AAC 18. Keadaan Hati

Di mobil, berkali-kali Zeff memandangi wajah Melody, di satu sisi dia lega karena Melody akhirnya mendengarkan permintaannya memutuskan Max, tak ada lagi penghalang terhadap pernikahan mereka.

Tapi di sisi yang lain menjadi heran dengan tingkah Melody yang tidak menampakkan wajah sengsara karena baru memutuskan kekasihnya. Sebulan lalu mengaku sangat cinta, tadi bilangnya tidak mau pisah.

Yang dilihatnya sekarang wajah Melody seperti orang yang bangga telah melakukan sesuatu, sesekali tersenyum dan sesekali mengikuti lirik lagu dari audio mobilnya.

“Melow, kamu gakpapa kan?” Tak tahan Zeff bertanya.

Ini reaksi yang tidak wajar, jangan-jangan ini hanya kamuflase dari keadaan hati yang sebenarnya? Dia tahu Melody bukan gadis cengeng, tapi di dunia ini cewek paling melankolis saat putus cinta, tidak mungkin tidak ada efeknya kan?

Dirinya saja walau menyadari perasaannya untuk Gracia tidak sedalam Gracia padanya, tapi sempat mempengaruhi moodnya di awal pisah. Dan salah satu tujuannya ke sini karena harus melarikan diri dari Gracia, selain untuk menjauh juga karena merasa sangat bersalah telah mematahkan hati Gracia.

“Aku lapar, Anya… mampir di Rumah Ramen aja, aku pengen makan dua mangkok curry ramen,” jawab Melody.

Tanpa sanggahan Zeff mengikuti, semakin yakin Melody tertekan oleh keputusannya sendiri. Cewek ini mau makan dua mangkok ramen, padahal biasanya makan porsi makannya kecil. Bukankah sebagian orang mengalihkan stress dengan makan banyak?

Tangan Zeff yang bebas dari setir mengusap kepala Melody, ingin memberikan ketenangan, dia tahu seperti apa rasanya berpisah setelah sekian lama menjalin hubungan.

Lima tahun bersama Gracia, dan saat dia bilang tidak ingin melanjutkan hubungan mereka, Gracia yang sangat pandai menyimpan emosi tetapi ketika keputusannya terucap gadis itu menangis di dadanya hampir satu jam.

Melody terbalik yang biasanya emosian sekarang justru terlihat sedang menyimpan emosinya? Zeff memindahkan tangannya kemudian mengelus pipi Melody dengan lembut. Awalnya Melody membiarkan tetapi karena tangan Zeff hanya turun saat mengganti transmisi, Melody melirik...

“Anya… gak sedrastis ini kali, aku emang udah putus dari Max, tapi bukan berarti tangan kamu semakin bebas pegang-pegang… ihhh,” tajam suara Melody.

“Biarkan, kenapa sih? Aku melakukannya karena kamu sedang sedih, baru putus, aku tahu gimana rasanya,” tangan masih mengelus-ngelus karena Melody juga tidak menghindari itu.

“Hahaha, aku gak se-desperate itu tau, dan kamu lebay Anya,” Melody menertawakan Zeff saat melihat rasa kuatir memang memancar dari raut wajah itu.

Dia mengatakan yang sebenarnya, perasaan sedih memang datang, tapi lebih kepada kebodohan dirinya yang begitu mencintai Max selama ini, memang sih tak memungkiri masih ada kesedihan karena hubungannya dengan Max kandas juga bercampur di sana.

Walau serasa berat harus memutuskan Max, tapi sejujurnya sekarang dia merasa beruntung bisa terlepas dari ikatan cintanya pada Max. Fakta malam ini berbicara lebih banyak di logikanya bahwa Max memang tidak baik.

Melody merenung, salah satu bukti, lelaki yang baik akan menjaga dan melindungi kekasihnya dari jamahann pria lain.

Hiih tadi apa? Gina seperti sengaja disodorkan bukan? Masa dia setega itu?

Bahkan dirinya sendiri hampir menjadi mangsa orang brengsek itu, dia yakin bahwa Max tidak akan berbuat apa-apa seandainya Jordan menciumnya juga.

