16 : Sudah Dua Bulan

Hasan memberi Cinta segalanya. Termasuk memberikan surat-surat rumah maupun ATM milik Hasan untuk mempermudah Cinta menjalani kehidupan. Karena Hasan memang melarang Cinta bekerja. Cinta benar-benar tidak menemukan indikasi Hasan sengaja meninggalkannya.

“Suamiku pasti kenapa-kenapa.” Cinta yakin itu.

Cinta memanfaatkan ponselnya untuk mencari berita kecelakaan mobil maupun travel yang terjadi sekitar satu bulan lalu. Karena memang sudah satu bulan lamanya, Hasan pergi tanpa kabar, selain nomor ponsel Hasan yang juga tetap tidak bisa dihubungi.

Hasan yang mengaku yatim piatu dan memang sebatang kara, juga tidak memberikan kontak lain selain nomor ponsel. Nomor ponsel pun, Cinta ambil dari setiap bekas kiriman atau paket yang menjadi alamat Hasan.

“Tapi nomor ponselnya juga sama dengan yang ada di surat rumah. Eh, di sini harusnya ada alamat kak Hasan yang di kampung. Hampir lupa kalau kak Hasan pernah bilang kalau dia masih punya bibi.”

Sempat antusias dan yakin Hasan ada di kampung bersama sang bibi, Cinta yang sudah beranjak dari sofa dirinya duduk, menjadi terdiam. Cinta mendadak berubah pikiran dan kembali menjadi patung hidup. “Buat apa? Menghubungi bibinya kak Hasan enggak ada gunanya karena dari kecil, ibaratnya kak Hasan sudah merantau ke Jakarta.”

“Dari kecil, kak Hasan sudah tinggal bersama majikannya. Alasan ini juga yang bikin kak Hasan sebatang kara. Alasan ini juga yang bikin kak Hasan punya banyak tabungan. Kak Hasan sendiri yang bilang.”

“Justru ketimbang menghubungi bibinya kak Hasan, lebih baik aku menghubungi majikannya. Karena kak Hasan pasti bersama majikannya.”

“Namun aku yakin, hanya ada dua kemungkinan ketika kak Hasan tetap tidak menghubungiku.”

“Pertama ... karena memang kak Hasan terluka sangat parah hingga sekadar menghubungiku, kak Hasan kesulitan. Sementara kemungkinan kedua sekaligus kemungkinan terakhir, ... alasan Kak Hasan tidak menghubungiku ... karena memang ... kak Hasan sudah tidak ada. Kak Hasan sudah meninggal, makanya dia enggak mengabari aku lagi!”

Menangis, tersedu, dan tak jarang juga histeris. Itulah yang kembali terjadi kepada Cinta. Cinta hilang arah, jatuh ke titik nadir paling dalam. Fatalnya, hanya kehadiran Hasan yang mampu menolongnya.

Tanpa Hasan, Cinta tidak bisa. Karena Hasan juga yang menjadi alasan Cinta bertahan. Hasan merupakan sumber kehidupan Cinta. Hasan satu-satunya yang Cinta miliki. Tanpa Hasan, semua yang sempat tumbuh nyaris mati, kacau.

Bukan hanya hati, mental, bahkan hidup Cinta yang merasakan dampak dari menghilangnya Hasan. Karena kebun yang sempat Cinta dan Hasan tanami, kini tak terawat. Beberapa tanaman memang tumbuh, tapi sebagiannya mati dan ditumbuhi rumput li.ar. Karena selama satu bulan kehilangan Hasan, khususnya selama dua minggu terakhir, Cinta memang tidak sempat mengurus yang lain selain meratapi kabar dari Hasan yang tak kunjung Cinta dapatkan.

“Kak Hasan, tanpa kakak, semuanya tidak berarti. Malahan aku memilih mati. Namun aku takut, jika sebenarnya jauh di luar sana, Kakak justru sedang berjuang hanya untuk bisa mengabari aku.”

