keadaan Terbaru Hasan
18 18 : Namanya Juga Hasan
19 19 : Tamu Dari Kampung
20 20 : Penjelasan Cinta
21 21 : Cinta yang Ingin Tetap Bertahan (Revisi)
22 22 : Terlalu Berat (Revisi)
23 23 : Hasan : Wanita Ini, ... Istriku? (Revisi)
24 24 : Cinta Sendiri (Revisi)
25 25 : Hasan : Ayo Kita Bercerai!
26 26 : Cinta : Aku Setuju, Ayo Kita Bercerai! (Revisi)
27 27 : Diberi Kesempatan (Revisi)
28 28 : Merasa Sangat Kehilangan (Revisi)
29 29 : Hasan yang Masih Menunggu Cinta (Revisi)
30 30 : Tentang Keina yang Sangat Mirip Cinta (Revisi)
31 31 : Akhirnya Bertemu (Revisi)
32 32 : Sangat Marah Dan Cemburu (Revisi)
33 33 : Tak Mau Menjadi Keina (Revisi)
34 34 : Masih Sulit Untuk Percaya (Revisi)
35 35 : Penyakit Hasan (Revisi)
36 36 : Menjadi Sepasang Kekasih (Revisi)
37 37 : Nadim yang Terus Berencana (Revisi)
38 38 : Kejutan Romantis (Revisi)
39 39 : Kesuksesan Rencana Nadim (Revisi)
40 40 : Kembali Amnesia (Revisi)
41 41 : Setelah Kecelakaan
42 42 : Hubungan Baik Antara Orang Tua Keina dan Orang Tua Hasan
43 43 : Asisten Pribadi Rasa Istri
44 44 : Efek Amnesia
45 45 : Hubungan yang Sangat Dalam
46 46 : Kehamilan Elza
47 47 : Hampir Lima Tahun Telah Berlalu
48 48 : Kembali Menikah
49 49 : Paket Komplit
50 50 : Trauma yang Membuat Lebih Baik
51 51 : Ingin Bahagia
52 52 : Tetangga Meresahkan
53 53 : Ingin Hamil
54 54 : Kehamilan = Keajaiban
55 55 : Dilema
56 56 : Sudah Siap Menjadi Orang Tua
57 57 : Persalinan Impian
58 58 : Alhamdullilah
59 59 : Pasca Melahirkan
60 60 : Tentang Kita
61 61 : Bian, Bolang Sejati.
62 62 : Elra
63 63 : Diantup Tawon
64 64 : Penerus Terpilih
65 65 : Tetangga Rasa Keluarga
66 Sampai Jumpa
67 Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
68 Promo Novel update Setiap Hari
69 Novel Bian : Transmigrasi Dan Pembalasan Gadis Yang Ternoda
70 Novel Bian, Syukur, Erla
71 Novel Syukur Elra (Terbaru)
72 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 72 Episodes

1
1 : Penghakiman yang Begitu Keji (Revisi)
2
2 : Hasan yang Terpaksa Berbohong (Sudah Revisi)
3
3 : Pelukan Penenang (Sudah Revisi)
4
4 : Memikirkan Masa Depan (Sudah Direvisi)
5
5 : Mengharapkan Pernikahan Manis (Revisi)
6
6 : Pria Di Ranjang Sebelah
7
7 : Hanya Kebetulan Mirip?
8
8 : Perkara Kontrakan
9
9 : Mulai Bahagia
10
10 : Sudah Sangat Sayang
11
11 : Tetangga Baru
12
12 : Sepeda Dan Ingin Dimanja
13
13 : Elza Dan Perasaan Nadim Kepada Cinta
14
14 : Tersentak
15
15 : Mirip Anak Ayam Yang Tersesat Dari Induknya
16
16 : Sudah Dua Bulan
17
17 : Keadaan Terbaru Hasan
18
18 : Namanya Juga Hasan
19
19 : Tamu Dari Kampung
20
20 : Penjelasan Cinta
21
21 : Cinta yang Ingin Tetap Bertahan (Revisi)
22
22 : Terlalu Berat (Revisi)
23
23 : Hasan : Wanita Ini, ... Istriku? (Revisi)
24
24 : Cinta Sendiri (Revisi)
25
25 : Hasan : Ayo Kita Bercerai!
26
26 : Cinta : Aku Setuju, Ayo Kita Bercerai! (Revisi)
27
27 : Diberi Kesempatan (Revisi)
28
28 : Merasa Sangat Kehilangan (Revisi)
29
29 : Hasan yang Masih Menunggu Cinta (Revisi)
30
30 : Tentang Keina yang Sangat Mirip Cinta (Revisi)
31
31 : Akhirnya Bertemu (Revisi)
32
32 : Sangat Marah Dan Cemburu (Revisi)
33
33 : Tak Mau Menjadi Keina (Revisi)
34
34 : Masih Sulit Untuk Percaya (Revisi)
35
35 : Penyakit Hasan (Revisi)
36
36 : Menjadi Sepasang Kekasih (Revisi)
37
37 : Nadim yang Terus Berencana (Revisi)
38
38 : Kejutan Romantis (Revisi)
39
39 : Kesuksesan Rencana Nadim (Revisi)
40
40 : Kembali Amnesia (Revisi)
41
41 : Setelah Kecelakaan
42
42 : Hubungan Baik Antara Orang Tua Keina dan Orang Tua Hasan
43
43 : Asisten Pribadi Rasa Istri
44
44 : Efek Amnesia
45
45 : Hubungan yang Sangat Dalam
46
46 : Kehamilan Elza
47
47 : Hampir Lima Tahun Telah Berlalu
48
48 : Kembali Menikah
49
49 : Paket Komplit
50
50 : Trauma yang Membuat Lebih Baik
51
51 : Ingin Bahagia
52
52 : Tetangga Meresahkan
53
53 : Ingin Hamil
54
54 : Kehamilan = Keajaiban
55
55 : Dilema
56
56 : Sudah Siap Menjadi Orang Tua
57
57 : Persalinan Impian
58
58 : Alhamdullilah
59
59 : Pasca Melahirkan
60
60 : Tentang Kita
61
61 : Bian, Bolang Sejati.
62
62 : Elra
63
63 : Diantup Tawon
64
64 : Penerus Terpilih
65
65 : Tetangga Rasa Keluarga
66
Sampai Jumpa
67
Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
68
Promo Novel update Setiap Hari
69
Novel Bian : Transmigrasi Dan Pembalasan Gadis Yang Ternoda
70
Novel Bian, Syukur, Erla
71
Novel Syukur Elra (Terbaru)
72
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!