Oh mama, ada cowok yang seperti itu ternyata, uhh jahat banget, Melody bergidik ngeri.

Zeff melihat mimik itu, yakin bahwa sesuatu sedang terjadi dalam diri Melody dan rasa kuatir bertambah derajatnya, beranggapan Melody menyembunyikan emosinya yang sebenarnya, ini tidak baik secara psikis.

“Mel, kalau sedih, gak usah ditutupi, aku lebih suka melihat kamu yang marah-marah atau teriak sedih, jadi tahu apa yang harus aku lakukan. Nangis aja gakpapa Mel, wajar kok… ada aku di sini,” Zeff berkata lembut, tangan sekarang terulur merangkul sehingga Melody ditarik mendekat.

“Astaga Anya, untuk apa menangis? Siapa yang sedih? Kamu aja yang nangis kalau kamu lagi sedih, jangan ajak-ajak aku, ihh,” jengkel, Melody melepaskan diri dan menjauh hingga tubuhnya menempel ke pintu.

Tangan Zeff tetap berusaha menjangkau tubuh Melody, tapi segera ditepis lagi.

Zeff menarik napas, tadi di resto malahan memeluk dirinya, sekarang sudah menolak lagi sentuhannya. Huhh, gadis ini.

Zeff menjadi khawatir karena tidak paham hati Melody yang telah melewati masa galaunya, kejadian tadi hanyalah sebuah penutup kisah yang keren untuk Melody.

“Tapi Anya, aku marah sama kamu ya, kamu nyakitin tau gak bilang aku cantik menor demi si Max, tadi pokoknya semua yang kamu bilang itu gak benar. Kamu berhutang maaf tau gak… sebel!!” Mata Melotot tajam ke arah Zeff.

 “Iyaaa, aku minta maaf ya, beribu-ribu maaf, maaf aku ngomong sembarangan, ya?” ungkap Zeff lembut dan tulus, dia tidak akan membahas apa yang telah lewat, perasaan Melody lebih penting sekarang.

Melody manyun walau hatinya berdesir, Zeff selalu tak sungkan meminta maaf jika dia salah, sepertinya Zeff selalu mau menjaga perasaannya.

Emosi Mel yang telah beralih lagi, Zeff semakin yakin Melody sedang tertekan. Dia mengulurkan tangan lagi mau melakukan sesuatu sebagai bentuk ungkapan kepedulian, tapi Melody segera menepis.

“Aku bilang jangan sentuh-sentuh, jangan pegang-pegang, ihhh!!” Melody teriak galak.

Zeff membuang napas, tapi dia lebih suka Melody yang seperti ini yang tak sungkan mengumbar emosinya, walau bingung kenapa Melody justru seperti marah padanya bukan pada Max?

“Melody, dengarkan aku baik-baik, lupakan Max ya, aku janji atas nama hidupku sendiri, aku akan membuat kamu hepi, yaa?” Zeff berkata dengan lembut, sambil tangan mengusap kepala Melody.

“Omaigat, Anyaaa… kamu kesambet apa? Hahaha,” Melody tergelak, sikap perhatian Zeff membuatnya geli.

Manis sih kalimat Anya, tapi kan… Melody menekan ke dasar hati perasaan asing yang menyusup.

“Ehh tapi… kamu kenal Jordan dan Max? Kalian temenan gitu?” Tiba-tiba Melody bertanya. Raut wajah Melody berubah penasaran, bahkan mendekat ke arah wajah Zeff.

Zeff tidak menjawab, belum waktunya menjelaskan tentang hal ini.

“Anya?? Aku penasaran… apa… apa karena kamu kenal Max, maka kamu mau merebut aku dari Max? Apa itu alasan yang kamu bilang waktu itu? Apa kamu sedang membalas dendammu karena Max pernah merebut pacarmu?” Melody tidak dapat menahan rasa penasarannya.

Zeff malah tertawa dengan pikiran liar Melody.

“Gakkk… hahaha… balas dendam? Memang hidupku seperti drama? Alasanku gak serendah itu kali, Melow… kamu terlalu berharga untuk dijadikan alat balas dendam,” Zeff berkata gemas sambil mengacak rambut Melody.

Hati Melody berdesir lagi di sini, aku berharga untuknya? Benarkah?