Cinta yang yakin sebenarnya Hasan masih hidup, memutuskan untuk berhenti menya.yat pergelangan nadi tangan kirinya. Cinta berangsur mengikat luka akibat saya.tan di pergelangan tangan kirinya menggunakan kaus d.alam Hasan. Kaus dala.m warna putih yang sempat membuat dunia Cinta benar-benar berhenti berputar. Hanya karena Cinta sangat menginginkan kehadiran pemiliknya.

Hari-hari berikutnya, Cinta berusaha bertahan. Karena Cinta yakin, Hasan akan kembali. Cinta melanjutkan hidupnya layaknya ketika masih ada Hasan. Memakai pakaian khususnya baju Hasan, menjadi hal yang Cinta lakukan untuk mengobati sedikit rasa rindunya.

Membereskan rumah yang sudah sangat tidak terawat. Membuang bahan makanan yang sudah membu.suk, juga belanja karena Cinta bertekad untuk hidup.

Cinta mengingat-ingat semua yang sudah Hasan ajarkan termasuk urusan memasak. Karena satu bulan lebih tidak melakukannya, membuat Cinta lupa-lupa ingat. Cinta memak.sa dirinya untuk makan.

“Aku harus sehat. Aku harus waras. Kak Hasan bakalan sedih kalau aku terus begini. Dua bulan sudah cukup membuatku jadi orang bo.doh!” ucap Cinta optimis, tapi lagi-lagi ia menangis. Ia memenuhi mulutnya menggunakan makanan yang ia masak.

Keluar dari rumah, Cinta disambut oleh kebun yang sangat membutuhkannya. “Kebun ini ibarat aku yang tidak bisa tanpa kak Hasan. Jadi, aku harus merawatnya!”

Beberapa sayuran hijau mulai bisa Cinta panen. “Kak Hasan, ... Kakak jangan lupa makan sayur, ya!”

“Ya ampun Kak Hasan ... di kebun kita ada ular! Aduh! Aku ... bentar, panggil pak RT!”

Niatnya Cinta memang memanggil pak Rt, meminta bantuan pria itu. Namun karena Nadim ada di sana, Cinta memilih meminta bantuan Nadim.

Nadim yang baru keluar dari mobil dan tampaknya baru pulang dengan pakaian rapi khas orang kantoran, bergegas membantu.

“Berapa lama kamu enggak keluar rumah? Tubuhmu sampai putih banget mirip kertas. Tapi kamu jadi kurus banget,” ucap Nadim yang berkaca-kaca menatap Cinta.

Cinta yang sempat merasa tertam.par dengan ucapan Nadim, merasa bersalah pada dirinya sendiri.

“Orang lain lihat aku saja sedih. Apalagi kak Hasan,” pikir Cinta.

Meski tidak menanggapi ucapan Nadim, Cinta tetap memberikan sebagian sayur hasil kebunnya ke Nadim. “Makasih sudah bantu usir ular. Oh iya,” ucap Cinta sengaja memetik beberapa jambu air berukuran besar berwarna merah miliknya. Ia memberikan jambu itu kepada Nadim juga.

Mendadak Cinta ingat ucapan Hasan. Bahwa suaminya itu akan pulang jika buah di pohon buah mereka sudah layak makan. “Apakah ini bertanda bahwa kak Hasan akan pulang?”

Di tempat berbeda, di sebuah ruang rawat intensif, sesosok tubuh terbujur tak berdaya penuh alat bantu kesehatan. Suara dari mesin EKG terdengar sangat menyeramkan di tengah kesunyian yang menyelimuti di sana.

“Hasan! Hasan tangan kamu akhirnya gerak! Ma ... Pa! Tangan Hasan gerak!” ucap seorang wanita muda berhijab hitam.