Kata-kata itu meresap di kalbu, ingin sekali mempercayai itu. Tapi Zeff hadir secara paksa masuk ke dalam hidupnya, dan secara naluri dia menjadi lebih berhati-hati sekarang menghadapi Zeff, dia harus membuktikan semua perkataan Zeff. Tapi mungkin dia tidak punya cukup waktu, pernikahan sudah di depan mata.

Kenyataan tentang Zeff mengenal Jordan dan Max, sedikit yang dia lihat tentang kebobrokan sifat dua pria itu, bukan tidak mungkin Zeff ada di lingkaran laki-laki seperti itu. Dari hal ini dia tahu ada banyak hal tentang Zeff yang belum terungkap.

Melody menjadi sedih lagi di sini. Pernikahannya dengan Zeff nanti benar-benar seperti sebuah lobang hitam yang gelap dan menakutkan.

Lepas dari Max Melody butuh pegangan. Zeff memang telah lama mengulurkan tangan, sekarang dia ingin menggapai tangan Zeff, tetapi dia terlalu takut.

Melody terdiam di sisa perjalanan pulang mereka. Zeff yang mengamati raut sedih itu hanya bisa mengeluh dalam hati, dia berjanji akan menghibur Melody melewati hari-hari sedihnya. Zeff mengigit bibir bawahnya, menahan rasa hati yang begitu prihatin dengan turun naiknya emosi Melody, dan belum pernah dia sedalam ini mempedulikan perasaan seorang gadis.

.

🐧🐧

.

Terpopuler

Comments

Bunda Titin

Bunda Titin

jangan terlalu berburuk sangka Mel yg ada justrupikiran2 negatif yg selalu muncul.........positif thinking aj dan berdo'a semoga Zeff laki2 terbaik yg Tuhan pulihkan untukmu.........🙏😊

2024-04-15

0

lihat semua
Episodes
1 AAC □ 1. Mama Menyuruh Selingkuh
2 AAC □ 2. Perjodohan Kehilangan Fondasinya
3 AAC □ 3. Kamu Akan Mengerti
4 AAC □ 4. Jangan Desak Aku
5 AAC □ 5. Sahabat yang Sesungguhnya
6 AAC □ 6. Ke Mana Arah Hubungan
7 AAC □ 7. Ternyata Ada di Dunia Nyata
8 AAC □ 8. Calon Suami tapi Bukan Pacar
9 AAC □ 9. Aku Norak
10 AAC □ 10. Otoritas
11 AAC □ 11. Step yang Terbalik
12 AAC □ 12. Lupakan Max
13 AAC □ 13. Harus Ada Cinta
14 AAC □ 14. Meraih Keyakinan
15 AAC □ 15. Menuntut Sebuah Akhir
16 AAC □ 16. Tidak Menghargai Cinta
17 AAC □ 17. Kita Putus!!
18 AAC 18. Keadaan Hati
19 AAC □ 19. Go Public
20 AAC □ 20. Peran Baru
21 AAC □ 21. Semua Lelaki Sama
22 AAC □ 22. Kartu Hitam
23 AAC □ 23. Jaga Jarak Aman
24 AAC □ Part 24 Alasan Paling Hakiki
25 AAC □ Part 25. Jangan Urusin Mantanku
26 AAC □ 26. Gracia
27 AAC □ Part 27. Gaun Pengantin Warna Merah
28 AAC □ 28. Ciuman dan Roti
29 AAC □ 29. Alasan Tidak Memilih
30 AAC □ 30. Bukannya Sudah Putus?
31 AAC □ 31. Cinta yang Aku Inginkan
32 AAC □ 32. Aku Ingin Menikah dan Bahagia
33 AAC □ 33. Mulai Tidak Rela
34 AAC □ 34. Interogasi Calon Istri tentang Mantan
35 AAC □ 35. Romantis
36 AAC □ 36. Mulai Belajar
37 AAC □ 37. Perjanjian Lucu-lucuan
38 AAC □ 38. Sebuah Kalimat Sederhana
39 AAC □ 39. Kamu Banget
40 AAC □ 40. Aku yang Dia Kecewakan
41 AAC □ 41. Membayar Jam Tangan Mantan
42 AAC □ 42. Tidak Harus Bergantung
43 AAC □ Part 43. Kamu yang Mulai
44 AAC □ 44. Genting dan Penting
45 AAC □ 45. Kegalauan Bertahta
46 AAC □ 46. Terorr Baru
47 AAC □ 47. Mengalihkan Rasa
48 AAC □ 48. Sedramatis dan Seromantis ini
49 AAC □ 49. Side B
50 AAC □ 50. Jangan Ragu Lagi
51 AAC □ 51. Ini Tidak Benar
52 AAC □ 52. Kita Sama-sama Tidak Berhutang Apapun
53 AAC □ 53. Ciuman Pedas
54 AAC □ 54. Fitting
55 AAC □ Part 55. Jejeran Mantan
56 AAC □ 56. Si Bunglon
57 AAC □ 57. Rasanya Aku Sayang Kamu
58 AAC □ 58. Memilih Cinta
Episodes

Updated 58 Episodes

1
AAC □ 1. Mama Menyuruh Selingkuh
2
AAC □ 2. Perjodohan Kehilangan Fondasinya
3
AAC □ 3. Kamu Akan Mengerti
4
AAC □ 4. Jangan Desak Aku
5
AAC □ 5. Sahabat yang Sesungguhnya
6
AAC □ 6. Ke Mana Arah Hubungan
7
AAC □ 7. Ternyata Ada di Dunia Nyata
8
AAC □ 8. Calon Suami tapi Bukan Pacar
9
AAC □ 9. Aku Norak
10
AAC □ 10. Otoritas
11
AAC □ 11. Step yang Terbalik
12
AAC □ 12. Lupakan Max
13
AAC □ 13. Harus Ada Cinta
14
AAC □ 14. Meraih Keyakinan
15
AAC □ 15. Menuntut Sebuah Akhir
16
AAC □ 16. Tidak Menghargai Cinta
17
AAC □ 17. Kita Putus!!
18
AAC 18. Keadaan Hati
19
AAC □ 19. Go Public
20
AAC □ 20. Peran Baru
21
AAC □ 21. Semua Lelaki Sama
22
AAC □ 22. Kartu Hitam
23
AAC □ 23. Jaga Jarak Aman
24
AAC □ Part 24 Alasan Paling Hakiki
25
AAC □ Part 25. Jangan Urusin Mantanku
26
AAC □ 26. Gracia
27
AAC □ Part 27. Gaun Pengantin Warna Merah
28
AAC □ 28. Ciuman dan Roti
29
AAC □ 29. Alasan Tidak Memilih
30
AAC □ 30. Bukannya Sudah Putus?
31
AAC □ 31. Cinta yang Aku Inginkan
32
AAC □ 32. Aku Ingin Menikah dan Bahagia
33
AAC □ 33. Mulai Tidak Rela
34
AAC □ 34. Interogasi Calon Istri tentang Mantan
35
AAC □ 35. Romantis
36
AAC □ 36. Mulai Belajar
37
AAC □ 37. Perjanjian Lucu-lucuan
38
AAC □ 38. Sebuah Kalimat Sederhana
39
AAC □ 39. Kamu Banget
40
AAC □ 40. Aku yang Dia Kecewakan
41
AAC □ 41. Membayar Jam Tangan Mantan
42
AAC □ 42. Tidak Harus Bergantung
43
AAC □ Part 43. Kamu yang Mulai
44
AAC □ 44. Genting dan Penting
45
AAC □ 45. Kegalauan Bertahta
46
AAC □ 46. Terorr Baru
47
AAC □ 47. Mengalihkan Rasa
48
AAC □ 48. Sedramatis dan Seromantis ini
49
AAC □ 49. Side B
50
AAC □ 50. Jangan Ragu Lagi
51
AAC □ 51. Ini Tidak Benar
52
AAC □ 52. Kita Sama-sama Tidak Berhutang Apapun
53
AAC □ 53. Ciuman Pedas
54
AAC □ 54. Fitting
55
AAC □ Part 55. Jejeran Mantan
56
AAC □ 56. Si Bunglon
57
AAC □ 57. Rasanya Aku Sayang Kamu
58
AAC □ 58. Memilih Cinta

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!