Terpopuler

Comments

Erina Munir

Erina Munir

alhamdulillah hasan hidup

2024-07-12

0

Sarti Patimuan

Sarti Patimuan

Semangat keina ayo lanjutkan hidupmu

2024-03-07

0

💗 AR Althafunisa 💗

💗 AR Althafunisa 💗

Ya Allah, miris sekali hidup kalian Hasan dan Cinta 😭😭😭

2024-03-04

0

lihat semua
Episodes
1 1 : Penghakiman yang Begitu Keji (Revisi)
2 2 : Hasan yang Terpaksa Berbohong (Sudah Revisi)
3 3 : Pelukan Penenang (Sudah Revisi)
4 4 : Memikirkan Masa Depan (Sudah Direvisi)
5 5 : Mengharapkan Pernikahan Manis (Revisi)
6 6 : Pria Di Ranjang Sebelah
7 7 : Hanya Kebetulan Mirip?
8 8 : Perkara Kontrakan
9 9 : Mulai Bahagia
10 10 : Sudah Sangat Sayang
11 11 : Tetangga Baru
12 12 : Sepeda Dan Ingin Dimanja
13 13 : Elza Dan Perasaan Nadim Kepada Cinta
14 14 : Tersentak
15 15 : Mirip Anak Ayam Yang Tersesat Dari Induknya
16 16 : Sudah Dua Bulan
17 17 : Keadaan Terbaru Hasan
18 18 : Namanya Juga Hasan
19 19 : Tamu Dari Kampung
20 20 : Penjelasan Cinta
21 21 : Cinta yang Ingin Tetap Bertahan (Revisi)
22 22 : Terlalu Berat (Revisi)
23 23 : Hasan : Wanita Ini, ... Istriku? (Revisi)
24 24 : Cinta Sendiri (Revisi)
25 25 : Hasan : Ayo Kita Bercerai!
26 26 : Cinta : Aku Setuju, Ayo Kita Bercerai! (Revisi)
27 27 : Diberi Kesempatan (Revisi)
28 28 : Merasa Sangat Kehilangan (Revisi)
29 29 : Hasan yang Masih Menunggu Cinta (Revisi)
30 30 : Tentang Keina yang Sangat Mirip Cinta (Revisi)
31 31 : Akhirnya Bertemu (Revisi)
32 32 : Sangat Marah Dan Cemburu (Revisi)
33 33 : Tak Mau Menjadi Keina (Revisi)
34 34 : Masih Sulit Untuk Percaya (Revisi)
35 35 : Penyakit Hasan (Revisi)
36 36 : Menjadi Sepasang Kekasih (Revisi)
37 37 : Nadim yang Terus Berencana (Revisi)
38 38 : Kejutan Romantis (Revisi)
39 39 : Kesuksesan Rencana Nadim (Revisi)
40 40 : Kembali Amnesia (Revisi)
41 41 : Setelah Kecelakaan
42 42 : Hubungan Baik Antara Orang Tua Keina dan Orang Tua Hasan
43 43 : Asisten Pribadi Rasa Istri
44 44 : Efek Amnesia
45 45 : Hubungan yang Sangat Dalam
46 46 : Kehamilan Elza
47 47 : Hampir Lima Tahun Telah Berlalu
48 48 : Kembali Menikah
49 49 : Paket Komplit
50 50 : Trauma yang Membuat Lebih Baik
51 51 : Ingin Bahagia
52 52 : Tetangga Meresahkan
53 53 : Ingin Hamil
54 54 : Kehamilan = Keajaiban
55 55 : Dilema
56 56 : Sudah Siap Menjadi Orang Tua
57 57 : Persalinan Impian
58 58 : Alhamdullilah
59 59 : Pasca Melahirkan
60 60 : Tentang Kita
61 61 : Bian, Bolang Sejati.
62 62 : Elra
63 63 : Diantup Tawon
64 64 : Penerus Terpilih
65 65 : Tetangga Rasa Keluarga
66 Sampai Jumpa
67 Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
68 Promo Novel update Setiap Hari
69 Novel Bian : Transmigrasi Dan Pembalasan Gadis Yang Ternoda
70 Novel Bian, Syukur, Erla
71 Novel Syukur Elra (Terbaru)
72 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 72 Episodes

1
1 : Penghakiman yang Begitu Keji (Revisi)
2
2 : Hasan yang Terpaksa Berbohong (Sudah Revisi)
3
3 : Pelukan Penenang (Sudah Revisi)
4
4 : Memikirkan Masa Depan (Sudah Direvisi)
5
5 : Mengharapkan Pernikahan Manis (Revisi)
6
6 : Pria Di Ranjang Sebelah
7
7 : Hanya Kebetulan Mirip?
8
8 : Perkara Kontrakan
9
9 : Mulai Bahagia
10
10 : Sudah Sangat Sayang
11
11 : Tetangga Baru
12
12 : Sepeda Dan Ingin Dimanja
13
13 : Elza Dan Perasaan Nadim Kepada Cinta
14
14 : Tersentak
15
15 : Mirip Anak Ayam Yang Tersesat Dari Induknya
16
16 : Sudah Dua Bulan
17
17 : Keadaan Terbaru Hasan
18
18 : Namanya Juga Hasan
19
19 : Tamu Dari Kampung
20
20 : Penjelasan Cinta
21
21 : Cinta yang Ingin Tetap Bertahan (Revisi)
22
22 : Terlalu Berat (Revisi)
23
23 : Hasan : Wanita Ini, ... Istriku? (Revisi)
24
24 : Cinta Sendiri (Revisi)
25
25 : Hasan : Ayo Kita Bercerai!
26
26 : Cinta : Aku Setuju, Ayo Kita Bercerai! (Revisi)
27
27 : Diberi Kesempatan (Revisi)
28
28 : Merasa Sangat Kehilangan (Revisi)
29
29 : Hasan yang Masih Menunggu Cinta (Revisi)
30
30 : Tentang Keina yang Sangat Mirip Cinta (Revisi)
31
31 : Akhirnya Bertemu (Revisi)
32
32 : Sangat Marah Dan Cemburu (Revisi)
33
33 : Tak Mau Menjadi Keina (Revisi)
34
34 : Masih Sulit Untuk Percaya (Revisi)
35
35 : Penyakit Hasan (Revisi)
36
36 : Menjadi Sepasang Kekasih (Revisi)
37
37 : Nadim yang Terus Berencana (Revisi)
38
38 : Kejutan Romantis (Revisi)
39
39 : Kesuksesan Rencana Nadim (Revisi)
40
40 : Kembali Amnesia (Revisi)
41
41 : Setelah Kecelakaan
42
42 : Hubungan Baik Antara Orang Tua Keina dan Orang Tua Hasan
43
43 : Asisten Pribadi Rasa Istri
44
44 : Efek Amnesia
45
45 : Hubungan yang Sangat Dalam
46
46 : Kehamilan Elza
47
47 : Hampir Lima Tahun Telah Berlalu
48
48 : Kembali Menikah
49
49 : Paket Komplit
50
50 : Trauma yang Membuat Lebih Baik
51
51 : Ingin Bahagia
52
52 : Tetangga Meresahkan
53
53 : Ingin Hamil
54
54 : Kehamilan = Keajaiban
55
55 : Dilema
56
56 : Sudah Siap Menjadi Orang Tua
57
57 : Persalinan Impian
58
58 : Alhamdullilah
59
59 : Pasca Melahirkan
60
60 : Tentang Kita
61
61 : Bian, Bolang Sejati.
62
62 : Elra
63
63 : Diantup Tawon
64
64 : Penerus Terpilih
65
65 : Tetangga Rasa Keluarga
66
Sampai Jumpa
67
Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
68
Promo Novel update Setiap Hari
69
Novel Bian : Transmigrasi Dan Pembalasan Gadis Yang Ternoda
70
Novel Bian, Syukur, Erla
71
Novel Syukur Elra (Terbaru)
72
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!